Bahlil Klaim 97 Persen Listrik Aceh Menyala, Warga Protes: “Di Sini Masih Gelap!”
Wulan _ 15 jam yang lalu
Lingkaran.id - Krisis listrik dan air bersih yang melanda Aceh Besar dan Kota Banda Aceh telah memasuki hari ke-12 dan semakin mempengaruhi aktivitas masyarakat. Meski kedua wilayah tersebut tidak terkena banjir secara langsung, dampak pemadaman listrik berkepanjangan dan gangguan jaringan internet terasa sangat signifikan di kehidupan sehari-hari warga.Reza Munawir (39), warga yang tinggal di Aceh Besar, mengaku terpaksa berpindah-pindah ke warung kopi untuk mengisi daya perangkat kerja agar tetap bisa beraktivitas. Kondisi serupa dirasakan banyak warga lainnya, mengingat pasokan listrik di rumah mereka belum juga pulih.Warga Semprot Pernyataan Menteri Bahlil Soal Stok BBM Saat Tinjauan Bencana: Sudah Lima Hari Kosong!Gangguan ini tidak hanya menghambat komunikasi dan pekerjaan, tetapi juga memukul sektor usaha kecil. Sejumlah warung makan terpaksa tutup sementara karena operasional yang tidak memungkinkan tanpa pasokan listrik dan air bersih.Reza juga menyampaikan kekecewaannya terhadap pernyataan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia. Dalam kunjungan bersama Presiden Prabowo Subianto beberapa waktu sebelumnya, Bahlil menyebut pemulihan jaringan listrik di Aceh telah mencapai 97 persen. Namun, menurut Reza, kondisi di lapangan justru jauh dari pernyataan tersebut karena listrik di banyak titik masih padam total.Kondisi serupa dialami Dani Randi, warga Banda Aceh, yang menyebut aliran listrik di rumahnya hanya menyala secara bergilir dengan durasi hidup yang sangat singkat. Untuk menjaga usaha tetap berjalan, Dani akhirnya membeli genset, meskipun harus menanggung biaya operasional yang meningkat drastis.Di Aceh Besar, Fira, warga Krueng Cut, Baet, mengeluhkan pemadaman listrik dan berhentinya aliran air PDAM selama lebih dari seminggu. Ia menegaskan bahwa listrik dan air adalah kebutuhan dasar yang seharusnya dapat dipenuhi, terlebih pada situasi pascabencana. Tanpa listrik, aktivitas memasak, membersihkan rumah, maupun memenuhi kebutuhan harian menjadi terhambat.Sebelumnya, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia memastikan bahwa pemulihan pasokan listrik Aceh telah mencapai 97 persen dan seluruh wilayah diperkirakan kembali menyala pada Minggu (7/12/2025) malam. Pernyataan tersebut disampaikan setelah Presiden Prabowo menanyakan perkembangan pemulihan pascabencana saat meninjau pembangunan Jembatan Bailey Teupin Mane di Bireuen. Ketika ditanya langsung, Bahlil dengan tegas menjawab bahwa seluruh Aceh akan kembali terang.“Seluruh Aceh, 97 persen malam ini nyala,” ujarnya.Presiden Prabowo mengapresiasi kerja cepat yang dilakukan kementerian dan pihak terkait. Ia menegaskan bahwa pemerintah terus mengerahkan segala upaya untuk mempercepat pemulihan dan mengatasi berbagai kesulitan yang dihadapi masyarakat.Viral Helikopter BNPB Diduga Hanya Singgah untuk Foto di Langsa Aceh Tak Turunkan Bantuan“Ini musibah, tantangan yang sedang kita hadapi. Pimpinan baru satu tahun, tetapi kita dipilih untuk mengatasi kesulitan,” ujar Prabowo.Namun, di tengah pernyataan optimistis pemerintah, warga di sejumlah wilayah masih berjuang menghadapi gelapnya malam tanpa listrik dan minimnya akses air bersih. Mereka berharap pemulihan nyata segera terwujud, bukan hanya sekadar janji.***
Read More Presiden Prabowo Jamin Pemulihan Lahan Pertanian dan Hapus KUR Petani Terdampak Banjir
Wulan _ 15 jam yang lalu
Lingkaran.id - Presiden Prabowo Subianto menyampaikan komitmen kuat pemerintah untuk membantu para petani yang terdampak banjir bandang di sejumlah wilayah Pulau Sumatera.Dalam kunjungannya ke Jembatan Bailey Teupin Mane, Kabupaten Bireuen, Aceh, pada Minggu (7/12/2025), Prabowo menegaskan bahwa pemerintah akan menghapus utang Kredit Usaha Rakyat (KUR) para petani yang mengalami kerugian akibat bencana alam tersebut.“Utang-utang KUR ini kan terjadi karena situasi bencana. Kami akan hapus. Petani tidak perlu cemas,” ujar Prabowo setelah meninjau kondisi infrastruktur yang terdampak banjir.Viral! Putra Menkeu Sebut Banjir Sumatera Bukan Murni Bencana AlamSelain itu, Prabowo menerima laporan bahwa sejumlah bendungan juga mengalami kerusakan cukup parah. Ia memastikan bahwa perbaikan akan dilakukan secepatnya agar kebutuhan irigasi dan pengairan masyarakat bisa kembali normal.“Tadi dilaporkan beberapa bendungan rusak. Bapak-ibu, ini segera akan kita perbaiki,” tambahnya.Presiden juga memberi perhatian khusus terhadap lahan pertanian yang hancur diterjang banjir. Ia menegaskan bahwa pemerintah telah menyiapkan program rehabilitasi untuk memulihkan sawah-sawah yang rusak agar para petani dapat kembali berproduksi.Viral! Kayu Gelondongan Terseret Banjir Diperjualbelikan di Marketplace“Kalau sawahnya rusak, kita bantu perbaiki juga. Selama belum pulih sepenuhnya, kebutuhan pangan akan kita suplai. Cadangan kita masih sangat mencukupi,” tutup Prabowo.Langkah-langkah tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam mempercepat pemulihan pascabencana dan memastikan kesejahteraan petani tetap terjaga di tengah kondisi yang sulit.***
Read More Guru Ditemukan Tewas di Pinggir Jalan, Saksi Lihat Korban Dibonceng dengan Tangan Terikat
Wulan _ 15 jam yang lalu
Lingkaran.id - Polisi mengungkap perkembangan terbaru terkait kasus kematian seorang guru perempuan yang ditemukan tewas di pinggir Jalan Raya Tlajung Udik, Kecamatan Gunung Putri, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Penemuan mayat perempuan tersebut sebelumnya membuat warga geger, dan kini keterangan saksi membuka dugaan baru mengenai apa yang sebenarnya terjadi sebelum korban meregang nyawa.Kapolsek Gunung Putri, Kompol Aulia Robby Kartika Putra, menjelaskan bahwa seorang saksi mata melihat korban dalam kondisi tidak wajar saat dibonceng menggunakan sepeda motor Honda Vario berwarna hitam. Saksi melihat tangan korban yang merupakan penumpang perempuan terikat tali, sementara kakinya terseret di aspal selama motor melaju.Fakta Baru Kematian Arya Daru Terkuak, Keluarga Desak Polisi Naikkan Status ke Penyidikan“Saksi melihat korban berboncengan di motor Honda Vario hitam dengan kondisi tangan penumpang perempuan terikat tali dan kaki terseret di aspal,” ujar Robby pada Minggu (7/12/2025).Melihat situasi yang mencurigakan, saksi sempat mencoba menegur pengendara motor tersebut. Namun, pengendara justru mengabaikan teguran dan tetap melanjutkan perjalanan. Bahkan, pengendara itu sempat berhenti di sebuah warung untuk memperbaiki posisi korban sebelum kembali melaju.Tidak lama setelah kejadian itu, korban ditemukan dalam kondisi tak bernyawa di pinggir jalan oleh warga sekitar. Temuan tersebut kemudian dilaporkan ke pihak kepolisian yang segera melakukan penyelidikan.Keterangan dari saksi tersebut kini menjadi salah satu petunjuk penting dalam mengungkap kasus ini. Berdasarkan hasil penyelidikan sementara, polisi menduga kuat bahwa korban merupakan korban pembunuhan.“Kalau dugaan, iya (pembunuhan),” ungkap Robby.Viral Helikopter BNPB Diduga Hanya Singgah untuk Foto di Langsa Aceh Tak Turunkan BantuanSebelumnya diberitakan, korban yang ditemukan pada Sabtu sore (6/12/2025) itu diketahui berinisial A (41), warga Mampang Prapatan, Jakarta Selatan. Polisi mengonfirmasi bahwa perempuan tersebut merupakan seorang guru, meskipun pada KTP tercatat sebagai ibu rumah tangga.Hingga kini, pihak kepolisian masih melakukan pendalaman untuk mengungkap penyebab kematian dan mengidentifikasi pelaku yang bertanggung jawab atas peristiwa tragis tersebut.***
Read More Viral AI LISA Sebut Jokowi Bukan Lulusan UGM, Kampus Beri Penjelasan Resmi
Wulan _ 16 jam yang lalu
Lingkaran.id - Universitas Gadjah Mada (UGM) akhirnya memberikan klarifikasi resmi setelah sebuah video yang menampilkan aplikasi kecerdasan buatan Lean Intelligent Service Assistant (LISA) viral di media sosial. Dalam video tersebut, LISA menyampaikan informasi yang keliru dengan menyebut bahwa Presiden RI ke-7, Joko Widodo, bukan alumni UGM dan tidak pernah lulus dari kampus tersebut. Pernyataan ini langsung menuai perhatian publik dan menimbulkan kebingungan.Juru Bicara UGM, I Made Andi Arsana, menegaskan bahwa pernyataan yang diberikan LISA dalam video itu tidak sesuai fakta. Ia menuturkan bahwa Presiden Joko Widodo merupakan lulusan Fakultas Kehutanan UGM dan status kelulusannya telah berkali-kali ditegaskan, termasuk oleh Rektor UGM melalui video resmi yang dipublikasikan pihak universitas.Dikira Rompi Anti-Peluru, Verrell Bramasta Klarifikasi Outfitnya saat Kunjungi Lokasi BanjirAndi menjelaskan, ketidaksesuaian muncul karena LISA memberikan jawaban yang tidak konsisten. Dalam satu kesempatan, ketika ditanya mengenai status Jokowi sebagai alumni UGM, LISA menyatakan Presiden bukan lulusan kampus tersebut. Namun, pada bagian lain, LISA justru menyebut bahwa Jokowi menempuh pendidikan dan menyelesaikan studi di Fakultas Kehutanan UGM. Bahkan setelah itu, LISA kembali memberikan jawaban yang bertentangan dengan menyebut bahwa Jokowi tidak lulus.“Informasi yang disampaikan LISA mengenai Joko Widodo tampak tidak konsisten,” ujar Andi dalam keterangannya.Ia menegaskan bahwa jawaban yang dihasilkan LISA dalam video viral tersebut tidak mewakili fakta yang sebenarnya.“UGM menegaskan bahwa informasi mengenai status kelulusan Joko Widodo yang disampaikan LISA tidak akurat,” lanjutnya.Melalui pernyataan resminya, UGM kembali memastikan bahwa Joko Widodo adalah alumni yang telah lulus dari UGM, sesuai dengan penjelasan yang disampaikan secara langsung oleh Rektor dalam video yang dapat diakses melalui laman resmi universitas.Diketahui, LISA merupakan aplikasi AI yang dikembangkan oleh UGM bekerja sama dengan Botika sebagai bagian dari program UGM University Services. Aplikasi ini dirancang oleh Biro Transformasi Digital dan Direktorat Kemahasiswaan UGM untuk menyediakan layanan informasi terpadu bagi mahasiswa maupun masyarakat umum.Andi menekankan bahwa LISA berbeda dari AI komersial seperti ChatGPT atau Gemini, karena sistemnya hanya menggunakan basis data internal UGM terkait akademik, kemahasiswaan, administrasi, hingga pengembangan mahasiswa.“LISA tidak memuat data pribadi,” tambahnya.Fakta Baru Kematian Arya Daru Terkuak, Keluarga Desak Polisi Naikkan Status ke PenyidikanSaat ini, LISA masih dalam tahap peluncuran awal atau soft launching dan terus mengalami peningkatan melalui proses pelatihan berkelanjutan. Publik dapat mencoba LISA melalui anjungan digital interaktif yang tersedia di Gelanggang Inovasi dan Kreativitas (GIK) UGM.Lebih lanjut, UGM menjelaskan bahwa kemampuan LISA bergantung pada dua sumber informasi, yaitu data internal kampus serta informasi dari internet apabila data internal tidak mencukupi. Mekanisme ini membuat akurasi jawaban LISA masih sangat ditentukan oleh kualitas data yang dapat diaksesnya.***
Read More Belum Selesai Tangani Bencana, Truk Pengangkut Kayu Diduga Sudah Melintas Lagi
Wulan _ 16 jam yang lalu
Lingkaran.id - Aktivitas pengangkutan kayu kembali menjadi sorotan publik setelah sejumlah truk yang diduga membawa kayu gelondongan berukuran besar terlihat melintas di wilayah Simalungun–Pematangsiantar.Kemunculan truk-truk tersebut menimbulkan berbagai pertanyaan, terutama di tengah upaya pemulihan daerah pascabencana banjir dan tanah longsor yang belum sepenuhnya pulih.Pemilik PT Toba Pulp Lestari Terungkap, Publik Kaget: Siapa Sosok di Balik Perusahaan yang Disorot Usai Banjir Sumatra?Seorang pengendara yang melintas dari Medan menuju Balige mengaku melihat sebuah truk dengan muatan kayu besar terparkir di tepi jalan kawasan Aek Nauli, Simalungun. Kayu-kayu yang tampak di atas bak truk terlihat berukuran sangat besar, dengan diameter diperkirakan mencapai sekitar 1,5 meter atau bahkan lebih.Momen tersebut turut direkam oleh warga saat truk melintas. Dalam rekaman itu terlihat jelas muatan kayu yang ditutupi terpal, menimbulkan dugaan bahwa truk tersebut mengangkut kayu gelondongan dari kawasan tertentu.Temuan ini memicu kembali perhatian masyarakat terkait aktivitas penebangan dan distribusi kayu yang terjadi di tengah kondisi lingkungan yang rentan.Lebih dari 400 Tewas, Bencana Sumatra Dinilai Akibat Deforestasi dan Izin TambangHingga kini, belum ada keterangan resmi dari pihak terkait mengenai asal-usul kayu maupun tujuan distribusinya. Namun, publik menilai kejadian ini perlu mendapat perhatian serius demi menjaga kelestarian lingkungan, terlebih setelah bencana yang memporakporandakan sejumlah wilayah Sumatera belakangan ini.***
Read More Viral Helikopter BNPB Diduga Hanya Singgah untuk Foto di Langsa Aceh Tak Turunkan Bantuan
Wulan _ 3 hari yang lalu
Lingkaran.id - Sebuah video yang beredar luas di media sosial memicu perhatian publik setelah menampilkan sebuah helikopter milik Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) yang diduga hanya singgah sebentar di Kota Langsa, Aceh, sebelum kembali terbang tanpa menurunkan bantuan apa pun.Dalam rekaman tersebut terlihat sejumlah warga telah berkumpul di sekitar lokasi pendaratan helikopter. Mereka tampak menunggu dengan harapan akan ada distribusi bantuan, mengingat wilayah tersebut tengah membutuhkan dukungan logistik pascabencana. Namun, momen yang ditunggu tidak terjadi. Helikopter itu hanya berhenti sejenak, diduga untuk keperluan foto, kemudian kembali lepas landas.Warga Semprot Pernyataan Menteri Bahlil Soal Stok BBM Saat Tinjauan Bencana: Sudah Lima Hari Kosong!Unggahan video yang disertai keterangan “Helikopter BNPB di Langsa Aceh Hanya Numpang Foto” itu, dikutip pada Jumat (5/12/2025), langsung memicu reaksi beragam dari netizen. Banyak warganet mempertanyakan tujuan pendaratan helikopter BNPB tersebut.“Tuh helikopter maksudnya apaan coba,” komentar seorang pengguna.Lebih dari 400 Tewas, Bencana Sumatra Dinilai Akibat Deforestasi dan Izin Tambang“Tega banget,” timpal netizen lainnya, menunjukkan kekecewaan dan rasa simpati terhadap warga yang menunggu bantuan.Hingga berita ini diterbitkan, pihak BNPB belum memberikan penjelasan resmi terkait tujuan pendaratan helikopter tersebut maupun klarifikasi atas viralnya video yang beredar.***
Read More Dari Dendam hingga Rekayasa TKP: Fakta Baru Pembunuhan Bos Kerupuk Palembang
Wulan _ 3 hari yang lalu
Lingkaran.id - Dian Satria (35) akhirnya dihadirkan ke publik dalam konferensi pers di Polrestabes Palembang, Kamis (5/12/2026), setelah ditangkap dalam kasus pembunuhan sadis terhadap Darma Kusuma, seorang pengusaha kerupuk di kawasan 15 Ilir, Palembang. Di hadapan awak media, Dian mengaku tidak menyesal atas perbuatannya, meskipun ia mengakui peristiwa tragis itu terjadi karena kondisi hidup yang menekan.Dalam pengakuannya, Dian menyebut tindakan nekat tersebut dilatarbelakangi tuntutan ekonomi. Ia mengatakan tidak memiliki pilihan lain untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Kendati demikian, ia tetap menyampaikan permintaan maaf kepada keluarga korban.Fakta Baru Kematian Arya Daru Terkuak, Keluarga Desak Polisi Naikkan Status ke Penyidikan“Namanya hidup, saya terpaksa melakukan ini untuk makan dan kebutuhan saya. Saya minta maaf kepada keluarga korban atas kejadian ini,” ujarnya dengan suara pelan saat konferensi pers berlangsung.Dian berhasil ditangkap tim gabungan Jatanras Polda Sumsel dan Polrestabes Palembang di kawasan Cimahi, Bandung, setelah delapan hari melarikan diri. Selama pelarian, dia hanya bermodal uang Rp 2 juta hasil rampokan yang dipergunakannya untuk makan dan sesekali menelepon pacarnya di Palembang.Ia mengaku bersembunyi dari satu masjid ke masjid lainnya untuk tidur dan berdoa agar tidak tertangkap oleh polisi.“Saya tidur pindah-pindah di masjid. Saya salat dan berdoa supaya tidak ditangkap,” ungkapnya.Dian juga mengaku kerap rindu dengan kekasihnya seorang janda di Palembang sehingga beberapa kali memberanikan diri menelponnya menggunakan ponsel milik konter, karena ponsel miliknya dan korban telah ia matikan.Dalam keterangannya, Dian mengklaim bahwa dirinya tidak berniat menghabisi nyawa Darma Kusuma. Ia menyebut hanya ingin meminta uang. Namun, ketika korban melakukan perlawanan, ia panik dan kemudian menghabisinya dengan sabit.“Saya cuma mau minta uang, saya tanya di mana uangnya,” jelasnya.Ia mengaku menjerat leher korban menggunakan sabit saat pertarungan terjadi. Setelah itu, Dian sempat mencuci tangan, kaki, dan senjata tajam tersebut. Namun aksinya diketahui oleh istri korban, sehingga ia berniat melukai sang istri. Beruntung, istri korban berhasil menghindar dan anak korban tidak berada di tempat, sehingga pelaku memutuskan kabur.Saat dihadirkan ke publik, Dian tampak dengan tangan diborgol kabel ties, kepala tertunduk, dan wajah tanpa ekspresi. Meski belasan jurnalis mengabadikan momen tersebut, ia hanya menatap kosong dan tidak menjawab pertanyaan media.Petugas memperketat pengawalan ketika pelaku digiring menuju ruang pemeriksaan lanjutan, dengan dua anggota polisi di sisinya dan satu petugas berjaga di belakang.Polisi mengungkap bahwa Dian merupakan mantan residivis kasus pencurian. Selain itu, ternyata ia menyimpan dendam lama terhadap korban. Ia mengaku pernah dilarang pulang oleh Darma Kusuma saat bekerja, padahal anaknya sedang sakit. Tak lama setelah itu, anak Dian meninggal dunia, sehingga ia menyimpan sakit hati yang sangat dalam hingga akhirnya memicu tindakan keji tersebut.Polisi juga menemukan indikasi bahwa kondisi rumah korban yang berantakan sebenarnya hasil rekayasa pelaku untuk membuat kasus seolah-olah perampokan murni.Kasat Reskrim Polrestabes Palembang AKBP Andrie Setiawan membenarkan bahwa kasus ini masih terus didalami, termasuk soal dugaan perampokan.“Ya, hingga kini masih kami dalami,” singkatnya.Kabid Humas Polda Sumsel Kombes Pol Nandang Mu’min Wijaya membenarkan penangkapan Dian di Bandung.Drama Tumbler Belum Reda, Sosok Anita Dewi Kini Diterpa Isu Lama soal Utang yang Tak Pernah Dibayar“Betul, pelaku sudah ditangkap tim gabungan dan kini sedang diperiksa di Polrestabes Palembang. Informasi lengkap akan disampaikan pada rilis resmi,” kata Nandang, Rabu (3/12/2025) malam.Ia menambahkan bahwa detail motif serta kronologi lengkap penangkapan akan dijelaskan Kapolrestabes Palembang dalam rilis resmi berikutnya.“Ditangkapnya hari ini, nanti Kapolrestabes yang akan menyampaikan rilisnya,” pungkasnya.***
Read More Babak Baru! Wardatina Mawa Bawa Bukti CCTV Terkait Dugaan Perzinaan Suami
Wulan _ 3 hari yang lalu
Lingkaran.id - Influencer Wardatina Mawa akhirnya memenuhi panggilan penyidik dan menjalani pemeriksaan di Polda Metro Jaya pada Kamis (4/12/2025). Ia hadir bersama tim kuasa hukumnya untuk menindaklanjuti laporan dugaan perzinaan yang ia ajukan terhadap suaminya, Insanul Fahmi, serta seorang perempuan berinisial IR.Kuasa hukum Wardatina, Dharma Praja Pratama, menjelaskan bahwa kehadiran kliennya merupakan bagian dari proses hukum yang sedang berjalan. Dalam kesempatan tersebut pihak pelapor turut membawa saksi untuk mendukung laporan yang telah dibuat.Fakta Baru Kematian Arya Daru Terkuak, Keluarga Desak Polisi Naikkan Status ke Penyidikan“Hari ini kami mendampingi klien kami dalam pemeriksaan terkait laporan terhadap IF dan IR. Kami hadir sebagai pelapor, telah memberikan keterangan, dan menghadirkan saksi,” ujar Dharma seusai pemeriksaan.Wardatina diperiksa selama kurang lebih empat jam. Penyidik mengajukan total 26 pertanyaan terkait dugaan perzinaan tersebut. Selain memberikan keterangan, Wardatina juga menyerahkan sejumlah barang bukti.“Ada 26 pertanyaan yang diajukan penyidik. Kami juga menyerahkan bukti elektronik, termasuk rekaman CCTV. Pemeriksaan dimulai sekitar pukul 10.00 dan selesai mendekati pukul 15.00,” jelas kuasa hukum lainnya, Fedhli Faisal.Usai pemeriksaan, Wardatina mengungkapkan rasa lega karena seluruh bukti yang ia miliki telah diserahkan kepada penyidik dan proses berjalan lancar.“Alhamdulillah saya lega. Bukti CCTV, percakapan, dan lainnya sudah saya serahkan. Pemeriksaan cukup detail dan terstruktur,” ujarnya.Viral Video Dugaan Perselingkuhan Manajer Maskapai dengan PramugariSementara itu, kabar yang menyebut Wardatina turut dilaporkan atas dugaan akses ilegal data pribadi masih belum dapat dipastikan kebenarannya. Pihak kuasa hukum menegaskan belum menerima panggilan maupun pemberitahuan resmi terkait isu tersebut.“Belum ada panggilan untuk klien kami, sehingga kami belum bisa memberikan penjelasan lebih lanjut,” tutup Fedhli.***
Read More Gelondongan Kayu Misterius di Arus Banjir: Menhut dan Polri Kerahkan Teknologi dan Satgas Gabungan
Wulan _ 3 hari yang lalu
Lingkaran.id - Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo melakukan pertemuan resmi dengan Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni pada Kamis (4/12/2025) untuk membahas perkembangan penyelidikan terkait temuan gelondongan kayu yang ikut terseret arus banjir di sejumlah wilayah Pulau Sumatra.Pertemuan yang digelar di Mabes Polri tersebut bertujuan memperkuat koordinasi antarlembaga dalam menelusuri asal-usul kayu-kayu yang diduga terkait aktivitas ilegal di kawasan hutan. Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni menyampaikan bahwa kolaborasi dengan Polri menjadi kunci untuk mempercepat pengungkapan sumber kayu tersebut.Pemilik PT Toba Pulp Lestari Terungkap, Publik Kaget: Siapa Sosok di Balik Perusahaan yang Disorot Usai Banjir Sumatra?“Dengan kerja sama antara Kementerian Kehutanan dan Kepolisian, kita berharap dapat segera mengetahui dari mana kayu ini berasal,” ujar Raja usai audiensi.Ia menjelaskan bahwa pihaknya bersama Polri masih melakukan penyelidikan tahap awal. Salah satu metode yang ditempuh adalah pengambilan sampel kayu gelondongan yang kini telah terbawa sampai ke perairan laut. Sampel tersebut akan diproses menggunakan alat identifikasi kayu otomatis atau AIKO, sebuah teknologi yang mampu membaca karakteristik kayu, seperti nama ilmiah, berat jenis, dan kelas kayu.“Teknologi AIKO ini memetakan anatomi kayu sehingga melalui indikator tersebut kita bisa mulai menelusuri asal kayunya,” tambah Raja.Di sisi lain, Kapolri Jenderal Listyo Sigit menegaskan bahwa Polri bersama Kementerian Kehutanan telah membentuk satuan tugas (Satgas) gabungan untuk mendalami dugaan aktivitas ilegal yang menyebabkan kayu-kayu itu hanyut dan memperburuk dampak banjir.Sigit menyebutkan bahwa tim investigasi sudah diterjunkan ke sejumlah titik rawan, terutama lokasi-lokasi yang diduga menjadi tempat terjadinya pelanggaran yang berpotensi memicu bencana.Lebih dari 400 Tewas, Bencana Sumatra Dinilai Akibat Deforestasi dan Izin Tambang“Kami fokus pada area-area yang memiliki indikasi kuat adanya pelanggaran sehingga dapat segera kita tindaklanjuti,” ujar Sigit.Melalui kerja sama ini, pemerintah berharap dapat mengungkap rantai peredaran kayu ilegal serta mencegah kejadian serupa terulang di masa depan.***
Read More Menkeu Ungkap Orang Super Kaya Masih Nikmati Subsidi, Pemerintah Siapkan Desain Ulang Skema Bantuan
Wulan _ 3 hari yang lalu
Lingkaran.id - Pemerintah kembali menyoroti persoalan ketidaktepatan penyaluran subsidi setelah Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan bahwa sejumlah warga super kaya di Indonesia masih menikmati fasilitas subsidi yang seharusnya diperuntukkan bagi masyarakat yang membutuhkan.Pernyataan tersebut disampaikan dalam Rapat Kerja (Raker) bersama Kepala Badan Pengelola Investasi Danantara, Rosan Roeslani, serta Komisi XI DPR RI.Viral! Putra Menkeu Sebut Banjir Sumatera Bukan Murni Bencana AlamRapat yang semula direncanakan berlangsung terbuka itu akhirnya diputuskan digelar secara tertutup. Keputusan ini diambil setelah pembahasan dianggap menyangkut data sensitif terkait penerima subsidi yang tidak sesuai dengan klasifikasi kesejahteraan.Dalam pertemuan tersebut, Kementerian Keuangan, Danantara, dan Komisi XI DPR RI menyepakati langkah strategis untuk merumuskan ulang skema subsidi nasional. Tujuannya adalah memastikan bantuan pemerintah lebih tepat sasaran, sehingga subsidi dapat benar-benar dinikmati oleh kelompok masyarakat yang membutuhkan.Presiden Instruksikan Penggantian Rumah Korban Banjir, BNPB Umumkan Skema BantuanPurbaya menjelaskan bahwa pemerintah menargetkan waktu dua tahun untuk merampungkan perbaikan sistem tersebut. Salah satu langkah konkret yang akan ditempuh adalah pengurangan subsidi bagi kelompok masyarakat super kaya yang berada pada desil 8, desil 9, dan desil 10. Ia menegaskan bahwa pemangkasan tersebut akan dilakukan secara signifikan guna menutup celah ketidaktepatan sasaran yang selama ini terjadi.Dengan desain ulang kebijakan ini, pemerintah berharap distribusi subsidi dapat lebih adil, efektif, dan mampu memberikan dampak nyata bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat berpenghasilan rendah.***
Read More 










