Dari Lereng Bulusaraung hingga Data Smartwatch, Fakta Terbaru Tragedi ATR 42
Wulan _ 4 jam yang lalu
Lingkaran.id - Tragedi jatuhnya pesawat ATR 42-500 di kawasan Gunung Bulusaraung, Sulawesi Selatan, menyisakan berbagai kisah pilu dari proses pencarian dan evakuasi korban. Medan terjal, cuaca ekstrem, serta keterbatasan akses membuat tim penyelamat harus menghadapi situasi yang penuh risiko, bahkan terpaksa bermalam di gunung sambil menjaga jenazah korban.Tim SAR gabungan akhirnya berhasil mengevakuasi dua korban dari lokasi jatuhnya pesawat. Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Makassar selaku SAR Mission Coordinator (SMC), Muhammad Arif Anwar, menyampaikan bahwa korban kedua yang berhasil dievakuasi berjenis kelamin perempuan.Cemburu Komentar di Facebook, Pasutri Nekat Bakar Diri“Korban kedua perempuan telah berhasil dievakuasi,” ujar Arif Anwar, Selasa (20/1).Korban perempuan yang kuat diduga merupakan pramugari ditemukan sehari sebelumnya, Senin (19/1), di sebuah jurang dengan kedalaman sekitar 500 meter dari puncak gunung. Proses evakuasi korban ini berlangsung dramatis karena harus menggunakan metode vertical rescue dengan koordinasi ketat antarunsur.“Tim harus bergerak dari lembah menuju puncak dengan perlengkapan khusus karena medan sangat curam,” jelasnya.Salah satu anggota tim rescue Basarnas Makassar, Rusmandi, mengisahkan beratnya proses evakuasi korban pertama. Korban ditemukan dalam kondisi tersangkut di pepohonan, tidak jauh dari bibir jurang dengan kedalaman ratusan meter.Menurut Rusmandi, kondisi cuaca dan kontur medan membuat evakuasi tidak dapat langsung dilakukan. Hujan lebat, kabut tebal, dan suhu dingin memaksa tim bertahan di lereng tebing sepanjang malam.“Kami sudah berupaya turun dari punggungan dekat lokasi jatuhnya pesawat. Namun situasi tidak memungkinkan. Akhirnya kami bermalam di lereng tebing sambil menjaga jenazah korban,” ungkapnya.Korban pertama akhirnya berhasil dievakuasi pada Selasa (20/1) dari kedalaman sekitar 200 meter dan kemudian dibawa ke Desa Lampeso, Kecamatan Cenrana.Sementara itu, Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi memaparkan kronologi sebelum pesawat ATR 42-500 tersebut dinyatakan hilang kontak. Pesawat diketahui lepas landas dari Bandara Adisutjipto, Yogyakarta, pada Sabtu (17/1) pagi dengan tujuan Makassar, membawa total 10 orang yang terdiri dari tujuh awak dan tiga penumpang.Sekitar pukul 12.23 WITA, petugas Air Traffic Control (ATC) Bandara Sultan Hasanuddin Makassar mengarahkan pesawat untuk melakukan pendekatan ke landasan pacu 21. Namun, ATC mendeteksi posisi pesawat tidak berada di jalur pendekatan yang seharusnya.“ATC memberikan arahan koreksi posisi dan instruksi lanjutan agar pesawat kembali ke jalur pendaratan sesuai prosedur,” kata Dudy.Tak lama berselang, komunikasi antara pesawat dan ATC terputus. Kondisi tersebut membuat ATC segera menetapkan status darurat dan melakukan langkah-langkah sesuai prosedur penerbangan.AirNav Indonesia bersama Makassar Area Terminal Control Center (MATSC) kemudian berkoordinasi dengan Basarnas, TNI, Polri, pemerintah daerah, serta instansi terkait lainnya untuk membentuk pusat krisis di Bandara Sultan Hasanuddin Makassar.Dari sisi meteorologi, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) turut menjelaskan kondisi cuaca saat pesawat mengalami kecelakaan. Kepala BMKG, Teuku Faisal Fathani, menyampaikan bahwa cuaca di sekitar bandara terpantau relatif stabil.“Kecepatan angin sekitar 13 knot, jarak pandang 9 kilometer, suhu 31 derajat Celsius, dengan tekanan udara 1.007 mb,” jelasnya dalam rapat kerja bersama Komisi V DPR RI, Selasa (20/1).Namun demikian, BMKG mencatat adanya potensi awan tebal di jalur penerbangan. Di sekitar bandara terdeteksi awan cumulonimbus dengan intensitas 1–2 oktas pada ketinggian 1.700 kaki, serta awan lebih tebal 3–4 oktas di ketinggian sekitar 1.800 kaki, yang berpotensi menimbulkan turbulensi. Kondisi cuaca tersebut kini menjadi salah satu aspek yang diperhatikan dalam penyelidikan awal penyebab kecelakaan pesawat.Selain itu, Basarnas juga memberikan klarifikasi terkait isu pergerakan langkah kaki pada smartwatch milik kopilot pesawat, Farhan Gunawan, yang sempat memunculkan spekulasi publik. Kepala Basarnas Marsda Mohammad Syafii menegaskan bahwa data tersebut bukan berasal dari waktu kejadian kecelakaan.Perang Dunia Ketiga Sudah di Depan Mata, Banyak Orang Tak Sadar Akan Hal Itu“Setelah ditelusuri bersama Polda Sulsel, data langkah pada smartwatch itu ternyata rekaman beberapa bulan sebelumnya, saat korban masih berada di Yogyakarta,” jelas Syafii.Ia menambahkan bahwa penjelasan tersebut telah disampaikan kepada keluarga korban dan isu tersebut dinyatakan telah selesai. Tragedi ini menjadi pengingat beratnya tugas tim penyelamat dalam kondisi ekstrem, sekaligus membuka berbagai aspek teknis yang kini terus didalami oleh pihak berwenang.
Read More Geger! Kepala Gondrong Bergelantungan di Pohon, Tubuh Korban Tergeletak di Tanah
Wulan _ 4 jam yang lalu
Lingkaran.id - Warga Desa Gendingan, Kecamatan Kedungwaru, Kabupaten Tulungagung, diguncang temuan mengerikan di kawasan tepi Sungai Ngrowo. Seorang pencari rumput mendapati pemandangan tak lazim berupa kepala manusia yang tergantung di sebuah pohon pada Selasa (20/1/2026).Kepala tersebut ditemukan tergantung pada batang pohon dengan ketinggian sekitar empat meter. Lokasi penemuan berada di area kebun sengon milik seorang warga bernama Rohib. Kejadian itu pertama kali diketahui oleh pencari rumput yang tengah beraktivitas di sekitar sungai.Wali Kota Madiun Maidi Jalani Pemeriksaan di KPK Setelah Terjaring OTT“Saat melihat, pencari rumput itu langsung melapor ke ketua RT, lalu diteruskan ke pihak kepolisian,” ujar Mispani, salah satu warga setempat.Menurut keterangan warga, kondisi kepala manusia tersebut sudah mengalami kerusakan parah sehingga sulit dikenali. Setelah ditelusuri lebih lanjut, warga mendapati bagian tubuh korban berada di tanah tepat di bawah pohon tempat kepala itu tergantung.Warga menduga, sebelumnya korban berada dalam posisi tergantung di pohon tersebut. Namun, karena kondisi tubuh yang sudah membusuk, bagian badan terlepas dan jatuh ke tanah.“Korban berjenis kelamin laki-laki. Masih mengenakan kaus lengan pendek dan celana jins. Sandalnya juga ditemukan tidak jauh dari lokasi,” ungkap Mispani.Keberadaan jasad itu sempat luput dari perhatian karena tertutup rimbunnya dedaunan di area kebun, sehingga tidak langsung terlihat oleh warga yang melintas.Sementara itu, Kasi Humas Polres Tulungagung, Iptu Nanang Murdiyanto, menjelaskan bahwa penemuan tersebut sebenarnya terjadi sehari sebelumnya. Kepala manusia itu pertama kali dilihat pada Senin (19/1/2026) pagi oleh seorang pencari rumput bernama Bagus.“Namun laporan resmi baru diterima pagi ini dari saksi Bagus dan Nurazizah kepada perangkat desa, kemudian diteruskan ke Polsek Kedungwaru,” jelas Nanang.Diduga Singkirkan Honorer Lama Demi Keluarga Lulus PPPK Paruh Waktu, Lurah Dipanggil InspektoratIa menambahkan, kondisi jenazah sudah rusak parah sehingga menyulitkan proses identifikasi. Hingga saat ini, polisi masih belum mengetahui identitas korban dan masih melakukan penyelidikan lebih lanjut.“Identitas korban belum diketahui. Kondisinya sudah sangat rusak dan sulit dikenali,” pungkasnya.***
Read More Tersinggung Saat Bertatapan, Pria ini Dibunuh dan Dibuang ke Selokan
Wulan _ 4 jam yang lalu
Lingkaran.id - Kasus pembunuhan terhadap seorang pria yang ditemukan tewas tanpa mengenakan pakaian di Kampung Perum, Desa Margamekar, Kecamatan Pangalengan, Kabupaten Bandung, akhirnya menemui titik terang. Kepolisian memastikan motif di balik aksi keji tersebut dipicu oleh rasa tersinggung pelaku saat berpapasan dan saling memandang dengan korban.Korban diketahui berinisial VNA (20). Ia ditemukan dalam kondisi meninggal dunia di sebuah selokan area kebun pada Sabtu (17/1/2026). Saat ditemukan warga, posisi tubuh korban cukup mengenaskan, dengan kaki berada di bagian atas sementara kepala terendam di bagian bawah selokan.Ressa Rizky Rossano Gugat Denada, Kuasa Hukum Ungkap Alasan Baru Dibawa ke Ranah HukumSetelah melakukan serangkaian penyelidikan, aparat kepolisian berhasil mengidentifikasi dan menangkap terduga pelaku. Kapolresta Bandung, Kombes Pol Aldi Subartono, menyampaikan bahwa pelaku berinisial RS alias Beco (23).Menurut Aldi, insiden berdarah tersebut berawal pada Kamis (15/1/2026) dini hari. Saat itu, RS keluar dari rumah dengan tujuan membeli makanan. Di tengah perjalanan, ia berpapasan dengan korban. Pertemuan singkat itu memicu emosi pelaku karena merasa tersinggung akibat tatapan mata korban.“Berdasarkan keterangan sementara, pelaku merasa tidak terima karena saling bertatapan dengan korban. Dari situlah muncul rasa sakit hati,” ujar Aldi saat ditemui di Mapolresta Bandung, Selasa (20/1/2026).Didorong oleh emosi, RS kemudian mengambil sebilah pisau yang telah diselipkan di pinggangnya. Mengetahui korban hendak pergi menggunakan sepeda motor, pelaku meminta tumpangan dengan dalih ingin membeli rokok.Di tengah perjalanan, pelaku meminta korban menghentikan kendaraan. Begitu motor berhenti, RS langsung melancarkan serangan dengan mengiris leher korban menggunakan pisau. Korban sempat berusaha melawan, namun pelaku kembali menyerang dengan menusukkan pisau ke bagian perut korban sebanyak dua kali.Perlawanan yang terjadi membuat keduanya terlibat perkelahian hingga akhirnya terjatuh ke dalam selokan kebun. Dalam kondisi korban yang sudah lemah, pelaku meninggalkannya di area semak-semak yang kemudian menjadi lokasi kejadian perkara.“Setelah korban terjatuh ke semak-semak, pelaku panik dan berupaya menghilangkan jejak,” jelas Aldi.Upaya menghapus jejak dilakukan dengan cara melucuti seluruh pakaian korban. Pelaku kemudian membawa pakaian tersebut bersama sepeda motor dan telepon genggam milik korban ke rumahnya. Pakaian korban diketahui dibakar dengan tujuan menghilangkan barang bukti.Usai Viral Kasus Pramugari Palsu, Khairun Nisa Ditawari Pendidikan Awak Kabin GratisTak berhenti sampai di situ, RS bahkan kembali ke lokasi kejadian dengan membawa bensin. Ia sempat berencana membakar jasad korban dari bagian kaki hingga kepala agar jenazah tidak dapat dikenali. Namun rencana tersebut tidak sepenuhnya terlaksana. Polisi yang menerima laporan penemuan mayat langsung bergerak melakukan penyelidikan intensif. Hasilnya, pada Senin (19/1/2026), pelaku berhasil diamankan.Atas perbuatannya, RS dijerat dengan pasal pembunuhan berencana yang menyebabkan korban meninggal dunia. Ancaman hukuman yang dihadapi pelaku sangat berat.“Ancaman pidananya adalah hukuman mati atau pidana penjara seumur hidup, atau maksimal 20 tahun penjara,” tegas Kapolresta Bandung.***
Read More Disiplinkan Murid Saat Razia Rambut, Guru SD Ditetapkan Tersangka
Wulan _ 4 jam yang lalu
Lingkaran.id - Nasib pahit harus dialami Tri Wulansari, seorang guru honorer yang mengabdi di SDN 21 Desa Pematang Raman, Kabupaten Muaro Jambi, Provinsi Jambi. Niatnya menegakkan disiplin di lingkungan sekolah justru berujung pada jeratan hukum yang menetapkannya sebagai tersangka.Peristiwa tersebut bermula ketika Wulansari menindak seorang siswa yang melontarkan kata-kata tidak pantas saat kegiatan sekolah berlangsung. Bentuk pendisiplinan yang dilakukannya, menurut pengakuan pribadi, berupa tamparan ringan di bagian mulut siswa sebagai respons spontan atas ucapan kasar yang dilontarkan anak tersebut.Wafatnya Rylan Henry Pribadi Saat Main Ski Soroti Kembali Sosok Konglomerat Henry PribadiKasus ini kemudian berkembang hingga Wulansari, didampingi kuasa hukumnya, mengadukan persoalan yang menimpanya ke Komisi III DPR RI dalam rapat yang digelar Selasa (20/1/2026). Dalam forum itu, ia membeberkan secara detail kronologi kejadian yang membuatnya berstatus tersangka.Wulansari menjelaskan bahwa insiden tersebut terjadi pada 8 Januari 2025 saat sekolah menggelar razia kerapian rambut siswa. Razia dilakukan terhadap siswa yang rambutnya dicat pirang atau berwarna mencolok, karena sebelumnya pihak sekolah telah mengingatkan agar seluruh siswa mengembalikan warna rambut menjadi hitam sebelum semester baru dimulai.Seluruh siswa dari kelas satu hingga kelas enam dikumpulkan di lapangan sekolah. Dari hasil pemeriksaan, ditemukan empat siswa yang rambutnya masih disemir pirang dan kemerahan. Sebagai tindak lanjut, Wulansari memutuskan untuk memotong rambut keempat siswa tersebut.Namun, salah satu siswa menolak dipotong rambutnya dan menunjukkan sikap perlawanan. Wulansari mengaku sempat membujuk dengan mengatakan bahwa rambut hanya akan dipotong sedikit. Situasi kemudian memanas ketika siswa tersebut memutar badan dan mengucapkan kata-kata kasar.Merespons ucapan tersebut, Wulansari secara refleks menampar bagian mulut siswa sambil menegur ucapannya. Setelah itu, ia memberikan nasihat agar siswa menghormati guru sebagai orang tua di lingkungan sekolah.Wulansari menegaskan bahwa tindakannya tidak menyebabkan cedera serius. Ia juga membantah menggunakan alat apa pun saat menampar siswa tersebut. Menurutnya, setelah kejadian itu, siswa tetap mengikuti kegiatan belajar hingga jam pulang sekolah.Masalah tidak berhenti di sekolah. Orang tua siswa yang bersangkutan mendatangi rumah Wulansari dengan emosi dan meluapkan kemarahannya. Upaya Wulansari untuk menenangkan situasi dengan mengajak berbicara secara baik-baik tidak mendapat respons positif.Bahkan, Wulansari mengaku menerima ancaman pembunuhan dari orang tua siswa tersebut. Ancaman itu membuatnya trauma dan ketakutan, hingga menangis saat menceritakan kejadian tersebut di hadapan anggota dewan.Pihak sekolah kemudian berinisiatif melakukan mediasi dengan memanggil orang tua siswa. Namun, demi alasan keamanan, kepala sekolah meminta Wulansari tidak hadir dalam pertemuan tersebut karena khawatir terjadi ancaman lanjutan. Di sisi lain, orang tua siswa juga menolak mediasi lantaran telah melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Kumpeh.Laporan tersebut berlanjut ke proses hukum. Kasus ini naik ke tahap penyidikan dan pada 26 Mei 2025, Polres Muaro Jambi resmi menetapkan Tri Wulansari sebagai tersangka.Meski telah berstatus tersangka, Wulansari tetap berupaya mencari jalan damai. Pada 9 Januari 2026, ia mendatangi rumah orang tua siswa untuk meminta maaf secara langsung. Bahkan, ia menyatakan kesediaannya berhenti mengajar demi mendapatkan maaf dan menyelesaikan persoalan secara kekeluargaan.Namun, hingga kini permintaan maaf tersebut tidak membuahkan hasil.Dalam kesimpulan rapat, Komisi III DPR RI meminta Polres Muaro Jambi dan Kejaksaan Negeri Muaro Jambi menghentikan perkara yang menjerat Wulansari. DPR juga meminta agar kewajiban wajib lapor yang selama ini dijalani Wulansari dihapuskan.Anggota Komisi III DPR RI, Widya Partiwi, menyatakan bahwa penghentian perkara perlu dilakukan dengan mempertimbangkan perlindungan terhadap profesi guru sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen serta peraturan turunannya.Polrestabes Medan Bongkar Sindikat Perdagangan Bayi, Sembilan Orang Ditetapkan sebagai TersangkaDesakan serupa disampaikan anggota Komisi III DPR dari Fraksi Partai Demokrat, Hinca Pandjaitan. Ia meminta Jaksa Agung ST Burhanuddin agar menginstruksikan jajarannya di Jambi untuk tidak menerima pelimpahan berkas perkara tersebut.Menurut Hinca, kasus ini tidak memenuhi unsur niat jahat (mens rea) sebagaimana diatur dalam KUHP baru. Ia juga menyoroti kewajiban wajib lapor yang memberatkan Wulansari, mengingat jarak rumahnya ke Polres Muaro Jambi mencapai sekitar 80 kilometer, sementara suaminya yang menjabat kepala desa juga tengah menghadapi persoalan hukum. Menanggapi hal itu, Jaksa Agung ST Burhanuddin menegaskan komitmennya untuk menghentikan perkara jika berkas kasus tersebut masuk ke kejaksaan. Pernyataan itu disambut tepuk tangan peserta rapat yang hadir.***
Read More Disebut Menantu Idaman Ibu Virgoun, Begini Tanggapan Dewi Perssik
Wulan _ 1 hari yang lalu
Lingkaran.id - Nama Dewi Perssik kembali menjadi perbincangan publik setelah dikaitkan dengan musisi Virgoun. Sorotan ini bermula dari pernyataan Eva Manurung, ibu Virgoun, yang menyebut pedangdut tersebut sebagai sosok menantu idaman. Ucapan itu sontak memicu berbagai spekulasi di kalangan warganet terkait kemungkinan hubungan lebih jauh antara keduanya.Menanggapi hal tersebut, Dewi Perssik tidak menampik bahwa dirinya memang memiliki kedekatan dengan Eva Manurung. Ia mengungkapkan bahwa komunikasi di antara mereka terjalin cukup intens dan hangat. Bahkan, menurut Dewi, Eva kerap menghubunginya berkali-kali dalam sehari sebagai bentuk perhatian.Cemburu Komentar di Facebook, Pasutri Nekat Bakar Diri“Mami itu bisa menelepon saya sampai belasan kali, sekitar 15 sampai 20 kali. Itu karena beliau memang perhatian,” ujar Dewi Perssik saat ditemui di kawasan Jakarta, Minggu (18/1/2026).Pernyataan Eva Manurung yang menyebut Dewi sebagai menantu idaman pun membuat banyak pihak penasaran dengan sikap sang pedangdut. Menjawab hal tersebut, Dewi memilih memberikan respons yang tenang dan penuh pertimbangan. Ia tidak secara gamblang membenarkan, namun juga tidak menutup kemungkinan apa pun.Menurut Dewi, hubungan baik tidak selalu harus diartikan sebagai ikatan pernikahan. Ia bahkan menyampaikan bahwa dirinya bisa saja mengambil peran lain dalam kehidupan keluarga Virgoun.“Tidak harus menjadi istri. Saya bisa saja menjadi sosok ibu untuk anak-anaknya Mas Virgoun,” tutur Dewi Perssik.Dewi menegaskan bahwa dirinya memang menyukai anak-anak dan sangat menghargai keluarga Virgoun. Ia menekankan bahwa sikap tersebut diambil tanpa ada niat untuk menimbulkan salah paham atau melukai perasaan siapa pun.Baginya, menjaga hubungan baik dan silaturahmi merupakan hal yang jauh lebih penting. Ia mengaku berusaha bersikap terbuka, namun tetap berhati-hati dalam menyikapi isu yang menyangkut kehidupan pribadi.“Saya sangat menghormati beliau dan tidak ingin menyakiti hati siapa pun,” kata Dewi.Meski demikian, Dewi Perssik menegaskan bahwa urusan pasangan bukanlah prioritas utama dalam hidupnya saat ini. Ia mengaku masih ingin fokus menikmati kehidupan dengan lebih tenang tanpa terburu-buru memikirkan soal hubungan asmara.Perang Dunia Ketiga Sudah di Depan Mata, Banyak Orang Tak Sadar Akan Hal ItuMenurutnya, perkenalan atau perjodohan tidak selalu harus berujung pada ikatan romantis. Pertemanan dan hubungan kekeluargaan, kata Dewi, juga memiliki nilai yang sama pentingnya.“Kalau dikenalkan sih tidak ada masalah, tapi untuk urusan pasangan, belum dulu,” ujarnya.Isu kedekatan ini kembali menambah perhatian publik terhadap kehidupan pribadi Dewi Perssik. Namun demikian, ia memilih menyikapinya dengan santai dan proporsional. Dengan sikap terbuka namun tegas, Dewi Perssik menunjukkan kedewasaan dalam menghadapi isu sensitif, sembari berharap hubungan baik dengan semua pihak tetap terjaga ke depannya.***
Read More Wali Kota Madiun Maidi Jalani Pemeriksaan di KPK Setelah Terjaring OTT
Wulan _ 1 hari yang lalu
Lingkaran.id - Wali Kota Madiun, Maidi, yang terjaring operasi tangkap tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), tampak tiba di Gedung Merah Putih KPK, Kuningan Persada, Jakarta Selatan, pada Senin malam. Kedatangannya dilakukan untuk menjalani pemeriksaan lanjutan terkait perkara yang tengah ditangani lembaga antirasuah tersebut.Berdasarkan pantauan di lokasi, Maidi tiba sekitar pukul 22.30 WIB. Ia sebelumnya diberangkatkan dari Surabaya, Jawa Timur, menggunakan penerbangan komersial pada sekitar pukul 19.20 WIB sebelum akhirnya dibawa ke Jakarta.Diduga Singkirkan Honorer Lama Demi Keluarga Lulus PPPK Paruh Waktu, Lurah Dipanggil InspektoratSaat turun dari kendaraan dan memasuki area gedung KPK, Maidi terlihat mengenakan topi serta jaket berwarna biru dongker. Dengan raut wajah yang relatif tenang, ia sempat menyampaikan pernyataan singkat kepada awak media.“Saya tidak pernah lelah membangun Kota Madiun. Kalau memang ada kekurangan, mohon didoakan saja,” ujar Maidi sambil tersenyum, sebelum melangkah masuk ke dalam gedung KPK.Dalam kesempatan yang sama, KPK juga terlihat membawa Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Madiun, Thariq Megah, bersama satu orang lainnya melalui pintu depan gedung. Sementara itu, enam orang terduga lainnya tampak dibawa masuk melalui akses pintu belakang.Korban Penipuan Akademi Kripto Buka Suara, Ungkap Tekanan PsikologisHingga kini, KPK masih melakukan pemeriksaan intensif terhadap para pihak yang diamankan dalam OTT tersebut. Pihak KPK belum memberikan keterangan resmi terkait status hukum maupun konstruksi perkara yang menjerat Wali Kota Madiun dan sejumlah pejabat lainnya.***
Read More Wafatnya Rylan Henry Pribadi Saat Main Ski Soroti Kembali Sosok Konglomerat Henry Pribadi
Wulan _ 1 hari yang lalu
Lingkaran.id - Kabar duka wafatnya Rylan Henry Pribadi mengundang perhatian luas masyarakat dan kembali menempatkan nama Henry Pribadi, salah satu pengusaha besar Indonesia, dalam sorotan publik. Rylan yang merupakan cucu Henry Pribadi, meninggal dunia pada usia 17 tahun akibat kecelakaan saat melakukan aktivitas ski di kawasan wisata Niseko, Hokkaido, Jepang, pada awal Januari 2026.Peristiwa tragis tersebut tidak hanya meninggalkan duka mendalam bagi keluarga, tetapi juga memicu gelombang belasungkawa dari berbagai tokoh nasional dan kalangan dunia usaha. Sejumlah figur publik menyampaikan simpati dan doa melalui media sosial sebagai bentuk empati kepada keluarga besar Pribadi.Polrestabes Medan Bongkar Sindikat Perdagangan Bayi, Sembilan Orang Ditetapkan sebagai TersangkaSeiring dengan kabar tersebut, perhatian publik kembali tertuju pada latar belakang keluarga Pribadi, khususnya sosok Henry Pribadi yang dikenal sebagai pengusaha berpengaruh di Indonesia. Nama Henry Pribadi pun kembali ramai diperbincangkan, baik di media massa maupun ruang publik digital.Rylan Henry Pribadi diketahui merupakan putra dari pengusaha Reza Pribadi dan cucu dari Henry Pribadi. Informasi meninggalnya Rylan turut disampaikan oleh sejumlah pejabat dan tokoh penting, di antaranya Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto serta Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia, Anindya Bakrie.Usai Viral Kasus Pramugari Palsu, Khairun Nisa Ditawari Pendidikan Awak Kabin GratisDalam unggahan di media sosial, Airlangga Hartarto menyampaikan rasa duka cita yang mendalam kepada keluarga yang ditinggalkan. Ia menyebut kepergian Rylan sebagai kehilangan besar dan menyampaikan simpati kepada Reza Pribadi beserta keluarga besar Pribadi.Ucapan belasungkawa yang mengalir dari berbagai pihak menjadi cerminan kedekatan dan penghormatan terhadap keluarga Pribadi, sekaligus menunjukkan besarnya perhatian publik terhadap sosok Henry Pribadi dan keluarganya di tengah kabar duka tersebut.***
Read More Heboh! Gunung Setinggi 15 MDPL Tiba-Tiba Muncul di Tengah Sawah
Wulan _ 1 hari yang lalu
Lingkaran.id - Warga Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, dibuat terkejut dengan kemunculan sebuah gundukan tanah berukuran besar yang menyerupai gunung di area persawahan. Gundukan tersebut tampak menjulang di tengah hamparan sawah dan memiliki ketinggian yang diperkirakan mencapai sekitar 15 meter dari permukaan lahan sekitar.Keberadaan gundukan raksasa itu terlihat sangat mencolok karena kontras dengan kondisi lahan pertanian yang biasanya datar. Sejumlah warga mengaku baru menyadari adanya perubahan bentang alam tersebut dalam waktu relatif singkat, sehingga memicu rasa heran sekaligus kekhawatiran.Viral Menu MBG Dinilai Tak Layak, Hanya Berisi Ubi dan PisangFenomena tak biasa ini dengan cepat menyebar di media sosial setelah sejumlah warga mengunggah foto dan video lokasi tersebut. Beragam spekulasi pun bermunculan, mulai dari dugaan faktor alam hingga aktivitas tertentu yang belum diketahui secara pasti.Namun hingga kini, belum ada penjelasan resmi dari pemerintah daerah maupun instansi terkait mengenai penyebab terbentuknya gundukan tersebut. Pihak berwenang masih belum memberikan keterangan apakah gundukan itu merupakan fenomena alam, dampak aktivitas manusia, atau faktor lainnya.Terungkap! Kamar Rumah Jadi Markas CS Judi Online Jaringan KambojaMenyikapi kondisi tersebut, masyarakat diminta untuk tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh informasi yang belum dapat dipastikan kebenarannya. Warga juga diimbau untuk tetap waspada serta menunggu penjelasan resmi dari pihak berkompeten guna menghindari kesimpangsiuran informasi.***
Read More Timothy Ronald Kembali Dilaporkan, Korban Klaim Rugi Rp 1 Miliar
Wulan _ 1 hari yang lalu
Lingkaran.id - Influencer keuangan Timothy Ronald kembali berurusan dengan hukum setelah dilaporkan ke Polda Metro Jaya atas dugaan penipuan investasi perdagangan aset kripto. Laporan terbaru diajukan oleh seorang perempuan bernama Agnes (25), yang mengaku mengalami kerugian hingga Rp 1 miliar.Agnes menyampaikan bahwa dirinya bergabung dengan komunitas Akademi Crypto sejak tahun 2023. Padahal, sebelum itu ia telah memiliki pengalaman sekitar lima tahun di dunia investasi kripto. Ketertarikannya bergabung muncul setelah berkenalan dengan Timothy Ronald dan tergiur janji pendalaman ilmu serta visi-misi investasi yang ditawarkan dalam komunitas tersebut.Cemburu Komentar di Facebook, Pasutri Nekat Bakar DiriNamun seiring berjalannya waktu, Agnes menilai praktik yang dijalankan tidak sesuai dengan apa yang dijanjikan di awal. Ia mengaku ketika menyampaikan keluhan, justru mendapat perlakuan tidak menyenangkan.“Faktanya tidak sesuai dengan visi dan misi yang disampaikan sejak awal. Bahkan ada beberapa kasus, termasuk kami yang menyampaikan komplain, justru dikeluarkan dari grup atau akses ruang obrolannya dimatikan,” ujar Agnes saat ditemui di Mapolda Metro Jaya, Senin.Kuasa hukum Agnes, Jajang, mengungkapkan bahwa kliennya bukan satu-satunya korban. Menurutnya, masih banyak pihak lain yang mengalami kerugian besar, namun memilih tidak melapor karena diliputi rasa takut dan berbagai pertimbangan.“Untuk hari ini satu orang korban dengan kerugian lebih dari Rp 1 miliar. Sebenarnya kalau semuanya berani maju, jumlahnya bisa banyak. Tapi ada ketakutan tersendiri dari para korban untuk melapor,” kata Jajang.Dalam laporan terbaru ini, pihak korban juga menambahkan sejumlah pasal, termasuk yang berkaitan dengan perlindungan konsumen. Jajang menegaskan, laporan tersebut dibuat dengan korban baru dan memuat pengembangan sangkaan hukum.“Hari ini kami buat laporan baru dengan penambahan pasal, salah satunya Undang-Undang Perlindungan Konsumen. Nantinya kami serahkan sepenuhnya kepada pihak kepolisian apakah laporan ini diproses terpisah atau digabung,” jelasnya.Laporan Agnes tercatat dengan nomor LP/B/483/1/2026/SPKT/POLDA METRO JAYA. Adapun pasal yang disangkakan antara lain Pasal 45A ayat (1) juncto Pasal 28 ayat (1) atau Pasal 80, 81, dan 82 UU Nomor 3 Tahun 2011 tentang Transfer Dana. Selain itu, turut dilaporkan Pasal 492 KUHP serta Pasal 607 ayat (1) huruf a, b, dan c terkait tindak pidana pencucian uang (TPPU).Berdasarkan ketentuan KUHP baru dalam UU Nomor 1 Tahun 2023, terlapor terancam hukuman pidana penjara hingga 15 tahun atau denda maksimal Rp 5 miliar.Perang Dunia Ketiga Sudah di Depan Mata, Banyak Orang Tak Sadar Akan Hal ItuSebelumnya, kasus serupa juga dilaporkan oleh korban lain bernama Younger. Ia mengaku merugi hingga Rp 3 miliar setelah mengikuti investasi kripto yang dipromosikan Timothy Ronald. Younger mengaku awalnya tertarik karena citra Timothy sebagai influencer finansial sukses yang kerap memamerkan hasil investasi dan gaya hidup mewah di media sosial.“Saya lihat dari Instagram, dari caranya flexing, katanya cepat kaya dari kripto, bisa beli mobil mewah di usia muda. Itu yang membuat saya tergiur,” ujar Younger saat memberikan keterangan di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Selasa (13/1/2026).***
Read More Cemburu Komentar di Facebook, Pasutri Nekat Bakar Diri
Wulan _ 2 hari yang lalu
Lingkaran.id - Peristiwa percobaan bunuh diri yang melibatkan pasangan suami istri terjadi di Kampung Wasai, Distrik Manokwari Selatan, Papua Barat, pada Minggu (18/1/2026). Insiden tersebut diduga dipicu konflik rumah tangga yang berawal dari rasa cemburu akibat aktivitas media sosial.Pasangan tersebut diketahui bernama Ano (52) dan Yeni (44). Keduanya nekat melakukan aksi berbahaya dengan menyiramkan minyak tanah di dalam kamar rumah mereka. Beruntung, peristiwa itu segera diketahui warga sekitar sehingga nyawa keduanya dapat diselamatkan.Perang Dunia Ketiga Sudah di Depan Mata, Banyak Orang Tak Sadar Akan Hal ItuKapolresta Manokwari Kombes Pol Ongky Isgunawan melalui Kapolsubsektor Manokwari, Iptu Muhammad Yusuf SH, membenarkan adanya laporan percobaan bunuh diri tersebut. Menurutnya, aparat kepolisian menerima informasi dari masyarakat terkait kejadian yang menimpa pasutri tersebut.Iptu Yusuf menjelaskan, rangkaian peristiwa bermula sejak Jumat (16/1/2026). Saat itu, Yeni dilaporkan merasa cemburu setelah melihat suaminya kerap memberikan komentar pada unggahan perempuan lain di aplikasi Facebook. Perasaan tersebut kemudian memicu pertengkaran di antara keduanya.Ketegangan berlanjut keesokan harinya. Pada Sabtu (17/1/2026), Yeni membuat unggahan bernada sindiran di media sosial yang ditujukan kepada suaminya. Unggahan itu memicu emosi Ano hingga terjadi cekcok hebat di dalam rumah. Setelah adu mulut, Ano mengurung diri di kamar.Situasi semakin memburuk ketika Yeni menyusul masuk ke dalam kamar sambil membawa minyak tanah. Beberapa saat kemudian, seorang saksi berinisial DN mendengar teriakan minta tolong serta jeritan kesakitan dari dalam kamar yang pintunya terkunci.Bansos 2026 Mulai Cair, Cek Nama Anda di cekbansos.kemensos.go.idDN bersama saksi lain berinisial PY berupaya mendobrak pintu kamar tersebut hingga akhirnya berhasil dibuka. Saat pintu terbuka, Ano terlihat berlari keluar kamar dalam kondisi tubuh terbakar menuju kamar mandi untuk menyiram dirinya dengan air. Sementara itu, Yeni ditemukan masih berada di dalam kamar dengan kondisi serupa.Kedua korban segera dievakuasi dan dilarikan ke Rumah Sakit Bhayangkara Polda Papua Barat guna mendapatkan penanganan medis intensif. Pihak kepolisian menyatakan masih melakukan pendalaman terkait peristiwa tersebut serta mengimbau masyarakat untuk menyelesaikan persoalan keluarga secara bijak dan tidak melibatkan tindakan yang membahayakan diri sendiri maupun orang lain.***
Read More 










