Mengenal Lebih Dekat Tentang Kebudayaan Aceh
Mengenal Lebih Dekat Tentang Kebudayaan Aceh
Lingkaran.id-Aceh adalah provinsi di Indonesia yang terletak di ujung utara pulau Sumatera. Provinsi ini memiliki budaya yang unik dan kaya, yang dibedakan oleh keragaman etnis, bahasa, dan agama. Salah satu hal yang paling dikenal tentang budaya Aceh adalah seni tari, musik, dan seni ukir.Mengenal Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Kepribadian Seni Tari AcehTari Saman adalah tarian yang paling terkenal di Aceh dan telah diakui oleh UNESCO sebagai Warisan Budaya Dunia pada tahun 2011. Tarian ini dipentaskan oleh sekelompok pria yang duduk bersila di atas tikar. Mereka menari dengan gerakan yang cepat dan presisi sambil menyanyikan lagu-lagu tradisional. Tarian ini biasanya dipentaskan dalam acara-acara adat seperti perkawinan, pesta rakyat, dan acara-acara keagamaan. Seni Musik AcehMusik tradisional Aceh terdiri dari berbagai instrumen seperti rebab, gendang, serune kalee, dan sejenis alat musik tradisional yang disebut "raba". Musik ini sering digunakan untuk mengiringi tarian tradisional Aceh, seperti Tari Saman. Selain itu, musik tradisional Aceh juga digunakan dalam berbagai acara adat, seperti perkawinan, upacara pemakaman, dan upacara keagamaan. Seni Ukir AcehSeni ukir Aceh dikenal sebagai salah satu bentuk seni ukir kayu yang paling rumit di Indonesia. Seni ukir kayu Aceh memiliki motif khas yang beragam, seperti bunga, binatang, dan bentuk geometris. Seni ukir Aceh sering digunakan untuk membuat berbagai jenis perabotan rumah tangga, seperti kursi, meja, dan lemari. Agama di AcehAceh adalah provinsi yang mayoritas penduduknya memeluk agama Islam. Oleh karena itu, budaya Islam juga sangat kuat di Aceh. Ada banyak bangunan bersejarah seperti Masjid Raya Baiturrahman, Masjid Tua, dan Makam Sultan Iskandar Muda yang menjadi bagian penting dari sejarah Aceh.Selain itu, Aceh juga memiliki banyak pantai dan wisata alam yang indah, seperti Pulau Weh dan Taman Nasional Gunung Leuser. Provinsi ini juga terkenal dengan makanan khasnya, seperti mie Aceh, nasi goreng Aceh, dan dodol Aceh.Proses Menerima Kegagalan, Berikut Tips MenghadapinyaSecara keseluruhan, budaya Aceh kaya dan beragam. Seni tari, musik, dan ukiran adalah beberapa aspek yang paling menonjol. Budaya Islam juga sangat kuat di Aceh, yang terlihat dalam banyak bangunan bersejarah dan tradisi keagamaannya. Aceh juga memiliki banyak pantai dan wisata alam yang indah serta makanan khas yang lezat.*** 
Read More
Penangkapan Belasan Remaja Wanita Oleh Satpol PP dan WH Banda Aceh, Temukan Botol Miras
Penangkapan Belasan Remaja Wanita Oleh Satpol PP dan WH Banda Aceh, Temukan Botol Miras
Lingkaran.id- Pengamanan terhadap sejumlah remaja wanita oleh Petugas Satpol PP dan WH Banda Aceh dibantu warga Ulee Lheue pada Minggu (16/10/2022) dini hari, sekira pukul 03:00 WIB di kawasan Bundaran Ulee Lheueu tepatnya berada di depan gerbang Pelabuhan.Penggerebekan yang dilakukan oleh Personel Satpol PP dan WH Banda Aceh akan dilakukan secara rutin dengan melakukan patroli yang bertujuan untuk mengawasi dan pencegahan pelanggaran syariat Islam di Banda Aceh khusunya oleh sejumlah remaja yang berkumpul di malam hari.Dukun Cabuli Pasien Remaja Hingga Hamil di OKIDari hasil pengamanan sebanyak 11 orang remaja perempuan terjaring oleh petugas dengan sejumlah barang bukti berupa botol minuman keras (miras) yang berada di lokasi perkumpulan sejumlah remaja wanita tersebut.Penangkapan bermula dari warga Ulee Lheue yang melakukan penggerebekan terhadap sejumlah remaja yang sering berkumpul di Bundaran Ulee Lheue, tepatnya di depan pelabuhan pada dinihari kemarin, hal ini diungkapkan oleh Afwa selaku Tokoh Ulee Lheue.Plt Satpol PP dan WH Banda Aceh, Muhammad Rizal S.STP, M.Si  menyebutkan bahwa usai dilakukannya penangkapan sejumlah remaja wanita tersebut dibawa ke Kantor Satpol PP dan WH Banda Aceh, untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut bersama sejumlah barang bukti yang ditemukan di TKP.Irjen Teddy Minahasa Ditempatkan di Tempat Khusus Usai Ditetapkan Sebagai Tersangka Dugaan jual Beli Barang Bukti NarkobaRizal juga menegaskan bahwa apabila ditemukan bukti yang menguatkan terhadap pelanggaran syariat Islam akan dijerat dengan pasal Khamar, maka sejumlah remaja wanita yang tertangkap akan ditindaklanjuti dengan hukuman cambuk.Apabila tidak terbukti maka akan diberikan pembinaan dan menandatangi surat pernyataan yang telah disediakan oleh Petugas Satpol PP dan WH Banda Aceh dalam memberikan efek jera kepada sejumlah remaja wanita tersebut.*** 
Read More
Korban Tewas Tersambar Petir di Bireuen Aceh
Korban Tewas Tersambar Petir di Bireuen Aceh
Lingkaran.id- Hujan deras mengguyur Desa Ie Rhop Kec Gandapura Kabupaten Bireuen disertai dengan gemuruhan petir yang sangat dasyat pada Rabu (5/10/2022).Dalam hujan deras disertai gemuruh petir tersebut mengakibatkan 2 korban jiwa yakni Abu Bakar (22) dan Syahrul Rozi (16) lantaran tersambar petir pada saat keduanya tengah asik bermain hujan di pinggir pantai le Rhop pada pukul 16.00 WIB.Penyebab Terjadinya KDRT Secara UmumUsai tersambar petir kedua korban langsung dilarikan ke  PKM Gandapura untuk diotopsi akibat luka korban disekujur paha sampai leher dan meninggal ditempat.Kunjungan duka yang dilakukan oleh Serka Zulkifli Batuud Koramil 08/Gandapura bersama anggota Polsek Gandapura kerumah duka korban yang disambar petir pada Kamis (6/10/2022),di Desa Ie Rhop Kec Gandapura Kabupaten Bireuen.*
Read More
Aceh Berduka 'Ulama Abu Tumin Hembuskan Nafas Terakhir'
Aceh Berduka 'Ulama Abu Tumin Hembuskan Nafas Terakhir'
Lingkaran.id- Kabar duka datang dari salah satu ulama besar Aceh yakni Teungku Muhammad Amin atau lebih dikenal Abu Tumin Blang Blahdeh.Abu Tumin menghembuskan nafas terakhirnya pada usia 90 tahun di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Fauziah, Bireuen, pada Selasa sore (27/9/2022), hal ini diungkapkan oleh Ketua Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Aceh Teungku Faisal Ali."Benar, Abu Tumin telah meninggalkan kita," ungkap Teungku Faisal Ali.Sistem Pendidikan Tinggi di Indonesia Era Revolusi Industri 4.0 & Merdeka Belajar Kampus MerdekaDiketahui Abu Tumin merupakan pemimpin Pondok Pesantren Dayah Al Madinatuddiniyah Babussalam, Blang Bladeh, Bireuen. Pengaruh besarnya Abu Tumin dalam memberikan arahan dan pendapat terhadap hubungan agama dan pemerintah di Aceh sangatlah besar.Kembali Borong Prestasi, Universitas Bina Darma Raih Penghargaan di Hari Bahasa Isyarat Internasional 2022Kepergian ulama besar Aceh Abu Tumin Blang Blahdeh untuk selama-lamanya ini meninggalkan duka yang mendalam bagi masyarakat dan Pemerintah Aceh.Melalui Pj Gubernur Aceh Achmad Marzuki mengajak seluruh masyarakat Aceh untuk melaksanakan salat gaib untuk Abu Tumin dengan memohon dan memanjatkan doa untuk sang ulama tersebut.***. 
Read More
Densus 88 Berhasil Tangkap Delapan Terduga Teroris di Aceh
Densus 88 Berhasil Tangkap Delapan Terduga Teroris di Aceh
Lingkaran- Penangkapan delapan orang terduga teroris di wilayah Aceh yang dilakukan oleh Datasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri, hal ini diungkapkan oleh Kabagbanops Densus 88 Antiteror Polri Kombes Aswin Siregar pada Jumat (22/7/2022)."Benar (penangkapan delapan orang terduga teroris)," ungkap Aswin Siregar.Polisi Ungkap Kronologi Penangkapan dan Identitas Pelaku Pembunuhan Petugas Kebersihan DLHK Kota PalembangPenyidikan lebih dalam juga masih dilakukan oleh Densus 88 terkait penangkapan kedelapan orang terduga teroris tersebut dengan melakukan pemeriksaan secara intensif kepada setiap terduga yang telah ditangkap."Mohon waktu petugas Densus 88 sedang bekerja. Akan kami jelaskan melalui Humas," ujar Aswin.Diketahui aksi penangkapan cepat yang dilakukan oleh tim Densus 88 antiteror terhadap kedelapan orang terduga teroris di lokasi penangkapan yang berbeda yakni pada kawasan Kabupaten Aceh Tamiang, Aceh di empat desa yang berbeda.Pemecatan 6 Oknum Honorer Satpol PP Musi Banyuasin, Sumsel Usai Positif NarkobaKedelapan terduga teroris berhasil diamankan oleh tim Densus 88 dan dibantu oleh Polri Aceh Tamiang langsung dibawa dilakukan penyidikan lebih dalam, diketahui sebelumnya kedelapan terduga teroris berhasil diamankan di empat desa yang berbeda yakni di Desa Sidodadi, Desa Suka Rahmat, Desa Tanjung Karang dan Desa Suka Mulia.“Saya tidak mengetahui pasti penangkapan yang dilakukan oleh petugas Densus 88,” jelasnya Sahruni.*** 
Read More
Satu Unit Minibus Terbakar Usai Isi BBM, Berikut Kronologinya
Satu Unit Minibus Terbakar Usai Isi BBM, Berikut Kronologinya
Lingkaran - Satu unit minibus Isuzu Panther milik warga yang tinggal di Batalyon Zipur Indrapuri, Aceh Besar terbakar di SPBU Batoh, Banda Aceh sekitar pukul 17.50 WIB pada Selasa (24/5/22). Insiden kebakaran tersebut terjadi seusai mobil tersebut mengisi BBM. Saat itu, Raja Badrul Jamal, pemilik mobil tersebut hendak mengisi BBM jenis solar tetapi operator SPBU mengisinya dengan pertalite. Berikut Penjelasan Kedutaan Besar Inggris Di Indonesia Terkait Mengibarkan Bendera LGBT"Berdasarkan informasi, operator SPBU salah mengisi BBM. Seharusnya biosolar tapi diisi pertalite," kata Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kota Banda Aceh kepada media. Setelah menyadari salah mengisi BBM, operator SPBU dan pemilik mobil langsung mendorong mobil tersebut ke pinggir pagar SPBU untuk menyedot kembali BBM yang salah diisi. Saat didorong, mobil tersebut menimbulkan percikan api dan menghanguskan mobil tersebut dalam sekejap. Petugas SPBU berusaha memadamkan api menggunakan alat seadanya sehingga ada satu orang terluka akibat terkena kobaran api. Beberapa menit kemudian dua unit mobil Damkar  Banda Aceh tiba di lokasi kejadian. Api pun mulai bisa dipadamkan sekitar pukul 18.45 WIB. Pihak kepolisian masih menyelidiki penyebab kebakaran mobil Isuzu Panther tersebut. Jamhur, Pemilik SPBU Batoh juga menyerahkan kepercayaannya kepada pihak kepolisian untuk menyelidiki penyebab kebakaran mobil tersebut. Seni Menolong Diri Ketika Kondisi Mentalmu Sedang Tidak Baik-Baik Saja"Nanti bagaimana hasilnya atau bagaimana baiknya, baru kami pikirkan sama-sama," ucap Jamhur.***
Read More
Pocut Meurah Intan Di Usulkan Gubernur Aceh Menjadi Pahlawan Nasional
Pocut Meurah Intan Di Usulkan Gubernur Aceh Menjadi Pahlawan Nasional
Lingkaran- Gubernur Aceh Ir.H.Nova Iriansyah.,MT beserta istri dan didampingi oleh Bupati Balora H.Arief Rohman, S.IP.,M.Si berserta wakil Bupati melakukan ziarah ke makam Pocut Meurah Intan di desa Temurejo pada Kamis, (17/3/2022).Gempa Bumi Guncang Jepang Hari Ini Dengan Kekuatan 7.3 MMelalui kunjungan kerja nya ke kabupaten Blora yang dimulai dengan mengunjungi dan melakukan ziarah ke makam Pocut Meurah. Dalam hal tersebut beliau menyampaikan agar "Mudah-mudahan semangat kepahlawanan beliau dapat menjadi inspirasi bagi generasi muda Indonesia dan menggugah semangat kita semua dalam membangun negeri ini lebih baik lagi, apalagi jika beliau dapat diusulkan menjadi Pahlawan Nasional," Ucap Gubernur Aceh. Gubernur berharap agar pengajuan salah satu tokoh pejuang perempuan Aceh, Pocut Meurah Intan menjadi Pahlawan Nasional. Melalui kesempatan tersebut Gubernur Aceh Ir.H.Nova Iriansyah.,MT juga mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Jawa Tengah dan Kabupaten Blora,  yang telah merawat dan menjaga makam Pocut Meurah Intan yang merupakan pahlawan perempuan dari Tanah Rencong (Aceh).Amalan Terbaik Dalam Memperingati Malam Nisfu Syaban Atau Malam PengampunanHarapan Gubernur Aceh" Insyallah, tahun ini Pemerintah Aceh juga akan melakukan pemugaran terhadap makam Pocut Meurah Intan," Ucap Gubernur Aceh tersebut.  Beliau juga menyampaikan harapannya, melalui kunjungan kerjanya ke Jawa Tengah dapat menjadi awal dari peningkatan hubungan kemitraan dan persahabatan antara pemerintah Aceh dan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah serta Pemerintah Kabupaten Blora.*** 
Read More
Penemuan Gadis Remaja dengan kondisi Berlumuran Darah, Hingga Puluhan Warga Luka-Luka
Penemuan Gadis Remaja dengan kondisi Berlumuran Darah, Hingga Puluhan Warga Luka-Luka
Lingkaran- Ambruknya jembatan gantung yang menghubungkan Desa Awe Geutah kecamatan Peusangan Siblah Krueng dengan Desa Teupin Reudep Kecamatan Peusangan Siblah Krueng Kabupaten Bireuen Provinsi Aceh, dilatarbelakangi oleh pencarian oleh warga sekitar untuk mencari seorang gadis remaja yang hilang.Penelusuran yang dilakukan oleh warga desa Awe geutah Kecamatan Peusangan Siblah Krueng berhasil menemukan sepeda motor yang digunakan korban di samping sungai dan menemukan petunjuk lain berupa bercak darah di sepanjang jembatan gantung tersebut, setelah menemukan beberapa bukti warga langsung menghubungi pihak Pospol dan Poskoramil Peusangan Siblah Krueng.Ambruknya Jembatan Gantung, Berawal Dari Ceceran DarahPenemuan bercak darah yang sempat menghebohkan warga membuat warga sekitar berkumpul dan ingin melihat langsung, hal ini membuat keramaian disepanjang jembatan gantung tersebut membuat beban yang berat. Jembatan yang sudah tua dan lapuk ambruk seketika membuat puluhan warga terjatuh ke dalam sungai dan luka-luka sehingga harus dilarikan ke rumah sakit.Setelah beberapa jam penelusuran yang dilakukan oleh pihak kepolisan dibantu oleh warga sekitar membuahkan hasil, penemuan korban yang  bernama Dila Dara Fhenna (18) yang merupakan siswi  salah satu SMA Desa Awe Geutah Induk Kecamatan Peusangan Siblang Krueng Kabupaten Bireuen, Provinsi Aceh ditemukan dalam keadaan lemas dan berdarah di semak-semak sekitar Pukul. 17.00 WIB.Kuli di Sumsel Kenakan Seragam Lengkap Inspektur Polisi Saat BerpacaranDari keterangan orang tua korban sang anak pergi dengan menggunakan sepeda motor dan memberitahukan bahwa dirinya tengah sakit perut sehingga tidak bisa mengikuti pelajaran di sekolah dan kemudian menghilang, korban yang diduga depresi dan tengah hamil muda yang dilakukan oleh sang kekasih bernama Ikhlas (28) yang berprofesi sebagai kuli bangunan di Desa Awe Geutah.***
Read More
Ambruknya Jembatan Gantung, Berawal Dari Ceceran Darah
Ambruknya Jembatan Gantung, Berawal Dari Ceceran Darah
Lingkaran- Ambruknya jembatan gantung yang menghubungkan Desa Awe Geutah Paya, Kecamatan Peusangan Siblah Kreung dengan Desa Teupin Reudeup Kecamatan Peusangan Selatan, Kabupaten Bireuen Provinsi Aceh pada Senin (14/3/22) sekitar pukul 10.00 WIB. Dalam kejadian ambruknya jembatan terdapat sejumlah warga terjatuh ke dalam sungai dan mengalami luka-luka.Pada lokasi kejadian terdapat ceceran darah di tengah jembatan hingga kebagian timur ujung jembatan, sehingga banyak informasi yang beredar di masyarakat yang menyebutkan bercak darah tersebut berasal dari perkelahian hingga motif pembunuhan berupa pengguguran wanita hamil.Sebuah Mobil Menjadi Amukan Warga, Hingga Ditenggelamkan Ke SungaiUntuk memastikan informasi yang beredar pihak kepolisian Polres Bireuen langsung meninjau lokasi kejadia melakukan penyelidikan lebih dalam dan meminta keterangan para warga di sekitar lokasi kejadian diungkap oleh Kapolres Bireuen, AKBP Mike Hardy Wirapraja SIK MH melalui Kapolsek Peusangan, Iptu Abdul Mufakhir SH.“Untuk para korban jatuh ke dalam sungai mengalami luka-luka dan untuk bercak darah tersebut belum dapat dipastikan penyebabnya, anggota saat ini masih bekerja di lapangan,” ungkap Abdul.Aksi Penikaman Oleh Remaja Hingga TewasBeredarnya informasi ceceran darah yang berada dijembatan membuat warga penasaran dan berdatangan untuk melihat langsung sehingga warga memadati jembatan tersebut membuat jembatan oleng hingga ambruk, dalam kejadian ambruknya jembatan terdapat puluhan warga sekitar 30 orang yang jatuh ke sungai dan 10 orang mengalami luka-luka sehingga dilarikan ke rumah sakit.Dari keterangan yang diberikan oleh Azhari Yusuf selaku Camat Peusangan Siblah Kreung didampingi oleh Keuchik yang langsung meninjau lokasi ceceran darah, namun setibanya disana jembatan sudah ambruk.“Sampai saya di lokasi memastikan kejadian, tetapi sampai di lokasi jembatan sudah ambruk dan sejumlah warga jatuh ke sungai dan langsung ada yang menyelamatkan diri dan juga dibantu masyarakat di pinggir sungai,” ujar Azhari.***
Read More
400 Mahasiswa Aceh Terjerat Dugaan Korupsi
400 Mahasiswa Aceh Terjerat Dugaan Korupsi
Lingkaran- Dugaan korupsi beasiswa Pemerintah Aceh berpotensi menjerat 400 mahasiswa dalam penetapan tersangka penerima dana beasiswa yang telah dicairkan kepada mahasiswa yang tidak layak dikarenakan tidak memenuhi persyaratan yang telah ditetapkan oleh pemerintah.Tidak tanggung-tanggung mahasiswa penerima beasiswa juga melakukan kerjasama dengan penyalur beasiswa dengan cara bersedia dana beasiswa yang dapat dicairkan untuk dapat dipotong oleh sang penyalur oleh sebab itu mahasiswa penerima beasiswa berpotensi terjerat dalam melakukan tidakan dugaan korupsi. Hal ini dikonfirmasi langsung oleh Komisaris Besar Winardy selaku Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Kepolisian Daerah Aceh pada Kamis (17/2/22).Benarkah Puncak Omicron Di Indonesia Meningkat Di Bulan Maret ?"Penyidik menemukan ada lebih dari 400 orang mahasiswa yang berpotensi jadi tersangka karena meneriman beasiswa tidak memenuhi syarat dan diketahui memberikan kickback (penyaluran kembali) kepada koordinator," ungkap Winardy.Kasus korupsi beasiswa ini memakan anggaran pada tahun 2017. Telah dilakukan perhitungan kerugian negara pada kasus ini oleh Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan Aceh  sebesar Rp.10 miliar dari total anggaran Rp.21,7 miliar namu belum adanya yang ditetapkan sebagai tersangka dari kasus ini berlanjut sejak 2019 sampai saat ini.Dugaan korupsi beasiswa ini terjadi pada tahun anggaran 2017. Kasus ini berlarut-larut sejak 2019 dan hingga kini belum ada penetapan tersangka. Hasil Perhitungan Kerugian Keuangan Negara oleh Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan Aceh menemukan kerugian negara senilai Rp 10 miliar dari total anggaran Rp21,7 miliar.Upaya Membangkitkan Ekonomi Dan Pemulihan Sektor Parekraf Tanah Air Di Tahun 2022Hasil diskusi yang dilakukan Direktorat Reserse Kriminal Khusus Kepolisian Daerah Aceh bersama Supervisi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyatakan bahwa mahasiswa yang tidak memenuhi persyaratan penerima beasiswa dinyatakan sebagai pelanggaran hukum."Kecuali bila mereka segera mengembalikan dana beasiswa yang diterimanya tersebut, dan hal itu adalah sebagai bentuk pengembalian negara," jelas Winardy.REMAJA ITU SIAPA SIH?Dalam kasus ini pihak kepolisian Aceh berkomitmen akan menuntaskan kasus ini dan  memberikan kesempatan kepada mahasiswa yang tidak layak atau tidak memenuhi persyaratan beasiswa untuk dapat mengembalikan dana yang telah diberikan kepada pihak yang berwajib, hal ini dimaksudkan untuk memberikan efek jera kepada penyalur dana beasiswa.."Kita komitmen untuk tetap proses kasus ini," ujar Winardy.***
Read More
Berita Populer Bulan ini
Bina Husada
Berita Terbaru