Siap Siap Kamu Jadi Miliader Jika Kamu ke Negara ini Dengan Membawa Uang 1 Juta
Siap Siap Kamu Jadi Miliader Jika Kamu ke Negara ini Dengan Membawa Uang 1 Juta
Lingkaran.id - Iran, negara dengan cadangan minyak terbesar ke‑4 di dunia, kini berada di tengah krisis ekonomi yang mengancam stabilitas sosial dan politiknya. Inflasi yang melaju di atas 50 % per tahun, nilai tukar rial yang terpuruk drastis, serta lonjakan harga pangan yang menyentak jutaan rumah tangga, menjadi gejala utama “porak‑poranda” ekonomi Iran. Artikel ini mengupas penyebab, dampak, serta upaya yang tengah diambil pemerintah untuk menahan laju kemerosotan ekonomi.1. Penyebab Inflasi TinggiInflasi di Iran tidak muncul secara tiba‑tiba. Beberapa faktor struktural dan kebijakan yang saling berinteraksi menjadi pemicu utama:Sanksi Internasional: Sanksi ekonomi yang diterapkan oleh Amerika Serikat dan Uni Eropa sejak 2018, terutama yang menargetkan sektor perbankan dan minyak, mengurangi pendapatan devisa negara secara signifikan.Ketergantungan pada Minyak: Harga minyak dunia yang fluktuatif menambah kerentanan. Ketika harga turun, pendapatan negara menurun, sementara pemerintah tetap harus membiayai subsidi dan gaji pegawai.Defisit Anggaran: Pemerintah Iran terus mencetak uang untuk menutupi defisit anggaran, yang secara klasik meningkatkan tekanan inflasi.Pengendalian Harga yang Tidak Efektif: Kebijakan kontrol harga pada bahan pokok (beras, gula, minyak goreng) menyebabkan kelangkaan dan pasar gelap, memperburuk tekanan harga.Fluktuasi Nilai Tukar: Penurunan nilai rial memicu kenaikan harga impor, terutama barang konsumsi dan bahan baku industri.Menurut data Iran Statistical Center, inflasi konsumen pada kuartal terakhir mencapai 58,1 % YoY, menjadikannya salah satu tingkat inflasi tertinggi di dunia pada 2024.2. Rial Iran Ambles: Dari Kejatuhan Nilai Tukar hingga Dampak SosialRial Iran (IRR) mengalami depresiasi tajam sejak 2019. Pada awal 2022, 1 USD setara dengan sekitar 42.000 IRR; pada akhir 2025, nilai tukar resmi resmi (official) berada di kisaran 500.000 IRR per USD, sementara pasar gelap (free market) mencatat nilai lebih dari 1 juta IRR per USD.Faktor-faktor yang Memperparah DepresiasiHilangnya Pendapatan Minyak: Penurunan ekspor minyak menurunkan cadangan devisa, memaksa pemerintah menjual rial di pasar terbuka untuk menstabilkan nilai tukar.Ketidakpercayaan Investor: Sanksi dan kebijakan ekonomi yang tidak konsisten menurunkan minat investasi asing, mengurangi aliran modal masuk.Penggunaan Rial untuk Pembayaran Domestik: Pemerintah masih mengandalkan rial untuk membayar gaji pegawai dan subsidi, menambah tekanan pada likuiditas.Dampak Sosial yang NyataDepresiasi rial memicu cost‑of‑living crisis yang dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat:Gaji nominal tetap, tetapi daya beli menurun drastis.Harga barang impor (obat, peralatan elektronik, bahan baku industri) melonjak, menambah beban rumah tangga.Fenomena brain drain semakin intensif; banyak profesional terampil memilih hijrah ke negara dengan ekonomi lebih stabil.3. Harga Pangan Meroket: Ancaman terhadap Ketahanan PanganIran merupakan produsen beras, gandum, dan buah‑buah kering, namun ketergantungan pada impor gandum (sekitar 60 % kebutuhan) membuat negara ini rentan terhadap fluktuasi nilai tukar. Berikut data terbaru (2024‑2025):KomoditasKenaikan Harga (YoY)Harga Rata‑Rata (IRR/kg)Beras+78 %1 200 000Gandum+95 %1 500 000Minyak Goreng+62 %2 800 000Sayur‑sayuran (rata‑rata)+54 %1 100 000Lonjakan harga ini tidak hanya menurunkan daya beli, tetapi juga memicu protes sosial. Pada pertengahan 2024, demonstrasi di kota‑kota besar seperti Tehran, Isfahan, dan Mashhad menuntut penurunan harga pangan dan penghapusan subsidi yang “menyiksa”.4. Kebijakan Pemerintah: Upaya Menstabilkan EkonomiMenanggapi krisis, pemerintah Iran meluncurkan serangkaian kebijakan, meskipun hasilnya masih dipertanyakan:Restrukturisasi Utang: Negosiasi ulang dengan kreditur domestik untuk menunda pembayaran bunga.Penguatan Cadangan Devisa: Penjualan aset minyak di pasar hitam dan peningkatan ekspor non‑minyak (kain, kimia, dan produk pertanian).Reformasi Subsidi: Pengurangan subsidi energi secara bertahap, dengan kompensasi berupa kartu bantuan tunai (cash‑transfer) bagi rumah tangga miskin.Kontrol Inflasi Sementara: Penetapan plafon harga pada barang pokok, serta penegakan ketat terhadap spekulan.Kerjasama Regional: Mencari akses pasar alternatif melalui Turki, Rusia, dan negara‑negara di Asia Tengah untuk mengurangi ketergantungan pada dolar AS.Namun, beberapa pengamat menilai kebijakan tersebut belum cukup kuat. Penurunan nilai tukar masih berlangsung, dan inflasi diproyeksikan tetap di atas 45 % hingga akhir 2025.5. Prospek Jangka Panjang: Apa yang Dapat Diharapkan?Jika tidak ada perubahan struktural, ekonomi Iran dapat mengalami spiral negatif yang melibatkan:Penurunan Investasi Asing: Ketidakpastian politik dan sanksi yang terus berlanjut menurunkan minat investor.Ketergantungan pada Pasar Gelap: Nilai tukar resmi akan semakin tidak relevan, memperparah ketidakstabilan moneter.Risiko Sosial: Kenaikan kemiskinan, penurunan harapan hidup, dan potensi konflik sosial yang lebih intens.Di sisi lain, ada skenario optimis yang bergantung pada tiga pilar utama:Pencabutan atau Pelonggaran Sanksi: Negosiasi ulang perjanjian nuklir (JCPOA) dapat membuka kembali akses ke pasar keuangan internasional.Diversifikasi Ekonomi: Pengembangan sektor non‑minyak, seperti pariwisata, teknologi informasi, dan manufaktur ringan.Reformasi Fiskal dan Moneter: Pengetatan kebijakan moneter, transparansi anggaran, dan pengurangan subsidi yang tidak terarah.
Read More
Saham BUMI Melejit Lagi! Tembus Rp 362 pada 11 Desember 2025, Investor Ramai Buru Emiten Batu Bara Legendaris
Saham BUMI Melejit Lagi! Tembus Rp 362 pada 11 Desember 2025, Investor Ramai Buru Emiten Batu Bara Legendaris
Lingkaran.id -Saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI) kembali menjadi pusat perhatian pasar modal. Pada perdagangan hari ini, BUMI kembali melesat hingga menyentuh level Rp 362 per saham, melanjutkan reli kuat yang sudah terjadi sejak awal pekan. Lonjakan ini langsung memicu euforia investor ritel maupun institusi yang melihat peluang baru dari emiten batu bara terbesar Indonesia tersebut. Kenaikan hari ini memperpanjang tren positif BUMI yang sehari sebelumnya mencatatkan kenaikan lebih dari 20%, menjadikannya salah satu saham paling aktif dan paling panas di Bursa Efek Indonesia (BEI). Volume transaksi BUMI pun melesat tajam, menunjukkan minat beli yang kembali menguat signifikan.Tragis di SDN Kalibaru 01: Mobil Pengangkut MBG Tabrak Siswa Di Lapangan Sekolah, Banyak Korban TerlukaApa Penyebab BUMI Terus Naik?Para analis menilai ada tiga faktor besar yang mendorong penguatan harga BUMI:1. Sentimen Kinerja Emiten TambangKenaikan harga komoditas energi serta prospek pemulihan konsumsi global menjadi faktor pendorong utama saham-saham batu bara, termasuk BUMI.2. Transformasi Bisnis & DiversifikasiBUMI tengah menggenjot diversifikasi bisnis non-batu bara, termasuk ke emas dan tembaga melalui akuisisi tambang luar negeri. Langkah ini dinilai memperkuat pondasi pendapatan jangka panjang perusahaan.3. Minat Investor Ritel MelonjakDari sisi teknikal, reli panjang BUMI memicu buying momentum dari investor ritel. Saham ini kembali dilirik sebagai saham “penggerak” dengan potensi kenaikan lanjutan, meskipun volatilitasnya tinggi.Kalender Lengkap: Inilah Jadwal Cuti Bersama dan Libur Nasional 2026, Cocok Untuk Rencana Liburan & MudikKapitalisasi Pasar Meningkat TajamDengan kenaikan terbaru ini, kapitalisasi pasar BUMI kembali merangkak naik mendekati level Rp 120 triliun, menegaskan posisi perusahaan sebagai salah satu raksasa di sektor energi Indonesia.Apa yang Perlu Dicermati Investor?Meski prospeknya positif, analis mengingatkan bahwa BUMI tetap merupakan saham dengan volatilitas tinggi. Risiko fluktuasi harga komoditas serta sentimen global bisa memengaruhi pergerakan saham secara signifikan.Namun, selama momentum positif ini masih terjaga, BUMI berpotensi melanjutkan penguatannya menuju level-level psikologis berikutnya.Kenaikan BUMI ke Rp 362 pada 11 Desember 2025 menegaskan bahwa saham ini masih memiliki magnet yang kuat di kalangan investor. Pembahasan mengenai BUMI menjadi topik panas di forum investasi, Google Trends, hingga platform media sosial.****
Read More
Surat Terakhir Warren Buffett Guncang Dunia Bisnis: Umumkan Pengganti dan Kritik Keras Gaji Eksekutif
Surat Terakhir Warren Buffett Guncang Dunia Bisnis: Umumkan Pengganti dan Kritik Keras Gaji Eksekutif
Lingkaran.id -Warren Buffett merilis surat tahunan terakhirnya sebagai CEO Berkshire Hathaway, menandai salah satu momen paling signifikan dalam dunia bisnis global. Surat tersebut berisi penjelasan tentang suksesi kepemimpinan, arahan strategis, hingga sorotan tajam terhadap praktik kompensasi eksekutif di perusahaan-perusahaan besar. Dalam surat itu, Buffett secara resmi menetapkan Greg Abel sebagai penerusnya untuk posisi Chief Executive Officer. Penunjukan tersebut mengakhiri spekulasi panjang mengenai masa depan kepemimpinan Berkshire Hathaway. Abel sebelumnya menjabat sebagai Wakil Ketua yang mengawasi seluruh unit bisnis non-asuransi perusahaan, sebuah posisi strategis yang selama ini membuatnya dianggap sebagai kandidat utama.Buffett menyatakan bahwa perusahaan telah mempersiapkan skenario transisi ini sejak beberapa tahun lalu. Ia juga menegaskan bahwa dirinya akan tetap menjabat sebagai Chairman untuk memastikan kesinambungan fungsi tata kelola perusahaan.Gol Menit Akhir Caroline Weir Selamatkan Real Madrid Femenino dari Kekalahan Lawan Paris FCSalah satu bagian paling menonjol dari surat tersebut adalah kritik Buffett terhadap tren kenaikan kompensasi eksekutif. Ia menyebut fenomena tersebut sebagai perkembangan yang tidak terkendali dan menyimpang dari nilai jangka panjang yang seharusnya menjadi fokus perusahaan.Menurut Buffett, persaingan antar-CEO untuk mendapatkan paket kompensasi terbesar telah mendorong praktik yang dinilai tidak selaras dengan kepentingan pemegang saham. Ia menyerukan pentingnya peninjauan kembali struktur insentif agar lebih mencerminkan kontribusi nyata seorang eksekutif terhadap kinerja perusahaan.Dalam bagian lain, Buffett menjelaskan rencana mempercepat pemberian hibah kepada sejumlah yayasan keluarga. Upaya tersebut mencakup langkah teknis berupa konversi sebagian saham Berkshire Hathaway kelas A menjadi saham kelas B. Konversi ini ditujukan untuk mempermudah pembagian donasi dalam jumlah besar tanpa memengaruhi struktur kepemilikan perusahaan.Langkah tersebut konsisten dengan komitmen Buffett yang telah berlangsung puluhan tahun dalam dunia filantropi, termasuk keterlibatannya dalam Giving Pledge yang mendorong miliarder dunia menyumbangkan sebagian besar kekayaannya untuk tujuan sosial.Selain membahas transisi dan agenda filantropi, surat Buffett juga mencatat aktivitas finansial terbaru Berkshire Hathaway. Perusahaan dilaporkan menjual obligasi yen senilai ¥210,1 miliar, atau sekitar US$1,4 miliar. Transaksi ini menjadi bagian dari strategi pengelolaan arus keuangan perusahaan di tengah dinamika pasar global.Prof. Dr. Edi Surya Negara, M.Kom Tekankan Pentingnya Penguatan Ruang Digital Aman Bagi Anak Pada Forum Diskusi Publik Ditjen KPM KemkomdigiPenjualan obligasi yen tersebut memperlihatkan upaya perusahaan dalam melakukan diversifikasi pendanaan serta mempertahankan fleksibilitas modal untuk menghadapi peluang atau risiko di berbagai sektor investasi.Surat tahunan terakhir Buffett sebagai CEO menjadi penanda berakhirnya masa kepemimpinan yang telah berlangsung selama lebih dari lima dekade. Di bawah kepemimpinannya, Berkshire Hathaway berkembang dari perusahaan tekstil yang merugi menjadi konglomerasi global dengan portofolio yang mencakup asuransi, energi, transportasi, ritel, manufaktur, hingga investasi di berbagai perusahaan teknologi.Transisi kepada Greg Abel menandai dimulainya fase baru bagi perusahaan, sementara surat terakhir Buffett menjadi dokumen penting yang merangkum prioritas, arah kebijakan, dan nilai-nilai yang membentuk reputasi Berkshire Hathaway di tingkat global.****
Read More
Menkeu Purbaya Tegaskan Impor Ilegal Pakaian Tak Boleh Dibiarkan, Rugikan Industri Lokal
Menkeu Purbaya Tegaskan Impor Ilegal Pakaian Tak Boleh Dibiarkan, Rugikan Industri Lokal
Lingkaran.id -  Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa praktik impor pakaian ilegal harus diberantas karena dapat memberikan dampak serius terhadap keberlangsungan industri dalam negeri, terutama sektor tekstil dan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).Purbaya menjelaskan, maraknya produk impor ilegal yang dijual dengan harga sangat murah bukan hanya mengancam pelaku usaha lokal, tetapi juga melemahkan daya saing industri nasional.Viral Video Istri Kades Pamer Tumpukan Uang, Berikut Sumber Kekayaan Sang Suami“Masuknya barang-barang ilegal dengan harga tak wajar dapat menekan produksi dalam negeri dan mengganggu ekosistem industri nasional,” ujarnya tegas.Pernyataan tersebut disampaikan Purbaya saat melakukan inspeksi mendadak (sidak) di area tempat penimbunan pabean Cikarang, Jawa Barat, pada Jumat (31/10/2025). Dalam kesempatan itu, ia secara langsung meninjau sejumlah kontainer berisi pakaian bekas yang sebelumnya berhasil diamankan oleh Direktorat Jenderal Bea dan Cukai.Tak hanya memeriksa barang bukti, Menkeu juga berdialog dengan petugas Bea dan Cukai untuk mendapatkan penjelasan mendetail mengenai proses penindakan serta upaya pengawasan yang dilakukan di lapangan. Ia turut mengapresiasi langkah cepat aparat dalam menggagalkan upaya penyelundupan yang dinilai merugikan negara serta pelaku industri tekstil dalam negeri.Ribuan Buruh dan Guru Turun ke Jalan, Tuntut Kenaikan Upah dan Keadilan Profesi Demo Nasional Warnai Jakarta Hari Ini“Pemerintah akan terus memperketat pengawasan di jalur masuk barang impor agar praktik ilegal seperti ini tidak terus berulang,” kata Purbaya.Sidak tersebut merupakan bagian dari langkah strategis Kementerian Keuangan dalam memperkuat koordinasi lintas lembaga untuk menekan peredaran barang impor ilegal yang semakin marak di pasar domestik. Pemerintah berkomitmen menegakkan aturan demi menjaga iklim usaha yang sehat dan adil bagi seluruh pelaku industri nasional.***
Read More
Jepang Butuh 40.000 Pekerja Indonesia, Bagaimana Cara Daftarnya?
Jepang Butuh 40.000 Pekerja Indonesia, Bagaimana Cara Daftarnya?
Lingkaran.id - Indonesia dan Jepang saat ini memiliki kesempatan emas untuk memperkuat hubungan bilateral, terutama di bidang tenaga kerja. Dengan pertumbuhan ekonomi Jepang yang terus meningkat dan penduduknya yang semakin menua, Jepang membutuhkan tenaga kerja dari luar negeri untuk memenuhi kebutuhan di berbagai sektor. Salah satu negara yang menjadi fokus Jepang adalah Indonesia, dengan kebutuhan sekitar 40.000 pekerja pada tahun ini. Bagi warga Indonesia yang berminat untuk bekerja di Jepang, ini adalah kesempatan yang tidak boleh dilewatkan. Namun, banyak yang masih bingung tentang bagaimana cara mendaftar dan apa saja syarat yang diperlukan. Artikel ini akan membahas secara detail tentang peluang kerja di Jepang, syarat yang diperlukan, serta langkah-langkah pendaftaran yang harus dilakukan.Mengapa Jepang Membutuhkan Pekerja Indonesia?Jepang merupakan salah satu negara dengan ekonomi terkuat di dunia. Namun, negara ini juga menghadapi tantangan demografis, yaitu penduduk yang semakin menua dan tingkat kelahiran yang rendah. Kondisi ini menyebabkan Jepang kekurangan tenaga kerja, terutama di sektor manufaktur, pertanian, dan jasa.Indonesia, dengan jumlah penduduknya yang besar dan usia kerja yang produktif, menjadi salah satu sumber tenaga kerja yang potensial bagi Jepang. Pemerintah Jepang telah menandatangani perjanjian dengan pemerintah Indonesia untuk memfasilitasi penempatan pekerja Indonesia di Jepang.Pegadaian Resmi Luncurkan Super Apps ‘Tring!’: Integrasikan Seluruh Ekosistem Emas dan Keuangan Digital dalam Satu GenggamanBeberapa sektor yang membuka lowongan kerja untuk pekerja Indonesia di Jepang antara lain:Sektor Manufaktur: Jepang membutuhkan pekerja di bidang manufaktur, seperti pembuatan otomotif, elektronik, dan produk lainnya.Sektor Pertanian: Dengan pertanian yang menjadi bagian penting dari ekonomi Jepang, pekerja Indonesia dibutuhkan untuk membantu kegiatan pertanian, seperti panen dan pengolahan hasil pertanian.Sektor Jasa: Pekerja Indonesia juga dibutuhkan di sektor jasa, seperti perhotelan, restoran, dan toko-toko.Syarat dan Kualifikasi yang DiperlukanUntuk bisa bekerja di Jepang, ada beberapa syarat dan kualifikasi yang harus dipenuhi oleh calon pekerja Indonesia. Berikut adalah syarat-syarat utama:Usia: Calon pekerja harus berusia minimal 18 tahun dan maksimal 35 tahun.Pendidikan: Pendidikan minimal SMP atau sederajat. Namun, untuk posisi tertentu, mungkin diperlukan pendidikan yang lebih tinggi.Kesehatan: Calon pekerja harus memiliki kesehatan yang baik dan bebas dari penyakit yang dapat mengganggu pekerjaan.Kemampuan Bahasa: Kemampuan berbahasa Jepang sangat dianjurkan, terutama untuk pekerja yang akan bekerja di sektor jasa.Pengalaman Kerja: Pengalaman kerja yang relevan akan menjadi nilai tambah bagi calon pekerja.Magang Hub Kemnaker 2025 Segera Dibuka: Cara Daftar, Syarat, dan Gaji Rp 3,3 Juta per BulanCara Mendaftar sebagai Pekerja di JepangUntuk mendaftar sebagai pekerja di Jepang, ada beberapa langkah yang harus dilakukan. Berikut adalah cara mendaftar:1. Pilih Program yang TepatJepang menawarkan beberapa program kerja untuk pekerja asing, antara lain:Technical Intern Training Program: Program ini ditujukan untuk pekerja yang ingin magang di perusahaan Jepang selama 3-5 tahun.Specified Skilled Worker (SSW): Program ini ditujukan untuk pekerja yang memiliki keterampilan khusus di bidang tertentu.2. Daftar Melalui Instansi ResmiCalon pekerja harus mendaftar melalui instansi resmi yang telah ditunjuk oleh pemerintah Indonesia. Instansi tersebut antara lain:Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker)Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI)Japan International Cooperation Agency (JICA)3. Ikuti Tes dan WawancaraSetelah mendaftar, calon pekerja akan menjalani serangkaian tes dan wawancara untuk menilai kemampuan dan kelayakan mereka. Tes ini biasanya mencakup tes bahasa Jepang, tes keterampilan, dan wawancara dengan perwakilan perusahaan Jepang.4. Proses Visa dan LegalitasJika calon pekerja diterima, selanjutnya adalah proses visa dan legalitas. Pemerintah Jepang akan mengeluarkan visa kerja untuk calon pekerja, dan mereka harus mempersiapkan semua dokumen yang diperlukan sebelum keberangkatan.Tips Sukses Bekerja di JepangUntuk berhasil bekerja di Jepang, ada beberapa tips yang perlu diperhatikan:Belajar Bahasa Jepang: Kemampuan berbahasa Jepang akan sangat membantu dalam berkomunikasi dengan rekan kerja dan masyarakat lokal.Pahami Budaya Jepang: Budaya Jepang memiliki perbedaan yang signifikan dengan budaya Indonesia. Memahami budaya setempat akan membantu dalam beradaptasi dengan lingkungan kerja.Disiplin dan Tekun: Jepang dikenal dengan disiplin dan etos kerja yang tinggi. Calon pekerja harus siap untuk bekerja dengan disiplin dan tekun.Berikut alur cara yang harus dilalui agar bisa bekerja ke Jepang:1. Warga Negara Asing yang ingin masuk ke Jepang untuk bekerja diminta harus lulus ujian keterampilan dan bahasa Jepang di negara asal.2. Setelah lulus, warga negara tersebut bisa langsung melamar pekerjaan di Jepang atau bisa melalui bantuan pencarian kerja melalui kantor penempatan kerja swasta.3. Apabila sudah diterima segera tanda tangan kontrak kerja, kemudian mengikuti program orientasi sebelum kedatangan dari organisasi penerima dan lain-lain, serta mengikuti tes kesehatan.4. Kemudian mengajukan permohonan sertifikat kelayakan tinggal di Jepang yang diwakili oleh staf organisasi penerima.5. Setelah itu menjalani pemeriksaan Biro Pelayanan Imigrasi Regional berupa penerbitan sertifikat kelayakan untuk kerja di Jepang.6. Sertifikat kelayakan untuk tinggal di Jepang yang dikirim oleh organisasi penerima diserahkan kepada Kedutaan Besar atau Konsulat Jenderal Jepang di luar negeri.7. Berikutnya lakukan pengajuan visa.8. Visa telah terbit, maka bisa langsung masuk ke Jepang dan penerbitan kartu izin tinggal didapatkan di kemudian hari.9. Langsung bisa bekerja di Jepang.Peluang kerja di Jepang merupakan kesempatan yang sangat baik bagi warga Indonesia untuk meningkatkan keterampilan dan pengalaman kerja. Dengan persiapan yang matang dan pemahaman yang baik tentang proses pendaftaran, calon pekerja dapat meraih kesuksesan di Jepang. Jangan ragu untuk mendaftar dan manfaatkan kesempatan ini sebaik mungkin.Ingat, bekerja di Jepang tidak hanya memberikan pendapatan yang lebih baik, tetapi juga kesempatan untuk mempelajari budaya dan teknologi yang canggih. Jadi, siapkan diri Anda dan daftarlah sekarang juga.****
Read More
Prabowo Tancap Gas Ambil Alih Lima Smelter Timah di Bangka Belitung
Prabowo Tancap Gas Ambil Alih Lima Smelter Timah di Bangka Belitung
Lingkaran.id -Lima smelter timah atau pabrik pemurnian timah di Bangka Belitung diambil alih untuk dikelola oleh negara.Lima smelter perusahaan swasta tersebut antara lain milik PT Refined Bangka Tin (RBT), PT Sariwiguna Bina Sentosa (SBS), PT Stanindo Inti Perkasa (SIP), PT Tinindo Inter Nusa (TIN), dan CV Venus Inti Perkasa (VIP).Smelter-smelter tersebut disita terkait kasus megakorupsi tata niaga timah di wilayah Izin Usaha Pertambangan (IUP) PT Timah Tbk tahun 2015-2022.Kasus korupsi terbesar sepanjang sejarah pengungkapan kasus korupsi di Indonesia itu merugikan negara dan lingkungan senilai Rp 300 triliun.Selain melibatkan para petinggi dan karyawan perusahaan smelter swasta, kasus ini juga menyeret para petinggi PT Timah, pejabat Dinas ESDM Pemprov Bangka Belitung, Kementerian ESDM hingga pengusaha Harvey Moeis.Lima smelter yang bekerja sama dengan PT Timah dalam kasus tersebut juga diseret ke pengadilan.Presiden Prabowo Subianto dijadwalkan berkunjung ke Bangka Belitung untuk melihat langsung smelter yang sudah jadi Barang Rampasan Negara (BRN).Peninjauan dipusatkan di smelter milik PT Tinindo Inter Nusa (TIN) berlokasi di kawanan industri Ketapang, Kecamatan Bukitintan, Kota Pangkalpinang.Prabowo juga dijadwalkan berkunjung ke Kantor Pusat PT Timah Tbk selaku perusahaan pertambangan milik negara, berlokasi di Jalan Sudirman Kota Pangkalpinang.Smelter PT TIN adalah milik pengusaha Hendry Lie.Hendry Lie dijatuhi vonis 14 tahun penjara pada pengadilan tingkat banding di Pengadilan Tinggi DKI Jakarta (PT DKI).Pendiri salah satu maskapai penerbangan itu juga dikenakan denda Rp 1 miliar dan membayar uang pengganti sebesar Rp1,05 triliun.  
Read More
Harga Emas September 2025 Tembus Rp2,16 Juta/Gram, Pecah Rekor Tertinggi
Harga Emas September 2025 Tembus Rp2,16 Juta/Gram, Pecah Rekor Tertinggi
Lingkaran.id -Harga emas kembali mencetak rekor baru pada perdagangan hari ini, Selasa (23/9). PT Aneka Tambang (Antam) menetapkan harga emas batangan melonjak signifikan hingga Rp41.000 per gram, membuat harga jual emas kini berada di level Rp2.164.000 per gram. Kenaikan tajam ini juga berdampak pada harga buyback emas Antam yang ikut naik ke posisi Rp2.011.000 per gram, menjadi rekor tertinggi sepanjang sejarah perdagangan emas di dalam negeri.Daftar Uang Kertas Rupiah yang Dicabut BI, Segera Tukar Sebelum Hangus!Di pasar global, harga emas spot melambung hingga menyentuh US$3.755 per ounce. Lonjakan ini dipicu ekspektasi pemangkasan suku bunga Federal Reserve (The Fed) Amerika Serikat dan melemahnya nilai dolar AS, yang membuat emas semakin diminati sebagai aset aman (safe haven).Analis menilai kenaikan emas dipicu oleh beberapa faktor, di antaranya:Ketidakpastian geopolitik global, khususnya konflik di Timur Tengah.Prospek pemangkasan suku bunga The Fed yang memperlemah dolar.Tingginya permintaan emas dari Asia, terutama India dan Tiongkok.Pidato Prabowo di PBB 2025: Tegaskan Dukungan Palestina dan Serukan Akhiri Tragedi GazaLonjakan harga emas ini menjadi kabar baik bagi investor yang sudah mengoleksi emas sejak awal tahun. Namun, analis mengingatkan potensi koreksi harga dalam jangka pendek mengingat kenaikan yang cukup agresif dalam beberapa pekan terakhir.Dengan pencapaian ini, emas kembali menegaskan posisinya sebagai salah satu instrumen investasi paling stabil di tengah kondisi ekonomi dan politik global yang penuh ketidakpastian.****
Read More
Menkeu Purbaya Ultimatum Kementerian: Serapan Anggaran Minim, Dana Siap Ditarik
Menkeu Purbaya Ultimatum Kementerian: Serapan Anggaran Minim, Dana Siap Ditarik
Lingkaran.id -  Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa mengeluarkan peringatan keras kepada sejumlah kementerian besar yang hingga kini belum menunjukkan kinerja optimal dalam penyerapan anggaran.Purbaya menegaskan, bila hingga akhir Oktober 2025 serapan belanja kementerian tak kunjung maksimal, maka pemerintah akan menarik kembali anggaran tersebut.Kasus Kuota Haji 2024, Ustaz Khalid Basalamah Kembalikan Uang ke KPK“Saya sudah meminta izin kepada Presiden Prabowo Subianto. Bulan depan saya akan turun langsung ke kementerian-kementerian besar yang serapan anggarannya masih rendah,” ujarnya.Menurut Purbaya, anggaran yang ditarik tidak akan dibiarkan idle, melainkan segera dialihkan ke program-program yang siap dijalankan dan langsung berdampak pada masyarakat.“Saya kasih waktu sampai akhir Oktober. Kalau sampai akhir tahun mereka tidak mampu membelanjakannya, maka anggaran itu akan kami tarik. Tidak boleh ada uang yang menganggur,” tegasnya.Langkah ini, kata Purbaya, bertujuan agar setiap rupiah yang telah direncanakan benar-benar tersalurkan untuk kepentingan rakyat, bukan sekadar tersimpan di pos kementerian.Dalam kesempatan itu, Purbaya juga menanggapi perbandingan dirinya dengan Menteri Keuangan sebelumnya, Sri Mulyani Indrawati. Sejumlah pengamat menilai pendekatan Purbaya lebih agresif dan menyerang, sementara Sri Mulyani dianggap cenderung defensif dalam mengelola kebijakan fiskal. Namun, Purbaya menekankan bahwa langkah yang ia ambil murni untuk memastikan kebijakan fiskal berjalan sehat.“Saya tidak tahu soal perbandingan itu. Yang saya tahu, beginilah cara menjalankan fiscal policy yang benar. Kalau sudah dianggarkan, ya habiskan. Kalau tidak berani menghabiskan, sebaiknya tidak perlu direncanakan,” jelas mantan Kepala Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) tersebut. Dengan gaya bicara santai, ia bahkan sempat menyinggung perbandingan dengan permainan sepak bola.Ahmad Sahroni Kembali Jadi Sorotan, Kini Resmi Dilaporkan ke Polda Jabar“Saya tidak pernah main bola, sudah tua juga. Mungkin kalau main, saya ketinggalan. Tapi prinsipnya sederhana, kalau anggaran sudah ada, jangan dibiarkan nganggur,” ujarnya.Kebijakan ini sekaligus menjadi penegasan bahwa pemerintah ingin memastikan efektivitas belanja negara benar-benar terasa manfaatnya. Purbaya menutup pernyataannya dengan menegaskan bahwa setiap anggaran harus diarahkan untuk kesejahteraan masyarakat secara langsung.***
Read More
Trik Hemat Listrik di Rumah Tanpa Harus Mengurangi Kenyamanan
Trik Hemat Listrik di Rumah Tanpa Harus Mengurangi Kenyamanan
Lingkaran.id - Tagihan listrik yang membengkak seringkali menjadi masalah bagi banyak orang. Namun, hemat listrik tidak selalu berarti harus mengurangi kenyamanan dalam kehidupan sehari-hari. Dengan beberapa trik cerdas dan perubahan kecil dalam kebiasaan, Anda bisa menghemat energi listrik tanpa merasa tidak nyaman. Artikel ini akan membagikan beberapa tips praktis untuk menghemat listrik di rumah.Mengenal Pola Konsumsi Listrik di RumahSebelum memulai, penting untuk memahami di mana energi listrik Anda paling banyak digunakan. Beberapa peralatan rumah tangga seperti AC, kulkas, dan pompa air biasanya merupakan konsumen listrik terbesar. Namun, peralatan kecil seperti lampu, charger, dan perangkat elektronik juga bisa menambahkan beban listrik secara signifikan jika tidak digunakan dengan bijak.Mengetahui Besar Daya yang DigunakanPeriksa besaran daya (watt) dari setiap peralatan listrik di rumah Anda. Semakin besar dayanya, semakin banyak listrik yang dikonsumsi. Misalnya, lampu LED 9 watt jauh lebih hemat dibandingkan dengan lampu TL 40 watt. Dengan mengetahui daya setiap peralatan, Anda bisa membuat keputusan yang lebih baik dalam penggunaannya.Pengguna Paylater Warga RI Melonjak, Total Utang Capai Rp 24,05 TriliunTrik Praktis Menghemat Listrik1. Ganti Lampu Biasa dengan Lampu LEDLampu LED adalah salah satu inovasi terbaik untuk menghemat listrik. Lampu LED menggunakan daya yang jauh lebih rendah dibandingkan dengan lampu biasa, namun memiliki tingkat kecerahan yang sama atau bahkan lebih baik. Selain itu, lampu LED juga lebih tahan lama, sehingga Anda bisa menghemat biaya ganti lampu dalam jangka panjang.2. Matikan Perangkat yang Tidak DigunakanBanyak orang tidak menyadari bahwa perangkat elektronik seperti TV, komputer, dan charger yang terhubung ke sumber listrik tetap mengonsumsi daya meskipun dalam keadaan "standby" atau "tidak digunakan". Cobalah untuk mematikan semua perangkat yang tidak diperlukan dan cabut kabelnya dari stopkontak. Trik ini bisa menghemat listrik hingga 10% dari total konsumsi.3. Gunakan Power Strip untuk Perangkat ElektronikPower strip atau strip listrik bisa menjadi solusi untuk menghemat listrik. Dengan menempatkan perangkat elektronik seperti TV, konsol game, dan sound system ke dalam satu power strip, Anda bisa mematikan semua perangkat sekaligus dengan satu tombol. Ini akan mencegah terjadinya "standby power" yang merugikan.4. Manfaatkan Cahaya AlamiSalah satu cara termudah untuk menghemat listrik adalah memanfaatkan cahaya alami. Buka tirai jendela di siang hari untuk membiarkan cahaya matahari menerangi rumah Anda. Selain menghemat listrik, cahaya alami juga baik untuk kesehatan karena kaya akan vitamin D.5. Periksa dan Optimalkan Isolasi RumahIsolasi yang baik pada dinding dan atap rumah bisa mengurangi kebutuhan akan pendinginan atau pemanasan. Di musim panas, atap yang terisolasi dengan baik akan mempertahankan suhu ruangan agar lebih sejuk, sehingga AC tidak perlu bekerja terlalu keras. Di musim dingin, isolasi yang baik akan menjaga kehangatan ruangan, mengurangi kebutuhan akan heater.Menggunakan Teknologi Cerdas untuk Hemat Listrik1. Pasang Smart PlugSmart plug adalah perangkat pintar yang bisa dipasang pada stopkontak biasa untuk mengontrol perangkat elektronik melalui smartphone. Dengan smart plug, Anda bisa mematikan perangkat yang tidak digunakan secara remote, sehingga menghindari konsumsi daya yang tidak perlu.2. Gunakan Thermostat PintarThermostat pintar (smart thermostat) bisa membantu Anda mengontrol suhu ruangan dengan lebih efisien. Perangkat ini belajar dari kebiasaan Anda dan menyesuaikan suhu secara otomatis, sehingga menghemat energi tanpa mengurangi kenyamanan.3. Instal Meteran Listrik PintarMeteran listrik pintar (smart meter) memungkinkan Anda untuk memantau konsumsi listrik secara real-time. Dengan mengetahui berapa banyak listrik yang digunakan setiap perangkat, Anda bisa membuat keputusan yang lebih baik untuk mengurangi konsumsi yang tidak perlu.Rieke Diah Pitaloka Ungkap Peran Uya Kuya di DPR Sebelum Dinonaktifkan PartaiMengubah Kebiasaan Sehari-Hari1. Kurangi Waktu Penggunaan ACAC adalah salah satu peralatan yang paling banyak mengonsumsi listrik. Cobalah untuk mematikan AC ketika tidak diperlukan atau mengatur suhunya pada tingkat yang lebih efisien (misalnya 25°C). Anda juga bisa menggunakan kipas angin sebagai alternatif yang lebih hemat listrik.2. Cuci dengan Mesin Cuci Hemat EnergiMesin cuci hemat energi seperti mesin cuci dengan teknologi "eco wash" atau "energy saving" bisa menghemat listrik dan air. Pastikan juga untuk selalu mencuci pakaian dalam jumlah yang cukup (tidak kurang atau lebih) untuk memaksimalkan efisiensi.3. Gunakan Mode Hemat Energi pada PerangkatBanyak perangkat elektronik modern, seperti TV, kulkas, dan mesin cuci, yang dilengkapi dengan mode hemat energi. Manfaatkan fitur ini untuk mengurangi konsumsi listrik tanpa mengurangi kenyamanan.Menghemat listrik tidak harus berarti mengurangi kenyamanan dalam hidup sehari-hari. Dengan memanfaatkan teknologi cerdas, mengubah kebiasaan, dan menggunakan peralatan hemat energi, Anda bisa menikmati rumah yang nyaman sambil menghemat biaya listrik. Mulailah dari langkah kecil dan rasakan perbedaannya dalam tagihan listrik Anda bulan depan.****
Read More
Apa yang Terjadi pada Ekonomi Negara Saat Kita Demo?
Apa yang Terjadi pada Ekonomi Negara Saat Kita Demo?
Lingkaran.id - Demonstrasi atau aksi protes adalah bagian dari ekspresi politik yang sering terjadi di berbagai negara. Namun, di balik tujuan mulia untuk menyampaikan aspirasi, terdapat dampak ekonomi yang tidak bisa diabaikan. Artikel ini akan membahas apa yang terjadi pada ekonomi ketika demonstrasi berlangsung, mulai dari dampak langsung hingga implikasi jangka panjang.Dampak Langsung: Kerugian Ekonomi yang Tidak Bisa DielakkanKetika demonstrasi berlangsung, salah satu dampak pertama yang dirasakan adalah kerugian ekonomi langsung. Berikut beberapa aspek yang terkena dampak:Kerusakan Properti dan InfrastrukturSalah satu dampak paling langsung dari demonstrasi adalah kerusakan properti dan infrastruktur. Jika aksi protes berubah menjadi kekerasan, maka toko-toko, kantor, dan fasilitas umum bisa menjadi sasaran. Biaya perbaikan dan penggantian barang yang rusak merupakan beban tambah yang harus ditanggung oleh masyarakat dan pemerintah.Pengaruh terhadap Bisnis dan PendapatanDemonstrasi seringkali menyebabkan penutupan jalan, transportasi yang macet, dan gangguan kegiatan sehari-hari. Bagi pelaku bisnis, ini berarti penurunan pendapatan karena konsumen tidak bisa mengakses toko atau jasa. Khususnya, sektor pariwisata dan retail adalah yang paling terkena dampak karena aktivitas yang terhambat.Biaya Keamanan dan PembersihanPemerintah harus menanggung biaya tambahan untuk meningkatkan keamanan selama demonstrasi. Ini termasuk penggunaan personil polisi, peralatan, dan logistik. Selain itu, setelah demonstrasi selesai, diperlukan upaya pembersihan dan restorasi area yang terkena dampak.Dampak Tidak Langsung: Efek Jangka Panjang pada EkonomiSelain dampak langsung, demonstrasi juga memiliki implikasi jangka panjang yang bisa mempengaruhi stabilitas ekonomi suatu negara.Menurunnya Kepercayaan InvestorDemonstrasi yang berkepanjangan dan berpotensi menyebabkan kekerasan dapat membuat investor merasa khawatir akan stabilitas politik dan ekonomi suatu negara. Hal ini bisa mengurangi minat investor asing untuk menanamkan modal, sehingga berdampak pada pertumbuhan ekonomi jangka panjang.Dampak pada Pertumbuhan EkonomiKegiatan ekonomi yang terganggu akibat demonstrasi bisa menyebabkan penurunan produksi, penundaan proyek, dan kenaikan biaya operasional. Jika hal ini berlanjut, maka pertumbuhan ekonomi suatu negara bisa melambat, yang pada akhirnya akan mempengaruhi tingkat kemiskinan dan pengangguran.Dampak Sosial dan PsikologisDemonstrasi yang berkepanjangan juga bisa mempengaruhi mentalitas masyarakat. Keresahan, ketidakpastian, dan kekhawatiran akan masa depan bisa menyebabkan penurunan konsumsi dan investasi, yang pada gilirannya memperburuk kondisi ekonomi.Apakah Demonstrasi Selalu Merugikan Ekonomi?Meskipun dampak ekonomi dari demonstrasi seringkali negatif, tidak jarang aksi protes juga bisa membawa perubahan positif dalam jangka panjang.Perubahan Kebijakan yang Lebih BaikDemonstrasi yang dilakukan dengan damai dan terorganisir bisa memaksa pemerintah untuk memperhatikan aspirasi masyarakat dan melakukan reformasi kebijakan yang lebih adil. Contohnya, demonstrasi buruh yang menuntut kenaikan upah minimum bisa meningkatkan kualitas hidup pekerja dan mendorong pemerataan pendapatan.Peningkatan Kesadaran SosialDemonstrasi juga bisa meningkatkan kesadaran masyarakat tentang isu-isu penting yang mempengaruhi ekonomi dan sosial. Misalnya, demonstrasi yang menentang korupsi bisa mendorong transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan dana publik.Bagaimana Mengurangi Dampak Ekonomi Negatif dari Demonstrasi?Untuk meminimalkan dampak ekonomi negatif dari demonstrasi, perlu dilakukan beberapa langkah strategis:Menggunakan Kanal Dialog yang KonstruktifPemerintah dan masyarakat sipil harus membangun komunikasi yang terbuka dan konstruktif. Dengan demikian, aspirasi masyarakat bisa disampaikan tanpa perlu melakukan aksi yang merusak.Mengatur Aksi DamaiJika demonstrasi harus dilakukan, maka penting untuk memastikan bahwa aksi tersebut berlangsung dengan damai dan tidak merusak properti. Dengan cara ini, dampak ekonomi bisa diminimalkan.Mempersiapkan KontinjensiPemerintah harus mempersiapkan rencana kontinjensi untuk menghadapi potensi gangguan ekonomi akibat demonstrasi. Ini termasuk pengaturan lalu lintas, perlindungan aset penting, dan penanggulangan dampak sosial.Demonstrasi adalah bagian dari demokrasi, namun dampak ekonominya tidak bisa diabaikan. Dengan memahami berbagai aspek yang terkena imbas, kita bisa mencari solusi untuk meminimalkan kerugian sambil tetap menjaga hak untuk menyampaikan aspirasi. Pemerintah, masyarakat, dan pelaku bisnis harus bekerja sama untuk menciptakan kondisi yang lebih stabil dan prospesifik bagi semua pihak.
Read More
Berita Populer Bulan ini
Elearning Course Thinkedu
Berita Terbaru
Pilih yang terbaik