Generasi Digital Intelektual (GDI) "Bersama Sumatra", Salurkan Bantuan Untuk Warga Terdampak Banjir Di Tapanuli Selatan
Generasi Digital Intelektual (GDI) "Bersama Sumatra", Salurkan Bantuan Untuk Warga Terdampak Banjir Di Tapanuli Selatan
Lingkaran.id -Melalui langkah kecil yang diwujudkan dalam aksi nyata, Generasi Digital Intelektual (GDI) menyalurkan bantuan kemanusiaan kepada warga terdampak banjir di Desa Huta Godang, Kecamatan Batangtoru, Kabupaten Tapanuli Selatan, dalam program “GDI Bersama Sumatra, Mari Pulih Bersama”. Penyaluran bantuan dilaksanakan di Posko Kesehatan Desa Huta Godang. Bantuan yang diberikan berupa uang tunai sebesar Rp1.000.000, hasil pengumpulan donasi dari sahabat, keluarga, serta para orang baik yang mendukung program kemanusiaan ini.Dana tersebut kemudian dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan kesehatan warga terdampak, di antaranya pembelian susu anak, susu ibu hamil, serta obat-obatan yang dibutuhkan oleh masyarakat pascabanjir.GDI dan KOMPAS Jalin Komitmen Kolaboratif: Dorong Sinergi Digital dan Pelestarian BudayaSeluruh kelaurga besar Generasi Digital Intelektual (GDI) menyampaikan bahwa bantuan ini merupakan bentuk kepedulian nyata terhadap masyarakat yang terdampak bencana, khususnya kelompok rentan seperti anak-anak dan ibu hamil.“Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh orang baik yang telah memberikan dukungan dan bantuan untuk saudara-saudara kita yang terdampak banjir di Sumatra, khususnya di Desa Huta Godang, Batangtoru,”  Ujar Prof. Dr. Edi Surya Negara Ketua Umum GDI https://lingkaran.id/sumsel/audiensi-gdi-bersama-dr-ratu-tenny-leriva-bahas-kolaborasi-menuju-digitalisasi-untuk-negeriGDI berharap, bantuan yang disalurkan dapat membantu masyarakat sekaligus mendukung pemulihan kesehatan warga pascabencana. Ke depan, Generasi Digital Intelektual berkomitmen untuk terus menghadirkan program-program sosial yang berdampak nyata dan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat luas.****
Read More
Pasutri Tewas Usai Rayakan Natal dan Jelang Tahun Baru di Dalam Rumah
Pasutri Tewas Usai Rayakan Natal dan Jelang Tahun Baru di Dalam Rumah
Lingkaran.id - Sepasang suami istri ditemukan meninggal dunia usai menggelar perayaan Natal sekaligus menyambut pergantian Tahun Baru 2026. Peristiwa tragis ini menggegerkan warga Desa Aek Lung, Kecamatan Dolok Sanggul, Kabupaten Humbang Hasundutan (Humbahas), Sumatera Utara, pada Minggu (28/12/2025).Kedua korban diketahui merupakan pasangan suami istri berinisial DTS (55) dan ENS (53). Keduanya tercatat sebagai warga Provinsi Riau yang datang ke Humbahas untuk menghadiri acara keluarga sekaligus merayakan Natal dan tahun baru.Ratusan warga Geruduk Kantor Ormas MADAS, Protes Dugaan Premanisme Usai Pengusiran Nenek 80 TahunHingga berita ini diturunkan, pihak kepolisian menyimpulkan bahwa penyebab meninggalnya pasutri tersebut diduga kuat akibat keracunan gas beracun. Namun, keracunan itu bukan berasal dari makanan, melainkan dari saluran pernapasan setelah menghirup gas karbon monoksida (CO) yang diduga berasal dari asap pembakaran arang di dalam rumah.Kasat Reskrim Polres Humbahas, Iptu Jhon F. M. Siahaan, menjelaskan bahwa awalnya keluarga mulai curiga karena korban tidak merespons saat dihubungi. Pada Sabtu (27/12/2025) sekitar pukul 16.00 WIB, salah seorang kerabat korban berinisial DP sempat mendatangi rumah korban dan mengetuk pintu, namun tidak ada jawaban. Pintu rumah diketahui dalam kondisi terkunci dari dalam.Kecurigaan semakin menguat ketika sekitar pukul 20.00 WIB, seorang anggota keluarga lain berinisial MS mencoba menghubungi korban melalui telepon untuk memastikan kehadiran mereka pada pesta keluarga keesokan harinya. Namun, panggilan tersebut juga tidak mendapat respons.Sekitar pukul 20.30 WIB, dua anggota keluarga korban, FS dan DP, kembali mendatangi rumah tersebut, namun situasinya tetap sama. Hingga akhirnya pada Minggu (28/12/2025), keluarga meminta bantuan kepala dusun untuk memeriksa kondisi rumah korban. Karena tidak ada jawaban saat dipanggil, pintu rumah pun terpaksa didobrak.“Setelah masuk ke dalam rumah, para saksi mendapati pintu kamar korban tertutup. Saat pintu kamar dibuka, kedua korban ditemukan dalam kondisi tidak sadar dengan posisi telungkup,” ujar Iptu Jhon dalam keterangan tertulisnya, Minggu (28/12/2025).Peristiwa tersebut kemudian dilaporkan ke Polres Humbahas. Petugas kepolisian langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), sementara jenazah kedua korban dievakuasi ke RSUD Dolok Sanggul untuk dilakukan pemeriksaan medis.Berdasarkan hasil visum dari dokter forensik RSUD Dolok Sanggul, kedua korban dinyatakan meninggal dunia akibat asfiksia atau keracunan gas karbon monoksida yang berasal dari asap arang.“Tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh kedua korban yang mengarah pada dugaan tindak pidana. Barang-barang milik korban juga tidak ada yang hilang,” jelas Jhon.Dalam olah TKP, polisi menemukan sejumlah barang, di antaranya satu tempat pembakaran arang, dua unit telepon genggam, satu bantal berlumur darah, beberapa tas berisi uang, dompet berisi emas dan uang tunai, serta tas berisi pakaian korban.Sementara itu, anak korban berinisial NYS (33) menyampaikan bahwa pihak keluarga menolak dilakukan autopsi terhadap jenazah kedua orang tuanya.“Pihak keluarga telah menerima dan mengikhlaskan meninggalnya kedua korban,” kata Jhon.Ormas Madas Tegaskan Bukan Anggotanya Usai Video Pengusiran Nenek Elina ViralSetelah seluruh proses pemeriksaan selesai, jenazah pasutri tersebut diserahkan kepada keluarga untuk disemayamkan dan dimakamkan.Pihak kepolisian pun mengimbau masyarakat agar lebih waspada terhadap potensi bahaya gas karbon monoksida. Gas ini bersifat tidak berbau, tidak berwarna, dan tidak berasa, sehingga sering kali tidak disadari keberadaannya hingga menimbulkan dampak fatal.***
Read More
Polres Kota Padangsidempuan, Pengurus Nasional Karang Taruna Dan PT. Anugerah Baru Sejahtera Turunkan Excavator Untuk Evakuasi Banjir Bandang Batangtoru
Polres Kota Padangsidempuan, Pengurus Nasional Karang Taruna Dan PT. Anugerah Baru Sejahtera Turunkan Excavator Untuk Evakuasi Banjir Bandang Batangtoru
Lingkaran.id -Polres Padangsidimpuan (Psp) bersama Polres Tapanuli Selatan (Tapsel) menggandeng Karang Taruna Pusat Jakarta menurunkan bantuan alat berat jenis excavator untuk mempercepat penanganan dampak banjir bandang dan tanah longsor di Desa Garoga, Kecamatan Batangtoru, Kabupaten Tapanuli Selatan. Penyerahan bantuan alat berat tersebut dilaksanakan pada Senin, 15 Desember 2025, sekitar pukul 09.00 WIB, bertempat di Mapolres Padangsidimpuan. Kegiatan ini dihadiri langsung Kapolres Padangsidimpuan AKBP Dr. Wira Prayatna, S.H., S.I.K., M.H., Kasat Intelkam AKP Marzuki, S.H., Kasat Lantas AKP Jonni Silalahi, S.H., perwakilan Pengurus Karang Taruna Pusat Jakarta, Dedy Batubara, serta Santoso selaku pemilik alat berat excavator.Komitmen Sosial Karang Taruna: Posko Ceria Titik Kedua Hadir di Luat LombangKapolres Padangsidimpuan AKBP Wira Prayatna menjelaskan bahwa bantuan yang diserahkan berupa dua unit alat berat jenis excavator. Satu unit langsung diberangkatkan menuju lokasi terdampak, sementara satu unit lainnya dijadwalkan menyusul pada Rabu, 17 Desember 2025. Alat berat tersebut disewa dari masyarakat sebagai bentuk kolaborasi dan kepedulian bersama dalam percepatan penanganan bencana.“Alat berat ini sangat dibutuhkan untuk membersihkan material longsor berupa tanah, lumpur, dan kayu balok yang masih menumpuk di lokasi bencana. Kami berharap proses evakuasi dan pemulihan akses masyarakat bisa berjalan lebih cepat,” ujar AKBP Wira Prayatna.Pengurus Nasional Karang Taruna Dirikan Posko Ceria di Desa Pengkolan, Sipirok, Tapanuli SelatanIa juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada komunitas masyarakat peduli dampak bencana sosial, khususnya Karang Taruna Pusat Jakarta, serta pihak pemilik alat berat yang telah berkontribusi nyata membantu masyarakat terdampak bencana di Batangtoru.Bantuan alat berat jenis excavator tersebut diberangkatkan menuju Kabupaten Tapanuli Selatan dengan pengawalan Satlantas Polres Padangsidimpuan guna memastikan kelancaran dan keamanan selama perjalanan. Kehadiran alat berat ini diharapkan dapat mempercepat proses pembersihan lokasi terdampak sekaligus mendukung pemulihan aktivitas warga pascabanjir bandang dan tanah longsor.****
Read More
Tragis! Pemuda 20 Tahun Tewas Usai Ditikam Preman
Tragis! Pemuda 20 Tahun Tewas Usai Ditikam Preman
Lingkaran.id - Peristiwa berdarah terjadi di Gang Mushola, Jalan PDAM Tirtanadi, Kecamatan Medan Sunggal, Kota Medan. Seorang pemuda bernama Rio Ade Anugrah (20), yang merupakan anak Kepala Lingkungan setempat, tewas setelah ditikam oleh seorang pria bernama Arif, yang dikenal warga sebagai preman. Kejadian tragis ini menimbulkan duka mendalam bagi keluarga korban dan mengguncang warga sekitar.Ayah korban, Iwan Lesmana (47), yang menjabat sebagai Kepala Lingkungan 11 Kelurahan Sunggal, mengungkapkan bahwa saat kejadian dirinya tengah tertidur lelap di rumah. Ia terbangun setelah mendengar tetangganya datang membangunkan dan memberitahukan bahwa anaknya telah menjadi korban penikaman.Apa sebab Perang Thailand & Kamboja terjadi ?“Warga datang membangunkan saya dan bilang pelaku mau kabur. Saya langsung lari ke pintu keluar gang sebelah. Saya bahkan belum sempat melihat anak saya yang katanya sudah terkapar,” ujar Iwan saat ditemui di kediamannya, Senin (15/12/2025).Sesampainya di pintu keluar Gang Mushola, Iwan mendapati pelaku tengah berusaha membersihkan tangannya yang dipenuhi darah. Menurut keterangan warga, pelaku sempat mengelabui dengan mengatakan bahwa darah tersebut berasal dari luka di tangannya akibat terkena senjata tajam. Namun, Iwan menegaskan bahwa darah tersebut berasal dari luka yang dialami anaknya.“Katanya tangannya kena sajam juga, padahal tidak ada luka sama sekali. Tangannya penuh darah itu darah anak saya,” tuturnya dengan nada sedih.Iwan juga mengungkapkan bahwa saat itu pelaku telah memesan ojek online dan diduga hendak melarikan diri. Ia bersama warga kemudian langsung menangkap Arif. Senjata tajam jenis keris yang digunakan pelaku sempat dibuang, namun akhirnya berhasil ditemukan kembali oleh warga.Setelah diamankan, pelaku langsung diserahkan ke Polsek Sunggal untuk menjalani proses hukum. Iwan mengaku sangat terpukul atas kehilangan anak pertamanya dan berharap pelaku mendapat hukuman setimpal atas perbuatannya.“Pelaku ini memang dikenal sebagai preman. Sering mencuri, memalak, bahkan merampas ponsel warga. Banyak yang mengadu ke saya, tapi mereka takut melapor ke polisi,” ungkapnya.Ia mengenang sosok Rio sebagai anak yang baik dan rajin membantu orang tua. Korban kerap membantu pekerjaan sampingan ayahnya, seperti memotong dan mengangkat kayu. Meski keluarga pelaku sempat datang menyampaikan permohonan maaf saat acara tahlilan, Iwan menegaskan bahwa proses hukum harus tetap berjalan.“Saya tetap minta pelaku dihukum seadil-adilnya,” tegasnya.Sementara itu, adik korban, Egi Prayoga Lesmana (19), menceritakan detik-detik sebelum kejadian. Menurutnya, saat itu ia bersama korban dan beberapa teman sedang berkumpul di depan rumah di Gang Rodo. Ia kemudian pergi bersama abangnya dan seorang teman untuk memantau kondisi sungai, mengantisipasi kemungkinan banjir.Namun, Egi mengaku sempat terpisah dari abangnya. Tak lama berselang, ia mendengar suara keributan dan segera menuju sumber suara tersebut.“Ternyata abang saya sedang berkelahi dengan pelaku,” ujar Egi.Ia melihat korban memegang besi bekas yang diambil dari sekitar rumah warga, sementara pelaku mengeluarkan senjata tajam jenis keris. Egi sempat berniat membantu, karena ia mengetahui pelaku kerap meresahkan warga. Namun, warga sekitar menahannya agar tidak ikut terlibat.“Saya ditarik warga ke belakang. Setelah itu saya tidak tahu lagi apa yang terjadi,” katanya.Beberapa menit kemudian, Egi mendapat kabar bahwa abangnya tergeletak di jalan menuju rumah. Korban sempat dilarikan ke Rumah Sakit Bina Kasih, namun nyawanya tidak tertolong dan dinyatakan meninggal dunia. Sementara itu, pelaku berhasil ditangkap oleh ayah korban bersama warga.Pasutri Asal Prabumulih Diciduk Polisi, Gelar Judi Online Adu Ikan Cupang Lewat Live TikTokDi sisi lain, Kapolsek Sunggal, Kompol Bambang Gunanti Hutabarat, membenarkan peristiwa tersebut. Ia memastikan bahwa pelaku telah diamankan dan saat ini tengah menjalani proses hukum.“Pelaku sudah diamankan dan ditahan. Saat ini kasusnya masih dalam proses penyidikan lebih lanjut,” ujarnya saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon.Peristiwa ini menambah daftar panjang kasus kekerasan jalanan dan kembali memunculkan kekhawatiran warga terhadap aksi premanisme di lingkungan permukiman.***
Read More
Komitmen Sosial Karang Taruna: Posko Ceria Titik Kedua Hadir di Luat Lombang
Komitmen Sosial Karang Taruna: Posko Ceria Titik Kedua Hadir di Luat Lombang
Lingkaran.id -Pengurus Nasional Karang Taruna kembali melanjutkan aksi kemanusiaannya dengan mendirikan Posko Ceria titik kedua di Desa Luat Lombang, Dusun Bulu Payung, Kabupaten Tapanuli Selatan. Pendirian posko ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan Karang Taruna dalam mendukung pemulihan psikososial anak-anak terdampak bencana di wilayah Tapanuli Selatan.Posko Ceria hadir sebagai ruang ramah anak yang aman, nyaman, dan menyenangkan. Kegiatan yang dilaksanakan difokuskan pada trauma healing berbasis bermain, meliputi permainan edukatif, menggambar dan mewarnai, bernyanyi, dongeng ceria, serta penguatan emosi positif yang didampingi oleh relawan Karang Taruna.Wakil Ketua Umum Kesejahteraan Sosial Pengurus Nasional Karang Taruna, Fuji Abdul Rohman, menyampaikan bahwa pendirian Posko Ceria di titik kedua ini menjadi bentuk nyata kehadiran Karang Taruna di tengah masyarakat terdampak.“Posko Ceria bukan hanya tempat bermain, tetapi juga ruang aman bagi anak-anak untuk memulihkan kondisi psikologisnya. Melalui kegiatan sederhana namun konsisten, kami berharap anak-anak dapat kembali ceria, merasa terlindungi, dan perlahan bangkit dari trauma pascabencana,” ujarnya.Pengurus Nasional Karang Taruna Dirikan Posko Ceria di Desa Pengkolan, Sipirok, Tapanuli SelatanPendirian Posko Ceria ini dilaksanakan melalui sinergi antara Pengurus Nasional Karang Taruna, Karang Taruna setempat, relawan, serta dukungan masyarakat Desa Luat Lombang. Seluruh kegiatan dilakukan dengan mengedepankan prinsip ramah anak, tanpa paksaan, serta menghargai kondisi emosional setiap anak.Kepala Desa Luat Lombang menyambut baik kehadiran Posko Ceria dan menyampaikan apresiasi atas kepedulian Karang Taruna.“Kami mengapresiasi kehadiran Pengurus Nasional Karang Taruna melalui Posko Ceria di Desa Luat Lombang, Dusun Bulu Payung. Kegiatan ini sangat membantu anak-anak kami untuk kembali ceria dan pulih secara psikologis setelah bencana. Pemerintah desa mendukung penuh kegiatan sosial seperti ini,” ujar Kepala Desa Luat Lombang.Ridwan Kamil Digugat Cerai Atalia Praratya, Publik Terkejut: Ini Fakta Lengkap yang TerungkapMasyarakat setempat menilai kehadiran Posko Ceria memberikan dampak positif, khususnya bagi anak-anak yang sebelumnya mengalami ketakutan dan kecemasan pascabencana. Melalui aktivitas yang menyenangkan dan edukatif, anak-anak mulai menunjukkan ekspresi ceria dan kembali aktif berinteraksi.Pengurus Nasional Karang Taruna berharap Posko Ceria dapat terus berjalan selama masa pemulihan serta menjadi model pendampingan psikososial yang dapat diterapkan di wilayah terdampak lainnya, sebagai bagian dari penguatan peran pemuda dalam aksi sosial dan kemanusiaan.****
Read More
Pengurus Nasional Karang Taruna Dirikan Posko Ceria di Desa Pengkolan, Sipirok, Tapanuli Selatan
Pengurus Nasional Karang Taruna Dirikan Posko Ceria di Desa Pengkolan, Sipirok, Tapanuli Selatan
Lingkaran.id -Pengurus Nasional Karang Taruna mendirikan Posko Ceria di Desa Pengkolan, Kecamatan Sipirok, Kabupaten Tapanuli Selatan, sebagai bentuk kepedulian dan respons cepat terhadap kondisi psikososial anak-anak terdampak bencana.Posko Ceria ini difokuskan sebagai ruang ramah anak yang aman, nyaman, dan menyenangkan, guna membantu pemulihan mental dan emosional anak-anak melalui kegiatan trauma healing berbasis bermain. Kegiatan yang dilaksanakan meliputi permainan edukatif, menggambar dan mewarnai, bernyanyi, dongeng ceria, serta penguatan emosional yang dilakukan oleh relawan Karang Taruna.Maya Muizatil Lutfillah selaku ketua Bidang Perempuan & Anak  Pengurus Nasional Karang Taruna menyampaikan bahwa pendirian Posko Ceria merupakan bagian dari komitmen Karang Taruna untuk hadir langsung di tengah masyarakat, khususnya dalam situasi darurat. “Anak-anak adalah kelompok paling rentan saat bencana. Posko Ceria hadir untuk memastikan mereka tetap memiliki ruang aman untuk bermain, tertawa, dan memulihkan diri secara psikologis,” ujarnya.Saham BUMI Melejit Lagi! Tembus Rp 362 pada 11 Desember 2025, Investor Ramai Buru Emiten Batu Bara LegendarisKegiatan ini dilaksanakan dengan mengedepankan prinsip ramah anak, tanpa paksaan, dan berorientasi pada rasa aman, serta melibatkan kolaborasi dengan pengurus Karang Taruna Tanapanuli Selatan, dan masyarakat desa. Posko Ceria juga menjadi sarana edukasi sederhana terkait kebersihan diri, kebersamaan, dan nilai-nilai kepedulian sosial.Pemerintah desa dan masyarakat Desa Pengkolan menyambut baik kehadiran Posko Ceria. Mereka menilai kegiatan ini sangat membantu anak-anak agar tidak larut dalam ketakutan dan kecemasan pascabencana, serta mampu kembali menjalani aktivitas dengan lebih ceria.BMKG Deteksi Bibit Siklon Tropis Baru! Waspada Hujan Ekstrem dan Gelombang Tinggi di Sejumlah WilayahKe depan, Posko Ceria direncanakan beroperasi secara berkelanjutan selama masa pemulihan, sekaligus menjadi model pendampingan psikososial yang dapat diterapkan di wilayah terdampak lainnya di Sumatera.****
Read More
Siswa SMAN Aniaya Wakil Kepsek, Karier Ayah Polisi Ikut Terseret
Siswa SMAN Aniaya Wakil Kepsek, Karier Ayah Polisi Ikut Terseret
Lingkaran.id - Kasus penganiayaan yang dilakukan siswa SMAN 1 Sinjai, Sulawesi Selatan, berinisial MR (17), terhadap Wakil Kepala Sekolah akhirnya terungkap ke publik. Insiden yang terjadi di ruang Bimbingan Konseling (BK) pada Selasa (16/9/2025) itu berbuntut panjang, tidak hanya bagi MR tetapi juga bagi sang ayah yang berprofesi sebagai anggota Polri.Menurut keterangan Kepala SMAN 1 Sinjai, Muh Suardi, MR dipanggil ke ruang BK bersama orang tuanya karena sering tidak mengikuti pelajaran. Ia disebut kerap memilih-milih guru saat masuk kelas. Namun, bukannya menerima arahan, MR justru melakukan tindakan brutal dengan menyerang Wakil Kepsek, Mauluddin.“Begitu sampai di ruang BK, siswa tersebut langsung memiting Pak Mauluddin lalu menghajarnya berkali-kali, sekitar lima kali pukulan,” ungkap Suardi.Imam Muslimin Resmi Mundur dari UIN Malang, Klarifikasi Usai Videonya Viral di Media SosialAkibat pemukulan itu, Mauluddin mengalami luka terbuka di bagian hidung serta memar pada punggung. Kondisinya belum stabil sehingga hingga kini ia masih belum kembali mengajar di sekolah. Suardi juga menyesalkan sikap ayah MR yang berada di lokasi namun tidak segera menghentikan perbuatan anaknya.“Padahal orang tuanya adalah polisi, seharusnya melindungi dan mencegah, bukan hanya menyaksikan,” tambahnya.Atas insiden tersebut, pihak sekolah mengambil keputusan tegas dengan mengeluarkan MR dari daftar siswa SMAN 1 Sinjai.“Kami sudah rapat bersama guru, hasilnya MR dikeluarkan demi memberi efek jera,” jelas Suardi.Ia menegaskan keputusan ini diambil agar menjadi pelajaran bagi siswa lain agar tidak melakukan tindakan serupa. Kasus ini kini ditangani pihak kepolisian. Kanit PPA Sat Reskrim Polres Sinjai, Ipda Andi Aliyas, menyatakan bahwa korban telah dimintai keterangan. Sementara pemeriksaan terhadap MR masih menunggu pendampingan dari Dinas Pemberdayaan Perempuan dan KB Kabupaten Sinjai.Kasi Humas Polres Sinjai, Ipda Agus Santoso, mengonfirmasi bahwa ayah MR, Aiptu Rajamuddin yang bertugas di Sat Lantas Polres Sinjai, juga sudah diperiksa oleh Propam.Sementara itu, korban telah resmi melaporkan kasus ini ke kepolisian agar MR diproses sesuai hukum yang berlaku. Dalam Kitab Undang-undang Hukum Pidana (KUHP), tindak penganiayaan seperti ini diatur dalam Pasal 351, dengan ancaman hukuman maksimal lima tahun penjara jika mengakibatkan luka berat.Di sisi lain, Aiptu Rajamuddin membantah tudingan bahwa dirinya hanya diam ketika anaknya menganiaya Wakil Kepsek. Ia mengaku sempat berdiri dan berusaha melerai. Ia juga menyampaikan permohonan maaf secara terbuka kepada pihak sekolah, korban, serta masyarakat.“Saya marahi anak saya dan perintahkan untuk minta maaf,” ujarnya.“Saya menyesal dan meminta maaf atas perbuatan anak saya yang membuat gaduh dunia pendidikan di Sinjai,” tuturnya.Menu Program Makanan Bergizi Dikeluhkan Warga: Hari Ini Kacang Rebus, Besok Gethuk Goreng?Ketua PGRI Sinjai, Andi Jefrianto Asapa, yang juga Sekda Kabupaten Sinjai, menyatakan keprihatinan atas kejadian ini. Ia menegaskan PGRI akan mengawal proses hukum hingga tuntas. Selain itu, ia meminta sekolah melaporkan insiden ini ke Dinas Pendidikan Sulsel agar mendapat penanganan sesuai aturan yang berlaku.“Kasus ini tidak hanya soal pelanggaran di sekolah, tapi juga pelajaran penting bahwa kekerasan tidak boleh dibiarkan dalam dunia pendidikan,” tegasnya.***
Read More
Kecelakaan Maut, Ajudan Kapolres Tabrak Siswi Hingga Tewas
Kecelakaan Maut, Ajudan Kapolres Tabrak Siswi Hingga Tewas
Lingkaran.id - Sebuah kecelakaan lalu lintas tragis terjadi di Kabupaten Mandailing Natal (Madina) yang melibatkan ajudan sekaligus sopir pribadi Kapolres Madina, AKBP Arie Sofandi Paloh. Ajudan tersebut, Bripda AK, menabrak seorang siswi SMA Negeri 2 Plus Marbisuk bernama Fathia Anis hingga meninggal dunia.Kapolres Madina, AKBP Arie Sofandi Paloh, menyampaikan duka mendalam atas insiden yang merenggut nyawa siswi tersebut. Ia menegaskan bahwa saat kejadian dirinya tidak berada di dalam mobil, melainkan sudah berangkat lebih dulu ke kantor menggunakan sepeda motor.Kasus Penculikan dan Pembunuhan Kepala Cabang Bank BUMN: Pelaku Akui Hanya Ikuti Perintah“Saya, Kapolres Madina, mewakili seluruh jajaran Polres menyampaikan rasa belasungkawa yang mendalam atas kecelakaan yang menimpa ananda kami, Fathia. Semoga segala amal ibadah almarhumah diterima oleh Allah SWT, diberikan tempat terbaik di sisi-Nya, dan keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan serta kesabaran,” ungkap Arie pada Selasa (26/8/2025).Sekitar pukul 10.00 WIB, Bripda AK meninggalkan rumah dinas dengan mengendarai mobil dinas untuk menyusul ke kantor Polres. Namun baru sekitar 750 meter hingga 1 kilometer dari rumah dinas, ia terlibat kecelakaan dengan korban yang tengah melintas.AKBP Arie menjelaskan, dari keterangan yang diterima, Bripda AK mengendarai mobil dengan kecepatan 60–70 km/jam. Saat korban tiba-tiba menyeberang, Bripda AK diduga panik dan tidak sempat melakukan pengereman. Ia membanting setir ke kiri hingga menabrak sebuah warung yang masih dalam tahap pembangunan. Meskipun sudah berusaha menghindar, bagian mobil tetap mengenai korban.“Informasi sementara, kecepatan kendaraan sekitar 60–70 km/jam. Namun karena situasi mendadak, yang bersangkutan kaget dan tidak sempat mengerem. Mobil sudah dibanting ke kiri, menabrak warung dan pohon di tepi jalan, tetapi tetap mengenai korban. Jadi bukan tabrakan langsung dengan kendaraan lain,” jelas Arie.Viral! Menantu Usir Mertua Saat Bertamu, Ungkap Dendam 18 Tahun Tak DiakuiUsai kecelakaan, Bripda AK langsung melaporkan peristiwa tersebut kepada Kapolres dan segera membawa korban ke rumah sakit terdekat. Namun, meskipun sempat mendapat penanganan medis, nyawa Fathia tidak dapat diselamatkan.“Saat dibawa ke rumah sakit, korban masih hidup. Bripda AK bahkan ikut menunggu di sana. Namun kemudian saya mendapat kabar bahwa korban meninggal dunia. Kami pun langsung mendatangi rumah duka hingga mengantar ke pemakaman,” tutur Arie.Bripda AK saat ini tengah menjalani pemeriksaan oleh unit Laka Lantas untuk mempertanggungjawabkan kejadian tersebut. Sementara itu, pihak kepolisian berkomitmen memberikan perhatian penuh kepada keluarga korban serta memastikan proses hukum berjalan sesuai aturan.***
Read More
Bocah 13 Tahun Tewas Dibunuh Teman Sendiri Karena Ejekan, Pelaku Rekayasa Kecelakaan
Bocah 13 Tahun Tewas Dibunuh Teman Sendiri Karena Ejekan, Pelaku Rekayasa Kecelakaan
Lingkaran.id - Kasus tragis menimpa Muhammad Ilham (13), bocah asal Desa Sekip, Kecamatan Lubuk Pakam, Kabupaten Deli Serdang. Ia ditemukan tewas pada Minggu (13/4/2025) dengan kondisi tubuh berada di parit, tertimpa sepeda motor miliknya.Awalnya, keluarga menduga Ilham meninggal karena kecelakaan lalu lintas. Namun, hasil penyelidikan kepolisian mengungkap fakta mengejutkan: Ilham ternyata dibunuh oleh teman-temannya sendiri, lalu peristiwa itu disamarkan seolah-olah kecelakaan.Kasus Kematian Zara Qairina, Terungkap Unsur Perundungan, Penelantaran, dan Pelecehan SeksualMenurut keterangan kakaknya, Dicky, Ilham sempat meminjam sepeda motor Honda Supra X pada Sabtu (12/4/2025) sekitar pukul 18.00 WIB untuk membeli nasi. Namun hingga malam hari, ia tak kunjung pulang. Keluarga pun melakukan pencarian hingga larut malam, bahkan berkeliling kota.Keesokan paginya, ayah korban mendapati kerumunan warga di dekat parit sekitar 700 meter dari rumah. Saat dicek, ternyata jasad Ilham ditemukan di lokasi tersebut dengan posisi motor berada di atas tubuhnya.Saat jenazah dimandikan, keluarga menemukan sejumlah kejanggalan berupa luka sayatan benda tajam. Namun kala itu, mereka tetap percaya bahwa Ilham meninggal akibat kecelakaan.Dua hari setelah kejadian, salah satu teman korban sekaligus tetangganya, DRH (15), mendatangi keluarga dan menyebut Ilham tewas akibat tawuran geng motor. Keluarga pun melaporkan hal ini ke Polresta Deli Serdang.Polisi kemudian melakukan ekshumasi pada 23 Juli 2025. Dari hasil autopsi, dipastikan bahwa Ilham meninggal karena dibunuh dengan cara sadis, bukan kecelakaan. Kasus pun beralih ke penyidikan Satreskrim.Hasil penyelidikan menyebutkan bahwa pembunuhan dipicu masalah sepele, yakni ejek-mengejek antar teman. Salah satu pelaku, DB (15), sakit hati karena orang tuanya sering dihina korban. DB kemudian mengajak empat rekannya: AS (18), DRH (15), MH (20), dan A (buron) untuk menghabisi nyawa Ilham.Pada Sabtu malam sekitar pukul 23.00 WIB, para pelaku menghadang korban yang sedang melintas di Jalan Kebun Sayur, Desa Sekip. Saat itu, Ilham berboncengan tiga dengan dua temannya.Pelaku MH langsung memukul wajah dan dada Ilham hingga terjatuh. DRH menutup mulut korban, sementara kedua teman Ilham berhasil melarikan diri.Setelah korban tak berdaya, para pelaku menyeretnya ke semak-semak. DRH sempat memeriksa nadi korban dan berkata, “masih gerak”. Mendengar itu, MH mengambil samurai yang sudah dipersiapkan, lalu bersama pelaku lain menganiaya korban hingga tewas.PSK Bakal Kena Pajak? Ini Pandangan HukumnyaTak berhenti di situ, para pelaku memandikan tubuh korban dan menyusun skenario agar seolah-olah korban meninggal karena kecelakaan. MH bahkan mengendarai motor korban dengan kencang, lalu melompat dan membiarkan motor menimpa tubuh Ilham di dalam parit.Kakak korban, Dicky, mengecam tindakan para pelaku yang menurutnya sangat kejam dan tidak manusiawi. Ia meminta agar mereka dijatuhi hukuman mati.“Kami berharap dihukum mati sesuai dengan perbuatan mereka. Mereka sudah menghilangkan nyawa orang dengan cara yang kejam, bahkan menyiksa adik saya,” ujar Dicky, Minggu (24/8/2025).Saat ini, empat pelaku sudah ditangkap polisi, sementara satu lainnya masih buron. Mereka dijerat dengan Pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana dan Pasal 80 ayat (3) UU Perlindungan Anak. Ancaman hukumannya adalah hukuman mati, penjara seumur hidup, atau pidana maksimal 20 tahun.***
Read More
Viral IGD IGD RSUD Kosong dan Sepi: Dinkes Janji Lakukan Pengecekan
Viral IGD IGD RSUD Kosong dan Sepi: Dinkes Janji Lakukan Pengecekan
Lingkaran.id - Sebuah rekaman video yang memperlihatkan suasana sepi tanpa kehadiran tenaga medis di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Husni Thamrin Natal, Kabupaten Mandailing Natal (Madina), Sumatera Utara, ramai diperbincangkan di media sosial.Dalam video yang beredar, terlihat kondisi ruang Instalasi Gawat Darurat (IGD) rumah sakit tersebut kosong tanpa seorang pun petugas medis. Perekam video, seorang pria yang mengaku membawa orang tuanya untuk mendapatkan pertolongan darurat, terdengar mengungkapkan kekecewaannya.Kematian Diplomat Muda Arya Daru Pangayunan Penuh Teka-teki, Bambang Widjojanto Soroti Hilangnya Ponsel dan Surat Misterius"Ini bawa orang tua ke RSUD Husni Thamrin Natal, tapi tidak ada satu orang pun di sini. Di IGD juga kosong, dipanggil tidak ada yang datang. Beginilah kondisi RSUD Thamrin Natal, tak ada satupun manusia, padahal pasien dalam kondisi darurat," ujarnya dalam video.Menanggapi viralnya video tersebut, Sekretaris Dinas Kesehatan (Dinkes) Sumatera Utara, Hamid Rijal Lubis, mengaku telah mengetahui dan menonton rekaman tersebut. Ia menyatakan pihaknya akan segera berkoordinasi dan melakukan pengecekan langsung ke rumah sakit yang berada di bawah kewenangan pemerintah kabupaten tersebut."Itu rumah sakit milik kabupaten, nanti kami coba cek kondisi sebenarnya di lapangan," kata Hamid.Hamid menambahkan, setiap rumah sakit daerah memiliki kewajiban untuk melaporkan kondisi operasionalnya secara berkala kepada Dinkes Sumut. Berdasarkan laporan tersebut, pihaknya akan melakukan pemantauan secara acak melalui Satgas Pelayanan Mutu."Secara periodik, RSUD wajib melaporkan data pelayanannya kepada kami. Dari laporan itu, kami akan melakukan pemantauan secara acak," jelasnya.Terseret Kasus Nikita Mirzani, Bos Pabrik Skincare Heni Sagara Tegaskan Tuduhan Tidak BerdasarIa menegaskan, pemantauan terhadap pelayanan rumah sakit di Sumatera Utara dilakukan secara reguler, meski tidak dalam bentuk inspeksi mendadak (sidak). Hal ini dilakukan bergilir mengingat jumlah rumah sakit di provinsi tersebut cukup banyak."Pemantauan kami lakukan secara reguler ke seluruh rumah sakit, tapi bergiliran karena jumlahnya banyak," pungkas Hamid.***
Read More
Gerobak Siomay Milik Saingan Dicuri, Pelaku Sewa Pikap untuk Melancarkan Aksi
Gerobak Siomay Milik Saingan Dicuri, Pelaku Sewa Pikap untuk Melancarkan Aksi
Lingkaran.id - R Haidir Wahyudi, seorang pedagang siomay di Palembang, nekat melakukan pencurian gerobak milik saingannya akibat dendam pribadi. Kejadian tersebut berlangsung di Jalan Yusuf Singedekane, tepatnya di samping SPBU Keramasan, Kecamatan Kertapati, Palembang, pada Selasa malam, 5 Agustus 2025.Dalam aksinya, Haidir bahkan menyewa mobil pikap agar rencananya mencuri gerobak siomay milik Hartina (39), yang merupakan pedagang saingan, bisa berjalan lancar tanpa kecurigaan.Kesaksian Doktif dalam Sidang Nikita Mirzani Dihentikan, Sempat Murka karena DipotongPeristiwa pencurian ini terjadi sekitar pukul 21.00 WIB, tepat di hari yang sama saat terjadi perselisihan antara Haidir dan Hartina. Ketegangan di antara keduanya diduga menjadi pemicu utama tindakan kriminal ini.Setelah berhasil mengambil gerobak siomay tersebut, pelaku kemudian menyembunyikan barang curiannya di wilayah Tanjung Barangan, Kecamatan IB I, Palembang, untuk menghindari terdeteksi.Login Info GTK 2025 Sekarang, Ini Daftar Penerima Insentif Guru Honorer dan Tunjangan TPGKejadian ini menjadi perhatian masyarakat sekitar, yang menyayangkan tindakan kriminal yang berawal dari masalah pribadi dan persaingan usaha. Hingga saat ini, aparat kepolisian masih melakukan penyelidikan lebih lanjut terhadap kasus ini.***
Read More
Pendirian Politeknik Negeri Padangsidimpuan: Akankah Menjadi Narasi Pembangunan tanpa Substansi?
Pendirian Politeknik Negeri Padangsidimpuan: Akankah Menjadi Narasi Pembangunan tanpa Substansi?
Lingkaran.id -Dalam dokumen Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) Kota Padangsidimpuan Tahun 2025–2045, disebutkan berbagai visi besar pembangunan jangka panjang, mulai dari ekonomi, infrastruktur, hingga penguatan SDM. Namun, satu hal yang mencuri perhatian adalah rencana pendirian Politeknik Negeri sebagai bagian dari upaya peningkatan daya saing sumber daya manusia (SDM) lokal.Gagasan pendirian Politeknik Negeri Kota Padangsidimpuan yang mengemuka dalam dokumen Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) 2025–2045 Kota Padangsidimpuan tampak menjanjikan bahkan memberikan harapan baru bagi peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) dan penguatan ekonomi lokal.Namun, di tengah antusiasme tersebut, muncul pertanyaan yang tak kalah penting: sejauh mana keseriusan Pemerintah Kota Padangsidimpuan dalam mewujudkannya? Lalu, apakah pendirian Politeknik Negeri ini hanya akan menjadi isapan jempol semata?Siapkan Generasi Melek Teknologi, Disdik Palembang Gelar Pelatihan Koding dan AI Bagi Guru SDRetorika Pembangunan Vs Realita Politik AnggaranSejak awal, pendirian sebuah politeknik negeri membutuhkan tidak hanya visi jangka panjang, tetapi juga komitmen politik dan realisasi anggaran yang konkret. Sayangnya, hingga kini, belum tampak langkah signifikan dari Pemko Padangsidimpuan dalam bentuk penyediaan lahan, penganggaran studi kelayakan, atau pelibatan institusi pendidikan tinggi sebagai mitra.Dokumen RPJPD memang mencantumkan rencana pendirian politeknik, tetapi tanpa peta jalan (roadmap) yang terukur, target waktu yang jelas, dan strategi pendanaan yang realistis, rencana tersebut berisiko menjadi sekadar pemanis dokumen perencanaan. “Dalam hal ini, publik berhak curiga: apakah ini sekadar gimmick politik atau betul-betul kehendak yang serius?”Jika kita menelaah dokumen RPJPD tersebut, isu penguatan pendidikan vokasi melalui pendirian politeknik negeri memang disebutkan sebagai bagian dari strategi pembangunan SDM. Akan tetapi, tidak ada indikasi bahwa Pemerintah Kota Padangsidimpuan telah mengambil langkah-langkah persiapan serius menuju ke arah tersebut. Misalnya, pengalokasian anggaran awal, pembentukan tim percepatan, maupun komunikasi terbuka dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Riset dan Teknologi. Ini menunjukkan bahwa wacana tersebut, meskipun strategis, belum menjadi prioritas nyata di mata Pemko.Pendirian politeknik negeri bukanlah proses instan. Ia memerlukan feasibility study, penetapan lokasi strategis, keterlibatan pemangku kepentingan pusat dan daerah, serta sinergi dengan sektor industri.Sayangnya, belum ada satu pun dari tahapan krusial ini yang terekspos ke publik atau menjadi bahan pembahasan formal. Padahal, Kota Padangsidimpuan memiliki posisi geografis strategis sebagai penghubung antarwilayah, dan potensi lulusan SMK/SMA yang besar yang seharusnya menjadi pasar utama pendidikan vokasi.Ketika daerah lain berani menggulirkan inisiatif pendirian kampus negeri atau memperluas kapasitas pendidikan vokasional secara agresif, Padangsidimpuan justru masih terjebak dalam fase diam, seolah hanya berharap keajaiban turun dari langit.Senyapnya Peran Akademisi LokalPadangsidimpuan sering dijuluki sebagai kota pendidikan di wilayah Tapanuli Bagian Selatan. Namun, ironisnya, kota ini belum memiliki institusi pendidikan vokasi negeri yang fokus pada pengembangan keterampilan teknologi terapan. Padahal, tren pembangunan ekonomi masa depan sangat bergantung pada tenaga kerja terampil dan adaptif terhadap perkembangan industri.Pendirian politeknik seharusnya bukan hanya soal membangun gedung, tetapi menciptakan ekosistem pendidikan berbasis kebutuhan industri lokal, pertanian, perkebunan, pariwisata, teknologi informasi, dan kewirausahaan. Ketiadaan arah pengembangan program keahlian yang spesifik dalam perencanaan politeknik juga menunjukkan lemahnya riset kebutuhan SDM dan tidak adanya dialog strategis antara pemerintah, dunia usaha, dan perguruan tinggi.Yang lebih mengkhawatirkan adalah minimnya partisipasi dan kesadaran kalangan akademisi di Kota Padangsidimpuan terhadap isu ini. Di tengah semangat “Padangsidimpuan sebagai Kota Pendidikan”, justru nyaris tidak ada diskursus kritis yang menggali urgensi, tantangan, dan peta jalan pendirian Politeknik Negeri ini. Forum akademik, seminar publik, atau bahkan opini sederhana di media lokal hampir nihil.Padahal, peran akademisi sangat vital sebagai penggerak intelektual yang mendorong lahirnya kebijakan berbasis bukti (evidence-based policy). Diamnya komunitas akademik hari ini bisa menciptakan ruang stagnan yang justru berbahaya bagi masa depan pendidikan tinggi di kota ini.Viral Malu Punya Suami Kuli, Istri yang Jadi PNS Usai Dibiayai Kuliah Pilih BerceraiHarapan yang Butuh Tekad NyataPendirian Politeknik Negeri di Kota Padangsidimpuan bukan sekadar harapan; ia adalah kebutuhan mendesak untuk menjawab tantangan globalisasi, bonus demografi, dan transformasi ekonomi digital. Namun, jika tidak ditindaklanjuti dengan serius oleh pemerintah kota, dan jika tidak mendapatkan dukungan kuat dari masyarakat dan kalangan akademik, maka harapan ini tak lebih dari ilusi dalam dokumen RPJPD semata.Masyarakat tentu berharap politeknik ini benar-benar terwujud. Namun harapan tanpa kontrol publik hanya akan menjadi ruang kosong bagi elite untuk bermain kata-kata tanpa aksi nyata. Sudah saatnya masyarakat, khususnya kalangan muda dan intelektual, mendorong keterbukaan informasi dan memantau langkah-langkah teknis Pemko dalam mewujudkan lembaga pendidikan ini.“Pertanyaannya bukan lagi mampu atau tidak mampu, tetapi mau atau tidak mau”. Sebab jika komitmen dan integritas pemerintah daerah tidak berpihak pada pembangunan SDM secara substansial, maka politeknik ini hanya akan menjadi isapan jempol semata, tinggal dalam dokumen perencanaan, namun tak pernah menyentuh kenyataan.“Padangsidimpuan butuh lebih dari sekadar janji. Ia butuh pemimpin yang berani mewujudkan rencana, bukan hanya merancangnya. Pendirian politeknik negeri bukan mimpi mustahil. Tapi tanpa keberanian politik, konsistensi anggaran, dan keterlibatan publik, maka yang ada hanyalah narasi pembangunan tanpa substansi.”.****
Read More
Tragis! Sopir Ekspedisi Dikeroyok Hingga Tewas
Tragis! Sopir Ekspedisi Dikeroyok Hingga Tewas
Lingkaran.id - Seorang pria berinisial AR (42), yang diketahui bekerja sebagai sopir ekspedisi, meninggal dunia setelah menjadi korban pengeroyokan oleh empat orang di kawasan Jalan Tytyan Indah, Medan Satria, Kota Bekasi. Insiden tragis itu terjadi pada Senin siang, 23 Juni 2025. Korban sempat mendapatkan perawatan intensif di rumah sakit, namun akhirnya menghembuskan napas terakhir pada 2 Juli 2025.Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Metro Bekasi Kota, Kompol Binsar Hatorangan Sianturi, menyampaikan bahwa korban sempat membuat laporan ke pihak kepolisian sehari setelah kejadian. Ia mulai dirawat di rumah sakit pada 1 Juli sebelum akhirnya meninggal dunia di RS Persahabatan pada keesokan harinya.Tangis Mahasiswi Pecah di Bus Rosalia Indah, Laptop Berisi Skripsi Raib Digondol MalingMenurut keterangan Kompol Binsar, awal kejadian bermula saat korban menerima pesanan untuk mengantar dua buah kandang burung berukuran besar ke suatu alamat di Bekasi. Namun, saat sampai di lokasi pengiriman, upaya korban untuk menghubungi penerima barang tidak mendapatkan respons.“Korban mencoba menghubungi nomor tujuan, namun tidak ada jawaban. Tak lama kemudian, korban menerima telepon yang disertai makian dari seseorang. Korban sempat membalas makian tersebut sebelum menutup telepon,” ujar Binsar, Rabu (16/7/2025).Setelah insiden telepon itu, AR memutuskan untuk pulang. Namun di tengah perjalanan, ia kembali dihubungi oleh pelaku yang mengirimkan lokasi baru dengan iming-iming bayaran tambahan jika barang tetap diantar."Korban akhirnya menuju lokasi yang dikirim dan menurunkan dua kandang burung sesuai permintaan. Namun, sesampainya di sana, empat orang langsung menyerang dan menganiayanya," jelas Binsar.Dalam aksi brutal tersebut, korban bahkan sempat diikat ke tiang listrik dan kembali menjadi sasaran pukulan dan tendangan para pelaku. Tindakan keji mereka tak berhenti di situ. AR juga mengalami luka bakar akibat sundutan rokok di tangan kirinya.“Korban menderita luka memar di wajah, luka sundutan rokok di tangan kiri, serta nyeri di bagian dada dan perut akibat pukulan,” tambahnya.Pesepeda Tewas di Jembatan, Diduga Jadi Korban Tabrak LariPolisi telah berhasil menangkap dua dari empat pelaku pengeroyokan. Penangkapan dilakukan pada Rabu, 9 Juli 2025, di kawasan Kebon Jeruk, Jakarta Barat. Sementara dua pelaku lainnya masih dalam pengejaran pihak kepolisian.“Saat ini, kedua tersangka tengah menjalani pemeriksaan untuk mengungkap motif pasti di balik pengeroyokan ini,” pungkas Binsar.***
Read More
Tragis! Bayi 11 Bulan Tewas Dibanting Ibu Kandung
Tragis! Bayi 11 Bulan Tewas Dibanting Ibu Kandung
Lingkaran.id - Peristiwa memilukan terjadi di Kecamatan Portibi, Kabupaten Padang Lawas Utara (Paluta), Sumatera Utara, pada Minggu (6/7). Seorang bayi perempuan berusia 11 bulan meninggal dunia setelah diduga dianiaya oleh ibu kandungnya sendiri, Depri Dayanti (22).Informasi yang diperoleh dari pihak kepolisian menyebutkan, bayi malang tersebut mengalami luka parah di bagian kepala akibat dibanting ke lantai sebanyak 10 kali oleh sang ibu. Luka serius di kepala membuat korban bersimbah darah dan akhirnya tak dapat diselamatkan saat dalam perjalanan menuju rumah sakit.Miris! Ibu Pecandu Biarkan Anak Tumbuh Bersama Anjing, Kini Hanya Bisa Menggonggong“Iya benar, pelakunya ibu kandung korban sendiri. Dugaan sementara, pelaku mengalami baby blues,” ungkap Kapolres Tapanuli Selatan, AKBP Yasir Ahmadi, dalam keterangan pada Selasa (8/7/25).Insiden tragis ini terjadi sekitar pukul 13.00 WIB, saat suami pelaku sedang keluar rumah untuk berbelanja. Diduga dalam kondisi emosi yang tidak stabil, Depri melampiaskan kekesalannya dengan membanting bayinya berkali-kali ke lantai.“Pelaku membanting korban hingga sepuluh kali. Akibatnya, kepala bayi mengalami luka terbuka dan mengeluarkan banyak darah,” jelas Kapolres.Usai melakukan aksi keji tersebut, pelaku justru panik dan berteriak meminta pertolongan kepada warga sekitar. Ia tampak histeris ketika melihat anaknya sudah dalam kondisi tidak sadar.“Pelaku sempat berteriak-teriak minta tolong ke tetangganya, katanya ‘Eh tolong, lihat anakku berdarah!’,” tutur Yasir.Viral Video Syur Diduga Selebgram Ambon, Chasandra Thenu Bersama Anggota PolisiPolisi yang menerima laporan segera menuju lokasi kejadian dan membawa korban ke fasilitas kesehatan. Sayangnya, nyawa bayi tak tertolong dalam perjalanan menuju rumah sakit. Setelah kejadian, Depri Dayanti tidak melarikan diri. Ia justru menyerahkan diri ke pihak berwajib dan mengakui semua perbuatannya.Kini, pelaku telah resmi ditetapkan sebagai tersangka. Ia dijerat dengan Pasal 76C juncto Pasal 80 ayat (3) dan (4) Undang-Undang RI Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak, dengan ancaman pidana penjara maksimal 15 tahun.***
Read More
Diteriaki Maling Usai Senggolan, Pengemudi Mobil Jadi Sasaran Amuk Massa
Diteriaki Maling Usai Senggolan, Pengemudi Mobil Jadi Sasaran Amuk Massa
Lingkaran.id - Sebuah insiden tragis terjadi di Jalan Sisingamangaraja, Medan, Sumatera Utara, pada Jumat siang (28/6/2025) sekitar pukul 14.30 WIB. Seorang pria paruh baya, Dipapalia Winata (59), menjadi korban pengeroyokan massa setelah diteriaki maling oleh seorang pengendara motor.Menurut keterangan Kanit Lantas Polsek Medan Kota, AKP Lisna Tampubolon, insiden bermula dari senggolan antara mobil Daihatsu Sigra putih milik Winata dan sepeda motor yang tidak diketahui identitas pengendaranya.Kronologi Mahasiswa KKN UGM Meninggal Di Maluku: Ombak Besar, Cuaca Buruk, dan Upaya Evakuasi"Informasi yang kami terima, terjadi senggolan antara mobil korban dengan pengendara sepeda motor. Tak lama kemudian, pengendara motor berteriak ‘maling’ ke arah mobil tersebut," ungkap AKP Lisna.Teriakan itu sontak memancing kemarahan warga sekitar. Tanpa mengecek kebenaran informasi, massa langsung mengepung dan menganiaya Winata. Pria tersebut dipukuli dan bahkan diinjak-injak oleh sejumlah warga yang tersulut emosi. Akibat aksi brutal tersebut, mobil Sigra milik korban mengalami kerusakan parah."Kaca depan dan belakang pecah, bodi kanan dan kiri penyok, serta spion patah," jelas AKP Lisna. Selain kerusakan kendaraan, korban juga menderita luka fisik serius, termasuk luka robek di bagian kepala dan memar di sejumlah bagian tubuh.Beasiswa Unggulan 2025 Dibuka untuk S1–S3 dan Luar Negeri, Ini Syarat LengkapnyaSetelah kejadian, pengendara motor yang sempat disenggol diketahui kabur dari lokasi dan hingga kini belum ditemukan. Anehnya, meski telah menjadi korban kekerasan, Dipapalia Winata memilih untuk tidak melaporkan kejadian tersebut ke pihak kepolisian."Korban sudah mengikhlaskan kejadian ini dan berniat memperbaiki kendaraannya sendiri," kata AKP Lisna.Pihak kepolisian mengimbau masyarakat agar tidak mudah terprovokasi dan melakukan tindakan main hakim sendiri tanpa memastikan kebenaran informasi.***
Read More
Tragis, Seorang Gadis Tewas Usai Kejar Jambret saat Hendak Cari Kerja
Tragis, Seorang Gadis Tewas Usai Kejar Jambret saat Hendak Cari Kerja
Lingkaran.id - Insiden nahas yang dialami oleh Rindy Liviani (20), gadis asal Tapian Dolok, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara. Ia meregang nyawa usai berusaha melawan aksi penjambretan yang terjadi di Jalan Sisingamangaraja, Kelurahan Bane, Kecamatan Siantar Utara, Kota Pematangsiantar, Senin (9/6/2025) siang.Peristiwa tragis tersebut terjadi sekitar pukul 12.00 WIB. Saat itu, Rindy sedang dalam perjalanan bersama temannya menggunakan sepeda motor menuju Simpang II Jalan Parapat. Mereka hendak melamar pekerjaan di sebuah pabrik pengalengan.Agak Laen 2 Akan Diproduksi Ernest Prakasa Umumkan Deretan Pemain Baru, Bikin Netizen Penasaran!!Namun malang, di tengah perjalanan tepatnya di Jalan Sisingamangaraja, sekelompok pelaku jambret mendekati mereka dan berusaha merebut barang berharga milik Rindy. Menyadari barangnya hendak dirampas, Rindy spontan melakukan perlawanan. Tarik-menarik pun terjadi antara korban dan pelaku.“Terjadi aksi tarik-menarik antara korban dan pelaku, di mana pelaku akhirnya berhasil membawa kabur barang milik korban,” jelas Kasat Reskrim Polres Pematangsiantar, AKP Sandy Riz Akbar.Tak tinggal diam, Rindy mencoba mengejar pelaku dengan motornya. Namun karena kurang fokus, ia kehilangan kendali hingga menabrak median jalan. Tragisnya, kecelakaan tersebut membuat Rindy tewas seketika di lokasi kejadian.“Korban meninggal dunia di tempat, sementara temannya mengalami luka-luka dan kini dirawat di RS Efarina Kota Pematangsiantar,” tambah Sandy.Aksi kejar-kejaran itu tak hanya berujung nahas bagi korban. Dua pelaku jambret yang menggunakan sepeda motor juga mengalami kecelakaan. Saat berusaha kabur, kendaraan mereka menabrak kendaraan lain hingga keduanya mengalami luka-luka.“Kedua pelaku sudah diamankan, saat ini sedang dalam perawatan di RSUD Djasamen Saragih,” ungkap Sandy. Pihak kepolisian masih mendalami keterangan kedua pelaku yang belum diungkap identitasnya secara resmi.Saksi mata di lokasi kejadian menceritakan kronologi yang memilukan. Usai tarik-menarik tas dengan pelaku, Rindy berusaha mengejar. Namun di tikungan Simpang Sepadan, sepeda motor yang dikendarainya oleng dan menabrak dua pohon secara beruntun.“Motornya sempat nabrak pohon satu, terus nabrak lagi pohon berikutnya. Dua kali dia nabrak,” tutur seorang saksi mata.Waspada Modus Baru! Ngaku Mau Kasih Amplop ke Bos, Pria Ini Malah Gasak HP SopirKabar duka membuat keluarga korban terpukul. Sang ayah, Nurdin, tak kuasa menahan air mata saat mengetahui anak keduanya itu telah tiada.“Katanya mau pergi cari kerja, tapi malah dapat kabar dia kecelakaan karena jambret. Kami sudah ke RS Efarina, tapi katanya jenazah sudah dibawa ke RSUD Djasamen Saragih,” ujar Nurdin dengan suara gemetar.Sebagai bentuk keadilan, Nurdin berharap aparat penegak hukum memberikan hukuman berat kepada pelaku jambret yang telah merenggut nyawa putrinya.“Saya minta dihukum seberat-beratnya, Pak,” tegasnya.***
Read More
Tes Urine ASN: Empat Terindikasi Narkoba, Termasuk Camat dan Lurah
Tes Urine ASN: Empat Terindikasi Narkoba, Termasuk Camat dan Lurah
Lingkaran.id - Pemerintah Kota Medan tengah diguncang kabar tidak sedap usai hasil tes urine yang dilakukan oleh Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Sumatera Utara mengungkap bahwa empat Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemko Medan terindikasi positif menggunakan narkotika.Wali Kota Medan, Rico Waas, dalam konferensi persnya bersama jajaran BNNP Sumut, menyampaikan bahwa dua dari empat ASN tersebut menjabat sebagai camat, sementara dua lainnya adalah lurah aktif di beberapa wilayah kota. Temuan ini didapatkan setelah dilakukan pemeriksaan awal melalui tes urine massal terhadap sejumlah ASN di lingkungan Pemko Medan.Babak Baru Honorer Indonesia: Seleksi PPPK Tahap 2 Dimulai Juni 2025, Ini Jadwal dan Aturan Lengkapnya“Dari hasil pemeriksaan lanjutan yang melibatkan tim BNN Provinsi serta pemeriksaan internal oleh Inspektorat Kota Medan, tiga ASN secara terbuka mengakui telah menggunakan narkoba. Satu orang lainnya mengaku mengkonsumsi obat penenang, namun dengan resep dokter,” ujar Rico Waas.Saat ini, keempat ASN tersebut tengah menjalani proses pemeriksaan lanjutan guna memastikan kebenaran keterangan yang diberikan serta untuk menentukan bentuk sanksi yang akan dijatuhkan. Pemeriksaan juga mencakup evaluasi menyeluruh atas latar belakang penggunaan zat tersebut dan kemungkinan adanya jaringan yang lebih luas di balik kasus ini.Rico menegaskan komitmennya untuk menindak tegas setiap pelanggaran disiplin, terlebih yang berkaitan dengan penyalahgunaan narkoba. Ia juga menyebut bahwa langkah ini menjadi bagian dari upaya bersih-bersih di tubuh birokrasi Pemko Medan.Viral, Camat Medan Barat Drop Saat Pemeriksaan Dugaan Pungli dan Tes Urine“Kami tidak akan mentolerir penyalahgunaan narkotika oleh aparatur pemerintahan. ASN adalah pelayan publik, dan mereka harus menjadi contoh, bukan malah terlibat dalam tindakan yang merusak masa depan,” tegasnya.Pemerintah Kota Medan berencana memperluas jangkauan tes narkoba secara berkala terhadap ASN sebagai bagian dari program pembinaan dan pengawasan kepegawaian. Langkah ini diharapkan dapat memperkuat integritas serta menjaga citra pelayanan publik yang bersih dan profesional.***
Read More
Apes! Curi Motor di Riau, Pelaku Malah Kehilangan Barang Curian Saat Istirahat di Masjid
Apes! Curi Motor di Riau, Pelaku Malah Kehilangan Barang Curian Saat Istirahat di Masjid
Lingkaran.id - Seorang pria asal Serdang Bedagai, Sumatera Utara, bernama Martogi Sinaga mengalami nasib sial setelah diduga mencuri sepeda motor di wilayah Indragiri Hulu, Riau. Alih-alih berhasil membawa hasil curian pulang, motor tersebut justru raib saat ia tengah beristirahat di sebuah masjid dalam perjalanan menuju Tebing Tinggi.Aksi pencurian tersebut terjadi pada 28 April 2025. Martogi diduga mengambil sepeda motor milik seorang warga berinisial BR yang saat itu diparkir di sebuah warung di kawasan Peranap, Kabupaten Indragiri Hulu. Motor yang dicuri berjenis Kawasaki KLX 150 CC.Polisi Tangkap Kakak Beradik Kirim Jenazah Bayi Lewat Ojek OnlineNamun, kisah pelarian Martogi berakhir tragis. Setelah berhasil membawa kabur motor, ia memutuskan untuk beristirahat di sebuah masjid di tengah perjalanan. Saat terbangun dari tidurnya, motor yang baru saja dicurinya itu sudah hilang entah ke mana.Kapolres Indragiri Hulu, AKBP Fahrian Siregar, membenarkan kejadian tersebut. Ia menyampaikan bahwa pelaku mengakui kehilangan motor hasil curiannya saat tertidur di masjid.“Pelaku mencuri sepeda motor Kawasaki KLX 150 CC dan mengaku melarikan diri ke arah Tebing Tinggi. Namun, saat beristirahat dan tertidur di masjid, motor itu hilang lagi karena dicuri orang lain,” ungkap Kapolres, Senin (12/5/2025).PPPK Lulusan S1 Terima Gaji Perdana, Ini Rincian NominalnyaPolisi masih menyelidiki pengakuan tersebut untuk memastikan kebenarannya. Ada kemungkinan motor tersebut memang hilang, atau ada kemungkinan lain bahwa pelaku sengaja menjualnya.“Saat ini kami masih mendalami apakah motor benar-benar hilang atau justru sudah dijual. Pengakuan pelaku masih kami verifikasi lebih lanjut,” tambah AKBP Fahrian.Kasus ini pun menjadi perhatian netizen karena pencuri yang menjadi korban pencurian. Polisi telah mengamankan pelaku untuk penyelidikan lebih lanjut.***
Read More
PC TIDAR Kota Padangsidimpuan Nyatakan Dukungan untuk Sistum Saraswati Kembali Pimpin Pusat TIDAR
PC TIDAR Kota Padangsidimpuan Nyatakan Dukungan untuk Sistum Saraswati Kembali Pimpin Pusat TIDAR
Lingkaran.id -Pimpinan Cabang TIDAR (Tunas Indonesia Raya) Kota Padangsidimpuan menyatakan dukungan penuh kepada Sistum Saraswati untuk kembali maju sebagai Ketua Umum Pimpinan Pusat TIDAR.Ketua PC TIDAR Padangsidimpuan, Hendri Ngesti Lubis, menyebut Sistum Saraswati sebagai sosok yang visioner dan layak melanjutkan kepemimpinan di organisasi sayap Partai Gerindra tersebut.“Kami melihat bahwa Sistum Saras adalah figur yang tepat untuk membawa TIDAR semakin solid dan progresif. Beliau memiliki pengalaman dan integritas yang tidak diragukan lagi, serta mampu membangun komunikasi yang baik dengan seluruh lapisan kader muda,” ujar Hendri kepada Lingkaran.id, Jumat (11/04).PC. TIDAR (TUNAS INDONESIA RAYA), KOTA PADANG SIDEMPUAN SELAMAT HARI PAHLAWAN INDONESIASementara itu, Sekretaris PC TIDAR Kota Padangsidimpuan, Ahmad Rusli, juga menegaskan komitmen mereka dalam mendukung penuh pencalonan kembali Sistum Saraswati.“Kami berkomitmen untuk mendukung Sist. Saras agar kembali menahkodai gerbong anak muda di bawah komando TUNAS INDONESIA RAYA. Sosok beliau adalah inspirasi bagi banyak kader muda di daerah, termasuk kami di Padangsidimpuan,” tegas Ahmad.Presiden Prabowo Siap Terbangkan Pesawat untuk Evakuasi 1.000 Warga Gaza ke IndonesiaTIDAR merupakan organisasi sayap Partai Gerindra yang berfokus pada pengembangan dan pemberdayaan generasi muda. Sistum Saraswati saat ini menjabat sebagai Ketua Umum Pimpinan Pusat TIDAR sekaligus anggota DPR RI dari Fraksi Partai Gerindra.Dukungan dari PC TIDAR Kota Padangsidimpuan ini menjadi bagian dari gelombang aspirasi kader di berbagai daerah yang menginginkan kesinambungan kepemimpinan di tubuh TIDAR nasional.****
Read More
Padangsidimpuan Banjir !! Akibat Sungai Batang Ayumi Meluap
Padangsidimpuan Banjir !! Akibat Sungai Batang Ayumi Meluap
Lingkaran.id -Curah hujan tinggi yang mengguyur Kota Padangsidimpuan selama beberapa hari terakhir mengakibatkan meluapnya Sungai Batang Ayumi. Akibatnya, jembatan penghubung antara Kecamatan Padangsidimpuan Selatan dan Kecamatan Padangsidimpuan Utara di Jalan Nusa Indah kini lumpuh total.Air sungai mulai naik drastis pada Kamis malam (13/3/2025) hingga Jumat dini hari (14/3/2025). Sekitar pukul 24.00 WIB, debit air yang terus meningkat akhirnya meluap hingga menutupi permukaan jembatan, membuat kendaraan dan pejalan kaki tidak dapat melintas. Kondisi ini menyebabkan kepanikan warga sekitar, yang khawatir dengan potensi banjir yang lebih besar.Gibran Rakabuming: Solusi Penundaan CASN Sudah Ada, Tunggu Pengumuman Resmi“Malam tadi, kami melihat air sudah mencapai atas jembatan. Warga langsung bergegas mengungsikan diri dan barang-barang berharga ke tempat yang lebih tinggi,” ujar salah satu warga yang tinggal di sekitar bantaran sungai.Dampak dari meluapnya Sungai Batang Ayumi juga dirasakan oleh penduduk di sejumlah kelurahan dan desa yang terkena banjir. Beberapa wilayah bahkan mengalami genangan air setinggi paha orang dewasa, memaksa banyak warga untuk mencari tempat yang lebih aman.Pihak berwenang setempat telah mengeluarkan peringatan kepada masyarakat agar tetap waspada terhadap potensi banjir susulan. Hingga saat ini, belum ada tanda-tanda surutnya air di Sungai Batang Ayumi, sehingga warga diimbau untuk terus memantau kondisi dan mengikuti arahan dari pemerintah daerah.Bu Guru Salsa Viral di TikTok, Klarifikasi, Pernikahan, dan Pelajaran BerhargaBMKG memprediksi bahwa curah hujan tinggi masih akan berlangsung dalam beberapa hari ke depan, sehingga masyarakat di sekitar aliran sungai diimbau untuk segera mengungsi ke tempat yang lebih aman jika kondisi semakin memburuk.Pemerintah Kota Padangsidimpuan saat ini tengah berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk menanggulangi dampak banjir dan memastikan keselamatan warganya. Upaya evakuasi dan distribusi bantuan kepada korban banjir juga sedang dilakukan oleh tim tanggap darurat.Masyarakat diimbau untuk tetap tenang, waspada, dan tidak panik. Informasi lebih lanjut mengenai kondisi banjir akan terus diperbarui oleh pihak berwenang.**** 
Read More
Berita Populer Bulan ini
Elearning Course Thinkedu
Berita Terbaru
Pilih yang terbaik