Demo ke Transmart, Nggak Salah Alamat? Ratusan Santri Geruduk Usai Tayangan Trans7 Tuai Kontroversi
Sulistiyo. A Darmawan 1 bulan yang lalu
Lingkaran.id -Ratusan santri dan alumni pondok pesantren di Jember menggelar aksi demonstrasi di depan Transmart Jember, Jumat (17/10/2025) siang. Aksi ini dipicu oleh tayangan program Xpose Uncensored di stasiun televisi Trans7 yang dinilai menyinggung dan melecehkan kehidupan pesantren. Para peserta aksi datang dengan membawa spanduk bertuliskan tuntutan permintaan maaf dari pihak Trans7. Meski lokasi aksi berada di depan pusat perbelanjaan Transmart, para santri menegaskan bahwa aksi itu bukan salah alamat.Maroko vs Bahrain: Statistik, Fakta Menarik, dan Dominasi Singa Atlas di Laga Uji Coba 10 Oktober 2025Tuntutan Santri: Minta Permintaan Maaf TerbukaDalam orasinya, para peserta menuntut agar Trans7 menyampaikan permintaan maaf terbuka melalui siaran nasional selama tujuh hari berturut-turut di jam tayang utama (prime time).Mereka menilai konten Xpose Uncensored telah menimbulkan keresahan di kalangan pesantren karena dianggap menampilkan stereotip negatif terhadap santri.“Kami tidak ingin media besar seenaknya membentuk opini buruk tentang pesantren. Tayangan itu mencederai martabat santri,” kata salah satu peserta aksi.Prediksi Skor MU vs Liverpool 17 Oktober 2025: Duel Panas, Statistik dan Kondisi Terkini PemainAksi yang berlangsung sekitar dua jam itu mendapat pengamanan ketat dari aparat kepolisian. Lalu lintas di sekitar kawasan Jalan Gajah Mada, Jember, sempat dialihkan untuk menghindari kemacetan panjang.Meski berlangsung panas, aksi berjalan tertib dan tanpa bentrokan. Para santri akhirnya membubarkan diri setelah perwakilan mereka diterima oleh pihak manajemen Transmart Jember.Sebagian masyarakat sempat mempertanyakan mengapa demo terhadap Trans7 dilakukan di depan Transmart. Namun, santri menjelaskan bahwa Transmart dan Trans7 berada di bawah satu induk perusahaan, CT Corp, yang dimiliki pengusaha Chairul Tanjung.Hal ini membuat lokasi Transmart dipilih sebagai simbol untuk menyampaikan aspirasi kepada pemilik jaringan media tersebut.***
Read More Prabowo Ulang Tahun ke-74, Publik Soroti Kepemimpinan dan Isyarat Dua Periode
Sulistiyo. A Darmawan 1 bulan yang lalu
Lingkaran.id -Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto hari ini genap berusia 74 tahun. Momen ulang tahun kali ini tak sekadar menjadi perayaan pribadi, melainkan juga menjadi sorotan publik terhadap arah kepemimpinan dan kemungkinan keberlanjutan menuju dua periode pemerintahan. Lahir di Jakarta pada 17 Oktober 1951, Prabowo dikenal sebagai sosok yang tegas, berdisiplin tinggi, dan memiliki visi kuat dalam memperjuangkan kemandirian nasional. Sejak menjabat sebagai Presiden, ia berfokus pada ketahanan pangan, kedaulatan energi, penguatan pertahanan, serta pemerataan ekonomi nasional.Magang Hub Kemnaker 2025 Segera Dibuka: Cara Daftar, Syarat, dan Gaji Rp 3,3 Juta per BulanKonsistensi dan gaya kepemimpinan yang lugas membuat nama presiden Prabowo tetap menjadi perhatian di tengah dinamika politik nasional. Banyak pengamat menilai bahwa di usia ke-74, Presiden Prabowo justru menunjukkan energi dan tekad yang semakin matang dalam menjalankan program pemerintahan.Momen ulang tahun ini menjadi simbol penting yang menandai konsolidasi menuju arah politik jangka panjang. Meski belum ada pernyataan resmi terkait rencana dua periode, publik menilai capaian pemerintahan saat ini menjadi dasar kuat bagi keberlanjutan kepemimpinan Prabowo.Selama masa pemerintahannya, Prabowo menaruh perhatian besar pada upaya menciptakan kemandirian bangsa. Melalui berbagai kebijakan strategis, pemerintah mendorong peningkatan produktivitas pertanian, penguatan industri pertahanan, serta pemerataan pembangunan hingga ke daerah terpencil.Glenny Kairupan, Profil Lengkap Jenderal Purnawirawan yang Kini Pimpin Garuda Indonesia!!Ulang tahun ke-74 menjadi momentum refleksi bagi Presiden Prabowo dalam menegaskan arah kepemimpinan Indonesia. Di usia yang semakin matang, ia dinilai mampu memadukan ketegasan seorang prajurit dengan kebijaksanaan seorang negarawan.Bagi sebagian kalangan, perjalanan panjang presiden Prabowo dari dunia militer hingga politik menggambarkan konsistensi pengabdian terhadap bangsa dan negara. Ulang tahun ini pun menjadi simbol kesinambungan antara pengalaman masa lalu dan tekad untuk terus membawa Indonesia ke arah yang lebih maju.****
Read More Glenny Kairupan, Profil Lengkap Jenderal Purnawirawan yang Kini Pimpin Garuda Indonesia!!
Sulistiyo. A Darmawan 1 bulan yang lalu
Lingkaran.id -Sosok Letjen TNI (Purn.) Glenny H. Kairupan kini tengah menjadi sorotan publik setelah resmi ditunjuk sebagai Direktur Utama Garuda Indonesia melalui Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada 15 Oktober 2025. Penunjukan ini menandai babak baru bagi maskapai pelat merah tersebut yang sedang menjalani fase pemulihan keuangan dan restrukturisasi besar-besaran. Glenny Kairupan bukan nama baru di kalangan pemerintahan maupun militer. Pria kelahiran Manado, 11 Februari 1949 ini merupakan purnawirawan TNI Angkatan Darat dengan karier panjang di dunia penerbangan militer dan intelijen. Ia dikenal sebagai figur tegas, disiplin, dan memiliki kemampuan manajerial tinggi, terutama dalam menghadapi situasi krisis. Glenny merupakan lulusan Akademi Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (AKABRI) tahun 1973 dan mengawali kariernya sebagai pilot helikopter di Pusat Penerbangan TNI AD (Penerbad). Selama masa dinasnya, ia terlibat dalam berbagai operasi penting, termasuk di wilayah konflik seperti Timor Timur.Kenapa Cuaca Panas Banget Akhir-Akhir Ini? Ini Penjelasan Lengkap BMKG dan Daerah TerdampakRekan-rekan seangkatannya mengenal Glenny sebagai pilot helikopter yang berani dan ahli menembak, dua kemampuan yang membuatnya sering ditugaskan dalam misi berisiko tinggi. Selain itu, ia juga menempuh pendidikan lanjutan di bidang intelijen di Badan Intelijen Strategis (BAIS) TNI, memperluas keahliannya dalam strategi pertahanan dan analisis situasi nasional.Selama karier militernya, Glenny pernah menduduki sejumlah jabatan strategis seperti Wakil Komandan Korem di Timor Timur, Komandan Korem 073 Makutarama (Salatiga), serta posisi penting di Kostrad dan BAIS TNI.Setelah purna tugas, Glenny aktif di dunia politik melalui Partai Gerindra dan menjabat sebagai anggota Dewan Pembina Partai Gerindra periode 2020–2025. Ia juga pernah menjadi Direktur Penggalangan Nasional (BPN) Prabowo–Sandiaga dalam Pemilu 2019.Kedekatannya dengan Presiden Prabowo Subianto, yang juga rekan satu akademi di AKABRI, diyakini menjadi salah satu faktor kepercayaan pemerintah terhadap kapasitas kepemimpinannya. Dalam sebuah kesempatan, Prabowo pernah memuji Glenny sebagai “pilot pemberani dan pemimpin yang mampu mengendalikan situasi sulit dengan kepala dingin.”Magang Hub Kemnaker 2025 Segera Dibuka: Cara Daftar, Syarat, dan Gaji Rp 3,3 Juta per BulanPada Agustus 2024, Glenny lebih dulu bergabung dengan Garuda Indonesia sebagai komisaris sebelum akhirnya diangkat menjadi Direktur Utama pada Oktober 2025.Sebagai Dirut baru, Glenny dihadapkan pada tantangan besar untuk memulihkan kinerja keuangan Garuda Indonesia yang masih menanggung beban utang dan tekanan likuiditas. Pemerintah menaruh harapan besar agar pengalamannya di bidang strategi dan kedisiplinan militer dapat memperkuat tata kelola dan efisiensi di tubuh perusahaan.Namun tantangan besar masih menanti, mulai dari restrukturisasi utang, efisiensi operasional, hingga peningkatan layanan dan digitalisasi. Di tengah tekanan industri penerbangan global yang ketat, kepemimpinan Glenny Kairupan akan menjadi ujian penting bagi masa depan Garuda Indonesia.****
Read More Kenapa Cuaca Panas Banget Akhir-Akhir Ini? Ini Penjelasan Lengkap BMKG dan Daerah Terdampak
Sulistiyo. A Darmawan 1 bulan yang lalu
Lingkaran.id -Beberapa pekan terakhir, masyarakat Indonesia mengeluhkan cuaca yang terasa sangat panas, terutama pada siang hari. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) akhirnya memberikan penjelasan terkait fenomena suhu tinggi yang melanda berbagai wilayah Indonesia sejak awal Oktober 2025. Menurut BMKG, kondisi ini bukan termasuk gelombang panas seperti yang terjadi di Timur Tengah atau Asia Selatan, melainkan akibat gerak semu matahari dan minimnya tutupan awan yang membuat sinar matahari langsung menyentuh permukaan bumi tanpa banyak hambatan. Fenomena tersebut secara alami terjadi setiap tahun saat matahari melintasi wilayah khatulistiwa.Peningkatan suhu juga dipengaruhi oleh masa peralihan musim (pancaroba) dari kemarau ke musim hujan. Pada periode ini, udara cenderung kering di pagi hingga siang hari sehingga suhu meningkat tajam.Magang Hub Kemnaker 2025 Segera Dibuka: Cara Daftar, Syarat, dan Gaji Rp 3,3 Juta per BulanBeberapa wilayah mencatat suhu yang cukup ekstrem. Di Pulau Jawa dan Bali, suhu udara mencapai 35–36°C, sementara di wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) bahkan menyentuh 37°C. Daerah-daerah seperti Kupang, Sumba Timur, Surabaya, dan Bekasi menjadi lokasi dengan suhu tertinggi pekan ini.BMKG memprediksi bahwa kondisi panas ini masih akan berlanjut hingga akhir Oktober atau awal November 2025, sebelum musim hujan mulai mendominasi sebagian besar wilayah Indonesia. Setelah itu, suhu udara diperkirakan mulai menurun seiring meningkatnya frekuensi hujan dan tutupan awan.Masyarakat diimbau untuk tetap waspada terhadap dampak paparan panas berlebih, seperti dehidrasi, kelelahan, dan risiko heatstroke. BMKG menyarankan warga untuk:Menghindari aktivitas di luar ruangan antara pukul 11.00–15.00 WIB.Memakai topi, payung, atau tabir surya saat beraktivitas di bawah sinar matahari.Memperbanyak konsumsi air putih dan menjaga pola istirahat.Resmi! Kemendikbudristek Umumkan Pendaftaran PPG Prajabatan 2025, Ini Tahapan Seleksi dan Dokumen yang Wajib DisiapkanSelain itu, BMKG juga meminta masyarakat tidak terpancing isu yang menyebut fenomena ini sebagai “gelombang panas ekstrem” yang berbahaya. “Ini bukan heatwave, melainkan fenomena alami akibat dinamika posisi matahari dan kondisi atmosfer yang kering,” tegas BMKG.Cuaca panas yang melanda Indonesia menjadi pengingat bahwa perubahan iklim global dan efek pemanasan permukaan bumi semakin terasa nyata dalam kehidupan sehari-hari.****
Read More Resmi! Kemendikbudristek Umumkan Pendaftaran PPG Prajabatan 2025, Ini Tahapan Seleksi dan Dokumen yang Wajib Disiapkan
Sulistiyo. A Darmawan 1 bulan yang lalu
Lingkaran.id -Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) secara resmi mengumumkan pembukaan pendaftaran PPG Prajabatan tahun 2025. Program ini menjadi peluang besar bagi lulusan sarjana (S1/D4) yang memiliki minat dan panggilan menjadi guru profesional di jenjang pendidikan dasar maupun menengah. PPG Prajabatan merupakan program pendidikan profesi guru yang disiapkan untuk menghasilkan tenaga pendidik berkualitas dengan kompetensi pedagogik, profesional, sosial, dan kepribadian sesuai standar nasional pendidikan. Tahun 2025, program ini kembali dibuka melalui seleksi nasional berbasis sistem daring (online) dengan proses yang lebih transparan dan efisien.Magang Hub Kemnaker 2025 Segera Dibuka: Cara Daftar, Syarat, dan Gaji Rp 3,3 Juta per BulanTahapan Seleksi PPG Prajabatan 2025Kemendikbudristek menjelaskan bahwa proses seleksi tahun ini terdiri atas beberapa tahapan utama, yaitu:Pendaftaran dan unggah berkas melalui laman resmi ppg.kemdikbud.go.id.Seleksi administrasi, mencakup verifikasi kelengkapan dokumen dan kesesuaian jurusan.Seleksi substantif, berupa tes potensi akademik (TPA), tes literasi numerasi, serta wawancara berbasis daring untuk menilai motivasi dan kemampuan komunikasi calon peserta.Pengumuman hasil seleksi dan penetapan peserta yang lolos untuk mengikuti perkuliahan PPG Prajabatan 2025.Calon peserta wajib menyiapkan sejumlah dokumen penting sebelum melakukan pendaftaran, di antaranya:Ijazah S1/D4 dan transkrip nilai yang telah dilegalisirKartu Tanda Penduduk (KTP)Pas foto formal terbaruSurat pernyataan kesediaan mengikuti seluruh proses PPGSurat keterangan sehat jasmani dan rohaniSurat keterangan bebas narkoba dari lembaga berwenangKemendikbudristek juga menegaskan bahwa calon peserta tidak boleh sedang terikat kontrak sebagai guru atau tenaga pendidik pada lembaga pendidikan formal.PPG Prajabatan 2025 Resmi Dibuka! Simak Syarat, Tahapan, dan Fakta Bidang Studi yang Tidak Tersedia Tahun IniPada PPG Prajabatan 2025, fokus utama diarahkan pada penguatan literasi digital dan pedagogi adaptif, menyesuaikan kebutuhan pendidikan abad ke-21. Pemerintah juga meningkatkan jumlah kuota peserta, khususnya bagi bidang studi yang kekurangan guru seperti matematika, IPA, bahasa Indonesia, dan pendidikan dasar.Pendaftaran PPG Prajabatan 2025 menjadi momentum penting bagi calon pendidik untuk bertransformasi menjadi guru profesional. Kemendikbudristek mengimbau seluruh pendaftar untuk memastikan keaslian dokumen dan mengikuti seluruh tahapan seleksi dengan jujur serta bertanggung jawab.
Read More Tragis, Siswa SD Tewas Usai Dipukul Guru Pakai Batu
Wulan _ 1 bulan yang lalu
Lingkaran.id - Kasus memilukan terjadi di Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), Nusa Tenggara Timur (NTT). Seorang murid kelas lima SD bernama Rafi To (10) meninggal dunia setelah diduga menjadi korban kekerasan oleh guru olahraganya sendiri, YN (51). Peristiwa tragis ini sontak mengguncang masyarakat dan menimbulkan duka mendalam bagi keluarga korban.Kepolisian Resor TTS bergerak cepat menyelidiki dugaan penganiayaan tersebut dan telah menetapkan YN sebagai tersangka. Berdasarkan hasil penyelidikan, pelaku diduga menggunakan batu sebagai alat untuk memukul korban, hingga menyebabkan luka serius di bagian kepala.Viral Video Ketua Komisi III DPRD Diduga Mengejek Aksi MassaKasat Reskrim Polres TTS, AKP I Wayan Pasek Sujana, menjelaskan bahwa peristiwa bermula pada Jumat (26/9/2025) sekitar pukul 12.00 WITA di halaman SD Inpres One, Desa Poli, Kecamatan Santian, Kabupaten TTS. Saat itu, guru olahraga YN memanggil sepuluh murid, termasuk Rafi, karena dianggap melanggar disiplin sekolah mereka tidak mengikuti gladi upacara hari Sabtu dan absen di hari Minggu.Dalam situasi tersebut, YN diduga mengambil batu dan memukulkan ke kepala Rafi sebanyak empat kali. Tidak hanya Rafi, sembilan murid lainnya juga menjadi korban pemukulan. Aksi kekerasan di lingkungan sekolah itu membuat para siswa ketakutan dan trauma.Usai kejadian, Rafi pulang ke rumah dalam kondisi lemah dan mengeluh sakit kepala hebat. Keesokan harinya, Sabtu (27/9/2025), korban mengalami demam tinggi dan tak bisa bersekolah. Ia sempat menceritakan peristiwa itu kepada bibinya, Sarlina Toh, yang selama ini mengasuhnya.Demam Rafi tak kunjung reda hingga Senin (29/9/2025). Saat bibinya memijat kepala Rafi, ia menemukan adanya bengkak dan memar. Bocah malang itu mengaku bahwa luka tersebut akibat pukulan batu dari sang guru, namun ia menolak dibawa ke Puskesmas.Kondisinya semakin memburuk hingga Kamis (2/10/2025). Rafi mengalami suhu tubuh tinggi dan mulai berbicara sendiri. Sekitar pukul 18.00 WITA, ia menghembuskan napas terakhir di pangkuan kerabatnya, Margarita Tanaem. Jenazah kemudian dimakamkan di pemakaman umum Desa Poli pada Minggu (5/10/2025).Merasa ada kejanggalan, keluarga korban melaporkan kasus ini ke Polsek Boking pada Kamis (9/10/2025). Polisi segera melakukan olah TKP dan memeriksa sejumlah saksi. Hasil penyelidikan menguatkan dugaan bahwa kematian korban disebabkan oleh tindak kekerasan.Setelah pemeriksaan intensif, Polres TTS resmi menetapkan YN sebagai tersangka kasus penganiayaan anak yang berujung kematian.“Hari ini YN sudah ditetapkan sebagai tersangka dan langsung ditahan di Polres TTS,” ujar Kapolres TTS AKBP Hendra Dorizen pada Senin (13/10/2025).Heboh! Menkeu Tegas Tak Akan Danai Family Office, “Kalau Mau, Pakai Uang Sendiri”Polisi juga menyita sejumlah barang bukti, termasuk pakaian korban dan batu yang digunakan pelaku untuk memukul. Berdasarkan hasil penyidikan, YN dijerat dengan Pasal 80 ayat (3) Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak, dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara.Sebagai bagian dari penyelidikan, tim forensik melakukan ekshumasi dan autopsi terhadap jenazah korban pada Sabtu (11/10/2025) di TPU Desa Poli untuk memastikan penyebab pasti kematian.Kasus tragis ini menjadi peringatan keras bagi dunia pendidikan agar memastikan sekolah menjadi tempat yang aman, ramah anak, dan bebas dari segala bentuk kekerasan. Publik pun mendesak agar pelaku mendapat hukuman seberat-beratnya sesuai dengan hukum yang berlaku.***
Read More Bikin Resah, Warga Pasang Polisi Tidur Penuh Paku, Warga Ribut dengan Petugas Kelurahan
Wulan _ 1 bulan yang lalu
Lingkaran.id - Insiden tidak biasa terjadi di kawasan Medan Timur, Kota Medan, pada Senin pagi (13/10/2025), ketika seorang warga bernama Adi memasang polisi tidur secara sembarangan di jalan lingkungan. Camat Medan Timur, Noor Alfi Pane, mengungkapkan bahwa polisi tidur tersebut bukan hanya mengganggu pengguna jalan, tetapi juga membahayakan karena dipenuhi paku yang mencuat di permukaannya.“Banyak paku yang timbul dari polisi tidur itu sehingga menyebabkan ban mobil dan sepeda motor bocor. Warga pun melapor, baik ke kantor lurah maupun ke pihak kecamatan,” jelas Noor Alfi Pane saat dikonfirmasi.Kepsek SMA Dilaporkan ke Polisi Usai Tampar Siswa yang Ketahuan MerokokMenanggapi keluhan warga, aparat kelurahan segera turun tangan dan membongkar polisi tidur tersebut demi menjaga keselamatan pengguna jalan. Namun, tindakan petugas itu justru memicu kemarahan Adi, yang merasa keberatan dengan pembongkaran itu. Kericuhan antara pelaku dan petugas pun sempat terekam dalam sebuah video yang kini beredar luas di media sosial.Noor menegaskan bahwa tindakan Adi bukan kali pertama menimbulkan masalah di lingkungan sekitar. Sebelumnya, pria tersebut juga pernah dilaporkan warga karena menempatkan pot bunga di badan jalan hingga menghalangi akses kendaraan, serta membuang sampah sembarangan.Nikita Mirzani Murka Usai Vadel Badjideh Disebut Akan Bongkar Makam Janin Putrinya Demi Tes DNA“Ini bukan kejadian pertama. Sebelumnya juga ada laporan serupa dari warga tentang perilaku yang mengganggu ketertiban umum,” tambahnya.Pihak kecamatan kini berkoordinasi dengan aparat kepolisian untuk menindaklanjuti insiden tersebut dan memastikan keamanan serta ketertiban di wilayah Medan Timur tetap terjaga.***
Read More PBNU Siap Tempuh Jalur Hukum Terkait Tayangan “Xpose Uncensored” di Trans7
Wulan _ 1 bulan yang lalu
Lingkaran.id - Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menegaskan akan mengambil langkah hukum terhadap program Xpose Uncensored yang ditayangkan di stasiun televisi Trans7. Langkah tegas ini disampaikan langsung oleh Ketua Umum PBNU, KH Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya, dalam pernyataan resmi pada Selasa (15/10/2025).Gus Yahya menilai, tayangan tersebut tidak hanya menyalahi etika dan prinsip dasar jurnalisme, tetapi juga dinilai telah menimbulkan keresahan di tengah masyarakat. Menurutnya, isi program itu berpotensi merusak keharmonisan sosial dan ketenteraman publik yang selama ini dijaga dengan baik.#BoikotTrans7 Jadi Trending! Tayangan XPOSE Diduga Lecehkan Santri dan Catut Nama Kiai Lirboyo“Program tersebut telah melampaui batas kewajaran dalam pemberitaan. Selain tidak sesuai dengan kaidah jurnalistik, dampaknya telah mencederai rasa damai masyarakat,” tegas Gus Yahya.Sebagai langkah konkret, PBNU menginstruksikan kepada Lembaga Penyuluhan dan Bantuan Hukum (LPBH) PBNU untuk segera menindaklanjuti masalah ini melalui jalur hukum. PBNU juga meminta pihak Trans7 bertanggung jawab dan memperbaiki kerugian moral maupun sosial yang telah timbul akibat tayangan itu.Kepsek SMA Dilaporkan ke Polisi Usai Tampar Siswa yang Ketahuan MerokokDi sisi lain, Gus Yahya mengimbau kepada seluruh kiai, santri, serta warga Nahdlatul Ulama di berbagai daerah untuk tetap tenang dan tidak terpancing oleh provokasi. Ia mengingatkan agar warga NU tetap berpegang pada nilai-nilai keikhlasan dalam berkhidmah untuk agama dan bangsa, serta menjaga persatuan di tengah masyarakat.“Jangan sampai kita terprovokasi. Tetaplah berkhidmah dengan ikhlas demi kemaslahatan umat dan keutuhan bangsa,” pungkasnya.***
Read More ALSA LC Universitas Sriwijaya Sukses Gelar Dua Seri ALSA Social Project 2025: Edukasi Hukum dan Literasi Keuangan untuk Masyarakat Desa Pegayut
Wulan _ 1 bulan yang lalu
Lingkaran.id - Komitmen terhadap pengabdian masyarakat kembali dibuktikan oleh Asian Law Students’ Association (ALSA) Local Chapter Universitas Sriwijaya (Unsri) melalui keberhasilan mereka menyelenggarakan ALSA Social Project 2025. Kegiatan yang digagas oleh Social Event Division ini dilaksanakan dalam dua seri dengan fokus utama pada edukasi hukum dan literasi keuangan bagi masyarakat Desa Pegayut, Kabupaten Ogan Ilir, Sumatera Selatan.Program sosial ini merupakan bentuk nyata implementasi dari dua pilar utama ALSA, yaitu Socially Responsible dan Academically Committed, yang menekankan pentingnya peran mahasiswa hukum dalam memberikan kontribusi positif dan berkelanjutan kepada masyarakat.Heboh! Menkeu Tegas Tak Akan Danai Family Office, “Kalau Mau, Pakai Uang Sendiri”Kegiatan perdana ALSA Social Project Volume 1 digelar pada 24 Maret 2025, mengusung tema “One Village, A Thousand Rights: Legal Awareness for Prosperity.” Tema ini diangkat sebagai bentuk kepedulian terhadap masih rendahnya pemahaman hukum di kalangan masyarakat Desa Pegayut. ALSA LC Unsri berupaya menghadirkan edukasi hukum agar masyarakat semakin sadar akan hak-haknya dan pentingnya memahami aspek hukum dalam kehidupan sehari-hari.Dalam kegiatan tersebut, ALSA menghadirkan Sri Agria Sekar Retno, S.H., seorang advokat sekaligus perwakilan dari Lembaga Bantuan Hukum (LBH), sebagai narasumber utama. Ia memberikan penyuluhan hukum secara gratis yang mencakup pemahaman hak-hak masyarakat serta langkah-langkah yang dapat dilakukan dalam menghadapi permasalahan hukum.Kegiatan ini disambut dengan antusias oleh sekitar 50 warga Desa Pegayut, yang juga berpartisipasi dalam sesi konsultasi hukum gratis dan workshop pembuatan gelang sebagai bagian dari aktivitas pemberdayaan ekonomi kreatif.Kesuksesan seri pertama dilanjutkan dengan Volume 2 ALSA Social Project, yang digelar pada 30 Agustus 2025. Pada kesempatan ini, ALSA LC Unsri menggandeng Generasi Literasi & Inklusi Keuangan Masyarakat (Gen Limas) Sumatera Selatan sebagai mitra kolaborasi.Mengusung tema “Bijak Memilih, Bebas dari Pinjaman Ilegal,” kegiatan ini menyoroti maraknya kasus pinjaman online ilegal yang merugikan masyarakat. Melalui pemaparan Muhammad Khadafi Alfarizi, selaku Director of Financial Literacy and Inclusion of Gen Limas, peserta diberikan pemahaman mendalam mengenai pentingnya literasi keuangan, cara mengenali pinjaman online ilegal, serta langkah hukum yang bisa ditempuh apabila terlanjur terjerat praktik pinjaman ilegal, baik secara daring maupun luring.Sebanyak 50 peserta turut aktif dalam sesi tanya jawab dan simulasi kasus, membahas contoh nyata yang sering dialami masyarakat. Selain itu, kegiatan juga diisi dengan workshop membuat tabungan kerajinan tangan bersama anak-anak, sebagai upaya menanamkan nilai-nilai kedisiplinan menabung sejak dini.Muhammad Irvan, selaku Director ALSA LC Unsri, mengungkapkan rasa bangganya atas terselenggaranya kedua rangkaian kegiatan tersebut.“Kami tidak hanya ingin unggul secara akademik, tetapi juga memberikan dampak sosial yang nyata melalui edukasi yang inklusif dan aplikatif. Partisipasi aktif masyarakat menjadi bukti bahwa kebutuhan terhadap literasi hukum dan keuangan sangat besar,” ujar Irvan.#BoikotTrans7 Jadi Trending! Tayangan XPOSE Diduga Lecehkan Santri dan Catut Nama Kiai LirboyoMelalui ALSA Social Project 2025, ALSA LC Unsri berhasil memperkuat perannya sebagai organisasi mahasiswa hukum yang tidak hanya berorientasi pada ranah akademik, tetapi juga aktif dalam pemberdayaan masyarakat.Program ini diharapkan dapat menjadi cikal bakal kegiatan berkelanjutan yang mampu meningkatkan kesadaran hukum dan kemampuan pengelolaan keuangan masyarakat pedesaan di Sumatera Selatan, sekaligus memperkuat citra mahasiswa hukum sebagai agen perubahan sosial yang berdampak positif.***
Read More Heboh! Menkeu Tegas Tak Akan Danai Family Office, “Kalau Mau, Pakai Uang Sendiri”
Sulistiyo. A Darmawan 1 bulan yang lalu
Lingkaran.id -Suasana politik ekonomi nasional memanas setelah Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa secara tegas menolak penggunaan APBN untuk proyek family office yang diusulkan oleh Luhut Binsar Pandjaitan melalui Dewan Ekonomi Nasional (DEN). Menkeu menegaskan, pemerintah tidak akan mengalokasikan dana negara untuk proyek yang belum memiliki kejelasan konsep dan manfaat bagi masyarakat luas.“Kalau mau bikin family office, silakan saja, tapi jangan pakai uang negara. Pakai uang sendiri,” ujar Purbaya dalam konferensi pers di Jakarta.#BoikotTrans7 Jadi Trending! Tayangan XPOSE Diduga Lecehkan Santri dan Catut Nama Kiai LirboyoPernyataan keras tersebut langsung menjadi sorotan publik dan media sosial, mengingat proyek family office sebelumnya diklaim dapat menarik investasi global dan menjadikan Indonesia sebagai pusat keuangan internasional seperti Singapura atau Dubai.Namun, Menkeu menilai bahwa penggunaan APBN untuk proyek berisiko tinggi tanpa arah yang jelas tidak sesuai dengan prinsip kehati-hatian fiskal. Ia menekankan bahwa dana negara seharusnya difokuskan pada sektor prioritas yang langsung berdampak pada kesejahteraan rakyat.Purbaya Tolak Bayar Utang Kereta Cepat Whoosh Rp116 Triliun, Tegaskan Tak Gunakan Uang NegaraSementara itu, pihak DEN yang dipimpin oleh Luhut menyebut bahwa ide family office masih dalam tahap pembahasan dan kemungkinan akan menggunakan skema investasi swasta. Meski demikian, penolakan Menkeu dinilai menjadi sinyal kuat bahwa Kementerian Keuangan tidak ingin terlibat dalam proyek yang belum memiliki transparansi dan akuntabilitas jelas.Wacana pembangunan family office di Bali sebelumnya ramai diperbincangkan karena disebut melibatkan investor besar dunia. Namun setelah penolakan dari Menkeu, arah proyek tersebut kini semakin abu-abu dan menuai tanda tanya besar di kalangan ekonomi nasional.Keputusan Purbaya dianggap sebagai bentuk ketegasan fiskal dan peringatan bagi pejabat lain agar tidak menjadikan APBN sebagai alat pembiayaan proyek nonprioritas.*****
Read More Heboh di Medsos! Fakta di Balik Video Rombongan AHY yang Disangka Salip Sultan HB X
Sulistiyo. A Darmawan 1 bulan yang lalu
Lingkaran.id -Nama Agus Harimurti Yudhoyono atau AHY kembali jadi perbincangan hangat di media sosial, setelah beredar video viral yang memperlihatkan rombongan kendaraan berpatwal melaju di lampu merah dan disebut menyalip mobil Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta, Sri Sultan Hamengku Buwono X. Video berdurasi kurang dari setengah menit itu langsung menuai beragam komentar dari publik dan menjadi bahan perbincangan di berbagai platform. Dalam video tersebut, terlihat mobil dinas Sultan HB X berhenti di lampu merah, sementara iring-iringan kendaraan dengan sirine tampak melaju tanpa berhenti. Banyak warganet yang mengaitkan kejadian itu dengan rombongan Menko ATR/BPN AHY yang diketahui tengah melakukan kunjungan kerja di Yogyakarta. Namun, tidak butuh waktu lama hingga muncul klarifikasi resmi dari pihak AHY.Kemenkeu Siap Ambil Alih Pembayaran Gaji Pensiunan PNS Mulai 2025, Ini Dampaknya bagi ASNStaf Khusus AHY, Rachmad Hidayat, menegaskan bahwa rombongan dalam video viral itu bukan bagian dari kunjungan resmi AHY. Ia menyampaikan bahwa AHY telah meninggalkan lokasi kejadian sekitar 30 menit sebelum video tersebut direkam. “Pak AHY sudah menyelesaikan agendanya di Bantul dan meninggalkan lokasi jauh sebelum video itu terjadi. Jadi rombongan yang ada di video bukan milik kami,” ujar Rachmad dalam keterangan tertulisnya.Mereka memastikan bahwa iring-iringan yang menyalip mobil Sultan HB X bukan rombongan dari Menko ATR/BPN AHY. Pernyataan ini sekaligus menepis isu yang beredar di media sosial dan menegaskan bahwa telah terjadi kesalahpahaman publik terhadap situasi di lapangan.Sebelumnya, AHY memang tengah melakukan kunjungan kerja di Bantul untuk meninjau proyek strategis nasional Jembatan Pandansimo yang rencananya akan diresmikan oleh Presiden Prabowo Subianto. Dalam beberapa kesempatan, Sultan HB X turut mendampingi AHY dalam kegiatan tersebut. Hubungan keduanya selama ini dikenal baik dan saling mendukung dalam pengembangan wilayah Yogyakarta.Pencairan Tunjangan Sertifikasi Guru 2025 Langsung Dari Pusat, Begini Cara Ceknya!Meski klarifikasi sudah disampaikan, topik “AHY Sultan” tetap ramai diperbincangkan di media sosial. Banyak warganet menilai reaksi cepat dari pihak AHY patut diapresiasi, sementara sebagian lainnya mengingatkan pentingnya pengawalan pejabat negara agar tetap mematuhi aturan lalu lintas. “Yang penting sudah dijelaskan biar nggak salah paham,” tulis salah satu pengguna X dalam komentarnya.Fenomena ini menjadi contoh bagaimana informasi bisa cepat menyebar di era digital dan bagaimana klarifikasi cepat dapat mencegah kesalahpahaman publik yang lebih luas.*****
Read More Tragedi Siswa SMP Tewas Diduga Akibat Bullying Teman Sekelas
Wulan _ 1 bulan yang lalu
Lingkaran.id - Perasaan duka menyelimuti Dusun Muneng, Desa Ledokdawan, Kecamatan Geyer, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah pada Sabtu (11/10/2025), suasana rumah keluarga kecil di dekat rel kereta itu tampak berbeda. Angga Bagus Perwira (12), siswa kelas VII SMP Negeri 1 Geyer, terlihat enggan beranjak dari ranjangnya.Biasanya, bocah yang dikenal rajin dan disiplin itu sudah bersiap lebih dulu sebelum berangkat sekolah. Namun pagi itu, Angga justru menolak mandi, enggan sarapan, dan ogah berangkat ke sekolah.Dina Oktaviani Bikin Geger: Pegawai Minimarket Dihabisi Atasannya Sendiri, Begini Kronologinya“Sudah saya tegur berkali-kali, tapi dia cuma diam. Akhirnya setelah saya paksa, baru mau berangkat diantar naik motor,” tutur Kustinah, nenek Angga, saat ditemui Minggu (12/10/2025).Kustinah mengaku sempat curiga melihat perubahan sikap cucunya itu. Selama ini, Angga dikenal pendiam dan pemalu, namun tetap sopan serta patuh. Ia menduga, perundungan (bullying) yang belakangan dialami cucunya di sekolah menjadi alasan utama mengapa ia terlihat begitu murung pagi itu.Tak disangka, keresahan kecil di pagi hari itu menjadi isyarat terakhir dari Angga. Sekitar pukul 11.00 WIB, kabar mengejutkan datang Angga ditemukan tewas di sekolah, diduga setelah mengalami penganiayaan oleh teman-teman sekelasnya.Sang ayah, Sawendra (38), yang merantau sebagai pekerja industri kulit di Cianjur, Jawa Barat, tak menyangka anak sulungnya akan pergi secepat itu. Menurutnya, Angga adalah sosok anak yang tidak banyak bicara, sopan, dan tak pernah menuntut lebih.“Anaknya pendiam, gak neko-neko, gak pernah minta yang aneh-aneh. Dia tahu kondisi ekonomi keluarga,” ujarnya lirih.Satu-satunya permintaan kecil Angga hanyalah ingin dibelikan sepatu bola, karena ia baru bergabung dalam kegiatan ekstrakurikuler sepak bola di sekolah.“Dia bilang malu karena gak punya sepatu bola. Saya sudah belikan, tapi belum sempat dipakai. Sepatu itu masih baru, belum tersentuh,” kata Sawendra menahan tangis.Kepergian Angga yang diduga akibat tindakan perundungan dan kekerasan fisik di lingkungan sekolah memicu kemarahan keluarga. Mereka menuntut pihak berwajib untuk menegakkan keadilan dan menyoroti lemahnya pengawasan guru terhadap perilaku siswa di sekolah.“Harus ditindak seadil-adilnya. Gak ada kata maaf, karena ini nyawa taruhannya. Tapi kami tetap hormati proses hukum, asal dijalankan tuntas,” tegas Sawendra.Ia menambahkan, pihak keluarga sebelumnya sudah melaporkan kasus bullying yang dialami Angga ke pihak sekolah, namun tidak ada tindak lanjut berarti hingga tragedi ini terjadi.Menanggapi kasus tersebut, Kasat Reskrim Polres Grobogan, AKP Rizky Ari Budianto, memastikan bahwa penyelidikan masih terus berjalan. Polisi telah memeriksa sejumlah saksi, termasuk teman sekelas korban dan guru di SMPN 1 Geyer.“Masih proses pemeriksaan semua. Saksi yang diperiksa cukup banyak,” ungkap Rizky.Cara Cek Status PPPK Paruh Waktu di SIASN BKN, Ada 8 Tahapan Resmi yang Harus DiketahuiSelain itu, pihak kepolisian bekerja sama dengan Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Biddokkes) Polda Jawa Tengah untuk melakukan autopsi jenazah Angga, guna memastikan penyebab pasti kematian korban.“Autopsi dilakukan atas permintaan keluarga dan sebagai bagian dari proses penyelidikan,” jelasnya.Kini, rumah sederhana di dekat rel kereta itu diselimuti kesedihan. Di sudut ruangan, sepasang sepatu bola baru yang dibeli sang ayah masih tersimpan rapi simbol dari mimpi kecil yang tak sempat terwujud. Kustinah menatap kosong ke arah kamar cucunya, sementara keluarga berharap keadilan benar-benar ditegakkan, agar tak ada lagi anak lain yang harus kehilangan masa depan akibat bullying yang dibiarkan tanpa tindakan.***
Read More Sederet Fakta Bulan Madu Maut di Solok: Istri Meninggal, Suami Masih Kritis di Rumah Sakit
Wulan _ 1 bulan yang lalu
Lingkaran.id - Kisah tragis menimpa sepasang pengantin baru yang tengah berbulan madu di kawasan wisata Alahan Panjang, Kabupaten Solok, Sumatera Barat. Pasangan berinisial CDN (28) dan GK (28) ditemukan tak sadarkan diri di kamar mandi penginapan, Rabu (8/10/2025). Naas, sang istri dinyatakan meninggal dunia, sementara sang suami masih dalam kondisi kritis.Kapolsek Lembah Gumanti, AKP Barata Rahmat Sukarsih, menjelaskan bahwa kejadian bermula pada Kamis pagi (9/10) saat petugas penginapan hendak mengantarkan sarapan ke kamar pasangan tersebut. Ketika diketuk, dari dalam kamar terdengar suara yang menjawab, “Ya, kami sedang mandi, nanti saja.” Menduga tak ada masalah, petugas pun melanjutkan tugasnya mengantarkan sarapan ke kamar lain.Nikita Mirzani Murka Usai Vadel Badjideh Disebut Akan Bongkar Makam Janin Putrinya Demi Tes DNANamun, ketika beberapa saat kemudian petugas lain datang untuk memastikan, tidak terdengar respons apa pun dari dalam kamar. Karena curiga, pihak pengelola kemudian memutuskan untuk membuka paksa pintu kamar. Begitu pintu berhasil dibuka, keduanya ditemukan tergeletak di kamar mandi dalam kondisi tidak sadarkan diri.“Suaminya tergeletak di kamar mandi, sementara istrinya ditemukan di belakang pintu kamar mandi juga dalam keadaan tidak sadarkan diri,” ujar AKP Barata.Petugas penginapan sempat memberikan pertolongan pertama, namun karena kondisi keduanya tak kunjung membaik, mereka segera dilarikan ke Puskesmas Alahan Panjang untuk mendapatkan perawatan medis.Istri Meninggal Dunia, Suami Dilarikan ke Rumah SakitSesampainya di puskesmas, CDN dinyatakan meninggal dunia, sementara GK masih menunjukkan tanda-tanda kehidupan meski dalam keadaan kritis.“Suaminya langsung dirujuk ke RSUD Aro Suka untuk penanganan lebih lanjut,” terang Kapolsek Barata.Hasil pemeriksaan awal dari tim medis Puskesmas Alahan Panjang menyebutkan bahwa tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.“Berdasarkan visum luar, tidak ada indikasi kekerasan. Korban perempuan dinyatakan meninggal dunia saat tiba di puskesmas,” jelas AKP Barata.Meski sempat direncanakan, keluarga korban menolak dilakukan autopsi terhadap jenazah CDN. Mereka memilih untuk segera memakamkan almarhumah di kampung halamannya.“Otopsi akhirnya dibatalkan, dan korban sudah dimakamkan oleh pihak keluarga,” ujar Barata.Dina Oktaviani Bikin Geger: Pegawai Minimarket Dihabisi Atasannya Sendiri, Begini KronologinyaHingga kini, pihak kepolisian masih menelusuri penyebab pasti pasangan itu ditemukan tak sadarkan diri. Dugaan sementara, insiden tersebut berkaitan dengan faktor non-kekerasan, seperti keracunan gas atau kekurangan oksigen di kamar mandi, namun hasil penyelidikan masih menunggu keterangan resmi dari pihak berwenang.Peristiwa yang dijuluki “bulan madu maut” ini pun sontak menggegerkan warga sekitar Alahan Panjang dan menjadi sorotan publik, mengingat kawasan tersebut dikenal sebagai destinasi wisata sejuk dan tenang di dataran tinggi Solok.***
Read More Menkeu Purbaya Tegas: APBN Tak Akan Tampung Utang Proyek Kereta Cepat Jakarta–Bandung
Wulan _ 1 bulan yang lalu
Lingkaran.id - Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, menegaskan bahwa Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tidak akan digunakan untuk menanggung beban utang proyek Kereta Cepat Jakarta–Bandung (KCJB) atau Whoosh, yang dikelola oleh PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC).Purbaya menjelaskan, tanggung jawab keuangan sepenuhnya berada di tangan Danantara, selaku holding Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang menaungi proyek tersebut. Menurutnya, Danantara telah memiliki kemampuan finansial yang memadai, karena kini dividen BUMN langsung masuk ke kas holding, bukan lagi melalui APBN.Kemenkeu Siap Ambil Alih Pembayaran Gaji Pensiunan PNS Mulai 2025, Ini Dampaknya bagi ASN“Mereka sudah punya manajemen sendiri dan dividen sendiri, rata-rata setiap tahun bisa mencapai Rp 80 triliun atau lebih,” ujar Purbaya dalam diskusi daring bersama media massa, Jumat (10/10/2025).Ia menambahkan, dengan kemandirian tersebut, sudah seharusnya Danantara mengelola kebutuhan pendanaan proyek secara mandiri tanpa membebani keuangan negara.“Harusnya mereka bisa mengatur dari situ. Jangan sampai APBN yang kembali menanggung, karena kalau begitu kan ujung-ujungnya negara lagi yang repot,” tegasnya.Presiden Prabowo Ganti Kepala Badan Pangan: Apa Alasan di Balik Keputusan Ini?Purbaya juga menyampaikan bahwa hingga saat ini pihaknya belum menerima komunikasi resmi terkait permintaan dukungan pendanaan untuk proyek KCJB.“Saya belum dihubungi untuk masalah itu. Nanti kalau sudah ada perkembangan, akan saya sampaikan bagaimana update-nya,” pungkasnya.Dengan sikap tegas ini, pemerintah menegaskan arah kebijakan fiskal yang mendorong kemandirian korporasi BUMN dalam mengelola proyek strategis tanpa bergantung pada dana publik.***
Read More Ragunan Hadirkan Pengalaman Baru Lewat Program “Night at Ragunan Zoo”, Buka Tiap Sabtu Malam
Wulan _ 1 bulan yang lalu
Lingkaran.id - Taman Margasatwa Ragunan di Jakarta Selatan menghadirkan inovasi baru bagi para pencinta satwa dan wisata keluarga. Melalui program bertajuk “Night at Ragunan Zoo”, kebun binatang legendaris ibu kota ini akan dibuka secara khusus setiap Sabtu malam, memberikan kesempatan bagi pengunjung untuk menikmati suasana Ragunan dalam balutan cahaya malam dan menyaksikan perilaku satwa-satwa nokturnal yang aktif di malam hari.Program ini tidak hanya menghadirkan pengalaman wisata malam, tetapi juga menyediakan jalur khusus bagi pengunjung yang ingin berolahraga malam hari, seperti berjalan santai atau bersepeda di area tertentu yang telah disiapkan.Dina Oktaviani Bikin Geger: Pegawai Minimarket Dihabisi Atasannya Sendiri, Begini KronologinyaKepala Unit Pengelola Taman Margasatwa Ragunan (UPTMR), Endah Rumiyati, menjelaskan bahwa inisiatif ini merupakan hasil dari kajian mendalam dan simulasi operasional yang dilakukan selama beberapa bulan terakhir untuk memastikan keamanan, kenyamanan, serta kesejahteraan satwa selama program berlangsung.“Kami telah melakukan simulasi dan kajian teknis secara menyeluruh terkait operasional malam di Ragunan, mulai dari sistem pencahayaan, keamanan pengunjung, hingga kenyamanan satwa,” ujar Endah pada Kamis (9/10/2025).Program “Night at Ragunan Zoo” dijadwalkan mulai resmi dibuka pada Sabtu, 11 Oktober 2025, dan akan berlangsung setiap Sabtu pukul 18.00 hingga 22.00 WIB. Layanan loket pembelian tiket akan dibuka hingga pukul 21.00 WIB.Dengan hadirnya program ini, pihak pengelola berharap masyarakat dapat menikmati pengalaman berbeda di Taman Margasatwa Ragunan, sekaligus meningkatkan minat edukatif terhadap satwa nokturnal.Khutbah Jumat 10 Oktober 2025: Keutamaan Bulan Rabiul Akhir dan Pesan Penting untuk Perbaiki Hati dan Amal“Kami ingin memberikan pengalaman baru kepada masyarakat untuk mengenal lebih dekat perilaku satwa yang aktif di malam hari, sekaligus menciptakan ruang rekreasi sehat dan edukatif bagi seluruh keluarga,” tutur Endah.Program wisata malam ini diharapkan menjadi magnet baru bagi wisatawan lokal maupun mancanegara, sekaligus memperkuat citra Ragunan sebagai destinasi wisata edukatif yang terus berinovasi di tengah kota Jakarta.***
Read More Dina Oktaviani Bikin Geger: Pegawai Minimarket Dihabisi Atasannya Sendiri, Begini Kronologinya
Sulistiyo. A Darmawan 1 bulan yang lalu
Lingkaran.id -Kasus tragis yang menimpa Dina Oktaviani (21), pegawai minimarket di Rest Area KM 72A Tol Cipularang, membuat publik geger. Wanita muda asal Karawang itu ditemukan tewas mengenaskan di Sungai Citarum. Polisi kemudian mengungkap bahwa pelaku keji tak lain adalah atasannya sendiri, Heryanto (27). Kronologi bermula pada Minggu (5/10/2025), ketika Dina berpamitan kepada rekan kerjanya untuk bertemu seseorang. Keesokan harinya, korban tidak kembali bekerja dan keluarganya mulai melapor ke pihak berwajib. Penyelidikan pun mengarah pada Heryanto, yang diketahui menjadi orang terakhir berkomunikasi dengan korban.Khutbah Jumat 10 Oktober 2025: Keutamaan Bulan Rabiul Akhir dan Pesan Penting untuk Perbaiki Hati dan AmalSetelah dilakukan pencarian selama dua hari, jasad Dina akhirnya ditemukan di Sungai Citarum, Karawang, dalam kondisi mengenaskan. Hasil autopsi menunjukkan tanda-tanda kekerasan di bagian leher dan tubuh korban.Dalam konferensi pers, Kapolres Purwakarta mengungkap bahwa pelaku telah mengakui perbuatannya. Heryanto mengaku menghabisi korban di rumah kontrakannya di wilayah Cibatu, Purwakarta. Motifnya diduga karena pelaku ingin menguasai barang berharga milik korban seperti ponsel, motor, dan perhiasan.Setelah membunuh korban, pelaku melakukan tindakan tidak senonoh sebelum akhirnya membungkus jasad Dina dengan kardus dan membuangnya ke Sungai Citarum. Barang bukti berupa kardus, selimut, serta kendaraan milik korban berhasil diamankan polisi.Magang Hub Kemnaker 2025 Segera Dibuka: Cara Daftar, Syarat, dan Gaji Rp 3,3 Juta per BulanRibuan netizen menyerukan hukuman berat bagi pelaku, menilai tindakan itu sebagai pengkhianatan terhadap kepercayaan korban yang hanya ingin bercerita tentang masalah pribadinya.Polisi memastikan akan menjerat pelaku dengan pasal berlapis, termasuk Pasal 338 dan 340 KUHP tentang pembunuhan berencana, serta pasal tambahan terkait kekerasan seksual.Sementara itu, pihak keluarga korban berharap kasus ini menjadi pelajaran penting agar semua pekerja perempuan mendapatkan perlindungan yang lebih baik di lingkungan kerja.Tragedi yang menimpa Dina Oktaviani kini menjadi simbol keprihatinan publik terhadap meningkatnya kekerasan terhadap perempuan di tempat kerja.***
Read More Tak Restui Hubungan Anak, Seoarng Ayah Tega Habisi Nyawa Kekasih Putrinya
Wulan _ 1 bulan yang lalu
Lingkaran.id - Suasana malam di Desa Air Meles Atas, Kecamatan Selupu Rejang, Kabupaten Rejang Lebong, Bengkulu, berubah mencekam pada Selasa (7/10/2025) malam. Seorang pria bernama Samsudin tega menghabisi nyawa kekasih anak kandungnya sendiri, Feri (40), warga Desa Kesambe Lama, Kecamatan Curup Timur.Peristiwa tragis itu terjadi sekitar pukul 21.30 WIB di rumah Helen (38), putri pelaku, yang saat itu tengah dikunjungi korban. Di rumah tersebut hanya ada Helen dan adiknya, Santi, sebelum sang ayah datang secara tiba-tiba.Awalnya, suasana masih tenang ketika Feri datang untuk bertemu dengan kekasihnya. Namun, kedatangan Samsudin beberapa saat kemudian mengubah keadaan menjadi tegang. Antara pelaku dan korban sempat terlibat adu mulut cukup sengit, diduga karena hubungan asmara Feri dan Helen yang tidak mendapat restu dari sang ayah.Tunjangan PPPK Paruh Waktu, Status, Gaji Minimal, dan Tunjangan Resmi dari PemerintahPertengkaran tersebut berujung tragis. Dalam kondisi emosi memuncak, Samsudin diduga menusuk dada Feri menggunakan senjata tajam hingga korban tersungkur bersimbah darah. Saksi yang berada di lokasi sempat meminta Feri untuk segera keluar dari rumah guna menyelamatkan diri.Tak lama kemudian, baik korban maupun pelaku sama-sama meninggalkan rumah Helen. Sekitar 20 menit setelah kejadian, Helen dan adiknya memutuskan untuk mencari keberadaan Feri di sekitar rumah. Namun, pencarian mereka berakhir pilu.Korban ditemukan tergeletak tak bernyawa di pinggir jalan, hanya sekitar 50 meter dari rumah Helen, dengan luka tusuk di bagian dada akibat senjata tajam. Warga sekitar yang mengetahui kejadian itu segera membantu mengevakuasi korban ke RS An-Nissa Curup, namun nyawa Feri tak berhasil diselamatkan.Kepala Dusun I Desa Air Meles Atas, Aprioni, membenarkan adanya peristiwa berdarah tersebut. Ia menyebut kondisi rumah tempat kejadian tampak berantakan, seolah menunjukkan sempat terjadi perkelahian hebat sebelum penikaman.“Posisi rumahnya berantakan, ada kaca meja pecah. Kami menduga ada keributan dulu sebelum kejadian. Korban sendiri bukan warga sini, jadi kami tidak terlalu kenal,” ujar Aprioni pada Rabu (8/10/2025).Aprioni juga menjelaskan, Helen yang menjadi kekasih korban masih berstatus istri orang lain, namun diketahui telah berpisah rumah dari suaminya yang menderita stroke selama sembilan bulan terakhir.“Dia memang sedang proses cerai. Suaminya sakit parah dan tidak tinggal di situ,” imbuhnya.Menurut keterangan warga sekitar, Samsudin diketahui tidak tinggal serumah dengan putrinya. Ia menempati rumah kontrakan sendiri selama hampir setahun terakhir. “Kalau pagi biasanya dia datang ke rumah Helen untuk ambil gerobak jualan, lalu sore hari balik lagi ke kontrakan,” jelas Aprioni.Sementara itu, seorang warga bernama Ucok mengaku tak menyangka insiden tersebut akan berujung maut, meski sebelumnya ia sering mendengar pertengkaran dari rumah itu.“Kalau ribut mulut itu sudah biasa, sering banget terdengar. Tapi pelakunya memang nggak tinggal di situ. Kami tahunya pagi, pas sudah ada garis polisi,” ujarnya.Kasi Humas Polres Rejang Lebong, AKP Sinar Simanjuntak, membenarkan insiden pembunuhan itu. Ia menyebut polisi telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), memeriksa saksi-saksi, serta mengamankan barang bukti dari lokasi.“Benar, telah terjadi kasus pembunuhan di Desa Air Meles Atas. Pelaku merupakan ayah dari kekasih korban,” ungkap AKP Sinar.Gaya Kepemimpinan Prabowo Subianto Jadi Sorotan Dunia Usai Berpidato dengan Tegas di Sidang Umum PBBDari hasil penyelidikan sementara, motif pembunuhan diduga karena pelaku tidak merestui hubungan asmara antara korban dan anaknya. Polisi kini tengah memburu pelaku yang diketahui melarikan diri usai kejadian.“Pelaku masih dalam pengejaran. Motif terkuat sementara karena tidak merestui hubungan korban dengan anaknya,” tutup AKP Sinar.Jenazah Feri telah diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan di kampung halamannya. Sementara itu, aparat kepolisian masih terus melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk memastikan tidak ada motif lain di balik tragedi berdarah ini.***
Read More Temuan Belatung di Ranjang IGD RSU Cut Meutia, Ombudsman Aceh Minta Klarifikasi Resmi
Wulan _ 1 bulan yang lalu
Lingkaran.id - Ombudsman Republik Indonesia (RI) Perwakilan Aceh menyampaikan sikap tegas menyusul hebohnya temuan belatung di atas ranjang pasien Instalasi Gawat Darurat (IGD) Rumah Sakit Umum (RSU) Cut Meutia, Kabupaten Aceh Utara.Temuan yang memicu keprihatinan publik tersebut menjadi sorotan serius lembaga pengawas pelayanan publik itu, yang menilai kejadian ini mencerminkan buruknya standar kebersihan serta pengawasan internal rumah sakit.Kepala Ombudsman RI Perwakilan Aceh, Dian Rubianty, dalam pernyataan resminya pada Kamis (2/10/2025), menegaskan bahwa pihaknya segera mengambil langkah klarifikasi terhadap manajemen RSU Cut Meutia dan Dinas Kesehatan Aceh Utara.Jepang Butuh 40.000 Pekerja Indonesia, Bagaimana Cara Daftarnya?“Kami akan meminta klarifikasi resmi dari pihak rumah sakit dan Dinas Kesehatan Aceh Utara. Informasi tentang adanya belatung di ranjang pasien sangat memprihatinkan dan tidak dapat dibiarkan begitu saja,” ujar Dian.Ia menambahkan bahwa kejadian semacam ini tidak hanya mencederai kepercayaan publik terhadap layanan kesehatan, tetapi juga merupakan bentuk pelanggaran terhadap regulasi pelayanan publik.“Pelayanan kesehatan merupakan hak dasar rakyat. Jika fasilitas kesehatan sampai berada dalam kondisi tidak layak, apalagi ditemukan belatung di ranjang pasien, itu jelas bertentangan dengan Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2009 tentang Pelayanan Publik dan juga Peraturan Menteri Kesehatan tentang standar pelayanan rumah sakit,” tegasnya.Dian menjelaskan, meski fungsi pengawasan internal menjadi tanggung jawab langsung Direktur RSU Cut Meutia dan Dinas Kesehatan Aceh Utara, Ombudsman tetap akan turun tangan memastikan adanya tindak lanjut dan perbaikan nyata.“Kami tidak bisa hanya menunggu laporan selesai. Ini menyangkut martabat pelayanan publik dan hak masyarakat untuk mendapatkan layanan kesehatan yang aman dan manusiawi,” ucapnya.Lebih lanjut, Dian juga mengingatkan pihak rumah sakit dan pemerintah daerah agar tidak menganggap enteng hak pasien, khususnya peserta BPJS Kesehatan.“Pasien BPJS bukan pasien gratis. Mereka adalah warga negara yang telah berkontribusi melalui iuran maupun subsidi. Karena itu, mereka berhak mendapatkan pelayanan yang layak, bersih, dan bermartabat,” tandasnya.Rekam Diam-Diam Saat Tanpa Busana, Mantan Kekasih Sebarkan Video PribadiOmbudsman Aceh memastikan akan menindaklanjuti hasil klarifikasi dengan langkah investigasi lapangan jika ditemukan indikasi kelalaian atau pelanggaran prosedur di RSU Cut Meutia.Sementara itu, masyarakat Aceh Utara berharap insiden tersebut menjadi momentum bagi pihak rumah sakit untuk memperbaiki sistem kebersihan, manajemen sarana prasarana, serta pengawasan internal agar kejadian serupa tidak kembali terulang.***
Read More Warga Geger, Aksi Tak Senonoh Antarlansia Dipergoki Langsung oleh Warga
Wulan _ 1 bulan yang lalu
Lingkaran.id - Suasana tenang di Kampung Babakan Kalangsari, Kelurahan Sukamanah, Kecamatan Cipedes, Kota Tasikmalaya, mendadak berubah menjadi ricuh pada Rabu (8/10/2025) siang. Warga di kawasan tersebut dikejutkan oleh ulah tak senonoh seorang pria lanjut usia (lansia) terhadap korban yang juga merupakan sesama pria lansia.Peristiwa memalukan itu pertama kali diketahui saat beberapa warga mencurigai gerak-gerik seorang kakek berinisial OL, yang sebelumnya telah membuat keresahan di lingkungan sekitar. OL diketahui kerap berkeliling kampung dengan dalih sebagai tukang pijat, namun justru melakukan tindakan tidak pantas terhadap pria-pria lanjut usia yang ditemuinya.Salah satu pengurus RW setempat, Dedi, menjelaskan bahwa warga sudah lama merasa curiga terhadap perilaku pelaku.Nikita Mirzani Murka Usai Vadel Badjideh Disebut Akan Bongkar Makam Janin Putrinya Demi Tes DNA“Sudah beberapa kali dia datang dan berulah, suka tiba-tiba mencium atau meraba-raba pria tua yang ada di sekitar kampung. Alasannya selalu bilang mau mijit,” ungkap Dedi.Pada hari kejadian, sekitar pukul 11.00 WIB, warga kembali melihat OL memasuki wilayah mereka. Kecurigaan langsung muncul ketika pelaku terlihat menuju rumah seorang pria tua berinisial IY. Beberapa warga kemudian memutuskan untuk memantau gerak-geriknya.“Rumah Pak IY kami datangi, niatnya baik-baik saja, mau memastikan saja. Tapi setelah kami ketuk, pintu dalam keadaan terkunci. Dari situ kami mulai curiga,” lanjut Dedi.Relawan Hingga Artis Akhirnya Bebas Usai Ditawan Israel, Sempat Dipaksa Berlutut 5 Jam Tanpa MinumKarena tidak mendapat respons, warga akhirnya mengetuk lebih keras dan menggedor pintu rumah tersebut. Tak lama berselang, OL berhasil diamankan warga. Ia kemudian diserahkan ke pihak kepolisian untuk menjalani proses hukum lebih lanjut.Peristiwa ini sontak menjadi perbincangan hangat di kalangan warga Babakan Kalangsari. Banyak yang mengaku tidak menyangka seorang kakek yang dikenal ramah justru melakukan tindakan cabul terhadap sesama lansia. Polisi kini tengah mendalami motif serta kondisi psikologis pelaku untuk memastikan langkah penanganan berikutnya.***
Read More Transformasi Digital Pertanahan Dimulai! Sertifikat Tanah Fisik Akan Ditinggalkan Mulai 2026
Wulan _ 2 bulan yang lalu
Lingkaran.id - Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) tengah mempercepat langkah menuju transformasi digital penuh dalam sistem layanan pertanahan nasional. Direktur Jenderal Penetapan Hak dan Pendaftaran Tanah (PHPT) ATR/BPN, Asnaedi, menyampaikan bahwa seluruh layanan pertanahan di Indonesia ditargetkan akan beralih sepenuhnya ke sistem digital pada tahun 2028.“Mulai tahun 2028, kami berharap seluruh layanan pertanahan sudah berbasis digital sepenuhnya dengan dukungan teknologi blockchain dan penerapan smart contract,” ujar Asnaedi dalam keterangannya.Prof. Dr. Edi Surya Negara, S.Kom., M.Kom Profesor Muda yang Menyalakan Obor Inovasi di Dunia Pendidikan Tinggi IndonesiaSebagai langkah awal menuju era digitalisasi penuh, pemerintah akan mulai mengubah bentuk sertifikat tanah dari cetak menjadi digital pada tahun 2026. Namun, sertifikat fisik atau konvensional masih akan menjadi opsi bagi masyarakat selama masa transisi tersebut.Lebih lanjut, Asnaedi menjelaskan bahwa Kementerian ATR/BPN juga tengah mengembangkan sistem Generative Artificial Intelligence (AI) Pertanahan, yang dirancang untuk mengintegrasikan seluruh regulasi, kebijakan, dan petunjuk teknis ke dalam satu sistem cerdas yang mudah diakses dan efisien.Cara Cek Status PPPK Paruh Waktu di SIASN BKN, Ada 8 Tahapan Resmi yang Harus DiketahuiIa menambahkan, keberhasilan transformasi digital di sektor pertanahan sangat bergantung pada peran generasi muda.“Kami menaruh harapan besar pada generasi Y dan Z yang memiliki pengetahuan, keterampilan, serta rasa percaya diri tinggi untuk menjadi motor penggerak digitalisasi layanan pertanahan. Mahasiswa dan lulusan Sekolah Tinggi Pertanahan Nasional (STPN) merupakan bagian penting dari generasi perubahan tersebut,” tutupnya.***
Read More 




















