TOP 10 Inovasi GDI Sistem Market Dan Digital Edukasi Tumbuhan (SMARDETU)
TOP 10 Inovasi GDI Sistem Market Dan Digital Edukasi Tumbuhan (SMARDETU)
Lingkaran.id -  Di tengah pesatnya penebangan hutan liar dan pembangunan kota, menyebabkan keseimbangan ekosistem dapat terganggu. Dampaknya terlihat pada menurunnya kualitas udara dan meningkatnya suhu kota. Sayangnya, banyak masyarakat yang belum menyadari pentingnya menjaga keseimbangan lingkungan, sehingga upaya pelestarian sering kali terabaikan. Di sisi lain, pelaku usaha tanaman lokal (UMKM) juga menghadapi tantangan dalam beradaptasi dengan era digital, terutama dalam hal edukasi dan perluasan pasar secara online.Dari permasalahan tersebut lahirlah SMARDETU (Sistem Market & Digital Edukasi Tumbuhan), sebuah inovasi karya mahasiswa yang menggabungkan edukasi, marketplace, dan komunitas dalam satu platform terpadu untuk memberikan solusi terhadap berbagai tantangan yang ada. Inspirasi muncul dari keinginan untuk menghadirkan solusi digital yang mampu menumbuhkan kepedulian lingkungan sekaligus memberdayakan pelaku UMKM tanaman. Melalui SMARDETU, tim berharap masyarakat dapat lebih mudah mengenal, merawat, dan membeli tanaman secara digital.Team SMARDETU:Nyoman KusumaEka PertiwiPutri Agustina10 Finalis Duta GDI 2025 Unjuk Kemampuan Terbaik dalam Talent Show GDI Fest 2025SMARDETU (Sistem Market & Digital Edukasi Tumbuhan) adalah platform digital terpadu yang menggabungkan edukasi, marketplace, dan komunitas hijau dalam satu sistem berbasis website. Melalui fitur unggulan PlantsScanAI, pengguna dapat mengenali jenis tanaman dari foto dan mendapatkan panduan perawatan secara otomatis. Selain itu, SMARDETU juga menghadirkan artikel seputar tumbuhan, ruang komunitas untuk berbagi pengalaman antar pecinta tanaman, serta marketplace yang terhubung langsung dengan Shopee dan Tokopedia guna membantu pelaku UMKM memperluas pasar mereka. Dengan konsep ini, SMARDETU tidak hanya menjadi tempat jual beli tanaman, tetapi juga ruang belajar dan kolaborasi.SMARDETU memberikan dampak yang nyata di berbagai sisi:Sosial dan Lingkungan, SMARDETU meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga keseimbangan alam dan mendorong partisipasi aktif dalam gerakan penghijauan, baik secara digital maupun melalui aksi nyata di lapangan.Ekonomi, SMARDETU membuka peluang bagi pelaku UMKM tanaman untuk memperluas pasar dan meningkatkan penjualan melalui sistem digital yang efisien dan mudah diakses.Proses pengembangan SMARDETU tidak lepas dari berbagai tantangan yang justru menjadi ruang pembelajaran bagi tim. Kami berasal dari latar belakang yang berbeda, namun disatukan oleh visi yang sama, yaitu mengubah kecintaan terhadap tumbuhan menjadi sebuah inovasi digital yang memberikan manfaat luas bagi masyarakat.Audiensi GDI Bersama dr. Ratu Tenny Leriva Bahas Kolaborasi Menuju Digitalisasi untuk NegeriKerja sama tim dibangun melalui riset sederhana, diskusi terbuka, dan pengembangan prototipe yang dilakukan secara bertahap. Dengan semangat gotong royong, setiap anggota berkontribusi sesuai keahliannya mulai dari perancangan desain, penerapan teknologi, hingga penyusunan strategi komunikasi. Hasilnya, tercipta sebuah platform yang tidak hanya fungsional dan mudah digunakan, tetapi juga memiliki nilai edukatif dan relevan dengan kebutuhan masyarakat saat ini.Tim SMARDETU berharap inovasi ini tidak berhenti sampai sini saja, tetapi terus berkembang menjadi gerakan nyata dalam membangun ekonomi hijau berbasis digital. Kami meyakini bahwa masa depan Indonesia ada di tangan generasi muda yang mampu memadukan teknologi, kreativitas, dan kepedulian terhadap lingkungan. “Kami ingin membuktikan bahwa teknologi dapat menjadi jembatan antara manusia dan lingkungan. Melalui SMARDETU, kami menanam harapan baru untuk masa depan yang lebih hijau dan berkelanjutan.***
Read More
Apresiasi Duta GenRe dan Jambore Ajang Kreativitas (ADUJAK) GenRe Sumatera Selatan Tahun 2025
Apresiasi Duta GenRe dan Jambore Ajang Kreativitas (ADUJAK) GenRe Sumatera Selatan Tahun 2025
Lingkaran.id -Puncak kegiatan Apresiasi Duta GenRe dan Jambore Ajang Kreativitas (ADUJAK) GenRe Sumatera Selatan Tahun 2025 berlangsung meriah pada Jumat (31/10/2025). Acara ini menjadi momentum penting bagi generasi muda Sumatera Selatan untuk menunjukkan kreativitas, inovasi, dan peran aktif mereka dalam mengkampanyekan program Generasi Berencana (GenRe) yang digagas oleh BKKBN.Kegiatan yang dihadiri oleh perwakilan remaja dari seluruh kabupaten/kota di Sumatera Selatan ini menjadi ajang apresiasi atas dedikasi para remaja dalam menyebarkan nilai-nilai GenRe, seperti menunda usia pernikahan, menjauhi penyalahgunaan narkoba, dan mendukung program penting seperti GATI (Gerakan Ayah Teladan Indonesia).Jangan Ketinggalan! MagangHub Kemnaker Batch 2 2025 Dibuka Hari Ini, Ada Uang Saku dan Sertifikat ResmiPuncak acara ditandai dengan Hari Penganugerahan Duta GenRe Sumatera Selatan Tahun 2025, yang juga menjadi momen pengumuman pemenang Lomba Jambore Ajang Kreativitas (JAK) 2025. Beberapa kategori lomba yang dipertandingkan antara lain GenRe Got Talent, Short Movie, Podcast Mini GenRe, dan GenRe Challenge. Setiap kategori menampilkan karya dan talenta terbaik dari peserta muda yang membawa pesan positif tentang remaja berkarakter dan ber perencanaan hidup matang.Dalam suasana penuh antusiasme, diumumkan pula Top 6 dan Top 3 Duta GenRe Sumatera Selatan 2025, hingga akhirnya terpilih Duta GenRe Putra dan Putri Sumatera Selatan Tahun 2025, yaitu Zikri Abdillah dari Kota Palembang sebagai Duta GenRe Putra, dan Najmi Salsabila Agata dari Kota Palembang sebagai Duta GenRe Putri. Keduanya akan mewakili Provinsi Sumatera Selatan di tingkat nasional sebagai simbol remaja berprestasi dan berkarakter. Para pemenang diharapkan menjadi inspirasi bagi remaja lainnya dalam menyuarakan pentingnya perencanaan masa depan dan pembangunan keluarga berkualitas.Audiensi GDI Bersama dr. Ratu Tenny Leriva Bahas Kolaborasi Menuju Digitalisasi untuk NegeriKepala Perwakilan BKKBN Provinsi Sumatera Selatan dalam sambutannya menyampaikan apresiasi tinggi kepada seluruh peserta. “ADUJAK GenRe bukan hanya ajang kompetisi, tetapi wadah pembentukan karakter, kreativitas, dan kepemimpinan generasi muda Sumatera Selatan,” ujarnya.Dengan semangat Berani Berencana, Wujudkan Mimpi Indonesia Emas 2045, kegiatan ADUJAK GenRe 2025 menegaskan komitmen BKKBN dan para Duta GenRe untuk terus mengedukasi dan menginspirasi remaja Indonesia menuju generasi unggul dan berdaya.****
Read More
Sumatera Selatan Resmi Jadi Ikon dan Tuan Rumah Kriya Nusa 2026, Angkat Potensi Kriya dan Budaya ke Panggung Nasional
Sumatera Selatan Resmi Jadi Ikon dan Tuan Rumah Kriya Nusa 2026, Angkat Potensi Kriya dan Budaya ke Panggung Nasional
Lingkaran.id - Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) akan menjadi pusat perhatian nasional pada tahun 2026 mendatang setelah ditunjuk sebagai ikon sekaligus tuan rumah ajang Kriya Nusa 2026, sebuah pameran bergengsi yang menampilkan kekayaan kriya, budaya, dan karya kreatif dari seluruh Indonesia.Kabar gembira ini disambut dengan penuh rasa syukur oleh Ketua TP PKK Sumsel yang juga menjabat sebagai Ketua Dekranasda Provinsi Sumsel, Hj. Feby Deru. Ia menyatakan bahwa kepercayaan besar ini merupakan kesempatan berharga untuk memperkenalkan potensi kriya dan budaya khas Sumatera Selatan ke tingkat nasional hingga internasional.Generasi Digital Intelektual (GDI) Jalin Sinergi Bersama Polresta Palembang: Wujudkan Kolaborasi Digital Positif“Dengan menjadi tuan rumah sekaligus ikon Kriya Nusa 2026, kami yakin momentum ini akan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah melalui promosi produk kriya dan budaya unggulan Sumsel,” ujar Feby Deru seusai mengikuti rapat virtual bersama Ketua Harian Dekranas, Tri Tito Karnavian, pada Senin (13/10/2025).Feby menegaskan bahwa pihaknya akan melakukan persiapan secara matang dan menyeluruh. Mengingat pelaksanaannya masih memiliki rentang waktu yang cukup panjang, ia mengajak seluruh elemen mulai dari pemerintah daerah, Dekranasda kabupaten/kota, hingga para pelaku UMKM—untuk berkolaborasi dan berperan aktif dalam menyukseskan agenda nasional tersebut.Menurutnya, Kriya Nusa tidak sekadar pameran, tetapi juga momentum penting untuk memperkuat identitas budaya daerah sekaligus menggerakkan roda ekonomi masyarakat. “Ini bukan hanya tentang kriya, tetapi juga tentang kebanggaan kita sebagai masyarakat Sumatera Selatan,” imbuhnya.Sementara itu, Ketua Harian Dekranas, Tri Tito Karnavian, menjelaskan bahwa sebenarnya Sumatera Selatan telah dijadwalkan menjadi ikon Kriya Nusa tahun 2025. Namun, karena sejumlah pertimbangan dan situasi yang kurang kondusif, pelaksanaannya diundur menjadi tahun 2026.Viral Video Ketua Komisi III DPRD Diduga Mengejek Aksi MassaIa menambahkan bahwa Kriya Nusa 2026 akan digelar pada 26–30 September 2026 dengan mengusung tema “Berdaya Mendunia.” Tema ini diharapkan menjadi semangat baru bagi seluruh daerah di Indonesia untuk menampilkan produk kriya yang berdaya saing tinggi dan mampu menembus pasar global.Dengan penunjukan ini, Sumatera Selatan bukan hanya akan menjadi tuan rumah, tetapi juga simbol kebangkitan ekonomi kreatif daerah melalui karya dan budaya yang berakar kuat pada kearifan lokal.***
Read More
Pelajar SMP Tewas Ditusuk Teman Sekelas, Diduga Dipicu Perundungan
Pelajar SMP Tewas Ditusuk Teman Sekelas, Diduga Dipicu Perundungan
Lingkaran.id - Peristiwa mengenaskan terjadi di Kabupaten Pesisir Barat, Lampung. Seorang siswa SMP 12 Krui bernama Julian Saputra (13) meregang nyawa setelah ditusuk oleh teman sekelasnya sendiri pada Senin (29/9/2025) sekitar pukul 10.20 WIB.Kepala Bidang Humas Polda Lampung, Kombes Yuni Iswandari, membenarkan kejadian tersebut. Ia menjelaskan, korban meninggal dunia akibat luka tusukan yang cukup parah.SPBU Shell Beralih Kepemilikan ke Perusahaan Lokal, Apakah BBM Shell Masih Ada di 2026?“Korban meninggal dunia akibat luka tusuk itu,” ujarnya saat dikonfirmasi.Pelaku yang masih duduk di bangku SMP dengan inisial SR (13) diketahui merupakan teman satu sekolah korban. Berdasarkan hasil penyelidikan awal, peristiwa bermula ketika Julian mendatangi ruang kelas SR dalam kondisi emosi. Ia menendang meja pelaku dan menantangnya untuk berkelahi.Merasa tidak terima, SR spontan mengambil gunting yang tersimpan di laci mejanya. Alat itu kemudian digunakan untuk menusuk tubuh korban di beberapa bagian vital, termasuk mata kanan, belakang kepala, dan punggung. Akibat luka yang cukup serius, nyawa Julian tidak dapat diselamatkan.Mola BKN Paruh Waktu! Cara Cek Status NIP PPPK Paruh Waktu Lewat MOLA BKNKeterangan dari sejumlah saksi mengungkapkan bahwa Julian diduga kerap melakukan tindakan perundungan terhadap SR. Korban disebut sering mengajak pelaku berkelahi, sehingga perseteruan di antara keduanya sudah berlangsung sejak lama.“Keterangan soal itu (perundungan) masih kita dalami,” tambah Yuni.Saat ini, pihak kepolisian masih mendalami motif serta kronologi lengkap peristiwa tersebut dengan mengumpulkan bukti dan meminta keterangan lebih lanjut dari para saksi. Kasus ini sekaligus menjadi sorotan masyarakat karena kembali menyingkap persoalan perundungan di kalangan pelajar yang berujung pada tragedi mematikan.***
Read More
BPC GMKI Cabang Palembang Masa Bakti 2025–2027 Resmi Dilantik, Tegaskan Peran Kawal Isu Publik di Sumsel
BPC GMKI Cabang Palembang Masa Bakti 2025–2027 Resmi Dilantik, Tegaskan Peran Kawal Isu Publik di Sumsel
Lingkaran.id - Badan Pengurus Cabang (BPC) Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) Cabang Palembang masa bakti 2025–2027 resmi dilantik dalam sebuah rangkaian acara yang digelar pekan lalu di Kota Palembang. Pelantikan ini menandai awal periode kepemimpinan baru yang dipimpin oleh Christie Ayuning Manurung sebagai Ketua BPC GMKI Palembang.Dalam sambutannya, Christie menegaskan bahwa GMKI Palembang tidak hanya hadir untuk memperkuat kaderisasi internal, tetapi juga akan memainkan peran signifikan dalam mengawal isu-isu strategis di Sumatera Selatan.Bantuan PIP SMA 2025 Mulai Dicairkan September, Begini Cara Mudah Mengeceknya Lewat HP“BPC GMKI Palembang siap berdiri di garda depan mengawal persoalan besar yang dihadapi Sumsel, mulai dari kemiskinan, pengelolaan tambang, Toleransi antar umat beragama, hingga pendidikan dan lingkungan hidup. Kami ingin memastikan pembangunan benar-benar berpihak pada masyarakat luas, bukan hanya pada segelintir pihak,” ujarnya penuh penekanan.Christie menambahkan, GMKI Palembang sebagai organisasi kemahasiswaan yang berlandaskan nilai-nilai kekristenan akan senantiasa menempatkan diri sebagai gerakan moral. Artinya, selain mengedepankan sikap kritis terhadap kebijakan pemerintah maupun dunia usaha, GMKI juga siap bersinergi dengan berbagai pemangku kepentingan dalam memperjuangkan keadilan sosial.“Kolaborasi adalah kunci. Kami akan terus membuka ruang dialog dan kerja sama dengan pemerintah, lembaga pendidikan, organisasi masyarakat sipil, serta komunitas akar rumput. Tujuannya agar GMKI Palembang tidak hanya berbicara di lingkaran internal, tetapi benar-benar menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat Sumsel,” tambahnya.Kenaikan Gaji Asn Presiden Prabowo, Siapkan Anggaran Fantastis!Dengan mengusung semangat Ut Omnes Unum Sint (supaya mereka semua menjadi satu), BPC GMKI Palembang menegaskan kesiapannya untuk menjadi mitra yang membangun sekaligus suara bagi kelompok-kelompok yang terpinggirkan.Visi tersebut, menurut Christie, menjadi roh gerakan mahasiswa Kristen di tengah dinamika sosial, ekonomi, dan politik yang semakin kompleks di Sumatera Selatan.“Pelantikan ini bukan sekadar seremoni organisasi, tetapi momentum awal pelayanan kami. Kami ingin menjadikan periode 2025–2027 sebagai era penguatan peran mahasiswa Kristen di Palembang dan Sumatera Selatan, dengan orientasi yang jelas: menghadirkan Sumsel yang lebih adil, setara, dan sejahtera,” pungkas Christie Ayuning Manurung.***
Read More
KPK Telusuri LHKPN Walikota Prabumulih Usai Polemik Anak Bawa Mobil ke Sekolah
KPK Telusuri LHKPN Walikota Prabumulih Usai Polemik Anak Bawa Mobil ke Sekolah
Lingkaran.id -Nama H. Arlan, Walikota Prabumulih periode 2025–2030, kembali menjadi sorotan publik setelah polemik pencopotan Kepala Sekolah SMPN 1 Prabumulih, Roni Ardiansyah. Roni dicopot dari jabatannya setelah menegur seorang siswa yang membawa mobil ke sekolah. Siswa tersebut belakangan diketahui merupakan anak Walikota Arlan. Insiden bermula ketika seorang siswa memarkir mobil di lapangan sekolah yang biasa digunakan untuk kegiatan belajar dan olahraga. Kepala Sekolah memberikan teguran kepada siswa tersebut sesuai aturan sekolah. Namun, tak lama kemudian, Roni Ardiansyah dicopot dari jabatannya, memicu spekulasi publik terkait keterlibatan anak Walikota dalam keputusan tersebut.Heboh Walikota Prabumulih vs Kepala Sekolah: Haruskah Viral Dulu Baru Tidak Bertindak Semena-mena?Menanggapi isu tersebut, H. Arlan memberikan klarifikasi melalui media sosial. Ia membantah bahwa pemecatan Kepala Sekolah terkait teguran terhadap anaknya. Arlan menegaskan bahwa pencopotan adalah keputusan administratif yang mengikuti prosedur internal pemerintahan kota. Kasus ini memicu perhatian Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Lembaga anti-rasuah tersebut mengumumkan akan menelusuri kembali Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) Walikota Arlan. Langkah ini dilakukan untuk memastikan tidak ada kejanggalan atau pelanggaran hukum terkait aset dan kewenangan pejabat publik.Profil Muhammad Qodari, Putra Palembang yang Kini Pimpin KSPKPK menegaskan, pemantauan terhadap LHKPN seluruh pejabat daerah, termasuk Walikota Prabumulih, akan terus dilakukan. Jika ditemukan indikasi ketidakpatuhan atau penyalahgunaan kekuasaan, laporan tersebut akan diperiksa lebih lanjut.Polemik ini memicu beragam reaksi masyarakat dan tokoh publik. Banyak pihak menekankan pentingnya transparansi dan kepatuhan terhadap prosedur pemerintahan, sementara KPK menekankan peran masyarakat sebagai pengawas aktif untuk mencegah potensi penyalahgunaan jabatan.****
Read More
Profil Muhammad Qodari, Putra Palembang yang Kini Pimpin KSP
Profil Muhammad Qodari, Putra Palembang yang Kini Pimpin KSP
Lingkaran.id - Presiden Prabowo Subianto resmi melantik Muhammad Qodari sebagai Kepala Kantor Staf Kepresidenan (KSP), menggantikan Letnan Jenderal TNI (Purn) Anto Mukti Putranto. Pelantikan ini berlangsung di Istana Negara dan merupakan bagian dari reshuffle kabinet 2025. Muhammad Qodari lahir di Palembang, 15 Oktober 1973. Ia menempuh pendidikan Sarjana Psikologi Sosial di Universitas Indonesia, kemudian melanjutkan Magister Political Behavior di University of Essex, Inggris, dan menyelesaikan Doktor Ilmu Politik di Universitas Gadjah Mada pada 2016.Hasil Al-Nassr vs Istiklol: Skor 5-0, Highlight Gol, dan Fakta Menarik Liga Champions Asia 2025Sebelum menjabat Kepala KSP, Qodari dikenal luas sebagai pendiri dan Direktur Eksekutif Indo Barometer, lembaga survei terkemuka di Indonesia. Ia pernah menjabat Wakil Kepala KSP sejak Oktober 2024 hingga September 2025, sebelum akhirnya diangkat menjadi kepala.Real Salt Lake vs LAFC: Son Heung-Min Bawa LAFC Menang 2-0 di UtahSetelah resmi dilantik, Qodari menekankan pentingnya memperluas sumber komunikasi pemerintah yang kini tidak hanya terpusat di Pusat Komunikasi Kepresidenan (PKP). Tujuannya adalah meningkatkan transparansi dan aksesibilitas informasi publik, sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto.Pengangkatan Qodari diharapkan membawa strategi komunikasi pemerintah yang lebih terbuka, sekaligus menegaskan posisi KSP sebagai pusat koordinasi kebijakan dan pengelolaan isu strategis nasional.****
Read More
Heboh Walikota Prabumulih vs Kepala Sekolah: Haruskah Viral Dulu Baru Tidak Bertindak Semena-mena?
Heboh Walikota Prabumulih vs Kepala Sekolah: Haruskah Viral Dulu Baru Tidak Bertindak Semena-mena?
Lingkaran.id -Kasus antara Walikota Prabumulih, H. Arlan, dan kepala sekolah SMP Negeri 1 Prabumulih, Roni Ardiansyah, mendadak viral dan menjadi sorotan nasional. Isu ini bermula dari kabar pencopotan kepala sekolah setelah menegur seorang siswa yang disebut sebagai anak walikota karena membawa mobil ke sekolah.Kabar tersebut langsung menyebar luas di media sosial, memicu kemarahan masyarakat. Warganet mempertanyakan apakah harus viral dulu baru pejabat tidak bertindak semena-mena terhadap tenaga pendidik.Shell Kosong Karyawan Jadi Korban, Salah Siapa?Walikota Arlan membantah tuduhan pencopotan kepala sekolah. Ia menegaskan tidak ada keputusan pemberhentian, melainkan hanya pemanggilan untuk membahas kenyamanan belajar di sekolah.“Tidak benar kepala sekolah dicopot. Saya memang memanggil, tapi bukan untuk mencopot jabatan. Anak saya pun tidak pernah membawa mobil sendiri, dia selalu diantar,” tegas Arlan.Meski sempat beredar kabar pencopotan, hingga hari ini Roni Ardiansyah masih menjabat sebagai kepala sekolah SMP Negeri 1 Prabumulih. Aktivitas belajar mengajar pun berjalan normal.Isu ini terbukti sebagai kesalahpahaman, namun tetap menimbulkan kegaduhan karena terlanjur viral di media sosial.Hasil Inter Miami vs Seattle Sounders: Messi & Alba Bawa Kemenangan 3-1, Balas Dendam Tuntas!Untuk meredam polemik, Walikota Arlan menyampaikan permintaan maaf kepada kepala sekolah dan masyarakat Prabumulih. Ia menegaskan tidak ada maksud untuk bertindak sewenang-wenang.“Saya mohon maaf bila ada pihak yang merasa dirugikan. Tidak ada pencopotan,” ujar Arlan.Kasus ini menimbulkan pertanyaan publik: mengapa klarifikasi dan permintaan maaf baru muncul setelah berita viral? Masyarakat menilai pejabat seharusnya sejak awal transparan dan tidak menunggu isu menjadi besar.***
Read More
WAMI Tegaskan Acara Pernikahan Tetap Wajib Bayar Royalti Lagu Sesuai UU Hak Cipta
WAMI Tegaskan Acara Pernikahan Tetap Wajib Bayar Royalti Lagu Sesuai UU Hak Cipta
Lingkaran.id - Wahana Musik Indonesia (WAMI), salah satu Lembaga Manajemen Kolektif (LMK) di Tanah Air, menegaskan bahwa penggunaan lagu dalam acara pernikahan tetap termasuk dalam kategori yang wajib membayar royalti. Hal ini mengacu pada ketentuan yang diatur dalam Undang-Undang Hak Cipta Nomor 28 Tahun 2014.Kewajiban tersebut berlaku meskipun pesta pernikahan bersifat acara keluarga dan diselenggarakan secara tertutup. Menurut Head of Corporate Communications & Memberships WAMI, Robert Mulyarahardja, untuk acara pernikahan yang berbentuk live event dan tidak memungut biaya dari tamu, besaran tarif royalti yang dikenakan adalah 2 persen dari total biaya produksi acara.Video Viral Siswi MTs Jadi Korban Bullying oleh Kakak KelasRobert menjelaskan bahwa selama ini, data yang tercatat di database WAMI umumnya berasal dari penyelenggaraan acara publik. Sementara itu, untuk acara pernikahan yang bersifat privat, proses pendataan dan penagihan royalti menjadi lebih menantang.“Untuk pernikahan ini memang lebih sulit karena sifatnya private event. Kami harus mengandalkan laporan atau informasi dari pihak-pihak terkait,” ungkapnya pada Senin (11/8/2025).Mie Gacoan Bayar Royalti Rp2,2 Miliar ke LMK Selmi, Akhiri Sengketa HukumIa berharap, dengan adanya pemahaman yang lebih baik, para pengguna karya musik termasuk penyelenggara pesta pernikahan dapat ikut berperan dalam melindungi hak para pencipta lagu.“Posisi WAMI adalah selalu for the composers,” tegas Robert, menutup pernyataannya.***
Read More
Tragis! Bayi Baru Lahir Dibungkus Plastik dan Dibuang Ibu Kandung
Tragis! Bayi Baru Lahir Dibungkus Plastik dan Dibuang Ibu Kandung
Lingkaran.id -  Warga Desa Sangatta Utara, Kabupaten Kutai Timur, digemparkan dengan penemuan jasad seorang bayi di area rerumputan pada Selasa pagi, 3 Juni 2025. Bayi malang tersebut diduga kuat dibuang oleh ibu kandungnya sendiri hanya beberapa saat setelah dilahirkan.Kapolres Kutai Timur, AKBP Fauzan Arianto, mengungkapkan bahwa berdasarkan hasil penyelidikan, peristiwa tragis itu bermula ketika pelaku melahirkan seorang bayi tanpa bantuan tenaga medis di rumahnya pada Jumat dini hari, 30 Mei 2025. Saat proses persalinan, bayi sempat menangis keras ketika keluar dari rahim sang ibu pertanda bahwa bayi tersebut lahir dalam kondisi hidup.PSK Bakal Kena Pajak? Ini Pandangan HukumnyaNamun, tangisan itu tak berlangsung lama. Begitu suara sang bayi terhenti, pelaku justru mengambil keputusan yang mengejutkan. Bayi yang baru dilahirkannya dimasukkan ke dalam sebuah kantong belanja, kemudian dibawa menuju lahan kosong yang terletak tidak jauh dari rumahnya.“Pelaku memasukkan bayi ke kantong belanja, lalu membawanya ke lahan kosong dan meninggalkannya di sana,” kata Fauzan dalam keterangan tertulis, Minggu, 10 Agustus 2025.Usai membuang sang bayi, pelaku kembali ke rumahnya seolah tak terjadi apa-apa. Ia membersihkan diri dari proses persalinan, kemudian langsung tidur.Kasus ini baru terungkap ketika seorang warga menemukan jasad bayi tersebut di area rerumputan beberapa hari kemudian. Penemuan pada 3 Juni 2025 itu segera dilaporkan ke pihak kepolisian. Melalui rangkaian penyelidikan dan pemeriksaan, polisi akhirnya berhasil mengidentifikasi serta menangkap pelaku, yang tak lain adalah ibu kandung bayi tersebut.Berdasarkan hasil penyidikan, pelaku kini resmi ditetapkan sebagai tersangka. Ia dijerat dengan Pasal 80 Ayat (3) dan Ayat (4) Undang-Undang Perlindungan Anak, dengan ancaman hukuman penjara minimal lima tahun dan maksimal lima belas tahun.Indonesia Raya dan Lagu Daerah Wajib Royalti, Ini Penjelasan LMKNDalam penanganan kasus ini, polisi juga mengamankan sejumlah barang bukti, di antaranya satu kantong belanja bermerek Indomaret dan satu kantong plastik berwarna putih yang diduga digunakan pelaku untuk membungkus bayi sebelum dibuang.Kapolres Fauzan menegaskan bahwa peristiwa ini menjadi peringatan penting akan perlunya dukungan keluarga serta lingkungan sosial terhadap calon ibu. Menurutnya, edukasi terkait perawatan bayi dan kesehatan mental ibu sangat penting untuk mencegah tragedi serupa.“Peran keluarga, kerabat, dan lingkungan sangat krusial. Calon ibu memerlukan dukungan moral, emosional, dan pengetahuan agar dapat menjalani peran sebagai orang tua dengan baik,” ujar Fauzan.***
Read More
Berita Populer Bulan ini
Elearning Course Thinkedu
Berita Terbaru
Pilih yang terbaik