KPK Terus Periksa Pejabat Perguruan Tinggi Negeri, Kembangkan Petunjuk dan Alat Bukti Suap Calon Mahasiswa
KPK Terus Periksa Pejabat Perguruan Tinggi Negeri, Kembangkan Petunjuk dan Alat Bukti Suap Calon Mahasiswa
Lingkaran.id- Penanganan kasus suap dilingkungan universitas dalam penerimaan calon mahasiswa baru kini tengah dikembangkan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan akan mengambil Langkah tegas terhadap tersangka yang terbukti melakukan pelanggaran, hal ini disampaikan oleh Kabag Pemberitaan KPK, Ali Fikri."Bila ada fakta hukum baru keterlibatan pihak lain tentu KPK tak segan tetapkan pula sebagai tersangka dalam perkara tersebut," ungkap Ali Fikri pada Senin (14/11/2022).Polisi Temukan Bukti Baru Tewasnya Satu Keluarga, 'Belum Tentu Karena Kelaparan'Diketahui sebelumnya perkara suap yang menjerat Rektor nonaktif Universitas Lampung (Unila), Karomani (KRM) yang juga menyeret sejumlah petinggi universitas dalam melancaran aksi suap calon mahasiswa baru, yang kini tengah diusut lebih dalam oleh KPK dengan mendapatkan keterangan para saksi.Dalam penyidikan tersebut membuat KPK belakangan ini terus memeriksa saksi dari sejumlah pejabat perguruan tinggi negeri, mulai dari dosen hingga rektor dalam memberikan efek jera dalam kasus suap penerimaan calon mahasiswa baru."Agar penyidikan yang kami lakukan ini komprehensif tentu membutuhkan keterangan saksi yang relevan, Keterangan para saksi tersebut dibutuhkan sebagai upaya KPK terus kembangkan petunjuk dan alat bukti lain yang KPK miliki saat ini," jelasnya.Ditemukan 4 Anggota Sekeluarga Tewas, Diduga Sudah 3 PekanSementara saat ini KPK telah berhasil menetapkan empat orang tersangka dalam kasus dugaan suap penerimaan calon mahasiswa baru di Universitas Lampung (Unila) tahun 2022. Keempat tersangka tersebut yakni, Rektor nonaktif Unila, Karomani (KRM). Kemudian, Wakil Rektor (Warek) 1 Bidang Akademik Unila, Heryandi (HY); Ketua Senat Unila, M Basri (MB); serta pihak swasta, Andi Desfiandi (AD). Karomani, Heryandi, dan Basri, ditetapkan sebagai tersangka penerima suap. Sedangkan Andi Desfiandi, tersangka pemberi suap dalam kasus tersebut.*** 
Read More
Sederat Fakta Persidangan Saksi Ahmad Syahrul Sopir Ambulan Saat Evakuasi Jenazah Brigadir J
Sederat Fakta Persidangan Saksi Ahmad Syahrul Sopir Ambulan Saat Evakuasi Jenazah Brigadir J
Lingkaran.id- Usai menjalani persidangan saksi yang menghadirkan Ahmad Syahrul Ramadhan merupakan sopir mobil ambulans yang membawa jasad Brigadir J alias Nofriansyah Yosua Hutabarat usai dieksekusi Bharada E dan Ferdy Sambo di rumah dinas Duren Tiga, Jakarta Selatan.Dalam persidangan saksi tersebut mengungkap sederet fakta baru dari hasil keterangan yang diberikan oleh Ahmad Syahrul di persidangan yang berlangsung di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.Presiden Jokowi Dukung Capres Tunggu Restu MegawatiDalam kesaksiannya Ahmad Syahrul dihadirkan bersamaan dengan terdakwa Bharada E atau Richard Eliezer, Kuat Ma'ruf, dan Ricky Rizal Wibowo pada Senin 7 November 2022. Berikut merupakan sederet fakta dalam persidangan :1. Dihentikan oleh 3 Orang Anggota Provos Polri (Pemesan Ambulan)Syahrul Ramadhan mengungkapkan bahwa dalam perjalanannya menuju Komplek Polri Duren Tiga, Pancoran, Jakarta Selatan untuk melakukan penjemputan jenazah setelah menerima telepon dari Call Center sekitar pukul 19.08 WIB. Namun, sebelum masuk ke kompleks Polri Duren Tiga, dia dihentikan oleh tiga orang yang mengendarai sepeda motor."Saya jalan dari Tegal Parang menuju ke lokasi penjemputan yang dikirim lalu sampai di (RS) Siloam Duren Tiga ada orang gak dikenal ketuk kaca mobil bilang Mas sini mas, saya yang pesan ambulans," ungkap Ahmad Syahrul dalam keterangan saksi.2. Diperintahkan Untuk Mematikan Sirine dan Protokol AmbulansSesampainnya di komplek mobil ambulan diminta untuk mematikan sirine dan protokol ambulans, yang kemudian Ahmad Syahrul baru diizinkan untuk masuk kedalam komplek untuk menjemput jenazah dan setelah sampai di rumah duren tiga Ahmad Syahrul diarahkan untuk memarkirkan mobil ambulansnya dan masuk garasi dan baru masuk ke dalam rumah untuk melakukan evakuasi terhadap jenazah Nofriansyah Yosua Hutabarat.Jokowi Beri Dukungan Prabowo di Pilpres 2024 "Ini Jatahnya Pak Prabowo"3. Terdapat bolongan pada dada Brigadir JDalam proses evakuasi yang dilakukan oleh  Ahmad Syahrul melihat adanya bekas tembakan berupa bolongan pada dada Brigadir J ketika mengangkat jenazahnya, dirinya juga sempat bingung lantaran Wajah jenazah Yosua yang tutupi masker pada saat evakuasi.==break here==4. Tak Melihat Adanya Luka Lain di Tubuh Brigadir JAhmad Syahrul menyebutkan bahwa tubuh Brigadir J yang tergeletak masih mengeluarkan darah pada saat dilakukan evakuasi namun dirinya tidak bisa memastikan apakah berasal dari kepalanya ataukah dadanya."Saya tidak tahu darah itu dari badannya, dari kepala, atau itu dari yang genangan di lantai yang mulia. Karena wajah ditutup masker, saya gak buka-buka," jelas Ahmad Syahrul.5. Jasad Brigadir Dikawal Oleh Mobol ProvostUsai diangkat oleh 4 orang termasuk dirinya yang dibantu oleh 3 anggota polisi lainnya dalam melakukan evakuasi yang kemudian dimasukan ke dalam kantong jenazah dan setelah mau meninggalkan lokasi Ahmad Syahrul kembali untuk diminta menunggu karena akan dikawal oleh petugas provost yang mengenakan mobil Pajero."Tujuannya RS Polri. Saya masuk ke dalam mobil, persiapan, pas saya mau nayalakan lampu ambulans, tahan dulu mas, nunggu arahan saja, nanti dikawal. Ada mobil provost pajero saya di belakangnya, lalu ada anggota provost turun tanya, kamu sama siapa mas? Saya sendiri, akhirnya saya ditemani di dalam mobil, lalu saya jalan," jelas Ahmad Syahrul.*** 
Read More
Terdakwa Kuat Ma'ruf dan Ricky Rizal Kompak Dengan Kemeja Putih, Akan Hadirkan 12 Saksi
Terdakwa Kuat Ma'ruf dan Ricky Rizal Kompak Dengan Kemeja Putih, Akan Hadirkan 12 Saksi
Lingkaran.id- Persidangan kembali digelar oleh Pengadilan Negeri Jakarta Selatan atas kasus pembunuhan berencana Brigadir J yang kini memanggil terdakwa Kuat Ma'ruf dan Ricky Rizal Wibowo besama keluarga Brigadir J yang juga hadir dalam sidang pemeriksaan saksi.Diketahui Kuat Ma'ruf dan Ricky Rizal telah tiba di PN Jaksel sekitar pukul 08.00 WIB, terpantau keduanya kompak dengan mengenakan kemeja putih pemberian Ferdy Sambo sama seperti saat pemeriksaan saksi sebelumnya.Jawaban Saksi Buat Eliezer Tertawa Dalam Persidangan, Hingga JPU Tanyakan Baju Samaan Eliezer dan SusiDalam ruang persidangan terlihat Kuat dan Ricky telah menempati kursi persidangan masing-masing terdakwa yang juga didampingi oleh tim pengacara keduanya dan Jaksa Penuntut Umum (JPU) juga telah berada di dalam ruang persidangan.Pada siding lanjutan kasus tersebut dipimpin langsung oleh Wahyu Iman Santoso yang juga sebagai Wakil Ketua PN Jakarta Selatan dan akan melangsungkan prosesi persidangan lanjutan kasus pembunuhan Brigadir J.Yoo Ah In Diduga Penyebab Tewasnya Ratusan Orang Dalam Tragedi Pesta Hallowen di KoreaDiketahui terdapat 12 orang saksi yang akan diperiksa dalam persidangan kali ini yang terdiri dari keluarga terdakwa Brigadir J, pengacara keluarga Brigadir J Kamaruddin Simanjuntak, Ayah Brigadir J Samuel Hutabarat, Ibu Brigadir J Rosti Simanjuntak, Kakak Brigadir J Yuni Artika Hutabarat, Adik Brigadir J Devianita Hutabarat, Bripda Mahareza Hutabarat yang merupakan Adik Brigadir J.*** 
Read More
Jawaban Saksi Buat Eliezer Tertawa Dalam Persidangan, Hingga JPU Tanyakan Baju Samaan Eliezer dan Susi
Jawaban Saksi Buat Eliezer Tertawa Dalam Persidangan, Hingga JPU Tanyakan Baju Samaan Eliezer dan Susi
Lingkaran.id- Persidangan kasus pembunuhan Brigadir J atau Nofriansyah Yosua Hutabarat oleh Ferdy Sambo tengah menghadirkan saksi yakni asisten rumah tangga (ART) yang bernama Susi yang menghebohkan publik atas sejumlah kesaksian yang diungkapkannya lantaran tidak sesuai dengan kesaksian awal pada saat BAP.“Pertama saya sampai sana adanya om kuat soalnya om ricky pulang sama anak Ibu yang pertama ke Jakarta,” ungkap Susi pada persidangan Senin (31/10/2022).Mendengar kesaksian Susi yang hanya bertemu dengan Kuat lalu Hakim menanyakan pekerjaan Kuat dirumah mantan Kadiv Propam Irjen Ferdy Sambo tersebut sebagai apa.“Oh Saudara Kuat, cuma ada Saudara Kuat, Ricky tidak ada. Dari tadi tidak pernah menyebutkan kuat, Kuat itu sebagai apa dirumah?,” tanya Hakim.Jokowi Beri Ucapan Belasungkawa Atas Tragedi Pesta Hallowen di KorselTerlihat dalam tangkapan kamera terdakwa Eliezer sempat tertawa atas jawaban kesaksian yang diberikan oleh Susi yang tidak mengetahui pekerjaan terdakwa Kuat Ma’ruf.“Saya tidak tau yang mulia”, jawab Susi.Selain ketidaktahuan Susi terkait pekerjaan Kuat, selanjutnya pada saat jalannya persidangan salah satu Jaksa Penuntut Umum memperhatikan baju yang tengah digunakan oleh saksi dan terdakwa memiliki motif yang sama, hal ini mengundang penasaran Jaksa Penuntut Umum  dan meminta saksi dan terdakwa berdiri untuk memastikan kesamaan motif baju keduanya.“Oke saudara saksi ,izin majelis saya memperhatikan terdakwa ini seperti bajunya sama dengan baju saksi ini motifnya apa benar ini apa sengaja dipakai atau dipasang sama, berdiri saudara terdakwa, kamu berdiri nah motifnya sama, Itu baju itu siapa yang belikan,” tanya Jaksa Penuntut Umum.Kemnaker Gelar Job Fair Buka Ribuan Lowongan Pekerjaan dan PelatihanDiketahui baju yang bermotif sama tersebut merupakan pemberian Putri Candrawathi dan Ferdy Sambo kepada seluruh ajudan dan ART pada saat adanya kegiatan atau acara, hal ini langsung dijawab oleh Susi di dalam persidangan.“Ibu sama bapak kalo ada acara-acara semuanya ajudan atapun ART selalu sama buat dibeliin baju atau seragam buat acara,” Jawab Susi.Kemudia Jaksa Penuntut Umum kembali menanyakan apakah ada kesepakatan terkait penggunaan baju yang sama dengan terdakwa yakni Eliezer yang juga menggunakan kemeja berwarna putih dalam persidangan tersebut.“Apakah sebelum datang ke sini bersaksi ada perjanjian pakai baju tersebut?”, tanya Jaksa Penuntup UmumTuduhan tersebut langsung dibatah oleh susi bahwa tidak ada kesepakatan atau perjanjian yang dibuat sebelum didrinya datang ke persidangan untuk bersaksi.“Tidak ada”, tanggap Susi.Jaksa Penuntut Umum kemudian melanjutkan persidangan dengan mengajukan sejumlah pertanyaan terhadap kesaksian yang diambil pada saat proses BAP.“Tidak ada, oke kita lanjut”, ujar Jaksa Penuntup Umum.***
Read More
Bos Juragan 99 Diperiksa Ditreskrimum Polda Jatim Hari Ini Terkait Tragedi Kanjuruhan
Bos Juragan 99 Diperiksa Ditreskrimum Polda Jatim Hari Ini Terkait Tragedi Kanjuruhan
Lingkaran.id- Pemeriksaan yang akan dilakukan oleh tim penyidik Ditreskrimum Polda Jatim terhadap 15 saksi atas kasus Tragedi Kanjuruhan yang menewaskan 135 orang.Pemeriksaan pada Kamis (27/10/2022) tim penyidik Ditreskrimum Polda Jatim akan memanggil Gilang Widya Pramana sebagai saksi Tragedi Kanjuruhan atau yang dikenal sebagai Bos Juragan 99 yang juga menjabat sebagai Presiden Arema FC.Komnas HAM Beberkan Temuan Fakta Berbeda Dengan Temuan Kepolisian Tragedi KanjuruhanPemeriksaan sejumlah saksi lainnya oleh tim penyidik Ditreskrimum dalam Tragedi Kanjuruhan akan dilakukan secepatnya dan sesuai dengan penjadwalan yang telah dibuat demi mengusut tuntas kasus tersebut, hal ini disampaikan oleh Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol.Diketahui sebelumnya telah ditetapkan enam tersangka yang telah rampung penyerahan sejumlah berkas pada tahap pertama ke kejaksaan dan diduga kuat akan ada tersangka baru dalam tragedi Kanjuruhan ini.Penetapan enam tersangka tragedi Kanjuruhan yakni tersusun atas tiga berkas yakni pada pelimpahan berkas pertama yang telah ditetapkan sebagai tersangka Direktur Utama PT Liga Indonesia Baru (LIB) Akhmad Hadian Lukita dengan jeratan tentang Keolahragaan Pasal 359 KUHP dan atau Pasal 360 KUHP dan atau Pasal 103 ayat 1 junto Pasal 52 UU No. 11/2022.Komnas HAM akan Beberkan Temuan Awal Tragedi Kanjuruhan Hari Ini!Pada pelimpahan berkas perkara kedua dengan tersangka Ketua Panpel Arema FC, Abdul Haris, dan Security Officer Suko Sutrisno yang dijerat dengan Pasal Keolahragaan yakni Pasal 359 KUHP dan atau Pasal 360 KUHP dan atau Pasal 103 ayat 1 junto Pasal 52 UU No. 11/2022.Pada pelimbahan berkas perkara ketiga dengan tersangka Kabag Ops Polres Malang, Kompol Wahyu Setyo Pranoto; Kasat Samapta Polres Malang, AKP Bambang Sidik Achmadi dan Komandan Kompi Brimob Polda Jatim, AKP Hasdarman dijerat Pasal 359 KUHP dan atau Pasal 360 KUHP untuk ketiga anggota Polri.***
Read More
Sidang Perdana Ferdy Sambo bersama 3 Terdakwa Lain Akan Digelar Hari Ini, Bharada E Dipisah
Sidang Perdana Ferdy Sambo bersama 3 Terdakwa Lain Akan Digelar Hari Ini, Bharada E Dipisah
Lingkaran.id- Persidangan perdana yang akan dilangsungkan hari ini, Senin (17/10/2022) terhadap mantan Kadiv Propam Polri Ferdy Sambo bersama sang istri Putri Candrawathi sebagai pelaku pembunuhan berencana terhadap Brigadir J atau Nofriansyah Yosua Hutabarat.Persidangan tersebut akan digelar di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan, dua terdakwa lain yakni Ricky Rizal dan Kuat Maruf juga akan menjalani persidangan perdana hari ini.Sosok Hakim Wahyu Iman Santosa Akan Pimpin Sidang Ferdy Sambo CsDalam persidangan akan dipimpin langsung oleh Wahyu Iman Santosa yang menjabat Wakil Ketua PN Jakarta Selatan, didampingi oleh hakim Morgan Simanjuntak dan Alimin Ribut Sujono.Berlangsungnya persidangan akan dilakukan secara terbuka yang dilengkapi dengan monitor di sepanjang ruangan agar masyarakat dapat menyaksikan berjalannya persidangan, hal ini diungkapkan oleh Humas PN Negeri Jakarta Selatan Djuyamto.Polisi Tembakan Gas Air Mata Kadaluwarsa Dalam Insiden Kanjuruhan!Diketahui persidangan akan digelar secara offline yang akan menghadirkan seluruh terdakwa di ruang sidang utama Oemar Seno Adji.Dalam persidangan yang akan berlangsung hari ini Bharada E akan menjalani persidangan secara terpisah pada Selasa (18/10/2022), sedangkan terdakwa lain kasus obstruction of justice akan menjalani persidangan pada Rabu (19/10/2022) yang terdiri dari Brigjen Pol Hendra Kurniawan, Kombes Pol Agus Nurpatria, AKBP Arif Rahman Arifin, Kompol Baiquni Wibowo, Kompol Chuck Putranto, dan AKP Irfan Widyanto. ***
Read More
Irjen Teddy Minahasa Ditempatkan di Tempat Khusus Usai Ditetapkan Sebagai Tersangka Dugaan jual Beli Barang Bukti Narkoba
Irjen Teddy Minahasa Ditempatkan di Tempat Khusus Usai Ditetapkan Sebagai Tersangka Dugaan jual Beli Barang Bukti Narkoba
Lingkaran.id- Penangkapan yang dilakukan oleh Propam Mabes Polri terhadp Irjen Teddy Minahasa dalam kasus dugaan jual beli barang bukti narkoba.Kasus ini berawal dari tertangkapnya sejumlah pelaku penyalahgunaan narkoba oleh jajaran Polres Metro Jakarta Pusat. Hingga penyidikan mengarah Irjen Teddy yang merupakan Jenderal polisi bintang dua.Lesti Kejora Cabut Laporan Usai Rizky Billar Jadi TersangkaDiketahui saat ini Irjen Teddy Minahasa telah ditetapkan sebagai tersangka serta sudah ditempatkan di tempat khusus dan dimutasi ke bagian Pelayanan Markas (Yanma) Mabes Polri, hal ini dikonfirmasi oleh Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo."Irjen TM dinyatakan sebagai terduga pelanggar, dan sudah dilakukan penempatan khusus," ungkap Jenderal Sigit saat konpers pada Jumat (14/10).Polres Metro Jakarta Tetapkan Rizky Billar Sebagai Tersangka KDRT, Billar Bantah Banting LestiSebelum ditetapkannya Irjen Teddy Minahasa sebagai tersangka, tim penyidik telah melakukan gelar perkara terduga pelanggar dalam kasus tersebut."Tadi pagi telah dilaksanakan gelar perkara," jelas sigit.***
Read More
Sosok Hakim Wahyu Iman Santosa Akan Pimpin Sidang Ferdy Sambo Cs
Sosok Hakim Wahyu Iman Santosa Akan Pimpin Sidang Ferdy Sambo Cs
Lingkaran.id- Persidangan kasus pembunuhan berencana yang dilakukan oleh Ferdy Sambo Cs terhadap Brigadir J atau Nofriansyah Yosua Hutabarat akan segera berlangsung yang akan dipimpin langsung oleh Wakil Ketua Pengadilan Negeri Jakarta Selatan Wahyu Iman Santosa.Persidangan perdana tersebut akan berlangsung pada Senin (17/10/2022), dalam persidangan juga akan hadir Morgan Simanjuntak dan Alimin Ribut Sujono sebagai anggota majelis hakim.Polisi Tembakan Gas Air Mata Kadaluwarsa Dalam Insiden Kanjuruhan!Diketahui Wahyu Iman Santosa yang sekarang menjabat sebagai Wakil Ketua Pengadilan Negeri Jakarta Selatan yang baru saja dilakukan pelantikan beberapa bulan lalu tepatnya dilantik pada 9 Maret 2022.Menjadi sorotan usai dipilihnya Wahyu Iman Santosa yang akan menjadi pimpinan sidang atas perkara yang menjerat Ferdy Sambo dan tersangka lainnya, diketahui Wahyu Iman Santosa memiliki harta kekayaan yang cukup fantastis yakni sebesar Rp12.009.356.307 (Rp12 miliar) berdasarkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) pada 24 Januari 2022 untuk periodik tahun 2021.Tidak tangung-tanggung kekayaan Wahyu Iman Santosa  tersebut dalam sejumlah aset kekayaan meliputi delapan bidang tanah dan bangunan yang tersebar di Jakarta Pusat, Batam, dan Semarang. Tanah dan bangunan Wahyu yang diantaranya bersumber dari warisan, dengan total aset tanah dan bangunan senilai Rp7.900.000.000 (Rp7,9 miliar).Tim TGIPF Berhasil Kumpulkan Barang Bukti dan Keterangan Saksi Insiden Tragis KanjuruhanSementara alat transportasi yang dimiliki oleh Wahyu Iman Santosa terdiri dari satu unit motor Honda Vario tahun 2016 dan satu unit mobil Toyota Fortuner tahun 2018 dengan total Rp358 juta. Terdapat harta bergerak lainnya sebesar Rp1.935.000.000 (Rp1,9 miliar) yang telah tercatat dalam LHKPN.Kekayaan lainnya berupa kas dan setara kas senilai Rp209.809.219 serta memiliki harta lainnya sebesar Rp2.300.000.000 (Rp2,3 miliar). Dengan total harta kekayaan Wahyu yang dilaporkan pada Januari 2022 sebesar Rp12.009.356.307 (Rp12 miliar), namun Wahyu juga tercatat memiliki tanggungan berupa utang sebesar Rp693 juta.*** 
Read More
Polri Resmi Tahan Putri Candrawathi
Polri Resmi Tahan Putri Candrawathi
Lingkaran.id- Penahanan yang dilakukan Polri terhadap Putri Candrawathi sebagai salah satu tersangka pembunuhan berencana brigadir j atau Nofriansyah Yosua Hutabarat pada Jum’at (30/9/2022).Diketahui sebelumnya Istri Ferdy Sambo, Putri Candrawathi dinilai tidak kooperatif dalam menjalani pemeriksaan hingga memberikan kesaksian palsu terkait pelecehan yang dialaminya.IPW Dukung Kejagung Dakwa Ferdy Sambo Dengan Pasal Pembunuhan Berencana!Secara resmi Putri telah ditahan sebagai tersangka dalam kasus pembunuhan berencana Brigadir J pada saat ini, namun penetapan tersangka telah dilakukan sejak 19 Agustus 2022 lalu, lantaran alasan kemanusian hanya saja dikenakan wajib lapor dua kali seminggu.Putri Candrawathi telah resmi ditahan di Rumah Tahanan Bareskrim Polri dan berkas perkara Putri juga sudah dinyatakan P21. Penahanan ini sebagai bentuk kooperatifnya terkait proses hukum yang sedang berjalan, hal ini diungkapkan oleh Kuasa Hukumnya Febri Diansyah."Menjadi bagian yang kami harapkan agar nanti pengujian fakta dan pengujian bukti-buktinya bisa dilakukan secara terbuka," ungkap Febri pada Sabtu (1/10/2022).Kejaksaan Agung Siap Sidangkan Kasus Ferdy Sambo CSFebri Diansyah juga menyebutkan bahwa adanya pengawalan dan pengawasan dari publik juga sangat berperan penting dalam berjalannya kasus tersebut."Kami harap juga ada pengawalan dari publik semuanya. Kalau dari instansi-instansi terkait sudah ada proses pengawasan secara khusus yang sama-sama kita dengar di pemberitaan media," ujar Febri.***
Read More
Kapolri Perintahkan Semua Polda Usut Tegas 303 Judi Online!
Kapolri Perintahkan Semua Polda Usut Tegas 303 Judi Online!
Lingkaran- Penindakan tegas yang dilakukan oleh Polri dalam mengusut tuntas perjudian online atau yang kerap dikenal dengan kode 303 dengan segala bentuk pelanggaran hukum, hal ini disampaikan oleh Kepala Bagian Reserse Kriminal (Bareskrim) Mabes Polri Komjen Agus Adrianto.Komjen Agus mengungkapkan bahwa dirinya telah memberiakan perintah kepada semua Polda untuk tetap fokus dalam mengusut dan memberantas judi online yang kini tengah meresakan masyarakat di tanah air dan pihak kepolisian telah berhasil memberantas sejumlah judi online.Polri Tahan 1 Penyidik Polda Metro Jaya Berpangkat AKBP Diduga Langgar Etik Penyidikan Kasus Brigadir J"Sudah banyak yang kita ungkap dan tangkap terkait kegiatan judi," ungkap Agus Adrianto.Hal serupa juga disampaikan oleh Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Dedi Prasetyo yang menyebutkan bahwa penertiban judi dan slot juga telah dilakukan lantaran semakin marak dan meningkatnya tindakan kriminalitas.Bupati Pemalang Terjaring OTT KPKDedi Prasetyo juga menyebutkan bahwa pihak kepolisian tidak hanya akan meringkus perjudian online dan slot, namun juga akan menindak tegas kepada seluruh pihak-pihak yang terlibat dalam mengiklankan judi online yang melanggar Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE) dan akan dipidana.“Iklan judi online slot yang marak bersliweran di media sosial juga bakal kami sikat,” jelas Dedi Prasetyo.***
Read More
Bupati Pemalang Terjaring OTT KPK
Bupati Pemalang Terjaring OTT KPK
Lingkaran- Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh tim penindakan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada Kamis (11/8/2022) yang dimulai sejak sore hingga malam hari, berhasil menjaring puluhan orang yang terlibat.Dari puluhan orang yang berhasil diamankan terdapat Mukti Agung Wibowo yang merupakan Bupat Pemalang, Jawa Tengah yang berhasil diamankan di Jakarta.Polri Tahan 1 Penyidik Polda Metro Jaya Berpangkat AKBP Diduga Langgar Etik Penyidikan Kasus Brigadir JMukti Agung Wibowo diduga terlibat dalam kasus suap menyuap, hal ini dibenarkan oleh Ali Fikri selaku juru bicara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) atas operasi tangkap tangan tersebut pada Jumat (12/8/2022) melalui pesan singkat."Benar, Kamis sore hingga malam, KPK telah melakukan serangkaian tangkap tangan terhadap beberapa pihak yang diduga sedang melakukan tindak pidana korupsi," ungkap Ali Fikri.Muhammad Rian Ardianto/Fajar Alfian Akui Ganda Ini Sebagai Lawan Paling Sengit dan Tak Mudah Ditaklukkan!Pemeriksaan lebih dalam terhadap Bupati Pemalang Mukti Agung Wibowo di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan masih dilakukan secara intensif untuk mendapatkan keterangan lebih lanjut."Tim segera melakukan permintaan keterangan terhadap para pihak yang ditangkap dimaksud," ujarnya.KPK menegaskan akan segera menyampaikan perkembangan OTT Bupati Pemalang tersebut melalui konferensi pers hari ini usai mendapatkan keterangan dari pemeriksaan.*** 
Read More
Kominfo Tindak Tegas dan Blokir 15 PSE Game Judi Online
Kominfo Tindak Tegas dan Blokir 15 PSE Game Judi Online
Lingkaran- Usai menjadi perhatian publik Kominfo terkait pemblokiran sejumlah PSE kini akan menindak tegas situs atau aplikasi online perjudian, hal ini diungkapkan oleh Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G Plate pada Selasa (2/8/2022).“Kementerian Kominfo selama ini konsisten melakukan pemutusan akses terhadap konten perjudian, sejauh ini kami telah memblokir sebanyak 534.183 konten judi yang ditemukan dalam situs internet sejak tahun 2018. Ini menunjukkan komitmen kuat kami terhadap pemberantasan judi online,” ungkap Johnny.  Rupiah Melemah, Sri Mulyani : Masih Mending Dibanding Ringgit!Tindakan tegas akan diambil oleh kominfo berdasarkan upaya yang telah dilakukan usai berhasil memverivikasi sejumlah sistem elektronik (SE) milik 6 Penyelenggara Sistem Elektronik (PSE) sebenyak 15 sistem yang diduga  memfasilitasi kegiatan perjudian online.Pemblokiran terhadap 15 sistem elektronik pada Selasa yang telah terverivikasi mengandung unsur perjudian oleh Kominfo, sebagai berikut Higgs Slot Domino Gaple QiuQiu, Domino Qiu Qiu, , Domino Gaple Boya QiuQiu Capsa, Topfun, Pop Domino, Pop Poker, Ludo Dream, Domino QiuQiu 99 Boyaa QQ KIU, MVP Domino, Poker Texas Boyaa, Steve Domino QiuQiu Poker Slots Game Online, Poker Pro.id, Pop Big2, Pop Gaple, dan Let’s Domino Gaple QiuQiu Poker Game OnlineDiketahui sebelumnya Kominfo telah melakukan pemblokiran atau pemutusan akses terhadap 534.183 konten perjudian online ilegal yang telah diblokir lantaran PSE tersebut tidak diizinkan beroperasi di Indonesia.Bupati Banyuasin Bantah Tegas Usai Dilaporkan Menikah Tanpa Izin 'Ini Fitnah!'Judi online tersebut telah melanggar peraturan Undang-Undang Nomor 11 tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik Pasal 27 ayat (2), dan Pasal 96 huruf (a) Peraturan Pemerintah Nomor 71 tahun 2019 tentang Penyelenggaraan Sistem dan Transaksi Elektronik.Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G Plate juga memberikan himbauan kepada masyarakat untuk memerangi judi online.“Pemerintah mengajak seluruh unsur masyarakat untuk bersama-sama memerangi judi online yang tentunya akan merugikan masyarakat,” tutupnya.***
Read More
Polri Tindak Tegas Kendaraan Bermotor Tidak Bayar Pajak 2 Tahun, Siap-siap Data Kendaraan Dihapus!
Polri Tindak Tegas Kendaraan Bermotor Tidak Bayar Pajak 2 Tahun, Siap-siap Data Kendaraan Dihapus!
Lingkaran- Tindakan akan diambil oleh Polri  yang di dukung secara penuh oleh PT Jasa Raharja terkait penghapusan data kendaraan roda dua yang tidak membayar pajak selama dua tahun.Pesawat Tempur TNI AU Jatuh, Satu Pilot GugurPenghapusan data kendaraan bermotor tersebut didasarkan pada Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 yang berisi tetang peraturan berlalu lintas dan Angkutan Jalan pada Pasal 74.Dalam pasal tersebut penghapusan data kendaraan  dari daftar registrasi dan identifikasi bagi yang tidak membayar pajak selama dua tahun secara berturut-turut.Kebakaran Di Kawasan Padat Penduduk Ilir 1 PelembangKorlantas Polri akan menerapkan tidakan tegas terkait penghapusan data kepada setiap kendaraan yang mati pajak sesuai dengan ketentuan pasal dan peraturan yang berlaku, namun sebelum penerapannya petugas tengah mempersiapkan tahapan penghapusan data kedaraan secara permanen.***
Read More
Final RKUHP : Gelandangan yang Mengganggu Ketertiban Umum Akan Dikenakan Denda Rp.1 Juta
Final RKUHP : Gelandangan yang Mengganggu Ketertiban Umum Akan Dikenakan Denda Rp.1 Juta
Lingkaran- Penyelesaian RKUHP yang membahas tentang gelandangan atau orang yang tidak memiliki pekerjaan dan tempat tinggal akan dikenakan denda sebesar Rp.1 Juta yang tertera dalam pasal 429 KUHP.Dalam pasal 429 KUHP tersebut menyebutkan bahwa “Setiap Orang yang bergelandangan di jalan atau di tempat umum yang mengganggu ketertiban umum dipidana dengan pidana denda paling banyak kategori I," dalam pasal tersebut mengalami perubahan pada ancaman pidana.Luhut Ungkap 2 Minggu Lagi Pemberlakuan Wajib BoosterSelain RKUHP tersebut terdapat beberapa pasal lain yang mengatur mengenai gelandangan seperti pada pasal 505 ayat (1) yang menyebutkan, barangsiapa bergelandangan tanpa mempunyai mata pencarian, diancam karena melakukan penggelandangan dengan pidana kurungan selama paling lama tiga bulan.Kemudian terdapat pada Pasal 505 ayat (2) yang berisi, pergelandangan yang dilakukan bersama-sama oleh tiga orang atau lebih, yang masing-masing berumur di atas 16 tahun, diancam dengan pidana kurungan paling lama enam bulan.Perbedaan pandangan yang diungkapkan oleh Aliansi Nasional Reformasi KUHP mengungkapkan bahwa peraturan dalam pasal yang mengatur mengenai gelandangan seharusnya dilakukan evaluasi terlebih dahulu, lantaran tidak sesuai dengan Pasal 34 ayat (1) yang menyatakan bahwa fakir miskin dan anak terlantar dipelihara oleh negara, sedangkan pada RKUHP tersebut malah memberatkan dan tidak terdapat solusinya.Palembang Hingga Beberapa Kota di Sumatera Selatan Alami Pemadaman Listrik Serentak, Penumpang Kereta LRT Turun dan Jalan Kaki di Tepian Lintasan!Pemerintah seharusnya mengambil langkah dalam mengurangi gelandangan karena hal terkait seharusnya diurus oleh Lembaga eksekutif di bidang perlindungan sosial dan melalui program penanggulangan kemiskinan sesuai dengan pasal 34 ayat (1) UUD 1945.*** 
Read More
Menkum-Menag Gelar Sidang MK Tolak Tegas Legalkan Pernikahan Beda Agama
Menkum-Menag Gelar Sidang MK Tolak Tegas Legalkan Pernikahan Beda Agama
Lingkaran- Tengah menjadi perhatian publik terkait review UU Perkawinan terkait pernikahan beda agama yang diajukan oleh Ramos Petege yang merupakan warga Papua ke Mahkamah Konsitusi (MK) .Palembang Hingga Beberapa Kota di Sumatera Selatan Alami Pemadaman Listrik Serentak, Penumpang Kereta LRT Turun dan Jalan Kaki di Tepian Lintasan!Review UU Perkawinan tersebut telah ditolak pemerintah secara tegas dan tidak akan melegalkan pernikahan beda agama, hal ini disampaikan oleh kuasa Kemenag Kamaruddin Amin mewakili Menkumham Yasonna Laoly dan Menag Yaqut Cholil Qoumas.Penolakan tegas diambil oleh pemerintah lantaran agama di Indonesia memiliki hukum perkawinan yang didasarkan pada kepercayaan yang dianut oleh masing-masing agama yang dijadikan syrat sah pernikahan sehingga tidak memungkinkan untuk melegalkan pernikahan beda agama di Indonesia.Kebakaran di RS Siloam Palembang, Situasi Mencekam Hingga Evakuasi PasienKamaruddin Amin juga menyebutkan bahwa pernikahan beda agama dan kepercayaan tidak bisa didasarkan atas hak asasi manusia dan kebebasan karena dalam melaksanakan hak dan kebebasannya manusia juga harus berdasarkan Undang Undang dengan memperhatikan nilai moral dan agama dalam kehidupan bermasyarakat.***
Read More
KPK Tetapkan 2 Tersangka Baru Kasus Suap Dana PEN
KPK Tetapkan 2 Tersangka Baru Kasus Suap Dana PEN
Lingkaran- Penetapan dua tersangka baru oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) atas kasus suap dana Pemulihan Ekonomi Nasional atau dana PEN.Penetapan kedua tersangka baru ini telah memenuhi cukup bukti seperti yang diungkapkan oleh Wakil Ketua KPK Nurul Ghufron.“KPK menemukan bukti permulaan yang cukup,” ungkap Ghufron pada Kamis (23/6/2022)Sempat Viral, Oknum Pemalakan di Wisata Gunung Bromo Minta Maaf dan MenyesalKedua tersangka baru yang telah ditetapkan tersebut merupakan Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kabupaten Muna Sukarman Loke dan wiraswasta LM Rusdianto Emba.Nekat Curi Emas Buat Beli Iphone Untuk AyangPenerimaan suap yang diduga oleh KPK terhadap kedua tersangka bersama mantan Direktur Jendral Bina Keuangan Daerah Kementerian Dalam Negeri M. Ardian Noervianto dalam suap pengajuan dan PEN Kolaka Timur pada Tahun 2021 lalu. 
Read More
Ungkap Alasan Tidak Boleh Gunakan Sendal Jepit Saat Berkendara. Warganet : Renovasi Jalan Berlubang!
Ungkap Alasan Tidak Boleh Gunakan Sendal Jepit Saat Berkendara. Warganet : Renovasi Jalan Berlubang!
Lingkaran- Peraturan berkendara yang masih menjadi sorotan publik lantaran pengendara tidak boleh menggunakan sendal jepit pada saat menggunakan sepeda motor, hal ini banyak memunculkan polemik yang beredar di masyarakat.Salah satu video yang tengah menjadi sorotan publik usai beredar di media sosial disampaikan oleh seorang petugas kepolisian yang langsung ditanggapi oleh seorang wargnet dengan video tanggapan untuk membalas penjelasan petugas tersebut.Batal Jadi Tersangka, Nikita Mirzani Urungkan Niatnya Laporkan Anggota Kepolisian Penjemputan PaksaDalam video tersebut petugas kepolisan yang bernama Eko terlihat dari seragam yang dikenakan pada saat mengungkapkan alasan tidak diperbolehkannya menggunakan sendal jempit pada saat berkendara untuk keselamatan dari percikan batu kerikil.“Karena sendal jempit gays, itu tidak bisa melindungi ketika kena percikan batu kerikil,” ungkap Eko.Amarah Penumpang Pesawat Memuncak Usai Pesawat Boarding Tak Kunjung Lepas LandasVideo balasan oleh seorang warganet untuk menanggapi perihal tidak diperbolehkannya pengendara menggunakan sendal jepit saat menggunakan sepeda motor karena takut terkena percikan batu kerikil dibenarkan olehnya namun harus diimbangi dengan renovasi jalan untuk kenyamanan dan keselamatan pengendara.“Benar seratus persen bener Pak, tapi kerikil-kerikil yang ada dijalan banyak berasal dari jalan yang berlubang maka dari itu sebaiknya alangkah baiknya, himbauan agar masyarakat tidak memakai sendal jepit saat memakai sepeda motor  diimbangi dengan renovasi jalan yang berlubang Pak oke,” balas warganet dalam video.***
Read More
SAH !! UU Tindak Pidana Kekerasan Seksual Menjadi Hukum Positif Di Indonesia
SAH !! UU Tindak Pidana Kekerasan Seksual Menjadi Hukum Positif Di Indonesia
Lingkaran – UU TPKS SAH, sesudah melalui proses yang panjang DPR baru saja mengesahkan undang-undang tindak pidana kekerasan seksual, Di dalam penetapan UU TPKS tersebut mengatur 9 jenis kekerasan seksual yaitu:Mengenal Perbedaan Tersangka,Terdakwa, Dan TerpidanaPelecehan seksual nonfisikPelecehan seksual fisikPemaksaan kontrasepsiPemaksaan sterilisasiPemaksaan perkawinanPenyiksaan seksualEksploitasi seksualPerbudakan seksualKekerasan seksual berbasis elektronikUU TPKS ini disahkan pada 12/4/2022, UU TPKS disahkan dalam rapat paripurna yang dipimpin oleh Ketua DPR RI, Puan Maharani. Puan menyatakan bahwa ditetapkannya RUU TPKS ini merupakan salah satu sejarah perjuangan masyarakat.HMI Ungkap Dugaan Rekayasa Pada Kasus Begal yang Menjerat Kadernya "Tidak Sesuai Fakta dan Bukti Lapangan""Rapat paripurna hari ini merupakan momen bersejarah yang ditunggu-tunggu masyarakat. Hari RUU TPKS akan disetujui DPR untuk disahkan menjadi UU dan bukti perjuangan bagi korban-korban kekerasan seksual," Ucap Puan Maharani selaku ketua DPRI RI.*** 
Read More
Mengenal Perbedaan Tersangka,Terdakwa, Dan Terpidana
Mengenal Perbedaan Tersangka,Terdakwa, Dan Terpidana
Lingkaran – ilmu hukum merupakan ilmu yang mempelajari semua hal yang berkaitan dengan hukum secara sederhananya ilmu hukum dapat diartikan sebagai ilmu pengetahuan yang objek kajiannya atau objek telaahannya adalah hukum.Makna dan Hukum Puasa RamadhanBerbicara mengenai hukum terdapat istilah-istilah yang mungkin sering kita dengar dalam kehidupan sehari-hari, berikut ini istilah dalam ilmu hukum yang sering kita dengar yaitu:TersangkaTersangka adalah seseorang yang karena perbuatannya atau keadaanya berdasarkan bukti permulaan patut di duga sebagai pelaku tindak pidanaTerdakwaTedakwa adalah seorang tersangka yang di tuntut, di periksa dan diadili dalam persidanganTerpidanaTerpidana adalah seorang yang dipidana berdasarkan putusan pengadilan yang telah memperoleh kekuatan hukum yang tetapHukum Menukar Uang Saat LebaranItulah perbedaaan antara tersangka,terdakwa,dan terpidana ,semoga kini kamu sudah mengetahui apa perbedaan yang ada dalam istilah ilmu hukum tersebut.*** 
Read More
HMI Ungkap Dugaan Rekayasa Pada Kasus Begal yang Menjerat Kadernya "Tidak Sesuai Fakta dan Bukti Lapangan"
HMI Ungkap Dugaan Rekayasa Pada Kasus Begal yang Menjerat Kadernya "Tidak Sesuai Fakta dan Bukti Lapangan"
Lingkaran- Kasus begal yang menjerat Muhammad Fikry merupakan mahasiswa Universitas Mitra Karya Bekasi dan kader Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) kini terus berlanjut proses hukum telah masuk persidangan di Pengadilan Negeri Cikarang. Pada awalnya penangkapan paksa yang dilakukan oleh pihak Polsek Tambelang dan Polres Bekasi dan dipaksa untuk mengakui perbuatannya.Enam Cara Yang Sederhana Untuk Mengetahui BakatPengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam (PB HMI) menilai adanya indikasi tindakan rekayasa yang dilakukan oleh pihak kepolisian dalam kasus begal yang menjerat Muhammad Fikry selaku kader HMI, hal ini disampaikan oleh Ibrahim Asnawi selaku Direktur Eksekitif Bakornas Lembaga Konsultasi Bantuan Hukum Mahasiswa Islam (LKBHMI) menurutnya kadernya tidak bersalah karena dari keterangan para saksi dan tidak beradanya Fikry di lokiasi terjadinya pembegalan.“Bagaimana mungkin orang tidur melakukan kegiatan? Kan enggak mungkin ini logika dari mana?,” ungkap Ibrahim.8 Karyawan Tewas dan 1 TNI Luka Parah Usai Ditembaki KKB di PapuaKesaksian yang diterima dari warga dan keluarga yang mengatakan bahwa Fikry tengah tertidur lelap di masjid dekat rumah yang berjarak sekitar 6 Km dari tempat kejadian perkaran ditambah lagi terdapat rekaman CCTV.Ibrahim juga mengungkapkan terdapat dugaan pemaksaan dan penekanan dari pihak kepolisian saat permeriksaan (BAP) berlangsung.“PB HMI dan LKBHMI telah memperlajari fakta-fakta persidangan sangat bekeyakinan bahwa kasusu ini adalah rekayasa semata,” ujarnya.Pertamina Umumkan Harga BBM Naik Mulai Hari IniTerdapat banyak fakta-fakta serta bukti yang telah didapatkan olehnya yang tidak sesuai dengan fakta-fakta yang dimiliki oleh pihak kepolisian yang tidak sesuai dengan fakta di lapangan.PBHMI juga memberikan peringatan tegas atas kasus yang tengah ditangani oleh apparat penegak hukum baik kepolisian, kejaksaan, pengadilan ataupun hakim untuk dapat melihat perkara dengan detail dan sesuai dengan fakta lapangan disampaikan langsung oleh Yefri selaku Kepala Bidang Hukum dan HAM PB HMI.“Ketidakcocokan ini berarti ada dugaan rekayasa dalam proses ini. Kalau dugaan itu terbukti maka ada pelanggaran HAM berat yang dilakukan apparat penegak hukum,” tegas Yefri.***
Read More
Berita Populer Bulan ini
Place your ads here
Berita Terbaru