Emak-Emak Viral Ngamuk di Depan Masjid, Merasa Terganggu Saat Jamaah Salat Magrib
Emak-Emak Viral Ngamuk di Depan Masjid, Merasa Terganggu Saat Jamaah Salat Magrib
Lingkaran.id - Sebuah video yang viral di media sosial menunjukkan seorang wanita paruh baya marah-marah di depan sebuah masjid. Dalam video tersebut, wanita tersebut tampak sangat terganggu dengan kehadiran jamaah yang sedang melaksanakan salat Magrib di masjid tersebut.Peristiwa tersebut terjadi pada hari Rabu (17/7/2024), di mana emak-emak tersebut terlihat berdebat dengan jamaah salat Magrib. Seorang jamaah menanggapi aksi wanita tersebut dengan mengatakan, "Astagfirullah."Aksi Bejat Oknum Polisi Cabuli Anak Panti Asuhan yang Sedang Melapor Usai DiperkosaTak lama kemudian, seorang pria yang juga merupakan jamaah masjid datang untuk mencoba melerai perselisihan antara wanita tersebut dan jamaah salat. Pria tersebut berusaha menenangkan situasi agar tidak semakin memanas.Meskipun upaya tersebut, wanita tersebut tetap tidak terima dan terus menggerutu mengenai gangguan yang ditimbulkan oleh jamaah salat Magrib di masjid.Viral Wanita Hamil Memohon Jadi Istri Kedua Suami OrangLokasi pasti kejadian ini belum diketahui, tetapi berdasarkan bahasa yang digunakan dalam video, diduga peristiwa tersebut terjadi di wilayah Hilir, Kerinci.***
Read More
Tragedi di Rumah Dinas Wakapolres Sorong, Bripda Riko Ditemukan Tewas
Tragedi di Rumah Dinas Wakapolres Sorong, Bripda Riko Ditemukan Tewas
Lingkaran.id - Polres Sorong tengah melakukan penyelidikan intensif terkait kematian ajudan Wakapolres Sorong, Bripda Riko Roy Nussy (23) yang kini masih menjadi tanda tanya besar atas tindakan bunuh diri tersebut.Berdasarkan data komunikasi terakhir di telepon seluler almarhum, pihak kepolisian telah menetapkan seorang saksi kunci dan sedang menjadwalkan pemanggilan saksi tersebut untuk mengungkap penyebab di balik dugaan tindakan bunuh diri ini.Aksi Bejat Oknum Polisi Cabuli Anak Panti Asuhan yang Sedang Melapor Usai DiperkosaBripda NRN ditemukan tewas di rumah dinas Wakapolres Sorong, Kompol Emmy Fenitiruma, yang berlokasi di Perumahan Pemda Kabupaten Sorong, Papua Barat Daya, pada Senin (15/7/2024) malam.Kematian Bripda Riko pertama kali diketahui oleh saudara kandungnya yang curiga karena tidak ada respons saat dihubungi dan melihat kendaraan pribadinya yang sudah lama dipanaskan berada di rumah wakapolres.Viral Detik-Detik Pria Nyaris Tertimpa PohonPolisi segera mengevakuasi jenazah korban ke RSUD Sele Be Solu, Sorong, untuk proses visum. Hasil visum menunjukkan tidak ada tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Jenazah Bripda Riko kini disemayamkan di kediaman orang tuanya dan akan dimakamkan pada Kamis (18/7/2024).Pihak kepolisian berkomitmen untuk mengungkap fakta di balik kematian Bripda Riko dan memastikan proses penyelidikan berjalan transparan serta sesuai prosedur.***
Read More
Gangguan Global Microsoft Sebabkan Layanan Check-In di Bandara Soekarno-Hatta Mengantri Panjang
Gangguan Global Microsoft Sebabkan Layanan Check-In di Bandara Soekarno-Hatta Mengantri Panjang
Lingkaran.id - Insiden gangguan global pada peralatan Microsoft menyebabkan gangguan pada sistem layanan check-in penumpang di Terminal 3 Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta), Tangerang, Banten, pada Jumat (19/7/2024). Peristiwa ini menjadi viral di media sosial.Akibat gangguan ini, antrean panjang terjadi di pintu 4E, check-in counter maskapai Citilink. Pihak pengelola bandara dan maskapai penerbangan menambah petugas untuk mengurai penumpukan penumpang.Viral Wanita Hamil Memohon Jadi Istri Kedua Suami OrangPgs SVP of Corporate Secretary AP II, Cin Asmoro, mengonfirmasi adanya gangguan tersebut dan segeran mengambil tindakan untuk mengatasinya dengan melakukan check-in penumpang dan basi secara manual."Proses keberangkatan, yakni check-in penumpang dan bagasi, dilakukan secara manual oleh maskapai yang mengalami gangguan sistem IT, dengan didukung pembukaan lebih banyak counter check-in di bandara. Maskapai yang tidak mengalami gangguan sistem IT tetap memproses keberangkatan menggunakan sistem IT mereka," jelas Asmoro."AP II mengimbau calon penumpang pesawat agar tiba lebih awal di bandara untuk memproses keberangkatan dan berkoordinasi dengan maskapai. Maskapai penerbangan juga telah diinformasikan agar memberikan perkembangan terbaru secara berkala kepada penumpang," tambahnya.Aksi Bejat Oknum Polisi Cabuli Anak Panti Asuhan yang Sedang Melapor Usai DiperkosaAsmoro menegaskan bahwa sistem IT di seluruh bandara AP II berfungsi dengan baik untuk melayani operasional penerbangan dan penumpang pesawat."Sistem IT milik AP II di 20 bandara AP II berjalan normal untuk mendukung operasional penerbangan dan pelayanan kepada penumpang pesawat," pungkasnya.***
Read More
Selebgram ER Ditangkap saat Open BO Tanpa Busana di Hotel
Selebgram ER Ditangkap saat Open BO Tanpa Busana di Hotel
Lingkaran.id - Seorang selebgram asal Makassar, Sulawesi Selatan, berinisial ER (23), ditangkap oleh pihak kepolisian atas dugaan keterlibatannya dalam praktik prostitusi online. ER diketahui mematok tarif sebesar Rp 10 juta untuk setiap kali pertemuan."Korban mengungkapkan bahwa ia pernah menawarkan dirinya sendiri kepada calon pelanggan dengan harga mulai dari Rp 7 juta hingga Rp 10 juta," ujar Kanit Resmob Polda Sulsel, Kompol Benny Pornika, pada Senin (15/7/2024).Duel Berdarah! Satu Pria Tewas Setelah Berkelahi dengan Saudara SendiriPenangkapan ER dilakukan oleh polisi di sebuah kamar hotel di Jalan AP Pettarani, Makassar, pada Selasa (9/7/2024). Saat penangkapan, ER sedang melayani seorang pelanggan pria dan ditemukan dalam kondisi tanpa busana.Selain ER, polisi juga menangkap seorang muncikari berinisial AF. Berdasarkan pengakuan AF, ia sering menjajakan layanan seks komersial ER kepada pria hidung belang dengan tarif Rp 5 juta. Dari setiap transaksi tersebut, AF mendapatkan komisi sebesar Rp 500 ribu.Aksi Bejat Oknum Polisi Cabuli Anak Panti Asuhan yang Sedang Melapor Usai Diperkosa"Pelaku mendapatkan bagian atau komisi sebesar Rp 500 ribu," tambah Kompol Benny Pornika.Penangkapan ini merupakan hasil dari penyelidikan yang intensif oleh pihak kepolisian, yang terus berupaya memberantas praktik prostitusi online di wilayah tersebut. ER dan AF kini sedang menjalani proses hukum lebih lanjut dan menghadapi kasus ini.***
Read More
Duel Berdarah! Satu Pria Tewas Setelah Berkelahi dengan Saudara Sendiri
Duel Berdarah! Satu Pria Tewas Setelah Berkelahi dengan Saudara Sendiri
Lingkaran.id - Aksi duel tragis antara dua pria berinisial HR (45) dan I (45) membuat heboh warga di depan sebuah kedai minuman di kawasan Pondok Pinang, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, kemarin. Insiden tersebut berakhir tragis dengan tewasnya salah satu dari meraka.Kapolsek Kebayoran Lama, Kompol Widya Agustiono, mengungkapkan bahwa peristiwa tersebut terjadi pada Kamis, 18 Juli 2024. Korban, I, meninggal dunia setelah terlibat perkelahian dengan HR, yang ternyata masih memiliki hubungan saudara dengan korban. Perkelahian yang melibatkan tangan kosong ini membuat warga sekitar heboh.Tragis! Mayat Mengenaskan Terpisah Kepalanya Ditemukan di Hutan"Korban mengalami luka lebam di kepala dan sobek di pelipis sebelah kiri. Penyebab pasti kematiannya masih belum diketahui. Setelah perkelahian, korban mencoba mengangkat becak motor yang membawa Aqua galon, namun tiba-tiba terjatuh dan meninggal," jelas Kapolsek Widya saat dikonfirmasi pada Jumat (19/7/2024).Menurut Kapolsek, meski perkelahian tersebut mengundang perhatian warga sekitar, tidak ada yang berani melerai karena takut terlibat dalam baku hantam antara kedua pria tersebut."Warga hanya bisa melihat dan melapor ke polisi. Kami segera tiba di lokasi dan mengamankan pelaku," tambahnya.Prihatin! Orang Utan Minta Makan dari Warga di Pinggir Rawa, Diduga Akibat Kerusakan HabitatPeristiwa ini bahkan menjadi viral di media sosial, khususnya Instagram, dengan salah satu unggahan berasal dari akun @jakartaselatan24jam. Polisi masih menyelidiki penyebab konflik antara kedua pria yang memiliki hubungan keluarga ini."Menurut informasi, keduanya masih memiliki hubungan saudara," kata Kapolsek Widya menutup penjelasan.***
Read More
Tragis! Seorang Kakek Tewas Terperangkap Api Saat Membakar Kebun
Tragis! Seorang Kakek Tewas Terperangkap Api Saat Membakar Kebun
Lingkaran.id - Insiden tragis menimpa seorang kakek bernama H. Muhadi (72 tahun) di Desa Bumi Makmur, Kecamatan Nibung, Kabupaten Muratara, pada Rabu, 17 Juli 2024. Muhadi tewas setelah terperangkap api saat membakar lahan kebunnya sendiri.Peristiwa ini terungkap ketika dua saksi, Warsito (57 tahun) dan Yusup (37 tahun), yang memiliki kebun bersebelahan dengan korban, merasa curiga karena Muhadi tidak kunjung terlihat untuk pulang bersama mereka.Viral Konten Kreator Keluhkan Pemusnahan Properti Film oleh Bea Cukai Tanpa Pemberitahuan: Dikira Rokok Asli"Biasanya korban mengajak pulang bersama untuk salat Zuhur. Saya melihat kepulan asap di kebun korban, jadi perasaan saya tidak enak," kata Warsito pada Kamis, 18 Juli 2024.Kemudian, Warsito mengajak Yusup untuk mendatangi kebun Muhadi. Mereka sangat terkejut ketika menemukan korban sudah tergeletak di tengah kebun yang terbakar.Indonesia U-19 Awali Perjalanan di Grup A dengan Kemenangan 6-0 atas FilipinaMenurut Warsito, pagi sebelum kejadian, Muhadi pergi ke kebunnya dengan membawa bibit kelapa sawit. Ia memang terbiasa membersihkan kebun dengan cara membakar sedikit demi sedikit."Hanya saja, mungkin karena terpaan angin, api meluas dan tidak terkendali. Korban sendiri sudah sering mengalami sakit sesak napas," jelasnya.***
Read More
Miris! Sopir Taksi Online Diduga Tega Lakukan Pelecehan Seksual terhadap Wanita Lumpuh
Miris! Sopir Taksi Online Diduga Tega Lakukan Pelecehan Seksual terhadap Wanita Lumpuh
Lingkaran.id - Aksi pelecehan seksual yang menimpa perempuan lumpuh berinisial CD di Jakarta Selatan membuat banyak netizen geram terhadap seorang sopir taksi online yang diduga memanfaatkan kesempatan dan melakukan pelecehan tersebut.Kronologi awal kejadian pada saat sopir taksi online yang mengantarnya dari kantor ke rumahnya di wilayah Jakarta Selatan pada Selasa (9/7/2024). Insiden tersebut terjadi di teras rumah korban sekitar pukul 15.00 WIB. Pelaku memanfaatkan kondisi korban yang tidak bisa berjalan sendiri lantaran lumpuh.Viral Momen Haru Ayah Menangis dan Peluk Putrinya yang Jadi Korban KDRTMulanya korban meminta bantuan kepada pelaku untuk meminjamkan lengan kanannya agar bisa berjalan dari mobil ke depan teras rumah. CD yang mengalami kesulitan berjalan, menumpu tangan kirinya pada lengan kanan pelaku untuk mendapatkan bantuan."Telapak tangan kiri saya menggenggam lengan kanan sopir. Sopir ini kemudian mengambil kesempatan untuk memegang telapak kiri saya dari atas menggunakan tangan kirinya, seperti orang pacaran," kata korban. CD merasa sangat terkejut dan terganggu dengan tindakan pelaku. Dia merasa dilecehkan karena pelaku mengambil keuntungan dari keterbatasannya. Setelah kejadian tersebut, CD segera melaporkan insiden ini kepada pihak berwenang.Polisi bertindak cepat dalam menanggapi laporan tersebut. Penangkapan pelaku dilakukan dalam waktu singkat setelah laporan diterima. Kini, dengan ditetapkannya I sebagai tersangka, proses hukum terhadapnya akan dilanjutkan sesuai dengan undang-undang yang berlaku.Viral Pria Diduga Mabuk Mengamuk Hingga Ancam Gunakan Senjata Tajam di IGD Rumah SakitDiketahui saat ini Polisi telah berhasil menangkap sopir taksi online yang diduga melakukan pelecehan seksual tesebut dan telah dilakukan penahanan, hal ini diungkapkan oleh Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Ade Ary Syam Indradi pada Kamis (18/7/2024)."Sudah ditangkap," ujar Kombes Pol Ade Ary. "Sekarang pelaku sudah ditahan dan ditetapkan sebagai tersangka," tambahnya.Tersangka kini dijerat dengan Pasal 6 Juncto Pasal 15 Undang-Undang Nomor 12 tahun 2022 tentang Tindak Pidana Kekerasan Seksual. Berdasarkan pasal tersebut, tersangka terancam pidana penjara paling lama 12 tahun.Kasus ini menjadi perhatian publik karena melibatkan seorang korban yang memiliki keterbatasan fisik. Polisi berkomitmen untuk memastikan bahwa keadilan ditegakkan bagi korban dan pelaku mendapatkan hukuman yang setimpal dengan perbuatannya.***
Read More
Aksi Bejat Oknum Polisi Cabuli Anak Panti Asuhan yang Sedang Melapor Usai Diperkosa
Aksi Bejat Oknum Polisi Cabuli Anak Panti Asuhan yang Sedang Melapor Usai Diperkosa
Lingkaran.id - Aksi keji yang dilancarkan oleh seorang anggota polisi di Kabupaten Belitung, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, telah melakukan pelecehan seksual terhadap seorang anak di bawah umur. Mirisnya lagi, perbuatan asusila ini terjadi saat korban yang masih anak-anak sedang melapor karena dilecehkan."Tim Satreskrim Polres Belitung berhasil mengungkap kasus dugaan tindakan asusila terhadap anak di wilayah hukum Polres Belitung," kata KBO Satreskrim Polres Belitung, IPDA Wahyu Nugroho dalam konferensi pers.Pelaku yang diduga terlibat adalah seorang anggota polisi dengan inisial Brigpol AK. Ipda Wahyu Nugroho menjelaskan, insiden tersebut terjadi di Mako Polsek Tanjung Pandan pada Rabu, 15 Mei sekitar pukul 20.30 WIB dan saat ini telah ditetapkan sebagai tersangka.Viral Konten Kreator Keluhkan Pemusnahan Properti Film oleh Bea Cukai Tanpa Pemberitahuan: Dikira Rokok Asli"Saat ini pelaku sudah berstatus tersangka sejak Selasa, 16 Juli kemarin dan telah dilakukan penahanan," jelasnya.Kronologi awal pencabulan bermula ketika korban, bersama dua temannya datang ke Mapolsek Tanjung Pandan untuk melaporkan dugaan tindak pidana persetubuhan yang dialaminya di sebuah panti asuhan, dengan terlapor bernama Beni."Setibanya di Polsek Tanjung Pandan, korban bertemu dengan pelaku dan diminta masuk ke salah satu ruangan di Polsek Tanjung Pandan," kata IPDA Wahyu.Setelah menanyakan kejadian yang dialami korban, pelaku kemudian mengajak korban pindah ke ruangan lain. Saat berada di ruangan tersebut, pintu dikunci dari dalam."Sementara kedua teman korban menunggu di ruangan lain, di ruangan tersebut diduga terjadi tindakan pencabulan," katanya.Menurut IPDA Wahyu Nugroho, setelah melakukan aksinya, pelaku meminta agar korban tidak menceritakan kejadian tersebut kepada orang lain.Viral Wanita Hamil Memohon Jadi Istri Kedua Suami Orang"Setelah itu korban keluar dari ruangan tersebut dan disuruh pulang ke panti asuhan. Karena kejadian ini, korban merasa takut dan trauma sehingga pelapor yang merupakan Ketua Komnas Perlindungan Anak Provinsi Kepulauan Bangka Belitung melaporkan kasus ini ke SPKT Polres Belitung," ujarnya.Barang bukti yang berhasil diamankan antara lain hasil "visum et repertum", satu helai celana panjang jenis kargo warna hitam, dan satu buah jepit rambut berwarna pink.Akibat perbuatannya, pelaku dijerat Pasal 82 Ayat (1) UU Nomor 17 Tahun 2016 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti UU Nomor 1 Tahun 2016 Tentang Perubahan Kedua Atas UU Nomor 23 Tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak Juncto Pasal 76 UU Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak dengan ancaman 15 tahun penjara dan atau Pasal 6 C UU Nomor 12 Tahun 2022 tentang Kekerasan Seksual dengan ancaman maksimal 12 tahun penjara.***
Read More
Viral Konten Kreator Keluhkan Pemusnahan Properti Film oleh Bea Cukai Tanpa Pemberitahuan: Dikira Rokok Asli
Viral Konten Kreator Keluhkan Pemusnahan Properti Film oleh Bea Cukai Tanpa Pemberitahuan: Dikira Rokok Asli
Lingkaran.id - Seorang konten kreator yang dikenal dengan nama Ibrahim Jo alias ArtodiPro, baru-baru ini membagikan keluh kesahnya di media sosial mengenai produk pesanannya yang merupakan properti film. Menurutnya, produk tersebut dimusnahkan oleh Direktorat Jenderal Bea Cukai (DJBC) tanpa pemberitahuan sebelumnya.Dalam unggahannya yang dilihat oleh Lambeturah pada Kamis (18/7/2024), Ibrahim Jo menjelaskan bahwa produk pesanannya tiba dalam kondisi tidak lengkap karena sebagian telah dimusnahkan oleh Bea Cukai. Yang membuatnya semakin bingung adalah ia sempat dimintai untuk membayar pajak cukai atas barang tersebut.Tragis! Mayat Mengenaskan Terpisah Kepalanya Ditemukan di HutanIbrahim Jo menjelaskan bahwa produk yang dimaksud adalah properti film berupa rokok imitasi bernama Honeyrose, yang dikirim dari London, Inggris, dalam rangka kerjasama. Produk ini tidak mengandung nikotin, tembakau, atau bahan lain yang ada pada rokok asli.Ibrahim Jo juga menyebut bahwa produk yang dipesannya berjumlah 10 bungkus dengan harga satuan 40 euro, atau sekitar Rp 700 ribu, sehingga total nilai paket tersebut mencapai Rp 7,5 juta.Viral Momen Haru Ayah Menangis dan Peluk Putrinya yang Jadi Korban KDRTSetelah membayar tagihan cukai, Ibrahim Jo sangat terkejut saat mendapati paket tersebut hanya berisi 2 bungkus. Bea Cukai memusnahkan produk tersebut tanpa melakukan konfirmasi terlebih dahulu kepadanya. Setelah membayar cukai, ia baru diberi penjelasan bahwa sesuai aturan, sebagian produk rokok harus dimusnahkan.Menanggapi hal ini, Kepala Seksi Humas Bea Cukai, Sudiro, menyatakan bahwa pihaknya masih membahas masalah tersebut."Kita sedang bahas. Nanti kalau sudah ada penjelasannya, saya sampaikan," kata Sudiro, seperti dikutip pada Kamis (18/7/2024).
Read More
Jokowi batal ke IKN dikarenakan hujan deres
Jokowi batal ke IKN dikarenakan hujan deres
Lingkaran.id - Presiden Joko Widodo atau Jokowi mengakui masih melihat kesiapan infrastruktur terkait rencana untuk berkantor di Ibu Kota Nusantara (IKN) pada bulan ini. Jikalau memang infrastruktur sudah siap, Jokowi memastikan bakal berkantor di IKN.“Kemarin memang targetnya kan Juli, tetapi kan lihat ke IKN, setiap hari hujan terus. Hujan deres banget jadi memang pekerjaan banyak yang mundur, dan itu biasa dalam proyek besar,” kata Jokowi di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Selasa, 16 Juli 2024.Siswi Kelas 6 SD Dibawa Kabur Teman Pria Usai Kenalan Lewat FacebookJokowi mengingatkan bahwa IKN itu bukan untuk dibangun dua atau tiga tahun, tapi jangka panjang. “Mungkin dalam 15-20 tahun. Jadi jangan membayangkan kita upacara 17 Agustus itu sudah jadi semuanya. Tidak seperti itu, banyak yang baru menurut saya,” katanya.Viral Video Lansia Meninggal di Ambulans, Diduga Tak Dapatkan Pelayanan Rumah SakitAwalnya Jokowi merencanakan untuk pindah kantor ke IKN pada Juli 2024. Operasional presiden akan berpindah seiring rampungnya pembangunan tahap pertama gedung-gedung pemerintah. Pemerintah merencanakan untuk menggelar upacara 17 Agustus tahun ini di IKN.Ketika ditanya mengenai rencana berkantor ke IKN, Jokowi sebelumnya menyebut belum ada kepastian dalam waktu dekat. Eks Gubernur Jakarta menyampaikan ini usai menyerahkan bantuan kemanusiaan di Lanud Halim Perdanakusuma pada Senin, 8 Juli 2024. 
Read More
Tragis! Mayat Mengenaskan Terpisah Kepalanya Ditemukan di Hutan
Tragis! Mayat Mengenaskan Terpisah Kepalanya Ditemukan di Hutan
Lingkaran.id - Insiden mengerikan membuat geger warga Kecamatan Kadudampit, Kabupaten Sukabumi dengan penemuan mayat laki-dalam kondisi tragis di kawasan Situgunung.Mayat laki-laki tersebut ditemukan tanpa busana, sebagian tubuhnya sudah membusuk, dan bagian kepala terlepas serta terpisah dari badannya. Perkiraan awal menunjukkan bahwa mayat tersebut telah meninggal sekitar sepuluh hari yang lalu.Nasib SDN ini Hanya Dapat 4 Murid Baru di Tahun Ajaran 2024/2025Penemuan yang menggemparkan ini terjadi pada Selasa (16/7/2024) malam di hutan Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP), Situgunung. Lokasi penemuan berada di dalam hutan yang jauh dari pemukiman penduduk, sehingga akses menuju tempat kejadian sangat sulit.Menurut laporan, mayat tanpa identitas ini pertama kali ditemukan oleh seorang warga yang sedang memancing di sungai dekat area tersebut. Temuan tersebut segera dilaporkan kepada pihak kepolisian setempat.Kapolsek Kadudampit, Ipda Suhendar Slamet Mulyadi, menyatakan bahwa polisi yang tiba di lokasi langsung melakukan identifikasi dan olah tempat kejadian perkara. Namun, hingga saat ini belum ditemukan identitas atau pakaian yang dikenakan oleh korban di sekitar lokasi penemuan.Viral Wanita Hamil Memohon Jadi Istri Kedua Suami Orang"Saya dan tim akan melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk mengungkap identitas korban dan penyebab pasti kematian ini," kata Ipda Suhendar.Penyelidikan lebih lanjut masih dilakukan untuk mengungkapkan misteri di balik kematian tragis yang menimpa korban yang belum terindentifikasi di tengah hutan.***
Read More
Viral Pria Diduga Mabuk Mengamuk Hingga Ancam Gunakan Senjata Tajam di IGD Rumah Sakit
Viral Pria Diduga Mabuk Mengamuk Hingga Ancam Gunakan Senjata Tajam di IGD Rumah Sakit
Lingkaran.id - Sebuah video viral di media sosial menunjukkan seorang pria marah-marah sambil mengacungkan clurit dan senjata tajam di ruang Instalasi Gawat Darurat (IGD) RS Panti Wilasa Citarum, Semarang, pada Selasa (16/7/2024) sekitar pukul 04.50 pagi.Menurut saksi mata, insiden itu dimulai ketika pria tersebut, yang diduga berada dalam pengaruh minuman keras, tiba-tiba masuk ke area lobi rumah sakit dengan membawa sebilah parang. Petugas kesehatan yang sedang berjaga di sana langsung melihatnya dan menyadari bahwa situasi menjadi tidak aman.Pembentukan Generasi Digital Intelektual (GDI): Membangun Masa Depan Indonesia Yang Cerdas Dan Terampil Dalam Teknologi"Pelaku terlihat gelisah dan tidak stabil, dia terus mencari-cari orang sambil mengacungkan senjata," ujar salah seorang petugas kesehatan yang enggan disebutkan namanya.Saat ditanya, pelaku mengaku ingin diperiksa oleh dokter karena merasa sakit. Namun, ketika ditolak masuk oleh petugas keamanan, pelaku naik pitam. Tanpa alasan yang jelas, dia langsung menuju pintu masuk IGD sambil berteriak-teriak dan merusak sejumlah kaca yang ada di sekitar sana.Viral Pemilik Kos Gerebek Kamar Penyewa Penuh Sampah Hingga Berbau BusukPetugas keamanan rumah sakit bersama dengan polisi yang dipanggil segera berhasil menangkap dan mengamankan pelaku. Saat ini, pelaku telah diamankan untuk pemeriksaan lebih lanjut guna mengungkap motif sebenarnya di balik perbuatannya yang mengancam di lingkungan rumah sakit.Pihak RS Panti Wilasa Citarum Semarang belum memberikan pernyataan resmi terkait insiden ini. Masyarakat dan pihak terkait diharapkan untuk tetap waspada terhadap situasi yang tidak terduga di sekitar lingkungan publik, termasuk dalam konteks keamanan di fasilitas kesehatan.***
Read More
Prihatin! Orang Utan Minta Makan dari Warga di Pinggir Rawa, Diduga Akibat Kerusakan Habitat
Prihatin! Orang Utan Minta Makan dari Warga di Pinggir Rawa, Diduga Akibat Kerusakan Habitat
Lingkaran.id - Sebuah rekaman video yang menunjukkan seekor orang utan meminta makanan kepada warga di pinggir rawa-rawa di hutan daerah Sangatta, Kutai Timur, Kalimantan Timur, telah menyita perhatian publik. Dalam video tersebut, terlihat orang utan tersebut berdiri di tepi rawa, mengulurkan tangan seolah meminta sesuatu dari warga yang melintas.Beberapa warga yang berbaik hati segera merespons dengan melemparkan buah-buahan kepada orangutan tersebut. Sang orangutan tampak sangat lahap memakan buah-buahan yang diberikan, menunjukkan betapa kelaparan dan kekurangan makanan yang dialaminya.Pemerintah Melarang Penjualan Rokok Dekat Sekolah dalam Radius 200 Meter, Siap Berikan Tindakan Tegas!Kejadian ini dengan cepat menyebar di media sosial dan menuai beragam komentar dari netizen. Banyak yang merasa prihatin dengan kondisi orang utan yang seharusnya mampu mencari makan di habitat alaminya tanpa harus bergantung pada pemberian manusia."Kasihan sekali melihat orangutan itu meminta makan. Ini jelas tanda bahwa habitat mereka sudah rusak," tulis seorang netizen.Sebagian besar komentar mengkritik aktivitas pertambangan liar yang dianggap telah merusak habitat alami orang utan sehingga membuat orang utan tersebut kelaparan dan tidak mampu untuk mencari makanan.Seorang Remaja 19 Tahun Tega Perkosa Siswi SMA Hingga Hamil Usai Kenalan Lewat Instagram"Ini akibat dari pertambangan liar yang merusak hutan tempat mereka tinggal. Kita harus bertindak untuk menghentikan ini," tambah netizen lainnya, menyerukan perlunya tindakan tegas terhadap perusakan lingkungan.Netizen juga banyak menyerukan untuk menjaga kelestarian hutan dan habitat satwa liar dan terus mendesak pemerintah dan perusahaan untuk bertanggung jawab atas dampak yang ditimbulkan oleh aktivitas mereka terhadap lingkungan.***
Read More
Viral Video Lansia Meninggal di Ambulans, Diduga Tak Dapatkan Pelayanan Rumah Sakit
Viral Video Lansia Meninggal di Ambulans, Diduga Tak Dapatkan Pelayanan Rumah Sakit
Lingkaran.id - Video viral yang beredar di media sosial memperlihatkan kejadian tragis di mana seorang lanjut usia (lansia) meninggal dunia di dalam ambulans setelah diduga tidak mendapatkan pelayanan medis di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Syekh Yusuf, Gowa.Dalam video tersebut, terlihat pasien yang diketahui bernama Nia, seorang nenek yang dirujuk dari Puskesmas Parang Loe, menunggu hampir satu jam di depan Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD Syekh Yusuf dalam kondisi kritis. Nia akhirnya menghembuskan napas terakhirnya di dalam ambulans sebelum mendapatkan perawatan.Nasib SDN ini Hanya Dapat 4 Murid Baru di Tahun Ajaran 2024/2025Mengetahui kejadian ini, Bupati Gowa, Adnan Purichta Ichsan, langsung mendatangi RSUD Syekh Yusuf dan menegur manajemen rumah sakit."Kami melihat pemberitaan di media bahwa ada pasien meninggal karena tidak dirawat," ujar Adnan pada Selasa (16/7/2024).Dalam keterangannya, Adnan menjelaskan bahwa menurut informasi yang diterimanya, kondisi kesadaran pasien memang sudah sangat rendah saat tiba di rumah sakit. Namun, ia juga menekankan pentingnya penanganan cepat dan tanggap terhadap pasien yang membutuhkan perawatan darurat."Tingkat kesadaran pasien sudah sangat rendah dan di sini juga sudah penuh," tambahnya.SMA Negeri ini Batalkan Kebijakan Sumbangan AC , Usai Dikritik NetizenAdnan menyatakan keprihatinannya atas kejadian ini dan berjanji akan mengevaluasi serta meningkatkan pelayanan di rumah sakit tersebut. "Kami tidak ingin kejadian serupa terulang kembali. Kami akan memastikan bahwa seluruh pasien mendapatkan pelayanan yang layak dan cepat," tegasnya.Pihak RSUD Syekh Yusuf belum memberikan pernyataan resmi terkait insiden ini. Sementara itu, video yang memperlihatkan nenek Nia meninggal di dalam ambulans terus mendapat perhatian dan kecaman dari masyarakat luas. Mereka menuntut adanya perbaikan pelayanan kesehatan di rumah sakit pemerintah agar kejadian serupa tidak terulang di masa depan.***
Read More
Nasib SDN ini Hanya Dapat 4 Murid Baru di Tahun Ajaran 2024/2025
Nasib SDN ini Hanya Dapat 4 Murid Baru di Tahun Ajaran 2024/2025
Lingkaran.id - Keadaan SDN 331 Gresik di Dusun Poloasem, Desa Daun, Kecamatan Sangkapura, Bawean, Gresik saat ini menjadi sorotan karena hanya berhasil menarik empat murid baru pada Pendaftaran Peserta Didik Baru (PPDB) tahun ajaran 2024/2025.Kondisi ini bukanlah yang pertama kali terjadi, karena SDN 331 selalu minim murid baru setiap tahun ajaran baru. Tahun lalu, mereka hanya menerima lima murid baru. Kondisi ini mencerminkan tantangan yang dihadapi sekolah ini, yang sudah lama mengalami penurunan jumlah penerimaan murid baru setiap tahunnya.Seorang Remaja 19 Tahun Tega Perkosa Siswi SMA Hingga Hamil Usai Kenalan Lewat Instagram"Insyaallah jumlah siswa kelas 1 tahun ini ada empat anak," ungkap Kepala UPT SDN 331 Gresik, Safiyanah, pada Selasa (16/7/2024).Safiyanah menjelaskan bahwa sekolah yang dia pimpin memiliki jumlah murid paling sedikit dibandingkan SD lain di Sangkapura. Saat ini, SDN 331 Gresik hanya memiliki 17 murid dari kelas 1 hingga kelas 6.Safiyanah mengingat bahwa SDN 331 Gresik dulu pernah memiliki banyak murid. Pada masa lalu, sekolah ini menerima hingga 60 siswa baru saat angka kelahiran masih tinggi dan belum ada program Keluarga Berencana (KB)."Meskipun siswa di sini cuma sedikit, itu bukan alasan untuk anak-anak tidak memperoleh pendidikan yang layak," tegas Safiyanah.Selain jumlah murid yang sedikit, SDN 331 Gresik juga menghadapi kendala dalam hal sarana dan prasarana. Banyak jendela yang usang dan sulit dikunci serta atap yang rusak. Kondisi ini menyebabkan sekolah menjadi sarang kelelawar, yang terkadang mengganggu kegiatan belajar mengajar dengan bau tak sedap dari kotoran kelelawar.Pihak sekolah berharap mendapatkan perhatian dari pemerintah. Namun, mereka kesulitan mengajukan dana bantuan renovasi karena minimnya jumlah murid yang ada.Viral Istri Sah Gerebek Suami Bersama Wanita Lain di Kost-Kosan"Kami berharap ada anggaran rehab, tapi untuk mendapat bantuan itu jumlah siswa minimal 60. Sehingga kecil kemungkinan untuk mendapatkan rehab," kata Safiyanah.Dengan kondisi yang ada, SDN 331 Gresik tetap berkomitmen memberikan pendidikan terbaik bagi anak-anak di daerah tersebut, meskipun jumlah muridnya sangat sedikit dan fasilitas yang ada sangat terbatas***
Read More
SMA Negeri ini Batalkan Kebijakan Sumbangan AC , Usai Dikritik Netizen
SMA Negeri ini Batalkan Kebijakan Sumbangan AC , Usai Dikritik Netizen
Lingkaran.id - Baru-baru ini menghebohkan publik atas kebijakan yang diambil oleh SMAN 6 Kota Denpasar, yang meminta sumbangan dari siswa baru untuk pengadaan AC, hal ini tentunya menjadi sorotan lantaran dapat memberatkan siswa barunya.Diketahui, pihak sekolah menetapkan sumbangan sebesar Rp 1,5 juta yang dapat dicicil tiga kali. Namun, setelah kebijakan tersebut menuai kritik dari netizen, sumbangan itu akhirnya dibatalkan. Kepala SMAN 6 Denpasar, I Ketut Suendi, enggan menjelaskan alasan di balik pengadaan sumbangan untuk AC bagi siswa baru.Seorang Suami Mengamuk dan Gorok Istri serta Adik Sepupu Saat Kepergok Berzina"Jadi untuk sumbangan AC itu kita batalkan. Besok, komite akan membuat surat dengan keputusan itu yang ditunjukkan kepada orang tua kelas X," katanya, seperti dikutip pada Selasa (16/7/2024).Penarikan sumbangan ini sebelumnya diedarkan melalui surat pemberitahuan No.B.10.400.3.8/413/SMAN6/DPS/DIKPORA. Dalam surat berkop Pemprov Bali tersebut, disebutkan bahwa siswa baru harus membayar uang seragam sebesar Rp 2,2 juta, biaya MPLS sebesar Rp 150 ribu, biaya komite Rp 250 ribu per bulan, dan sumbangan AC sebesar Rp 1,5 juta yang dapat dibayar lunas atau dalam tiga kali cicilan hingga Oktober 2024.Di sisi lain, Kepala Bidang SMA Disdikpora Bali, Ngurah Pasek Wira Kusuma, mengaku tidak mengetahui adanya sumbangan ini.Viral Emak-Emak Tak Mau Bayar dan Keluar dari Kontrakan, Pemilik Rumah Geram!"Saya tidak tahu mengenai adanya kebijakan sumbangan ini," ujarnya, menunjukkan bahwa kebijakan tersebut tidak dikoordinasikan dengan pihak Disdikpora Bali.Dengan pembatalan ini, pihak sekolah berencana untuk segera memberitahukan orang tua siswa kelas X melalui surat resmi dari komite sekolah, guna memastikan tidak ada kebingungan lebih lanjut terkait pembayaran sumbangan tersebut.***
Read More
Kejadian Mengerikan Suami Tega Siram Istri dan Balitanya dengan Air Keras
Kejadian Mengerikan Suami Tega Siram Istri dan Balitanya dengan Air Keras
Lingkaran.id - Tindak kekerasan dalam rumah tangga mengguncang Kabupaten Kediri setelah seorang ibu rumah tangga berusia 24 tahun, PK, dan anaknya yang masih balita berusia 2 tahun, PM, menjadi korban penyiraman air keras yang dilakukan oleh suaminya sendiri, Nurohmad (25). Kejadian mengerikan ini terjadi pada Kamis (11/7/2024) sekitar pukul 09.00 WIB di rumah kos mereka di Kecamatan Ngasem.Kasatreskrim Polres Kediri, AKP Fauzy Pratama, menjelaskan bahwa kasus ini pertama kali dilaporkan setelah tetangga mendengar teriakan korban dan melihat mereka dalam kondisi terluka parah di dalam kamar kos.Seorang Suami Mengamuk dan Gorok Istri serta Adik Sepupu Saat Kepergok Berzina"Kami menerima laporan adanya ibu dan anak yang mengalami luka bakar akibat cairan kimia. Keduanya saat ini sedang dirawat di rumah sakit untuk perawatan intensif," ujar Fauzy dalam keterangan kepada media pada Sabtu (13/7/2024).Fauzy menambahkan bahwa dari hasil penyelidikan awal, diduga kuat pelaku adalah suami korban, Nurohmad, yang melakukan tindakan penyiraman air keras di dalam kamar kos mereka.Motif dari tindakan kekerasan ini masih dalam tahap penyelidikan lebih lanjut oleh pihak kepolisian untuk mengetahui latar belakang serta penyebab pasti peristiwa tragis ini terjadi.Aksi Nekat Mahasiswi Magang, Curi Rp 52 Juta dari Rekening NasabahPeristiwa ini mengundang reaksi keras dari masyarakat sekitar yang menyayangkan kekerasan dalam rumah tangga yang mengakibatkan cedera serius pada ibu dan anak balita.Pihak kepolisian telah memulai proses penyelidikan lebih lanjut untuk mengungkap semua fakta terkait insiden ini, termasuk kronologi dan motif di balik aksi kekerasan yang mengejutkan ini.***
Read More
Aturan Tamu Wajib Lapor RT 1x24 Jam Tak Dihiraukan, Pelanggar Dapat Denda Hingga Rp 20 Juta
Aturan Tamu Wajib Lapor RT 1x24 Jam Tak Dihiraukan, Pelanggar Dapat Denda Hingga Rp 20 Juta
Lingkaran.id- Peraturan bertamu yang biasanya sering ditemukan pada Plang bertuliskan "Tamu 1x24 Jam Wajib Lapor RT" yang sering terlihat di rumah-rumah ketua RT tampaknya masih belum diikuti dengan baik oleh masyarakat lantaran masih banyak yang menganggap remeh keamanan serta keselamatan diri sendiri dan orang sekitar.Kasat Pol PP Provinsi Sumatera Selatan, Aris Saputra, menyoroti pentingnya implementasi Peraturan Daerah (Perda) Provinsi Sumsel Nomor 2 Tahun 2017 tentang Ketenteraman, Ketertiban Umum, dan Perlindungan Masyarakat. Menurut peraturan tersebut, tamu yang berkunjung lebih dari 24 jam wajib melapor ke Ketua RT setempat.Viral Wanita Hamil Memohon Jadi Istri Kedua Suami Orang"Biasanya di RT-RT ada tulisan 1x24 jam wajib lapor. Namun, kenyataannya masyarakat masih kurang disiplin sehingga aturan ini kurang diterapkan," ujar Aris Saputra pada Jumat (12/7/2024).Aris menjelaskan bahwa aturan ini memiliki manfaat besar bagi keamanan, keselamatan, dan kenyamanan warga. Ia menekankan pentingnya sosialisasi aturan ini kepada masyarakat agar mereka lebih memahami dan mematuhi. Berdasarkan Perda Provinsi Sumsel Nomor 2 Tahun 2017, pelanggaran terhadap aturan ini bisa dikenai sanksi pidana kurungan paling singkat 10 hari dan paling lama 30 hari, atau denda paling sedikit Rp 1 juta dan paling banyak Rp 20 juta."Setiap Perda yang dibuat tentunya memiliki sanksi, namun tidak bisa langsung diterapkan begitu saja. Perlu sosialisasi lebih lanjut kepada masyarakat agar mereka tahu dan paham," jelas Aris.Aris juga mengungkapkan bahwa penerapan aturan ini harus dimulai dari perangkat terendah, yaitu RT. Ia menekankan bahwa penerapan aturan ini harus dilakukan secara bertahap dan dengan sosialisasi yang memadai agar masyarakat tidak merasa kaget atau terintimidasi."Jangan sampai Perda ini diterapkan secara tiba-tiba dengan penangkapan dan pemberian sanksi tanpa ada sosialisasi terlebih dahulu kepada masyarakat," lanjut Aris.Selain itu, Aris menambahkan bahwa peran aktif RT dalam mengawasi dan mengingatkan warganya sangat penting untuk memastikan aturan ini berjalan efektif. RT diharapkan dapat memberikan edukasi kepada warganya mengenai pentingnya melaporkan tamu yang berkunjung lebih dari 24 jam, serta konsekuensi hukum yang bisa terjadi jika aturan ini dilanggar."RT perlu berperan aktif dalam mengawasi dan mengingatkan warganya. Edukasi mengenai pentingnya melaporkan tamu yang berkunjung lebih dari 24 jam harus terus disosialisasikan," tambahnya.Terungkap Motif Yudha Arfandi Tenggelamkan Dante di Kolam Renang, ini Alasannya!Aris juga mengimbau kepada masyarakat untuk lebih disiplin dan patuh terhadap peraturan yang ada demi menjaga ketertiban dan keamanan lingkungan. Ia berharap dengan adanya kesadaran dan kerjasama dari masyarakat, pelaksanaan aturan ini dapat berjalan lebih efektif dan memberikan manfaat bagi semua pihak."Kami mengimbau masyarakat untuk lebih disiplin dan patuh terhadap peraturan yang ada. Dengan kesadaran dan kerjasama dari masyarakat, pelaksanaan aturan ini diharapkan dapat berjalan lebih efektif dan memberikan manfaat bagi semua pihak," pungkas Aris.***
Read More
Pembentukan Generasi Digital Intelektual (GDI): Membangun Masa Depan Indonesia Yang Cerdas Dan Terampil Dalam Teknologi
Pembentukan Generasi Digital Intelektual (GDI): Membangun Masa Depan Indonesia Yang Cerdas Dan Terampil Dalam Teknologi
Lingkaran.id -Dalam era digitalisasi yang semakin berkembang pesat, kebutuhan akan sumber daya manusia yang terampil dan cakap dalam teknologi semakin mendesak. Menyadari pentingnya hal tersebut, Generasi Digital Intelektual (GDI) dibentuk sebagai wadah belajar bersama untuk setiap hal yang berkaitan dengan digitalisasi teknologi dan kemajuan generasi bangsa.Visi dan Misi GDIGDI memiliki visi "Membentuk generasi digital Indonesia yang intelektual," dengan misi yang jelas dan terfokus:Menjadi generasi yang memiliki kompetensi digital: GDI berkomitmen untuk memberikan pengetahuan dan keterampilan digital yang mendalam kepada anggotanya, melalui berbagai program pelatihan dan workshop.Menjadi generasi yang cakap digital: Organisasi ini berupaya membekali para pemuda dengan kemampuan untuk memahami dan memanfaatkan teknologi digital secara efektif dan efisien.Menjadi penggerak kemajuan generasi berbasis teknologi: GDI ingin menginspirasi dan mendorong anggotanya untuk menjadi inovator dan pemimpin di bidang teknologi, berkontribusi pada kemajuan bangsa melalui solusi digital yang kreatif.Sumsel Bersiap Pecahkan Rekor MURI Minum Kopi Serentak di Pinggir SungaiMengajak Pemuda Indonesia untuk BergabungGDI membuka pintu lebar-lebar bagi para pemuda di seluruh Indonesia untuk bergabung dan bersama-sama membangun masa depan yang lebih cerah. Bergabung dengan GDI memberikan berbagai keuntungan, termasuk:Pembelajaran Berkelanjutan: Akses ke berbagai sumber belajar dan pelatihan yang terus diperbarui sesuai dengan perkembangan teknologi terkini.Jaringan Komunitas: Kesempatan untuk bergabung dengan komunitas pemuda yang memiliki minat dan tujuan yang sama, memperluas jaringan dan kolaborasi.Dukungan Karir: Bimbingan dan dukungan dalam mengembangkan karir di bidang teknologi, melalui mentorship dan program magang.Langkah Bergabung dengan GDIUntuk menjadi bagian dari GDI, para pemuda dapat mengikuti langkah-langkah berikut:Registrasi: Mendaftar melalui situs web resmi GDI atau mengikuti acara-acara pendaftaran yang diselenggarakan di berbagai daerah.Mengikuti Orientasi: Menghadiri sesi orientasi untuk memahami visi, misi, dan program-program yang ditawarkan oleh GDI.Berpartisipasi Aktif: Terlibat dalam kegiatan dan program yang diselenggarakan oleh GDI, serta berkontribusi dalam proyek-proyek digital yang bermanfaat bagi masyarakat.UBD Bangga! Ria Andryani, S.Kom., M.M., M.Kom. Capai Lektor Kepala Bidang Ilmu Sistem InformasiGenerasi Digital Intelektual hadir untuk menjawab tantangan dan kebutuhan era digital, dengan tujuan menciptakan generasi muda Indonesia yang intelektual, kompeten, dan berdaya saing di kancah global. Mari bergabung dengan GDI dan bersama-sama kita wujudkan masa depan Indonesia yang lebih cerah dan maju berbasis teknologi.***
Read More
Terungkap Motif Yudha Arfandi Tenggelamkan Dante di Kolam Renang, ini Alasannya!
Terungkap Motif Yudha Arfandi Tenggelamkan Dante di Kolam Renang, ini Alasannya!
Lingkaran.id - Kasus pembunuhan anak Tamara Tyasmara, Dante, dengan terdakwa Yudha Arfandi terus berlanjut di Pengadilan Negeri Jakarta Timur. Jaksa Penuntut Umum (JPU) dalam dakwaannya menyatakan bahwa Yudha Arfandi memiliki niat untuk mencelakai Dante karena dendam. Yudha merasa kesal karena pernikahannya dengan Tamara Tyasmara tidak direstui oleh ibunya, Rustiya Aryuni."Rasa kesal terhadap rencana pernikahannya dengan saksi Tamara Tyasmara tidak terlaksana membuat terdakwa merasakan dendam," tulis isi dakwaan yang diunggah dalam Sistem Informasi Penelusuran Perkara (SIPP) Pengadilan Negeri Jakarta Timur.Seorang Suami Mengamuk dan Gorok Istri serta Adik Sepupu Saat Kepergok BerzinaDakwaan tersebut juga menyebutkan bahwa Yudha melampiaskan kekesalannya kepada anak Tamara, Raden Andante Khalif Pramudityo, dengan melakukan perbuatan yang membahayakan anak tersebut. Alasan Rustiya Aryuni tidak merestui pernikahan Yudha dengan Tamara adalah karena ia sering melihat Tamara dikasari oleh Yudha."Meskipun sering terjadi pertengkaran antara terdakwa dengan saksi Tamara Tyasmara, namun terdakwa dan saksi Tamara Tyasmara tetap merencanakan untuk melangsungkan pernikahan," tulis SIPP.Pada 2 Januari 2024 di The Jungle Sentul, Yudha mengajak Dante berenang di kolam dewasa dengan alasan latihan renang. Ketika itu, Dante sempat menangis karena ketakutan."Terdakwa tetap mencoba memaksa untuk mengajak berenang, saat itulah saksi Tamara Tyasmara mengangkat anak korban ke kolam renang anak," ucap jaksa.Seorang Remaja 19 Tahun Tega Perkosa Siswi SMA Hingga Hamil Usai Kenalan Lewat InstagramKemudian, pada 4 Januari 2024, Yudha kembali mengajak Dante latihan berenang di Water Boom Lippo Cikarang. Saat itu, Dante dibawa Yudha berenang di kolam dewasa hingga anak tersebut merasa mual. Saat ini, Yudha Arfandi didakwa dengan Pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana."Namun terdakwa menyatakan 'itu akting aja si Dante'. Mendengar perkataan dari terdakwa, saksi Tamara Tyasmara kemudian memindahkan anak korban Raden Andante Khalif Pramudityo ke kolam renang anak," tulis dalam SIPP.***
Read More
Berita Populer Bulan ini
Bina Husada
Berita Terbaru
Pilih yang terbaik