IPW Yakin Ferdy Sambo Akan Buka-Bukaan Bila Dapatkan Hukuman Mati
IPW Yakin Ferdy Sambo Akan Buka-Bukaan Bila Dapatkan Hukuman Mati
Lingkaran.id- Persidangan kasus pembunuhan berencana Brigadir J telah sampai pada pembacaan tuntutan kepada sejumlah tersangka yang terlibat dalam kasus tersebut.Ancaman tuntutan mati diungkapkan oleh Ketua Indonesia Police Watch (IPW) Sugeng Teguh Santoso kepada Ferdy Sambo yang akan diprediksi bakal buka-bukaan dalam menyampaikan kesaksiaannya."Kalau Sambo mendapat ancaman hukuman mati, dia sedang memperjuangkan hidup dan matinya. Kalau dia mendapatkan ancaman hukuman mati, perlawanannya akan mengeras," ungkap Sugen pada Senin (23/1/2023).JPU Tuntut Bharada E 12 Tahun Penjara, Netizen : Habis Manis Sempah Dibuang!Dengan tuntutan tersebut akan banyak kasus lainnya yang akan dibongkar oleh Ferdy Sambo, mengingat dirinya adalah mantan Kepala Divisi Profesi dan Keamanan (Kadivpropam) berpangkat Irjen.Kasus yang mulai terbongkar saat ini yakni skandal tambang ilegal yang diduga melibatkan anggota Polri dan telah dilaporkan secara resmi terkait kasus tambang ilegal tersebut."Laporan resmi sudah saya sampaikan ke pimpinan secara resmi, sehingga artinya proses di Propam sudah selesai itu melibatkan perwira tinggi," ujar Ferdy Sambo di PN Jakarta Selatan, Selasa 29 November 2022 lalu.Kesehatan Venna Melinda Menurun Usai Jalani BAPDiketahui sebelumnya Ferdy Sambo telah dinyatakan terbukti bersalah dalam kasus pembunuhan Brigadir J dan dijatuhi tuntutan pidana seumur hidup."Memohon kepada majelis hakim menjatuhkan hukuman kepada terdakwa pidana seumur hidup," ungkap JPU saat membacakan berkas tuntutan dalam sidang di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan, Selasa 17 Januari 2023 lalu.*** 
Read More
JPU Tuntut Bharada E 12 Tahun Penjara, Netizen : Habis Manis Sempah Dibuang!
JPU Tuntut Bharada E 12 Tahun Penjara, Netizen : Habis Manis Sempah Dibuang!
Lingkaran.id- Tuntutan yang diberikan oleh jaksa penuntut umum (JPU) kepada Bharada Richard Eliezer atau Bharada E dituntut selama 12 tahun penjara dalam kasus pembunuhan berencana terhadap Brigadir Yosua Hutabarat bersama Ferdy Sambo dan lainnya.Pada saat JPU membcakan tuntutan tersebut terlihat Bharada E sempat menangis menitihkan air mata dan dalam keadaan tegang yang kemudian ditenangkan oleh sang pengacara dengan memberikan pelukan untuk menenagkan Bharada E."Menjatuhkan pidana terhadap terdakwa Richard Eliezer Pudhiang Lumiu dengan pidana penjara selama 12 tahun," kata jaksa penuntut umum (JPU) di PN Jakarta Selatan, pada Rabu (18/1/2023).Tips Memulai Bisnis AngkringanMendengar tuntutan tersebut membuat pengunjung mejadi riuh dalam ruang sidang serta mengkritik dan tidak terima atas tuntutan jaksa, yang memberatkan Bharada E yang telah memberikan kesaksian dan membantu tim penyidikan kasus tersebut."Kepada para pengunjung, mohon tetap tenang," ujar hakim.Seorang Bocah Berhasil Kabur Dari Aksi Penculikan, Sudah 2 HariTerpantau, Bharada E menangis di kursi terdakwa sambil mendengarkan tuntutan jaksa. Eliezer lalu diminta berkonsultasi dengan penasihat hukumnya setelah mendengar surat tuntutan tersebut membuat tim pengacara akan mengajukan pleidoi atas tuntutan yang dinilainya tidak adil."Atas tuntutan jaksa penuntut umum yang melukai rasa keadilan ini, maka kami tim penasihat hukum bersama terdakwa akan mengajukan nota pembelaan," tegas Ronny selaku pengacara Bharada E.*** 
Read More
Hotman Paris Soroti Putusan Pengadilan Kasus Pemerkosaan Vonis Pelaku 7 Bulan Penjara, Tunggu Orang Tua Korban di Kopi Jhony
Hotman Paris Soroti Putusan Pengadilan Kasus Pemerkosaan Vonis Pelaku 7 Bulan Penjara, Tunggu Orang Tua Korban di Kopi Jhony
Lingkaran.id- Putusan pengadilan yang tengah viral dimedia sosial atas kasus pemerkosaan yang menimpa adis berinisial AAP (17) yang merupakan warga desa Kecamatan Tanjung Tebat, Kabupaten Lahat, Sumatera Selatan kini telah sampai ke telinga pengacara kondang Hotman Paris Hutapea.Sampainya kabar putusan pengadilan yang tidak masuk akan tersebut lansung ditanggapi oleh Hotman yang mengaku telah dihubungi banyak orang melalui WA dan via DM atas kasus tersebut dalam ungguhannya.“Helo Hotman baru landing di bandara Soekarno-Hatta Jakarta dari Bali, baca wa buka wa banyak DM banyak sekali yang menghubungi saya memforward foto seorang ayah yang mengadu katanya ke Presiden karena putrinya diperkosa oleh tiga orang ditempat kos, tapi hanya divonis 7 bulan pemerkosaannya”, ungkap Hotman dalam unggahannya.Viral 3 Remaja Sekap dan Perkosa Gadis Dibawah Umur, Hanya Dihukum Hitungan BulanHotman juga menyebutkan bahwa bagi warganet yang mengenal orang tua korban untuk dapat memberitahunya bahwa dirinya telah ditunggu untuk menghubungi atau dapat langsung datang ke kopi Jhony untuk meminta bantuan hukum kepadanya.“Mohon siapa aja yang tau nomor telepon bapak ini agar menghubungi saya atau bawa dia ke kopi Jhony hari sabtu pagi,” ujar Hotman.Tidak tanggung-tanggung Hotman juga sempat menyentil Ketua Mahkamah Agung dan Pengawas Mahkamah Agung atas sejumlah putusan pengadilan yang bertentangan satu sama lain pada sejumlah kasus yang tengah terjadi.“Halo bapak Ketua Mahkamah Agung dan pengawas Mahkamah Agung kapan lagi pak bergerak ini sudah saatnya Pak, aduh belum lagi kasus investasi bodong, robot trading satu sama lain putusannya bertentengan kacau ni putusan pengadilan bertentangan satu sama lain,” tegasnya.Mixue Belum Bersertifikat Halal, Kemenag : Jangan Pasang Logo Halal!Hotman sangat menyayangkan hukum dinegeri ini yang telah kehilangan arah atas putusan yang ditetapkan atas kasus pemerkosaan tersebut serta mengajak kepada orang tua korban untuk terus mencari keadilan untuk sang anak yang telah menjadi korban pemerkosaan.“Pemerkosa sekarang tujuh bulan penjara mau kemana hukum di negeri ini, mana orang tuanya kita berjuang sama-sama kita jangan diem lawan ini, sudah tidak adil masa diperkosa cuma tujuh bulan penjara,” ujarnya.Hotman meragukan keputusan kasus pemerkosaan tersebut lantaran menurutnya ada permainan yang terjadi dibalik putusan tersebut.“Benar gak sih itu, kalo bener ada sesuatu yang terjadi di balik dinding, saya tunggu orang tua dari sikorban sabtu pagi,” tutupnya.*** 
Read More
KPK Dalami Keterlibatan Kerja sama Bupati Bangkalan Bersama Sang Kakak Dalam Kasus Jual Beli Jabatan
KPK Dalami Keterlibatan Kerja sama Bupati Bangkalan Bersama Sang Kakak Dalam Kasus Jual Beli Jabatan
Lingkaran.id- Penangkapan yang dilakukan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap Bupati Bangkalan , R Abdul Latif Amin Imron pada Rabu (7/12/2022) di Jawa Timur karena kasus suap jual beli lelang kursi jabatan.Hal serupa terjadi dengan sang kakak Fuad Amin Imron yang juga ditangkap lebih dulu darinya pada 2 Desember 2014 lalu oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait kasus suap jual beli gas alam pada saat menjabat Bupati Bangkalan periode 2003-2013.Gunung Semeru Kembali Erupsi Pagi Ini, Tinggi Letusan Capai 300 MeterPenyidikan lebih lanjut masih didalami oleh KPK lantaran keduanya melakukan tindak korupsi yang memungkinkan adanya keterlibatan diantara keduanya dalam melakukan praktik Korupsi tersebut, pendalaman tersebut diungkapkan oleh Ketua KPK Firli Bahuri pada Kamis (8/12/2022) dini hari."Tentu masih perlu pendalaman untuk melihat apakah ada kaitan antara Bupati Bangkalan dengan kakaknya. Sementara kita belum temukan itu tapi kita akan dalami itu," ungkap ketua KPK dalam konferensi di Gedung KPK, Jakarta Selatan.Hasil Perang Saudara Ginting kalahkan Jonatan ChirstieDalam mengungkap keterlibatan antara Abdul Latif dan Fuad Amin Imron dalam Tindakan korupsi tersebut tentinya KPK memerlukan serangkaian penyelidikan untuk membuktikan dugaan kerja sama dalam melakukan korupsi dengan menemukan sejumlah buktu dan keterangan yang akurat."Tentu untuk membuktikan apakah ada keterkaitan atau tidak karena pada prinsipnya pelaku tindak pidana itu harus kita buktikan setidaknya memenuhi unsur pelaku," jelasnya.Diketahui sebelumnya KPK telah menahan dan menetapkan Bupati Kabupaten Bangkalan, R Abdul Latif Amin Imron sebagai tersangka bersama lima pejabat lainnya sebagai pemberi suap yang terdiri atas Penataan Ruang (PUPR) Wildan Yulianto (WY),  Kepala Dinas (Kadis) Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Hosin Jamili (HJ), Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Kadis Ketahanan Pangan Achmad Mustaqim (AM).***
Read More
Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi Jalani Sidang Lanjutan Hari Ini
Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi Jalani Sidang Lanjutan Hari Ini
Lingkaran.id- Sidang lanjutan yang akan dijalani oleh terdakwa Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi, dalam kasus dugaan pembunuhan berencana Brigadir J akan kembali berlangsung di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan hari ini pada Selasa (29/11/2022).Persidangan Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi dikonfirmasi oleh Humas PN Jakarta Selatan Djuyamto saat dihubungi pada Senin (29/11/2022) yang menyebutkan bahwa gelar persidangan akan kedua terdakwa tersebut akan berlangsung hari ini.Ayah dan Anak Keroyok dan Tusuk Kerabat Hingga TewasPimpinan sidang akan kembali dipandu oleh Ketua Majelis Hakim Wahyu Iman Santoso dan didampingi oleh hakim anggota satu yakni Morgan Simanjuntak, dan hakim anggota dua ialah Alimin Ribut Sujono.Dalam gelar sidang hari ini kembali akan melakukan pembuktian JPU terhadap pemeriksaan saksi untuk para terdakwa, dimana Putri Candrawathi didakwa terlibat dalam pembunuhan berencana terhadap Brigadir J lantaran dirinya yang mengetahui rencana pembunuhan namun tidak berupaya k menghalangi atau menghentikan rencana tersebut.Sehingga Putri Candrawathi didakwa melanggar Pasal 340 KUHP subsider Pasal 338 KUHP juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP dalam perkara tersebut.Ferdy Sambojuga juga dijerat dengan pasal pembunuhan berencana terhadap Brigadir Nopriansyah Yosua Hutabarat yang bersekongkol dengan Richard Eliezer Pudihang Lumiu, Putri Candrawathi, Ricky Rizal Wibowo, dan Kuat Ma'ruf.Lapak Pedagang di Pasar Cinde Palembang Hangus Terbakar, Ini PenyebabnyaMenghalangi proses penyidikan kasus pembunuhan Brigadir J hingga melakukan, menyuruh melakukan, dan turut serta melawan hukum melakukan tindakan apa pun yang berakibat terganggunya barang sejumlah barang bukti seperti CCTV.Adapun sejumlah pasal yang menjerat Ferdy Sambo dalam perkara pembunuhan berencana terhadap Brigadir J yakni Pasal 340 KUHP subsider Pasal 338 KUHP juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP dan Pasal 49 jo Pasal 33 Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik jo Pasal 55 ayat (1) ke 1 KUHP.*** 
Read More
Mengaku Anak Petinggi Polisi, Seorang Remaja Aniaya Hingga Ancam Habisi Temannya
Mengaku Anak Petinggi Polisi, Seorang Remaja Aniaya Hingga Ancam Habisi Temannya
Lingkaran.id- Penganiayaan yang dilakukan oleh RC (19) terhadap temannya yang berinisial FB (16) dianiaya oleh temannya berinisial RC (19) yang terjadi di kawasan Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK), Kebayoran Baru, Jakarta Selatan pada Sabtu (12/11/2022).Diketahui RC mengaku sebagai anak dari petinggi Irwasda Polda Kalimantan Utara (Kaltara). Peristiwa pemukulan diketahui sang ibu korban pada saat korban pulang dan menceritkan insiden pemukulan yang menimpa dirinya, hal ini diungkapkan oleh Yusna yang merupakan ibu korban.Oknum Polisi Pengaman G20 di Bali Tewas Tertusuk Usai Batalkan Pesanan di Aplikasi MiChat"Tiba-tiba anak saya pulang ke rumah, terus dia lapor kalau dipukul sama salah satu anak petinggi polisi. Tempat kejadiannya itu PTIK, mereka tempat bimbel kursus untuk masuk Akpol," ungkap Yusna di Polda Metro Jaya pada Selasa (15/11/2022).Usai Yusna mendengarkan cerita anaknya terkait penganiayaan yang menimpanya dirinya langsung menyambangi Polres Jakarta Selatan untuk membuat laporan dan membawa insiden tersebut ke proses hukum dengan nomor LP/3596/XI/2022/RJS.Rusia Gempur Fasilitas Energi Ukraina Sebabkan Pemadaman ListrikYusna juga membawa sang anak untuk menjalani visum lantaran terdapat sejumlah luka dan memar akibat pemukulan yang dilakukan oleh pelaku, hingga perusakan terhadap mobil korban dan ancaman akan dihabisi."Sudah saya visum, di sini berdarah semua (area muka) memar di sini, ulu hatinya juga. Tiga kali pukulannya di tempat parkir, lapangan tempat lari, dan mobil kita juga dirusak," jelasnya.***
Read More
Bos Juragan 99 Diperiksa Ditreskrimum Polda Jatim Hari Ini Terkait Tragedi Kanjuruhan
Bos Juragan 99 Diperiksa Ditreskrimum Polda Jatim Hari Ini Terkait Tragedi Kanjuruhan
Lingkaran.id- Pemeriksaan yang akan dilakukan oleh tim penyidik Ditreskrimum Polda Jatim terhadap 15 saksi atas kasus Tragedi Kanjuruhan yang menewaskan 135 orang.Pemeriksaan pada Kamis (27/10/2022) tim penyidik Ditreskrimum Polda Jatim akan memanggil Gilang Widya Pramana sebagai saksi Tragedi Kanjuruhan atau yang dikenal sebagai Bos Juragan 99 yang juga menjabat sebagai Presiden Arema FC.Komnas HAM Beberkan Temuan Fakta Berbeda Dengan Temuan Kepolisian Tragedi KanjuruhanPemeriksaan sejumlah saksi lainnya oleh tim penyidik Ditreskrimum dalam Tragedi Kanjuruhan akan dilakukan secepatnya dan sesuai dengan penjadwalan yang telah dibuat demi mengusut tuntas kasus tersebut, hal ini disampaikan oleh Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol.Diketahui sebelumnya telah ditetapkan enam tersangka yang telah rampung penyerahan sejumlah berkas pada tahap pertama ke kejaksaan dan diduga kuat akan ada tersangka baru dalam tragedi Kanjuruhan ini.Penetapan enam tersangka tragedi Kanjuruhan yakni tersusun atas tiga berkas yakni pada pelimpahan berkas pertama yang telah ditetapkan sebagai tersangka Direktur Utama PT Liga Indonesia Baru (LIB) Akhmad Hadian Lukita dengan jeratan tentang Keolahragaan Pasal 359 KUHP dan atau Pasal 360 KUHP dan atau Pasal 103 ayat 1 junto Pasal 52 UU No. 11/2022.Komnas HAM akan Beberkan Temuan Awal Tragedi Kanjuruhan Hari Ini!Pada pelimpahan berkas perkara kedua dengan tersangka Ketua Panpel Arema FC, Abdul Haris, dan Security Officer Suko Sutrisno yang dijerat dengan Pasal Keolahragaan yakni Pasal 359 KUHP dan atau Pasal 360 KUHP dan atau Pasal 103 ayat 1 junto Pasal 52 UU No. 11/2022.Pada pelimbahan berkas perkara ketiga dengan tersangka Kabag Ops Polres Malang, Kompol Wahyu Setyo Pranoto; Kasat Samapta Polres Malang, AKP Bambang Sidik Achmadi dan Komandan Kompi Brimob Polda Jatim, AKP Hasdarman dijerat Pasal 359 KUHP dan atau Pasal 360 KUHP untuk ketiga anggota Polri.***
Read More
Sidang Perdana Ferdy Sambo bersama 3 Terdakwa Lain Akan Digelar Hari Ini, Bharada E Dipisah
Sidang Perdana Ferdy Sambo bersama 3 Terdakwa Lain Akan Digelar Hari Ini, Bharada E Dipisah
Lingkaran.id- Persidangan perdana yang akan dilangsungkan hari ini, Senin (17/10/2022) terhadap mantan Kadiv Propam Polri Ferdy Sambo bersama sang istri Putri Candrawathi sebagai pelaku pembunuhan berencana terhadap Brigadir J atau Nofriansyah Yosua Hutabarat.Persidangan tersebut akan digelar di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan, dua terdakwa lain yakni Ricky Rizal dan Kuat Maruf juga akan menjalani persidangan perdana hari ini.Sosok Hakim Wahyu Iman Santosa Akan Pimpin Sidang Ferdy Sambo CsDalam persidangan akan dipimpin langsung oleh Wahyu Iman Santosa yang menjabat Wakil Ketua PN Jakarta Selatan, didampingi oleh hakim Morgan Simanjuntak dan Alimin Ribut Sujono.Berlangsungnya persidangan akan dilakukan secara terbuka yang dilengkapi dengan monitor di sepanjang ruangan agar masyarakat dapat menyaksikan berjalannya persidangan, hal ini diungkapkan oleh Humas PN Negeri Jakarta Selatan Djuyamto.Polisi Tembakan Gas Air Mata Kadaluwarsa Dalam Insiden Kanjuruhan!Diketahui persidangan akan digelar secara offline yang akan menghadirkan seluruh terdakwa di ruang sidang utama Oemar Seno Adji.Dalam persidangan yang akan berlangsung hari ini Bharada E akan menjalani persidangan secara terpisah pada Selasa (18/10/2022), sedangkan terdakwa lain kasus obstruction of justice akan menjalani persidangan pada Rabu (19/10/2022) yang terdiri dari Brigjen Pol Hendra Kurniawan, Kombes Pol Agus Nurpatria, AKBP Arif Rahman Arifin, Kompol Baiquni Wibowo, Kompol Chuck Putranto, dan AKP Irfan Widyanto. ***
Read More
Irjen Teddy Minahasa Ditempatkan di Tempat Khusus Usai Ditetapkan Sebagai Tersangka Dugaan jual Beli Barang Bukti Narkoba
Irjen Teddy Minahasa Ditempatkan di Tempat Khusus Usai Ditetapkan Sebagai Tersangka Dugaan jual Beli Barang Bukti Narkoba
Lingkaran.id- Penangkapan yang dilakukan oleh Propam Mabes Polri terhadp Irjen Teddy Minahasa dalam kasus dugaan jual beli barang bukti narkoba.Kasus ini berawal dari tertangkapnya sejumlah pelaku penyalahgunaan narkoba oleh jajaran Polres Metro Jakarta Pusat. Hingga penyidikan mengarah Irjen Teddy yang merupakan Jenderal polisi bintang dua.Lesti Kejora Cabut Laporan Usai Rizky Billar Jadi TersangkaDiketahui saat ini Irjen Teddy Minahasa telah ditetapkan sebagai tersangka serta sudah ditempatkan di tempat khusus dan dimutasi ke bagian Pelayanan Markas (Yanma) Mabes Polri, hal ini dikonfirmasi oleh Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo."Irjen TM dinyatakan sebagai terduga pelanggar, dan sudah dilakukan penempatan khusus," ungkap Jenderal Sigit saat konpers pada Jumat (14/10).Polres Metro Jakarta Tetapkan Rizky Billar Sebagai Tersangka KDRT, Billar Bantah Banting LestiSebelum ditetapkannya Irjen Teddy Minahasa sebagai tersangka, tim penyidik telah melakukan gelar perkara terduga pelanggar dalam kasus tersebut."Tadi pagi telah dilaksanakan gelar perkara," jelas sigit.***
Read More
3 Oknum Polisi Lakukan Perampasan Motor Berhasil Ditangkap, Terancam Dipecat Hingga Kurungan Penjara
3 Oknum Polisi Lakukan Perampasan Motor Berhasil Ditangkap, Terancam Dipecat Hingga Kurungan Penjara
Lingkaran.id- Penangkapan yang dilakukan oleh tim gabungan Satreskrim dan Propam Polrestabes Medan terhadap ketiga oknum polisi Samapta Polrestabes Medan yakni Bripka A, Bripka B dan Briptu H usai video viralnya beredar di media sosial.Dalam video viral tersebut ketiga oknum polisi tersebut melakukan perampasan terhadap kendaraan roda dua yang bermoduskan jual beli motor.Penahanan terhadap ketiga pelaku telah dilakukan di Polrestabes Medan bersama dengan satu pelaku lainnya yang juga terlibat dalam aksi perampasan, hal ini disampaikan langsung oleh Kapolrestabes Medan Kombes Pol Valentino Alfa Tatareda.Tim TGIPF Berhasil Kumpulkan Barang Bukti dan Keterangan Saksi Insiden Tragis Kanjuruhan“Saat ini juga kami masih melakukan penyidikan terhadap kemungkinan adanya jaringan pencurian dan perampasan motor, dengan modus jual beli motor. Kami kuga menelusuri kemungkinan adanya catatan kejahatan dari para pelaku,” ungkap ValentinoProses penyidikan tengah berjalan dalam mengumpulkan keterangan dan bukti apabila adanya pelanggaran etik yang dilakukan oleh ketiga oknum polisi tersebut pihak kepolisian akan mengambil langkah tegas yakni dengan ancaman dipecat dari institusi Polri dan dijerat dengan tiga pasal berlapis tentang perampasan dan pencurian dengan acaman kurungan penjara selama lebih dari lima tahun.Keluarga Brigadir J Enggan Tanggapi Permintaan Maaf Ferdy Sambo, Jalankan Proses Hukum yang Transparan!Diketeahui aksi perampasan dilakukan oleh ketiga oknum polisi saat korban menjual motornya yang di iklankannya dimedia sosial lalu pelaku menghubungi korban untuk membelinya dan melakukan pertemuan di Kawasan Kampung Lalang, hingga pertemuan tersebut korban dituduh menjual motor curian dan langsung terjadi aksi perampasan.*
Read More
Berita Populer Bulan ini
Place your ads here
Berita Terbaru