HUT ke-53 PDI Perjuangan Banyuasin: Bergerak Dalam Satu Rampak Barisan Perkuat Soliditas Kader
Sulistiyo. A Darmawan 1 minggu yang lalu
Lingkaran.id -Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Kabupaten Banyuasin menggelar upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-53 PDI Perjuangan dengan penuh khidmat dan semangat kebersamaan. Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat soliditas kader serta meneguhkan komitmen perjuangan partai di Kabupaten Banyuasin. Upacara peringatan tersebut dipimpin oleh Yakub selaku Ketua Upacara, sementara Arbain Syahri, SH bertindak sebagai Pembina Upacara. Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung tertib dan diikuti oleh jajaran pengurus, kader, serta simpatisan PDI Perjuangan Banyuasin.Pandji Pragiwaksono Dilaporkan ke Polda Metro Jaya Terkait Materi Stand UpDalam amanatnya, Pembina Upacara Arbain Syahri, SH menekankan bahwa peringatan HUT ke-53 PDI Perjuangan bukan sekadar seremonial, melainkan ajang refleksi atas perjalanan panjang perjuangan partai dalam membela kepentingan rakyat. Ia mengajak seluruh kader untuk terus menjaga persatuan, disiplin organisasi, dan konsistensi dalam kerja-kerja kerakyatan.“Semangat Bergerak Dalam Satu Rampak Barisan harus terus kita jaga. Kader PDI Perjuangan di Banyuasin wajib solid, kompak, dan hadir nyata di tengah masyarakat,” tegas Arbain dalam amanatnya.MUI Kritik KUHP Baru: Nilai Pemidanaan Nikah Siri Bukan Solusi TepatMengusung tema “Bergerak Dalam Satu Rampak Barisan”, peringatan HUT ke-53 PDI Perjuangan Banyuasin menjadi simbol penguatan barisan perjuangan dari tingkat pimpinan hingga akar rumput. Tema ini mencerminkan tekad seluruh kader untuk terus bergerak bersama rakyat, menjaga nilai-nilai Pancasila, serta memperjuangkan keadilan sosial.Peringatan HUT ke-53 ini juga menjadi bagian dari konsolidasi internal PDI Perjuangan Banyuasin dalam menghadapi berbagai agenda organisasi dan politik ke depan. Di bawah kepemimpinan Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Banyuasin Dr. Sukardi, M.Si, bersama Sekretaris Arisa Lahari, SH, dan Bendahara M. Syarif Hidayatullah, SH, partai menegaskan komitmennya untuk memperkuat soliditas kader serta terus bekerja dan mengabdi demi kepentingan rakyat Kabupaten Banyuasin.*****
Read More Video Oknum ASN Muba Joget dan Sawer Uang Rp100 Ribuan Usai Pelantikan Pejabat Hebohkan Medsos
Sulistiyo. A Darmawan 2 minggu yang lalu
Lingkaran.id -Sebuah video yang memperlihatkan oknum Aparatur Sipil Negara (ASN) perempuan di lingkungan Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) berjoget sambil menyawer uang pecahan Rp100 ribu usai pelantikan pejabat, viral dan menuai sorotan luas di media sosial. Dalam video yang beredar, ASN tersebut tampak mengenakan pakaian formal dan diduga baru saja mengikuti prosesi pelantikan pejabat daerah. Ia terlihat berjoget bersama sejumlah orang sambil mengeluarkan uang dari amplop cokelat dan melemparkannya ke arah sekitar. Aksi tersebut langsung memicu beragam reaksi dari warganet.Perilaku tersebut menuai kritik karena dinilai tidak mencerminkan etika dan profesionalisme ASN, terlebih dilakukan setelah acara resmi pemerintahan. Banyak netizen menilai, pelantikan jabatan merupakan amanah negara yang seharusnya disikapi dengan sikap sederhana dan penuh tanggung jawab.Zainal Arifin Mochtar Mengaku Diteror, Penelepon Misterius Ngaku PolisiSejumlah komentar di media sosial menyebut tindakan tersebut dapat mencederai citra birokrasi dan kepercayaan publik terhadap aparatur pemerintah.Menanggapi viralnya video tersebut, Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Muba menyatakan akan memanggil ASN yang bersangkutan untuk klarifikasi. Proses ini dilakukan guna memastikan fakta kejadian serta menilai apakah terdapat pelanggaran terhadap aturan disiplin dan kode etik ASN.Selain BKPSDM, Inspektorat Daerah juga disebut akan melakukan penelaahan untuk menentukan langkah selanjutnya sesuai ketentuan yang berlaku.Peristiwa ini terjadi tak lama setelah pelantikan pejabat Pemkab Muba, sehingga semakin menarik perhatian publik. Warganet mempertanyakan sikap pejabat publik yang seharusnya menjadi teladan, terutama dalam menjaga etika dan moral sebagai pelayan masyarakat.Bansos 2026 Mulai Cair, Cek Nama Anda di cekbansos.kemensos.go.idPemerintah daerah mengingatkan seluruh ASN agar menjaga sikap, perilaku, dan citra aparatur negara, baik dalam kegiatan resmi maupun di ruang publik. Di era digital, setiap aktivitas berpotensi terekam dan berdampak luas terhadap kepercayaan masyarakat.Hingga saat ini, pihak Pemkab Muba masih menunggu hasil klarifikasi internal terkait video viral tersebut, termasuk kemungkinan sanksi administratif jika terbukti melanggar aturan disiplin ASN.****
Read More Ratu Dewa Kunjungi Goa Jepang, Dorong Pelestarian Warisan Sejarah Palembang
Wulan _ 2 minggu yang lalu
Lingkaran.id - Wali Kota Palembang, Dr. H. Ratu Dewa, M.Si, melakukan penelusuran sekaligus pengecekan sejumlah titik saluran air di wilayah Kota Palembang pada pagi ini, Jumat (02/1/2026). Kegiatan tersebut dilakukan sebagai upaya memastikan sistem drainase berfungsi optimal serta meminimalisir potensi genangan dan banjir.Dalam rangkaian peninjauan tersebut, Dr. H. Ratu Dewa juga mengunjungi Goa Jepang yang berada di kawasan KM 5 Palembang. Goa Jepang merupakan situs sejarah peninggalan Perang Dunia II yang dulunya digunakan oleh tentara Jepang sebagai markas pertahanan, tempat penyimpanan senjata, serta bunker perlindungan.Bentuk Kolaborasi Nyata untuk Hak atas Kesehatan, Main Event ALSA CLCC LC Unsri 2025 Sukses DigelarSitus ini memiliki lorong-lorong bawah tanah yang saling terhubung dan struktur pertahanan yang masih terlihat hingga kini. Wali Kota Palembang bahkan naik ke bagian atas kawasan Goa Jepang, yang pada masa pendudukan Jepang berfungsi sebagai titik pengintaian atau lokasi sniper untuk memantau pergerakan musuh.Dalam peninjauan tersebut, Dr. H. Ratu Dewa menilai kondisi Goa Jepang membutuhkan perhatian lebih, khususnya dalam hal kebersihan dan perawatan. Sebagai salah satu cagar budaya, keberadaan Goa Jepang dinilai memiliki nilai historis yang tinggi dan penting untuk dilestarikan sebagai bagian dari sejarah dan identitas Kota Palembang.Inovator dan Duta GDI Tunjukkan Peran Aktif Generasi Muda di Konferensi Internasional ICIBA–SOSEIC 2025Pemerintah Kota Palembang pun menyiapkan sejumlah langkah tindak lanjut, antara lain pembersihan area, penataan lingkungan, serta pewartaan atau pemberian informasi sejarah agar masyarakat memahami nilai dan fungsi situs tersebut. Upaya ini juga diarahkan untuk mendukung pengembangan wisata sejarah dan edukasi di Kota Palembang.Peninjauan ini menegaskan komitmen Pemerintah Kota Palembang di bawah kepemimpinan Dr. H. Ratu Dewa, M.Si dalam menjaga keseimbangan antara pembangunan infrastruktur perkotaan dan pelestarian sejarah serta budaya daerah.***
Read More Bentuk Kolaborasi Nyata untuk Hak atas Kesehatan, Main Event ALSA CLCC LC Unsri 2025 Sukses Digelar
Sulistiyo. A Darmawan 4 minggu yang lalu
Lingkaran.id -Komitmen untuk menghadirkan ruang edukasi, advokasi, dan aksi nyata bagi masyarakat kembali diwujudkan melalui penyelenggaraan Main Event ALSA Care and Legal Coaching Clinic (CLCC) Local Chapter Universitas Sriwijaya 2025. Bertempat di Balai Pelatihan Kesehatan Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Selatan, kegiatan ini menjadi puncak rangkaian ALSA CLCC LC Unsri 2025 yang mengusung tema “Empowering Health Rights through a Healthy Environment and Care.”Program unggulan ini merupakan implementasi nyata dari dua pilar utama ALSA, yaitu Socially Responsible dan Legally Skilled, dengan mengintegrasikan pendekatan hukum dan kesehatan dalam satu rangkaian kegiatan yang komprehensif.Main Event ALSA CLCC LC Unsri 2025 menjadi wadah kolaboratif yang mempertemukan mahasiswa, tenaga kesehatan, akademisi, pemerintah daerah, serta masyarakat untuk bersamasama membahas isu strategis terkait hak atas kesehatan, lingkungan hidup yang sehat, serta pencegahan penyakit berbasis air. Isu ini sejalan dengan tema nasional yang ditetapkan oleh National Board ALSA Indonesia tahun ini, yaitu “Caring Through Law: Protecting the Right to Health,” sebagai refleksi atas kondisi masyarakat yang masih menghadapi keterbatasan akses terhadap air bersih dan lingkungan sehat, khususnya di wilayah bantaran Sungai Musi, Kota Palembang.Berapa Hari Lagi 2026? Ini Hitung Mundur Lengkap Menuju Tahun Baru 2026Lingkungan yang tidak layak, sanitasi yang buruk, serta pencemaran air sungai berdampak langsung pada kesehatan masyarakat. Berdasarkan data Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Selatan, penyakit berbasis air seperti diare dan penyakit kulit masih menjadi permasalahan serius dengan ribuan kasus tercatat setiap tahunnya. Kondisi ini menegaskan bahwa kesehatan masyarakat tidak dapat dipisahkan dari kualitas lingkungan tempat mereka hidup.Kegiatan ini turut dihadiri oleh sejumlah tokoh penting, di antaranya Kepala Biro Hukum dan HAM Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan, Dedi Harapan, S.H., S.E., M.Si., C.MSP, Dekan Fakultas Hukum Universitas Sriwijaya, Prof. Dr. H. Joni Emirzon, S.H., M.Hum, serta perwakilan National Board ALSA Indonesia, Chief Officer of Social Event ALSA Indonesia 2025/2026, Ellyshia Azzahra Nugroho. Kehadiran para pemangku kepentingan ini menegaskan bahwa pemenuhan hak atas kesehatan memerlukan kolaborasi lintas sektor.ALSA LC Universitas Sriwijaya Sukses Gelar Dua Seri ALSA Social Project 2025: Edukasi Hukum dan Literasi Keuangan untuk Masyarakat Desa PegayutAcara dibuka secara resmi melalui rangkaian sambutan yang menekankan peran strategis mahasiswa hukum dalam menjembatani isu kesehatan, sanitasi, dan kebijakan publik. Para pejabat yang hadir turut mengapresiasi konsistensi ALSA Indonesia, khususnya ALSA Local Chapter Universitas Sriwijaya, dalam menghadirkan CLCC sebagai ruang edukasi, advokasi, dan pengabdian masyarakat yang berbasis hukum serta kebutuhan nyata masyarakat.Secara normatif, tema ALSA CLCC 2025 berlandaskan pada jaminan konstitusional hak atas kesehatan dan lingkungan hidup yang baik dan sehat sebagaimana diatur dalam Pasal 28H ayat (1) Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945. Selain itu, Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan serta Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2019 tentang Sumber Daya Air menegaskan hak setiap orang atas air bersih dan lingkungan yang sehat sebagai bagian dari pemenuhan hak asasi manusia. Prinsip-prinsip ini juga sejalan dengan Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya tujuan ke-3 (Good Health and Well-Being) dan tujuan ke6 (Clean Water and Sanitation).==break here==Sebagai bentuk penguatan pendekatan berbasis hukum (legal-based approach), kegiatan ini turut menghadirkan Research Presentation oleh Legal Research Team serta penyerahan policy paper kepada perwakilan pemerintah. Hal ini menegaskan bahwa CLCC tidak hanya bersifat edukatif, tetapi juga mendorong lahirnya rekomendasi kebijakan berbasis riset dalam rangka pemenuhan hak atas kesehatan dan lingkungan hidup yang sehat.Rangkaian acara diisi dengan sesi seminar dan talkshow interaktif yang menghadirkan narasumber dari berbagai latar belakang keilmuan. Seminar pertama disampaikan oleh Dedi Irawan, S.K.M., M.K.M., Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Selatan, yang menyoroti peran kebijakan daerah dalam menjamin akses layanan kesehatan, pencegahan penyakit berbasis lingkungan, serta penguatan sistem kesehatan masyarakat. Selanjutnya, perspektif hukum kesehatan disampaikan oleh Dr. Serlika Aprita, S.H., M.H., Dosen Hukum Kesehatan Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Palembang, yang menekankan peran regulasi dalam melindungi dan menjamin pemenuhan hak kesehatan masyarakat.IS-SMART Resmi Diluncurkan, Prof. Dr. Edi Surya Negara, M.Kom Tegaskan Misi Besar Menuju Indonesia Emas 2045Aspek layanan kesehatan primer turut dibahas melalui pemaparan dr. Marlia Refianti, M.Kes., Kepala Puskesmas Makrayu, yang menekankan peran fasilitas kesehatan tingkat pertama dalam pencegahan penyakit berbasis lingkungan dan air. Sementara itu, sesi talkshow menghadirkan Iis Naini, S.K.M., M.Si., Kepala Instalasi Kesehatan Lingkungan & K3RS RSUP Dr. Rivai Abdullah, bersama Dr. Aries Syafrizal, S.T., M.Si., Sekretaris Dinas Lingkungan Hidup dan Pertanahan Provinsi Sumatera Selatan, yang menekankan pentingnya sinergi sektor kesehatan dan lingkungan dalam pengendalian pencemaran air serta pencegahan penyakit berbasis air.Talkshow berlangsung dinamis dengan dipandu oleh Andini Rahayu Putri, Manager of Human Resources Development ALSA Local Chapter Universitas Sriwijaya 2024/2025, yang mengajak peserta memandang isu kesehatan secara komprehensif dari perspektif medis, lingkungan, dan kebijakan publik.Selain sesi diskusi, Main Event ALSA CLCC LC Unsri 2025 juga menghadirkan Health Confession and Consultation Session sebagai ruang aman bagi peserta untuk menyampaikan keluhan kesehatan dan berkonsultasi langsung. Kegiatan ini dilengkapi dengan Free Medical Check Up yang dilaksanakan oleh tenaga kesehatan dari Puskesmas Sosial dan Puskesmas Basuki Rahmat Kota Palembang, sebagai bentuk kontribusi nyata dalam mendekatkan layanan kesehatan kepada masyarakat.ALSA LC Unsri Gelar ICT Laboratory 2025, Ruang Sinergi Bahas Masa Depan AI di IndonesiaMelalui penyelenggaraan Main Event ini, ALSA Care and Legal Coaching Clinic kembali menegaskan posisinya sebagai program unggulan ALSA Indonesia dan ALSA Local Chapter Universitas Sriwijaya yang tidak hanya berorientasi pada edukasi akademik, tetapi juga menghadirkan dampak nyata dan kebermanfaatan berkelanjutan melalui sinergi hukum, kesehatan, dan lingkungan.ALSA Care and Legal Coaching Clinic Local Chapter Universitas Sriwijaya 2025 diharapkan mampu meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya hak atas kesehatan, serta mendorong peran aktif masyarakat dalam mengawal kebijakan publik yang berkeadilan dan berkelanjutan, demi terwujudnya masyarakat yang sehat, berdaya, dan bermartabat.****
Read More Dari Dendam hingga Rekayasa TKP: Fakta Baru Pembunuhan Bos Kerupuk Palembang
Wulan _ 1 bulan yang lalu
Lingkaran.id - Dian Satria (35) akhirnya dihadirkan ke publik dalam konferensi pers di Polrestabes Palembang, Kamis (5/12/2026), setelah ditangkap dalam kasus pembunuhan sadis terhadap Darma Kusuma, seorang pengusaha kerupuk di kawasan 15 Ilir, Palembang. Di hadapan awak media, Dian mengaku tidak menyesal atas perbuatannya, meskipun ia mengakui peristiwa tragis itu terjadi karena kondisi hidup yang menekan.Dalam pengakuannya, Dian menyebut tindakan nekat tersebut dilatarbelakangi tuntutan ekonomi. Ia mengatakan tidak memiliki pilihan lain untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Kendati demikian, ia tetap menyampaikan permintaan maaf kepada keluarga korban.Fakta Baru Kematian Arya Daru Terkuak, Keluarga Desak Polisi Naikkan Status ke Penyidikan“Namanya hidup, saya terpaksa melakukan ini untuk makan dan kebutuhan saya. Saya minta maaf kepada keluarga korban atas kejadian ini,” ujarnya dengan suara pelan saat konferensi pers berlangsung.Dian berhasil ditangkap tim gabungan Jatanras Polda Sumsel dan Polrestabes Palembang di kawasan Cimahi, Bandung, setelah delapan hari melarikan diri. Selama pelarian, dia hanya bermodal uang Rp 2 juta hasil rampokan yang dipergunakannya untuk makan dan sesekali menelepon pacarnya di Palembang.Ia mengaku bersembunyi dari satu masjid ke masjid lainnya untuk tidur dan berdoa agar tidak tertangkap oleh polisi.“Saya tidur pindah-pindah di masjid. Saya salat dan berdoa supaya tidak ditangkap,” ungkapnya.Dian juga mengaku kerap rindu dengan kekasihnya seorang janda di Palembang sehingga beberapa kali memberanikan diri menelponnya menggunakan ponsel milik konter, karena ponsel miliknya dan korban telah ia matikan.Dalam keterangannya, Dian mengklaim bahwa dirinya tidak berniat menghabisi nyawa Darma Kusuma. Ia menyebut hanya ingin meminta uang. Namun, ketika korban melakukan perlawanan, ia panik dan kemudian menghabisinya dengan sabit.“Saya cuma mau minta uang, saya tanya di mana uangnya,” jelasnya.Ia mengaku menjerat leher korban menggunakan sabit saat pertarungan terjadi. Setelah itu, Dian sempat mencuci tangan, kaki, dan senjata tajam tersebut. Namun aksinya diketahui oleh istri korban, sehingga ia berniat melukai sang istri. Beruntung, istri korban berhasil menghindar dan anak korban tidak berada di tempat, sehingga pelaku memutuskan kabur.Saat dihadirkan ke publik, Dian tampak dengan tangan diborgol kabel ties, kepala tertunduk, dan wajah tanpa ekspresi. Meski belasan jurnalis mengabadikan momen tersebut, ia hanya menatap kosong dan tidak menjawab pertanyaan media.Petugas memperketat pengawalan ketika pelaku digiring menuju ruang pemeriksaan lanjutan, dengan dua anggota polisi di sisinya dan satu petugas berjaga di belakang.Polisi mengungkap bahwa Dian merupakan mantan residivis kasus pencurian. Selain itu, ternyata ia menyimpan dendam lama terhadap korban. Ia mengaku pernah dilarang pulang oleh Darma Kusuma saat bekerja, padahal anaknya sedang sakit. Tak lama setelah itu, anak Dian meninggal dunia, sehingga ia menyimpan sakit hati yang sangat dalam hingga akhirnya memicu tindakan keji tersebut.Polisi juga menemukan indikasi bahwa kondisi rumah korban yang berantakan sebenarnya hasil rekayasa pelaku untuk membuat kasus seolah-olah perampokan murni.Kasat Reskrim Polrestabes Palembang AKBP Andrie Setiawan membenarkan bahwa kasus ini masih terus didalami, termasuk soal dugaan perampokan.“Ya, hingga kini masih kami dalami,” singkatnya.Kabid Humas Polda Sumsel Kombes Pol Nandang Mu’min Wijaya membenarkan penangkapan Dian di Bandung.Drama Tumbler Belum Reda, Sosok Anita Dewi Kini Diterpa Isu Lama soal Utang yang Tak Pernah Dibayar“Betul, pelaku sudah ditangkap tim gabungan dan kini sedang diperiksa di Polrestabes Palembang. Informasi lengkap akan disampaikan pada rilis resmi,” kata Nandang, Rabu (3/12/2025) malam.Ia menambahkan bahwa detail motif serta kronologi lengkap penangkapan akan dijelaskan Kapolrestabes Palembang dalam rilis resmi berikutnya.“Ditangkapnya hari ini, nanti Kapolrestabes yang akan menyampaikan rilisnya,” pungkasnya.***
Read More GMKI Wilayah II: Soroti Lemahnya Pengawasan Program Makan Bergizi Gratis
Wulan _ 1 bulan yang lalu
Lingkaran.id - Koordinator Wilayah II PP GMKI menyampaikan keprihatinan mendalam atas rangkaian kasus keracunan yang terjadi dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Sumatera Selatan, bersamaan dengan kondisi pendidikan yang semakin carut-marut di provinsi tersebut.Dalam beberapa bulan terakhir, publik dikejutkan oleh dua insiden keracunan massal yang melibatkan siswa sekolah dasar. Kasus pertama menimpa delapan siswa di Kabupaten Empat Lawang pada Februari 2025. Tidak lama berselang, peristiwa yang lebih besar terjadi pada 5–6 Mei 2025 di Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), dengan jumlah korban awal 64 siswa dari lima sekolah, yang kemudian meningkat menjadi 121 siswa menurut Dinas Kesehatan Provinsi Sumsel, bahkan mencapai lebih dari 170 siswa menurut sejumlah laporan lain.Cara Cek BLT Kesra 2025 Lewat HP, Mudah dan Bisa Dilakukan Tanpa Datang ke KantorPemerintah daerah akhirnya menghentikan sementara distribusi MBG di wilayah tersebut. Namun hingga kini belum ada transparansi hasil uji laboratorium, penjelasan teknis yang utuh, maupun pertanggungjawaban jelas dari pihak mana pun terkait rantai produksi, kebersihan pengolahan, hingga distribusi makanan kepada anak-anak sekolah.Menurut Koordinator Wilayah II PP GMKI, fakta bahwa dua insiden besar terjadi dalam rentang waktu begitu dekat menunjukkan bahwa persoalan MBG bukanlah kecelakaan tunggal, melainkan indikasi serius atas lemahnya tata kelola program. Celah sanitasi, standar keamanan pangan yang tidak dipenuhi, proses distribusi yang tidak layak, hingga ketiadaan mekanisme pengawasan yang ketat membuka ruang risiko yang akhirnya mengorbankan kesehatan anak-anak.Dwiki Simbolon selaku Koordinator Wilayah II PP GMKI menegaskan bahwa negara telah gagal menjalankan prinsip kehati-hatian dalam program sebesar MBG.“Kita tidak sedang membicarakan komoditas biasa; kita sedang bicara soal makanan yang masuk ke tubuh anak-anak. Dua kali keracunan dalam waktu singkat bukan hanya alarm, tetapi bukti kelalaian struktural. Negara tidak boleh bermain-main dengan keselamatan warganya, apalagi anak sekolah,” tegas Dwiki.Lebih jauh, Dwiki menilai bahwa kegagalan MBG tidak dapat dilepaskan dari kondisi pendidikan di Sumatera Selatan yang memang sudah berada dalam keadaan rapuh. Sekolah-sekolah di berbagai daerah masih menghadapi kesenjangan sarana yang parah, angka putus sekolah yang mengkhawatirkan, pemerataan guru yang minim, serta praktik pungli dan komersialisasi pendidikan yang terus terjadi. Manipulasi PPDB, intervensi politik dalam mutasi kepala sekolah, hingga diskriminasi akses bagi keluarga kurang mampu menjadi realitas yang merusak fondasi sistem pendidikan.Dalam konteks inilah tragedi keracunan MBG dan carut-marut dunia pendidikan Sumsel saling berkelindan: satu menunjukkan kegagalan negara menjaga keselamatan anak, sementara yang lain memperlihatkan kegagalan negara membangun masa depan mereka. Dwiki Simbolon menegaskan bahwa pembenahan tidak boleh dilakukan setengah hati.“GMKI Wilayah II mendesak pemerintah untuk melakukan audit menyeluruh terhadap seluruh proses MBG dan memastikan transparansi di setiap tahapnya. Selain itu, kami juga menuntut perbaikan fundamental dalam tata kelola pendidikan. Tidak ada artinya memberi makan anak jika pada saat yang sama sekolah mereka miskin fasilitas, guru tidak terlindungi, dan akses pendidikan dijadikan barang dagangan,” ujarnya. Ia menambahkan bahwa pembangunan manusia tidak dapat direduksi menjadi proyek populis atau program sesaat, melainkan membutuhkan kerja struktural, keberanian moral, dan komitmen jangka panjang.Tumbler Tuku AD Seharga Harga Diri? Netizen Berburu Fakta, Drama Makin Tak Terbendung!Karenanya, Koordinator Wilayah II PP GMKI menegaskan bahwa keselamatan dan masa depan anak-anak Sumatera Selatan harus ditempatkan di pusat setiap kebijakan. Program MBG tidak boleh hanya menjadi simbol kepedulian, tetapi harus dilaksanakan dengan standar dan pengawasan yang ketat. Hal yang sama berlaku untuk pendidikan: ia tidak boleh dibiarkan menjadi arena pungli atau alat politik, melainkan harus dipulihkan sebagai ruang pembebasan yang menjunjung martabat manusia.“Anak-anak Sumsel berhak mendapatkan gizi yang aman dan pendidikan yang bermartabat. Dua hal ini tidak bisa dipisahkan, tidak bisa dipertentangkan. Negara wajib hadir secara utuh, bukan sekadar lewat slogan, tetapi melalui kebijakan yang berintegritas dan berpihak pada rakyat,” tutup Dwiki Simbolon.GMKI mengajak seluruh elemen masyarakat, orang tua, guru, mahasiswa, akademisi, hingga pemerintah,untuk bersama-sama mengawal perbaikan ini. Tragedi keracunan dan krisis pendidikan bukan hanya statistik; keduanya adalah cermin dari arah pembangunan yang keliru. Hanya dengan transparansi, pengawasan ketat, dan keberanian memperbaiki kesalahan, Sumatera Selatan dapat memastikan bahwa generasi mudanya tumbuh sehat, cerdas, dan terlindungi.***
Read More Pemprov Sumsel Gaspol Pembangunan Pelabuhan Internasional Tanjung Carat
Wulan _ 1 bulan yang lalu
Lingkaran.id - Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan kembali menunjukkan keseriusannya dalam merealisasikan pembangunan Pelabuhan Internasional Tanjung Carat. Komitmen tersebut disampaikan langsung oleh Gubernur Sumatera Selatan, Dr. H. Herman Deru, pada acara groundbreaking peningkatan akses jalan dari Tanjung Api-Api menuju Terminal Peti Kemas (TPI) Sungsang, Minggu (23/11/2025).Proyek pembangunan akses jalan ini disebut sebagai infrastruktur kunci yang akan menggerakkan percepatan pembangunan pelabuhan sekaligus menopang target pertumbuhan ekonomi Sumatera Selatan yang diproyeksikan bisa menembus angka 8 persen dalam beberapa tahun ke depan.Duta GDI Dorong Penguatan Pengolahan Data dan Pemanfaatan Teknologi Digital bagi Mahasiswa PapuaDalam kegiatan tersebut, Gubernur didampingi oleh Wakil Gubernur Sumsel H. Cik Ujang, serta jajaran pejabat dari Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional yang berperan dalam pelaksanaan konstruksi di lapangan. Groundbreaking ini menjadi langkah strategis setelah berbagai proses administrasi dan perencanaan dipastikan lengkap dan siap untuk dieksekusi.Dalam sambutannya, Herman Deru mengulas kembali perjalanan panjang Tanjung Api-Api yang sejak lama diproyeksikan sebagai kawasan industri dan logistik yang dapat mengakselerasi perekonomian daerah. Ia menegaskan bahwa banyak pemimpin sebelumnya telah merintis fondasi pembangunan kawasan ini dan kini Pemprov Sumsel meneruskan perjuangan tersebut.“Program ini sudah berjalan melewati delapan periode gubernur. Kita hanya melanjutkan warisan dan tekad besar itu,” tegasnya.Gubernur juga menyoroti kondisi ekonomi Sumsel yang selama ini mencatat pertumbuhan stabil meski belum memiliki pelabuhan ekspor-impor sendiri. Menurutnya, keberadaan Pelabuhan Tanjung Carat akan membuka pintu besar bagi distribusi komoditas unggulan Sumsel seperti sawit, kopi, karet, hingga kelapa, yang selama ini harus dikirim melalui pelabuhan di daerah lain.“Tanpa pelabuhan saja, ekonomi kita sudah tumbuh lebih dari 5 persen. Dengan pelabuhan milik kita sendiri, Sumsel akan melesat jauh lebih cepat,” ujar Herman Deru optimistis.Ia juga mengajak seluruh pemangku kebijakan di daerah untuk menjaga konsistensi, tetap fokus, dan bekerja secara terpadu agar proyek strategis nasional ini dapat segera memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.Prof. Dr. Edi Surya Negara, M.Kom Tekankan Pentingnya Penguatan Ruang Digital Aman Bagi Anak Pada Forum Diskusi Publik Ditjen KPM KemkomdigiDukungan Pemerintah Pusat Semakin KuatLebih lanjut, Gubernur menyampaikan bahwa pemerintah pusat kini memberikan perhatian yang lebih besar terhadap percepatan pembangunan Pelabuhan Tanjung Carat. Setelah seluruh dokumen perizinan dan persyaratan administratif dinyatakan lengkap, tindak lanjut pembangunan mulai bergerak, termasuk dukungan konkret dari Kementerian PUPR berupa pembangunan jembatan, jalan akses, dan peningkatan infrastruktur pendukung lainnya.Pembangunan akses jalan Tanjung Api-Api menuju TPI Sungsang yang kini dimulai dianggap sebagai salah satu tahapan paling krusial untuk memastikan kelancaran logistik dan mempercepat operasional pelabuhan di masa mendatang.***
Read More Duta GDI Dorong Penguatan Pengolahan Data dan Pemanfaatan Teknologi Digital bagi Mahasiswa Papua
Wulan _ 1 bulan yang lalu
Lingkaran.id - Komitmen Generasi Digital Intelektual (GDI) dalam mendorong percepatan digitalisasi untuk negeri terus mengambil langkah nyata, kali ini melalui Duta GDI, Nathasya Pernidya Ashari, sebagai narasumber dalam pelatihan administratif yang digelar Komunitas Mahasiswa Papua Sriwijaya (KOMPAS). Kegiatan ini menjadi langkah nyata dalam mempersiapkan mahasiswa Papua agar semakin siap menghadapi tuntutan era digital.Pelatihan penguatan pengolahan data dan pemanfaatan teknologi digital tersebut berlangsung di Gedung H. Gustam Idris, S.H., M.Hum., Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Sriwijaya pada 22 November 2025. Program ini menjadi agenda unggulan KOMPAS untuk memperkuat kemampuan digital bagi anggotanya.Semarak Grand Final GDI Fest 2025: Ajang Digital Terbesar Sumatera Selatan, Lahirkan Duta Dan Inovator Muda DigitalSebagai narasumber utama, Nathasya menyampaikan materi Optimalisasi penguatan pengolahan data digital.Ia memandu peserta memahami fitur-fitur yang sering diabaikan namun sangat penting untuk meningkatkan ketepatan, kecepatan, dan kualitas pekerjaan administrasi. Dalam penjelasannya, Nathasya menegaskan bahwa kemampuan mengolah data digital kini menjadi bagian penting dari usaha digitalisasi di berbagai sektor.“Digitalisasi bukan hanya tentang mengikuti tren teknologi, tetapi memastikan setiap proses kerja berjalan lebih efisien. Pengolahan data dan dokumen yang tepat adalah kunci agar kita bisa membangun tata kelola organisasi yang modern,” ujar Nathasya.Pelatihan KOMPAS diikuti oleh lebih dari 70 mahasiswa Papua. Peserta terlihat antusias memperdalam praktik pengolahan dokumen dan data digital. Selain Nathasya, kegiatan ini juga menghadirkan Valentino Sewein Duwit, Sekretaris Jenderal Komunitas Mahasiswa Papua Se-Sumatera, yang memberikan materi tentang dasar surat-menyurat serta pemanfaatan AI dalam penyusunan dokumen organisasi.Kehadiran Duta GDI dalam kegiatan ini selaras dengan visi GDI dalam memperluas gerakan digitalisasi untuk negeri, terutama dengan membekali generasi muda keterampilan pengelolaan data yang relevan untuk kebutuhan organisasi, akademik, maupun dunia kerja.GDI percaya bahwa kolaborasi lintas komunitas seperti ini dapat mempercepat adaptasi digital, sekaligus menciptakan SDM muda yang mampu menghadapi transformasi digital secara langsung bukan hanya sebagai pengguna, tetapi sebagai penggerak perubahan.Prof. Dr. Edi Surya Negara, M.Kom Tekankan Pentingnya Penguatan Ruang Digital Aman Bagi Anak Pada Forum Diskusi Publik Ditjen KPM KemkomdigiKetua Umum KOMPAS, Alpian Tebai, menyampaikan bahwa pelatihan ini merupakan langkah awal untuk menyiapkan kader Papua yang siap berkompetisi dan berkontribusi dalam pembangunan bangsa melalui pemahaman digital yang kuat. KOMPAS menargetkan agar seluruh anggotanya mampu menjalankan proses administrasi yang modern, efisien, dan berbasis digital, sehingga mampu mendukung proses manajemen organisasi yang lebih profesional.Pelatihan ini menjadi bukti nyata sinergi antara GDI dan KOMPAS dalam mendorong percepatan digitalisasi bagi generasi muda, khususnya mahasiswa Papua. Diharapkan ke depan semakin banyak program kolaboratif yang dapat memperkuat kapasitas pemuda dalam menghadapi tantangan digital di berbagai sektor.***
Read More KOMPAS Gelar Pelatihan Administratif: Cetak Kader Papua yang Mahir Surat-Menyurat dan Cerdas Data Digital
Wulan _ 1 bulan yang lalu
Lingkaran.id - Di tengah arus digitalisasi yang menuntut kecepatan dan ketepatan, kemampuan administratif bukan lagi sekedar pelengkap, melainkan fondasi utama bagi keberlanjutan sebuah organisasi. Menyadari hal tersebut Komunitas Mahasiswa Papua Sriwijaya (KOMPAS) sukses menyelenggarakan program kerja unggulan bertajuk “Pelatihan Surat-Menyurat dan Pengolahan Data Digital”.Kegiatan yang berlangsung pada Jumat, 22 November 2025 ini dilaksanakan di Gedung H. Gustam Idris S.H., M.Hum, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Sriwijaya, Indralaya. Mengusung tema “Meningkatkan Kompetensi Administratif Melalui Pelatihan Surat-Menyurat dan Pengolahan Data Digital”.Acara ini diinisiasi oleh Sekretaris Umum KOMPAS Periode 2025-2026, Evelin Christiani Rumaikewi, yang bertujuan untuk menjawab tantangan dunia perkuliahan dan profesional yang menuntut mahasiswa untuk tidak hanya kritis, tetapi juga terampil dalam manajemen data dan administrasi organisasi.Semarak Grand Final GDI Fest 2025: Ajang Digital Terbesar Sumatera Selatan, Lahirkan Duta Dan Inovator Muda DigitalAntusiasme peserta terlihat sangat tinggi dengan kehadiran kurang lebih 70 lebih peserta yang merupakan anggota aktif Komunitas Mahasiswa Papua Sriwijaya. Hadirkan Praktisi dan Tokoh Organisasi: Pelatihan ini menghadirkan dua narasumber yang kompeten untuk membedah materi secara teknis dan praktis:Nathasya Pernidya Ashari (Duta 1 Generasi Digital Intelektual) Membawakan materi tentang optimalisasi Microsoft Office (Word, PowerPoint, dan Excel). Dalam sesi ini, peserta diajarkan trik dan fitur-fitur penting untuk mempercepat pengerjaan tugas kuliah maupun kebutuhan administrasi organisasi.Valentino Sewein Duwit (Sekretaris Jenderal Komunitas Mahasiswa Papua Se-Sumatera) Membawakan materi Basic Surat Menyurat. Sesi ini menekankan pada tata cara korespondensi yang formal, struktur surat yang baku, serta pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) dalam lingkuan Organisasi dan juga dunia perkuliahan. Komitmen Pengurus Terhadap Literasi Digital Ketua Umum KOMPAS, Alpian Tebai, dalam sambutannya menekankan pentingnya penguasaan teknologi bagi mahasiswa. Menurutnya, kemampuan mengelola perangkat digital adalah skill dasar yang wajib dimiliki.Fitur Baru Gemini 3 Bikin Heboh: Multimodal, Deep Think, hingga Agen Otomatis“Yang perlu kita ketahui bahwa, salah satu hal yang paling penting saat menjadi mahasiswa adalah kita harus paham betul-betul cara kita mengelola laptop. Dengan adanya pelatihan ini semoga dapat memberikan pengetahuan yang lebih lagi tentang bagaimana cara kita mengelola data administratif dengan benar,” ujar Alpian di hadapan para peserta.Melalui pelatihan ini, KOMPAS berharap dapat mencetak kader-kader mahasiswa Papua yang tidak hanya unggul dalam akademis, tetapi juga profesional dalam tata kelola organisasi. Program ini menjadi langkah konkret KOMPAS dalam mempersiapkan anggotanya menghadapi persaingan di era digital.***
Read More PCMI Sumsel Hadirkan ‘Sumselingo’, Komunitas Bahasa Inggris yang Digagas oleh Nyayu Septia dan Fadlu Majid
Wulan _ 1 bulan yang lalu
Lingkaran.id - Upaya penguatan kapasitas pemuda Sumatera Selatan di bidang bahasa Inggris mendapatkan angin segar dengan lahirnya komunitas baru bernama Sumselingo. Komunitas ini digagas oleh dua alumni program pertukaran pemuda Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Kemenpora RI), yakni Nyayu Septia delegasi Sumatera Selatan untuk Singapore Indonesia Youth Leader Exchange Program (SIYLEP) 2025 dan Fadlu Majid, delegasi Australia Indonesia Youth Exchange Program (AIYEP) 2024.Septi, yang baru menuntaskan program SIYLEP pada Juli 2025, berkewajiban melaksanakan Post Program Innovation sebagai bentuk pengabdian kepada daerah. Bersama Fadlu, ia melihat perlunya ruang belajar bahasa Inggris yang santai, suportif, dan tidak menghakimi, terutama bagi pemuda yang ingin meningkatkan kemampuan namun kesulitan menemukan lingkungan berlatih yang tepat. Dari keresahan itulah Sumselingo lahir sebagai wadah pembentukan English environment yang ramah bagi generasi muda.Semarak Grand Final GDI Fest 2025: Ajang Digital Terbesar Sumatera Selatan, Lahirkan Duta Dan Inovator Muda DigitalKegiatan perdana Sumselingo bertajuk “Sumselingo Part 1: Fluency Fire Starter” digelar pada Sabtu, 22 November 2025, di Kusmana Coffee, Palembang. Acara berlangsung sejak pukul 15.30 hingga 20.00 WIB dan diikuti antusias oleh 30 peserta dari berbagai latar belakang.Program ini mendapat dukungan penuh dari Kemenpora RI. Bahkan, kegiatan resmi dibuka oleh perwakilan Kemenpora, Cecep Sumarna. Dalam sambutannya, Cecep menegaskan pentingnya penguasaan bahasa Inggris bagi pemuda Indonesia yang ingin bersaing di tingkat global.“Banyak pemuda Sumsel yang memiliki potensi besar untuk tampil di kancah internasional, namun sering terkendala kemampuan bahasa Inggris. Sumselingo adalah langkah yang sangat baik. Kami berharap program ini berjalan jangka panjang, dan Kemenpora siap memberikan dukungan,” tegasnya.Kelas English Speaking perdana Sumselingo terdiri dari empat sesi utama:English 101Disampaikan oleh Fadlu Majid, yang berbagi strategi meningkatkan kemampuan bahasa Inggris berdasarkan pengalamannya hingga meraih skor IELTS 7.5 dan TOEFL 627 dalam sekali tes.Free Speaking DiscussionDibawakan oleh Septi, sesi ini mengajak peserta berdiskusi mengenai isu-isu hangat di kalangan pemuda, khususnya Gen Z, untuk melatih spontanitas berbicara dalam bahasa Inggris.Cultural SimulationPara peserta melakukan role play dengan karakter tertentu dan menyelesaikan misi yang diberikan sepenuhnya dalam bahasa Inggris. Sesi ini melatih improvisasi, komunikasi, dan kreativitas.PPAN Sharing SessionDitutup dengan berbagi pengalaman dari alumni program pertukaran pemuda negara sahabat, termasuk Singapura, Australia, dan India.Ke depan, Sumselingo berencana menyelenggarakan kegiatan secara rutin, baik daring maupun luring, untuk mengasah berbagai keterampilan bahasa Inggris seperti speaking, listening, reading, dan writing dalam suasana yang menyenangkan dan tidak kaku.Komunitas ini bernaung di bawah organisasi Purna Caraka Muda Indonesia Sumatera Selatan (PCMI Sumsel) dan terbuka untuk seluruh pemuda Sumatera Selatan. Bagi yang ingin bergabung atau mengetahui kegiatan selanjutnya, dapat mengunjungi Instagram resmi Sumselingo di @sumselingo.***
Read More Duta GDI Hadiri Museum Keliling, Dukung dan Ajak Generasi Muda Kenali Sejarah Palembang
Wulan _ 2 bulan yang lalu
Lingkaran.id - Duta Generasi Digital Intelektual (GDI), Ela Enggraini, bersama jajaran Badan Pengurus Harian (BPH) turut menghadiri kegiatan Museum Keliling sebagai wujud nyata dukungan terhadap pelestarian budaya dan sejarah lokal. Kegiatan ini diselenggarakan oleh Dinas Kebudayaan Kota Palembang bekerja sama dengan Museum Sultan Mahmud Badaruddin II.Program Museum Keliling menghadirkan beragam informasi sejarah, budaya Palembang diperkenalkan kembali kepada generasi muda dengan pendekatan yang lebih dekat, edukatif, dan interaktif.Salah satu agenda utama dalam kegiatan ini adalah talk show kebudayaan yang menghadirkan budayawan sekaligus sejarawan Palembang, DR. Kemas Ari Panji dan Vebri Al-Lintani. Dalam kesempatan tersebut, Vebri mengulas secara mendalam tentang sosok Sultan Mahmud Badaruddin II, tokoh penting dalam sejarah Palembang yang dikenal sebagai pahlawan nasional dan simbol perjuangan melawan penjajah. Ia menjelaskan berbagai aspek sejarah, nilai perjuangan, hingga kontribusi Sultan Mahmud Badaruddin II dalam membentuk identitas Palembang masa kini.Semarak Grand Final GDI Fest 2025: Ajang Digital Terbesar Sumatera Selatan, Lahirkan Duta Dan Inovator Muda DigitalDalam kesempatan tersebut, Ela Enggraini menegaskan pentingnya menjaga identitas budaya daerah, terutama warisan yang ditinggalkan oleh Sultan Mahmud Badaruddin II, sosok pemimpin Kesultanan Palembang Darussalam yang dikenal karena keberaniannya mempertahankan kedaulatan dari kolonial Belanda. Warisan sejarah perjuangan SMB II menjadi simbol jati diri dan kebanggaan masyarakat Palembang hingga saat ini.Ela juga menyampaikan bahwa pelestarian budaya bukan hanya tugas pemerintah, tetapi juga generasi muda yang harus memahami, menghargai, serta meneruskan nilai-nilai luhur yang telah diwariskan. Melalui kegiatan seperti Museum Keliling, diharapkan masyarakat semakin mengenal sejarah kotanya dan membangun rasa memiliki terhadap budaya lokal.10 Finalis Duta GDI 2025 Unjuk Kemampuan Terbaik dalam Talent Show GDI Fest 2025“Mari terus menjaga identitas dan cerita luhur kota kita,” ajaknya.Kegiatan ini diharapkan mampu memperkuat kesadaran publik mengenai pentingnya melestarikan budaya, sekaligus menjadi ruang edukasi bagi generasi digital untuk lebih mengenal akar sejarah Palembang.
Read More Dr. Sulaiman Helmi SE.,M.M.,C.M.A. Siap Bangun KKSS Sumsel Yang Inklusif Dan Adaptif, Minta Restu Ketua Umum Amran Sulaiman
Sulistiyo. A Darmawan 2 bulan yang lalu
Lingkaran.id -Menjelang pelaksanaan Musyawarah Wilayah (Muswil) Ke-X Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (KKSS) Provinsi Sumatera Selatan, Dr. Sulaiman Helmi, SE., M.M., C.M.A., resmi mendeklarasikan diri sebagai calon Ketua Badan Pengurus Wilayah (BPW) KKSS Sumsel periode 2025–2030. Dalam langkah awal pencalonannya, Sulaiman menjadi pendaftar pertama sekaligus membuka secara resmi proses penjaringan calon ketua. Tidak berhenti di situ, Sulaiman juga menjadi calon pertama yang menemui langsung Ketua Umum KKSS, Dr. Amran Sulaiman, untuk memohon restu dan menyampaikan visi besar kepemimpinannya. Pertemuan tersebut menjadi simbol keseriusan dan penghormatan terhadap mekanisme organisasi yang menjunjung nilai kekeluargaan dan etika Bugis-Makassar.Dalam kesempatan itu, Sulaiman Helmi menegaskan komitmennya untuk membawa KKSS Sumsel menjadi organisasi yang inklusif, adaptif, dan berorientasi pada kemajuan bersama. Ia menilai bahwa KKSS memiliki potensi besar untuk menjadi wadah strategis dalam memperkuat solidaritas dan kontribusi warga Sulawesi Selatan di tanah perantauan.Detik-Detik Jembatan Hongqi di Sichuan Ambruk: Rekaman Video Viral di Media Sosial“KKSS harus menjadi rumah besar yang memperkuat nilai siri’ na pacce, mempererat silaturahmi, serta menumbuhkan kemandirian dan kontribusi nyata warga Sulawesi Selatan di Sumatera Selatan,” ujar Sulaiman Helmi.Ia juga menekankan bahwa pencalonannya bukan semata soal jabatan, melainkan panggilan untuk memperkuat kebersamaan dan menggerakkan potensi yang dimiliki anggota KKSS di berbagai bidang.Viral! Jerami Bisa Jadi Bahan Bakar Kompor dan Kendaraan, Begini Cara Kerjanya“Ini adalah bentuk komitmen dan keseriusan saya dalam mencalonkan diri sebagai Ketua BPW KKSS Sumsel, dengan keyakinan dan semangat untuk membangun organisasi secara lebih baik, profesional, dan bermanfaat bagi masyarakat,” tambahnya.Musyawarah Wilayah Ke-X KKSS Sumsel dijadwalkan berlangsung pada November 2025. Agenda lima tahunan ini diharapkan menjadi momentum penting dalam melahirkan kepemimpinan baru yang visioner, berintegritas, dan mampu membawa semangat siri’ na pacce ke dalam langkah nyata membangun solidaritas warga Sulawesi Selatan di Sumatera Selatan.****
Read More Semarak Grand Final GDI Fest 2025: Ajang Digital Terbesar Sumatera Selatan, Lahirkan Duta Dan Inovator Muda Digital
Wulan _ 2 bulan yang lalu
Lingkaran.id - Suasana Atrium OPI Mall Palembang dipenuhi semangat generasi muda dalam Grand Final GDI Fest 2025 yang berlangsung pada 11 November 2025. Ajang digital terbesar di Sumatera Selatan ini menjadi puncak dari rangkaian kegiatan Pemilihan Duta GDI 2025, Lomba Poster, Lomba Videografi, dan Lomba Inovasi Digital. Kegiatan ini menjadi wadah bagi pelajar dan mahasiswa untuk menampilkan kreativitas, inovasi, serta meningkatkan literasi digital di tengah pesatnya transformasi teknologi. Ketua Pelaksana GDI Fest 2025, Muhammad Fajri Riki, S.Kom., dalam laporannya menyampaikan bahwa kegiatan ini telah berlangsung sejak tahap penyisihan dan berhasil menjaring peserta dari berbagai daerah di Sumatera Selatan. Dari seluruh peserta, terpilih 20 besar (Top 20), disusul 10 besar (Top 10), hingga akhirnya melahirkan para juara terbaik di masing-masing kategori.“GDI Fest 2025 merupakan bentuk nyata komitmen kami untuk mendorong literasi digital, kolaborasi, dan inovasi anak muda Sumatera Selatan. Melalui ajang ini, kami ingin mencetak talenta-talenta muda yang siap menghadapi tantangan era digital,” ujar Fajri.Acara bergengsi ini turut dihadiri oleh Ketua Umum Generasi Digital Intelektual (GDI), Prof. Dr. Edi Surya Negara Harahap, S.Kom., M.Kom., serta perwakilan dari Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Sumatera Selatan, Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Selatan, Dinas Kominfo Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Bupati Banyuasin yang diwakili oleh Staf Ahli Bidang Infrastruktur, Ekonomi, dan SDA, serta Dinas Kominfo Kabupaten Banyuasin.10 Finalis Duta GDI 2025 Unjuk Kemampuan Terbaik dalam Talent Show GDI Fest 2025Deretan Pemenang Lomba GDI Fest 2025Lomba VideografiJuara 1: Pinkora – Dinda HumairohJuara 2: Aulia Pradista RahmanisaJuara 3: M. Aid HabibiJuara Favorit: SatyaLomba PosterJuara 1: WhimsyShrimpJuara 2: StarlightJuara 3: Tim WistoriaJuara Favorit: Anandito Pasca Artsono PutraLomba Inovasi DigitalJuara 1: EmoVisionaries – “Rasa”Juara 2: Innovision – “Siwer”Juara 3: SynapseJuara Favorit: SafiraAjang ini juga menghadirkan dua narasumber inspiratif, Muttaqin Noviandy Shariff, M.Kom., dan Hardi Saputra, S.Kom., yang membagikan wawasan mengenai inovasi digital, kecerdasan buatan, serta peluang karier di dunia teknologi.Jajaran dewan juri berasal dari kalangan akademisi dan profesional berpengalaman, di antaranya:Prof. Dr. Edi Surya Negara Harahap, S.Kom., M.Kom.Ria Andryani, M.M., M.Kom.Muttaqin Noviandy Shariff, M.Kom.Dedek Julian, M.Kom.Fikri Imam Nugraha, S.H. (Putra Batik Nusantara)Puncak acara ditandai dengan Pemilihan Duta GDI 2025, yang menjadi simbol lahirnya generasi muda digital berkarakter dan berdaya saing. Adapun para pemenang terpilih sebagai berikut:Juara 1: Nathasya Pernidya AshariJuara 2: Elak EnggrainiJuara 3: Khalillah Adelia LuvyTerfavorit: Anita Cindhy MaulaniAudiensi GDI Bersama dr. Ratu Tenny Leriva Bahas Kolaborasi Menuju Digitalisasi untuk NegeriDalam sambutannya, Prof. Edi Surya Negara Harahap menegaskan bahwa GDI Fest bukan sekadar kompetisi, melainkan gerakan untuk membangun ekosistem digital yang beretika dan berkelanjutan di Sumatera Selatan.“GDI Fest adalah wujud semangat kolaborasi dan literasi digital di kalangan generasi muda. Kita ingin anak muda Sumsel menjadi motor penggerak ekosistem digital yang adaptif, inovatif, dan berdampak positif,” tuturnya.Penutupan Grand Final GDI Fest 2025 berlangsung meriah dengan penyerahan trofi, beasiswa, uang pembinaan, merchandise, dan sertifikat penghargaan kepada seluruh pemenang. Kegiatan ini juga menjadi momentum penting bagi GDI dalam memperkuat jaringan kolaborasi lintas sektor dan menginspirasi lebih banyak generasi muda untuk berkontribusi melalui dunia digital.Dengan semangat “Berinovasi, Berkarya, dan Berdampak,” GDI Fest 2025 menegaskan posisinya sebagai ajang digital terbesar di Sumatera Selatan yang melahirkan duta dan inovator muda digital masa depan.****
Read More Top 10 Duta GDI Amanda Marsa Aurellia: Menjadi Cerdas, Bijak, dan Berdampak di Dunia Digital
Wulan _ 2 bulan yang lalu
Lingkaran.id - Dalam diri seorang Amanda Marsa Aurellia, tersimpan semangat muda yang berpadu dengan kecerdasan dan empati. Mahasiswi Fakultas Teknologi dan Informasi Universitas ‘Aisyiyah Palembang ini meyakini bahwa perubahan besar selalu berawal dari langkah kecil, terutama di dunia digital yang penuh dengan peluang dan tantangan. Sebagai peserta Duta Generasi Digital Intelektual (GDI), Amanda tampil sebagai sosok yang tidak hanya berani bermimpi, tetapi juga berani berproses untuk mewujudkannya.Mengikuti kegiatan Generasi Digital Intelektual (GDI) menjadi pengalaman yang sangat berharga bagi Amanda. Ia merasakan bahwa program ini bukan sekadar ajang pembelajaran, tetapi juga ruang untuk bertumbuh, berkreasi, dan menemukan jati diri. Melalui berbagai pelatihan dan kegiatan yang diikuti, Amanda belajar memahami bagaimana teknologi dapat menjadi alat untuk membangun masa depan yang lebih baik.10 Finalis Duta GDI 2025 Unjuk Kemampuan Terbaik dalam Talent Show GDI Fest 2025Setiap sesi yang dijalani menghadirkan pelajaran baru: tentang kepemimpinan, komunikasi digital, dan pentingnya kolaborasi. Ia menyadari bahwa menjadi generasi digital berarti mampu berpikir kritis, adaptif terhadap perubahan, dan tetap berpegang pada nilai-nilai moral. Bagi Amanda, GDI bukan hanya wadah berbagi ilmu, tetapi juga tempat menumbuhkan kepercayaan diri dan semangat untuk memberikan dampak positif bagi sesama.Dari perjalanan ini, Amanda belajar arti ketekunan dan konsistensi. Ia menemukan bahwa setiap tantangan adalah peluang untuk melangkah lebih jauh, dan setiap pengalaman adalah guru yang mengajarkan makna perjuangan. Melalui GDI, ia tumbuh menjadi pribadi yang lebih terbuka, berani mengemukakan pendapat, dan percaya bahwa suara generasi muda memiliki kekuatan besar untuk membawa perubahan di dunia digital.Amanda percaya bahwa dunia digital adalah ruang tanpa batas bagi generasi muda untuk berkreasi dan memberikan manfaat. Cita-citanya tidak berhenti pada penguasaan teknologi, tetapi bagaimana menggunakannya sebagai jembatan kebaikan dan kemajuan masyarakat. Ia ingin menjadi bagian dari generasi yang cerdas secara intelektual, bijak secara digital, dan berintegritas dalam setiap langkah.Audiensi GDI Bersama dr. Ratu Tenny Leriva Bahas Kolaborasi Menuju Digitalisasi untuk NegeriMotivasi terbesarnya muncul dari keinginan untuk terus belajar, beradaptasi, dan berinovasi di tengah pesatnya perubahan zaman. Bagi Amanda, menjadi bagian dari ekosistem digital bukan hanya tentang kemampuan teknis, tetapi juga tentang menanamkan nilai tanggung jawab dan etika di setiap tindakan. Ia ingin turut berkontribusi dalam membangun lingkungan digital yang sehat, edukatif, dan inspiratif terutama bagi generasi muda yang akan menjadi penerus bangsa.Baginya, setiap ide kecil yang dikelola dengan niat besar dapat menjadi awal dari perubahan besar. Dengan semangat kolaboratif dan tekad untuk terus berkembang, Amanda berkomitmen untuk menjadi insan digital yang tidak hanya cerdas, tetapi juga berdampak.***
Read More TOP 10 Besar Inovasi GDI Prima Air (Smart Air Purifier Prima): Inovasi Air Purifier Cerdas Berbasis IoT
Wulan _ 2 bulan yang lalu
Lingkaran.id - Di tengah meningkatnya tingkat polusi udara di berbagai daerah Indonesia, sekelompok siswa SMA Negeri 1 Belitang menghadirkan inovasi menarik bernama PRIMA AIR, sebuah alat penyaring udara cerdas berbasis Internet of Things (IoT) yang mampu mendeteksi dan membersihkan udara kotor secara otomatis.Inovasi ini digagas oleh M. Rizqi Mubarok, Adly Fiyarensa, M. Gathan Al-Furqon Deru, dan Reky Tegar Permana. Mereka tergabung dalam tim yang menamakan diri Tim PRIMA AIR. Dengan semangat muda dan kepedulian terhadap lingkungan, mereka berharap karya ini dapat menjadi solusi nyata bagi masyarakat Sumatra Selatan yang selama ini kerap menghadapi masalah kualitas udara yang buruk.10 Finalis Duta GDI 2025 Unjuk Kemampuan Terbaik dalam Talent Show GDI Fest 2025Berawal dari Kepedulian terhadap Udara yang Tidak Sehat. Menurut data aplikasi IQ Air Visual pada tahun 2023, Sumatra Selatan sempat mencatat angka AQI 179,2 PM2.5, yang berarti berada dalam kategori “tidak sehat”. Kondisi ini diperburuk oleh aktivitas pembakaran hutan, kendaraan bermotor, dan asap industri.“Polusi udara ini tidak hanya mengganggu kesehatan, tapi juga merusak lingkungan dalam jangka panjang. Kami ingin berbuat sesuatu, meski dari skala kecil, tapi berdampak,” ujar Rizqi selaku ketua tim, serta Adly menjelaskan.Berawal dari kondisi tersebut, tim ini kemudian mengembangkan PRIMA AIR sebuah air purifier pintar yang bisa memantau dan menyaring udara secara otomatis. Melalui kombinasi sensor gas, sensor suhu, dan sistem kendali berbasis IoT, alat ini mampu beroperasi secara mandiri dan efisien.PRIMA AIR dirancang dengan sistem sensor yang mendeteksi kadar polutan dan kelembaban udara di sekitarnya. Bila terdeteksi udara kotor, alat akan otomatis mengaktifkan kipas penyaring yang menyedot dan membersihkan udara sebelum mengeluarkannya kembali dalam kondisi bersih. Alat ini juga terhubung dengan aplikasi Blink di smartphone, sehingga pengguna dapat memantau kualitas udara secara real time.“Kami ingin teknologi ini mudah digunakan siapa pun. Prinsipnya sederhana: cukup sambungkan ke listrik dan koneksi Wi-Fi, maka alat akan bekerja otomatis,” tambah Reky dan Gathan menjelaskan.Kehadiran PRIMA AIR memberikan banyak manfaat yang dirasakan, baik dari sisi kesehatan, lingkungan, maupun kesadaran masyarakat. Alat ini bekerja dengan sistem penyaringan udara otomatis yang mampu membersihkan udara dari berbagai partikel kotor, debu, dan gas berbahaya. Dengan demikian, lingkungan sekitar menjadi lebih bersih dan sehat untuk dihirup. Udara yang bersih secara langsung berdampak pada meningkatnya kualitas kesehatan masyarakat. Berbagai penyakit pernapasan seperti ISPA, asma, dan gangguan paru-paru yang sering muncul akibat paparan udara kotor dapat diminimalisir dengan penggunaan alat ini.10 Finalis Duta GDI 2025 Unjuk Kemampuan Terbaik dalam Talent Show GDI Fest 2025Selain itu, PRIMA AIR dirancang dengan teknologi hemat energi dan bebas CFC, sehingga tidak menambah beban pencemaran terhadap lingkungan. Sistem otomatis berbasis IoT yang dimilikinya membuat alat ini dapat menyesuaikan daya dan kinerja sesuai kondisi udara di sekitarnya. Inovasi ini bukan hanya ramah lingkungan, tetapi juga efisien dan ekonomis dalam penggunaannyaMelalui PRIMA AIR, tim berharap dapat berkontribusi nyata dalam menjaga kualitas udara di Sumatra Selatan. Mereka percaya bahwa teknologi ramah lingkungan buatan anak bangsa dapat menjadi bagian penting dalam mewujudkan masa depan yang lebih hijau dan sehat.Kini, PRIMA AIR tidak hanya menjadi karya ilmiah sekolah, tetapi juga simbol semangat inovasi generasi muda Indonesia dalam menjawab tantangan lingkungan melalui teknologi yang bermanfaat dan berkelanjutan.***
Read More TOP 10 Inovasi GDI Atm (Automatic Water Pump) Pemanfaatan Ai (Artificial Intelligence) Untuk Mengatasi Masalah Pada Toilet Dan Penampungan Air Sekolah
Wulan _ 2 bulan yang lalu
Lingkaran.id - Di era digital saat ini, inovasi teknologi semakin dibutuhkan untuk menjawab permasalahan nyata di lingkungan sekitar. Sekelompok pelajar dari SMA Negeri 1 Belitang, OKU Timur, Sumatera Selatan menghadirkan solusi bernama ATM (Automatic Water Pump) sistem pompa air otomatis berbasis Artificial Intelligence (AI) untuk mengatasi kekurangan air bersih di sekolah.Masalah seperti toilet sulit digunakan dan tandon sering kosong membuat warga sekolah tidak nyaman. Dari permasalahan itulah muncul ide, seperti yang disampaikan Fakhri, ketua tim:“Kalau lampu bisa otomatis nyala, kenapa pompa air tidak bisa otomatis?”10 Finalis Duta GDI 2025 Unjuk Kemampuan Terbaik dalam Talent Show GDI Fest 2025Dari pemikiran sederhana tersebut, tim menciptakan sistem yang mampu mengatur ketersediaan air secara otomatis, efisien, dan berkelanjutan, sehingga tercipta lingkungan belajar yang lebih bersih dan nyaman.Produk ATM (Automatic Water Pump) dirancang untuk bekerja otomatis dengan memanfaatkan berbagai komponen teknologi berikut:ESP32 Wemos D1 R32 :Berfungsi sebagai otak sistem yang menerima data sensor dan mengontrol pompa melalui relay.Sensor Ultrasonik :Mendeteksi ketinggian air di dalam tandon. Ketika air berkurang, sensor mengirim sinyal ke mikrokontroler untuk menyalakan pompa, dan otomatis mematikannya saat penuh.Relay 5V 3 Channel :Menghubungkan mikrokontroler dengan pompa, mengatur arus listrik secara otomatis.Pompa Submersible :Memompa air dari tandon bawah ke penampungan atas secara cepat dan efisien.Breadboard & Kabel Jumper :Digunakan untuk merangkai komponen elektronik agar mudah diuji dan dikembangkan.Dika, anggota tim, menjelaskan: “Alat ini bekerja tanpa dijaga terus. Begitu sensor membaca air habis, pompa langsung nyala. Jadi tidak ada lagi air terbuang atau toilet yang kekurangan air.”Sejak diuji coba, ATM terbukti menjaga kebersihan dan kenyamanan lingkungan sekolah. Pasokan air menjadi stabil, efisiensi meningkat, dan tidak ada lagi keluhan toilet kering atau air meluap dari tandon. Lebih dari sekadar alat otomatis, ATM menjadi contoh nyata bahwa teknologi sederhana pun bisa memberikan dampak besar. Inovasi ini juga menumbuhkan kesadaran akan pentingnya pengelolaan air berbasis teknologi di kalangan pelajar.Aisyah, salah satu anggota tim, mengatakan: “Kami ingin alat ini menjadi bukti bahwa teknologi bukan hanya milik industri besar, tapi juga bisa dibuat oleh pelajar untuk kebutuhan nyata.” Sistem ini berpotensi dikembangkan untuk skala lebih luas seperti rumah tangga, masjid, dan fasilitas umum lainnya yang memerlukan pengendalian air otomatis.Dalam proses pengembangan, tim menghadapi banyak tantangan mulai dari perakitan, pengkabelan, hingga pemrograman mikrokontroler. Namun semangat belajar dan kerja sama membuat mereka berhasil menyatukan ide menjadi solusi nyata.Reyhan, anggota tim, menuturkan: “Yang paling menantang adalah memastikan sistem benar-benar otomatis. Tapi kami belajar bahwa inovasi tidak harus besar yang penting memberi manfaat.”Audiensi GDI Bersama dr. Ratu Tenny Leriva Bahas Kolaborasi Menuju Digitalisasi untuk NegeriMelalui inovasi ini, tim berharap generasi muda Indonesia semakin berani menciptakan solusi digital untuk kebaikan bersama. Mereka percaya bahwa AI bukan hanya soal kecerdasan mesin, tetapi juga kecerdasan manusia dalam menciptakan solusi.Fakhri menambahkan: “Harapan kami, inovasi kecil ini menjadi langkah awal menuju Indonesia yang lebih cerdas dalam mengelola sumber daya alam. Semoga semakin banyak pelajar yang berani berinovasi dan berpikir solutif.”ATM (Automatic Water Pump) bukan sekadar alat, tetapi simbol kepedulian anak muda terhadap lingkungan dan masa depan. Dari sekolah di OKU Timur, inovasi ini membuktikan bahwa semangat dan ide sederhana dapat membawa perubahan besar satu tetes inovasi, sejuta manfaat untuk negeri.***
Read More Finalis 10 Besar Duta GDI Raynor Sagraha: Transformasi Diri, Menempa Mental Tangguh Generasi Muda
Wulan _ 2 bulan yang lalu
Lingkaran.id - Raynor Sagraha lahir di Kota Bengkulu pada 30 Maret 2004, sebagai anak sulung dari dua bersaudara. Sejak kecil, ia dikenal sebagai sosok yang penuh rasa ingin tahu dan memiliki semangat tinggi untuk terus berkembang. Pendidikan dasarnya ditempuh di SDN 66 Kota Bengkulu, kemudian dilanjutkan di SMP Negeri 8 dan SMA Negeri 3 Kota Bengkulu. Saat ini, Raynor sedang melanjutkan studi di Universitas Bina Darma Palembang, sambil mengasah bakatnya di bidang olahraga.Sebagai seorang atlet sekaligus pelatih Taekwondo, Raynor terbiasa hidup dalam disiplin dan kerja keras. Dunia olahraga telah membentuknya menjadi pribadi yang pantang menyerah dan fokus pada pencapaian tujuan. Baginya, olahraga tidak hanya melatih fisik, tetapi juga mengajarkan nilai-nilai ketekunan, sportivitas, serta keseimbangan antara tubuh dan pikiran.Selain menjadi atlet, Raynor juga berperan sebagai pelatih bagi para atlet muda. Dalam setiap sesi latihan, ia selalu berusaha memberikan yang terbaik untuk anak didiknya.10 Finalis Duta GDI 2025 Unjuk Kemampuan Terbaik dalam Talent Show GDI Fest 2025Baginya, tanggung jawab sebagai pelatih bukan hanya membentuk kemampuan fisik, tetapi juga menanamkan mental juang dan semangat pantang menyerah. Raynor percaya bahwa “mereka yang bersungguh-sungguh akan berhasil,” dan keyakinan itu menjadi prinsip utama dalam setiap langkahnya melatih dan membimbing generasi penerus.Prestasinya di dunia olahraga pun membanggakan. Raynor pernah meraih Juara 2 dalam ajang nasional Taekwondo MOKS Championship, sebuah pencapaian yang menjadi bukti nyata dari kerja keras dan dedikasinya selama bertahun-tahun berlatih. Selain itu, ia juga menorehkan prestasi di berbagai event kejuaraan lainnya, yang semakin memperkuat posisinya sebagai atlet muda berpotensi dan pelatih berpengaruh di lingkungannya.Raynor juga merupakan pribadi yang senang mencari tahu hal-hal baru. Ia selalu terdorong untuk memahami sesuatu secara lebih dalam dan memiliki keinginan kuat untuk terus berkembang. Sifat inilah yang membawanya aktif mengikuti berbagai kegiatan pengembangan diri di luar kampus. Salah satu pengalaman berharga yang memperluas wawasannya adalah ketika ia mengikuti program Generasi Digital Intelektual (GDI).Dalam kegiatan GDI tersebut, Raynor mendapatkan banyak wawasan baru, mulai dari materi yang diberikan hingga interaksi dengan peserta lain yang memiliki gaya dan kemampuan unik masing-masing. Ia merasa kagum dengan semangat dan keterampilan para peserta lain yang menginspirasi dirinya untuk terus berkembang. Pengalaman itu menjadi titik penting bagi Raynor untuk memahami bahwa setiap orang memiliki kelebihan yang bisa saling melengkapi dan menguatkan.Bagi Raynor, mengikuti GDI bukan sekadar pengalaman belajar, melainkan kesempatan untuk melihat potensi diri dari perspektif yang lebih luas. Ia kini semakin yakin bahwa untuk menjadi pemimpin dan pribadi yang bermanfaat, seseorang harus terus membuka diri terhadap pengetahuan baru dan belajar dari orang-orang di sekitarnya.Dengan semangat itu, Raynor memegang teguh motto hidupnya:“Jadilah seseorang yang tidak dapat diperintah oleh orang lain.”Serta kata-kata yang menjadi pedoman dalam setiap langkahnya:“Rawatlah kebunmu dengan indah, maka kupu-kupu akan datang dengan sendirinya.”Audiensi GDI Bersama dr. Ratu Tenny Leriva Bahas Kolaborasi Menuju Digitalisasi untuk NegeriBaginya, makna kalimat tersebut adalah bahwa jika seseorang terus memperbaiki diri dan menumbuhkan hal-hal baik dalam kehidupannya, maka kesuksesan dan kebahagiaan akan datang dengan sendirinya tanpa harus dikejar. Dengan nilai-nilai ini, Raynor bertekad untuk menjadi pribadi yang tidak hanya tangguh dan mandiri, tetapi juga mampu menginspirasi banyak orang melalui tindakan nyata dan ketulusan dalam berkembang.Di dalam dirinya, selalu ada satu keyakinan sederhana yang menjadi pengingat setiap kali ia melangkah:“Berkembang, berkembang, berkembang sampai akhir.”Kalimat itu bukan sekadar kata motivasi, tetapi prinsip hidup yang menuntunnya untuk terus bertumbuh, tidak berhenti belajar, dan terus berproses menjadi versi terbaik dari dirinya sendiri.***
Read More TOP 10 Besar Duta GDI Elak Enggraini: Menggenggam Mikrofon, Menyuarakan Inklusi, dan Menginspirasi Generasi Digital
Wulan _ 2 bulan yang lalu
Lingkaran.id - Elak Enggraini: Menggenggam Mikrofon, Menyuarakan Inklusi, dan Menginspirasi Generasi DigitalDi tengah cepatnya perkembangan teknologi dan informasi, Indonesia membutuhkan sosok muda yang tidak hanya cerdas beradaptasi, tetapi juga mampu menjadi jembatan komunikasi dan inspirasi.Sosok itu hadir dalam diri Elak Enggraini, mahasiswi berprestasi Ilmu Komunikasi dari Universitas Bina Darma, yang kini telah resmi melangkah sebagai finalis Duta Generasi Digital Intelektual (GDI) 2025. Dengan label dirinya sebagai Communication & Digital Ambassador, Elak fokus mengedukasi publik melalui media, didukung oleh rekam jejak kepemimpinan dan kontribusi digital yang terbukti kuat di panggung nasional maupun internasional.10 Finalis Duta GDI 2025 Unjuk Kemampuan Terbaik dalam Talent Show GDI Fest 2025Perjalanan Elak adalah cerminan ambisi yang melampaui batas kampus. Ia dipercaya menjadi Delegasi Indonesia dalam program International Student Mobility di UPSI Malaysia pada tahun 2025, sebuah kesempatan emas yang memperluas wawasannya tentang keragaman budaya dan akademik global.Kecakapannya di bidang akademik pun diakui dengan raihan penghargaan Best Presenter dalam ajang International Conference (Joint Seminar IV) di Malaysia di tahun yang sama. Menariknya, kecerdasan digital ini berjalan beriringan dengan talenta seni; Elak juga bersinar sebagai Performer Bernyanyi pada Event Internasional 2025, membuktikan bahwa seorang intelektual digital juga wajib memiliki jiwa yang multi-talenta, diperkuat pula dengan pengalamannya sebagai Crew Miracom Entertainment (2023-2024).Di dalam negeri, dedikasi Elak sangat kentara dalam dunia komunikasi publik dan literasi. Keahliannya dalam Public Speaking dan Master of Ceremony (MC) telah membawanya mengemban peran sebagai Penanggung Jawab Administrasi sekaligus MC untuk program Literasi Digital. Ia juga dipercaya untuk memandu acara formal penting seperti Bimtek bersama DISKOMINFO Sumsel. Gairah Elak dalam mencerdaskan publik juga tercurah melalui perannya sebagai aktivis Literasi Digital Tular Nalar dan sering tampil sebagai Pembicara/Narasumber di Podcast RRI Palembang. Melalui platform ini, Elak memastikan pesan-pesan cerdas dan inklusif tersampaikan kepada masyarakat luas, menjadikannya suara yang dapat dipercaya di tengah kebisingan digital.Pengalaman dan Tanggapan Pribadi Selama GDI:Mengikuti rangkaian kegiatan Generasi Digital Intelektual (GDI) 2025 merupakan sebuah titik balik yang sangat berharga. Saya menyadari bahwa menjadi duta digital adalah sebuah amanah, bukan sekadar membawa gelar, tetapi mengemban tanggung jawab besar untuk memastikan ruang digital kita menjadi tempat yang sehat, beretika, dan produktif.GDI memberikan saya kesempatan langka untuk berjejaring dengan para pemuda visioner dari berbagai latar belakang, sekaligus mempertajam fokus saya pada isu kritis seperti inklusi digital dan penanggulangan misinformasi. Meskipun tantangan untuk menyeimbangkan peran kepemimpinan dan aktivisme digital terasa berat, bimbingan para mentor dan semangat kolaborasi dari sesama finalis membuat saya semakin termotivasi. Saya bertekad menjadikan setiap unggahan, siaran, dan proyek sebagai upaya nyata yang berkelanjutan untuk mencerdaskan dan memberdayakan bangsa.Audiensi GDI Bersama dr. Ratu Tenny Leriva Bahas Kolaborasi Menuju Digitalisasi untuk NegeriVisi kepemimpinan Elak tidak hanya berhenti pada ranah media, melainkan diwujudkan dalam aksi nyata dengan dampak sosial yang inklusif. Ia memimpin inisiatif krusial sebagai Ketua Pelaksana Kelas Sertifikasi Bahasa Isyarat 2025. Proyek ini adalah manifestasi komitmen Elak untuk menjembatani komunikasi bagi komunitas Tuli, membuktikan bahwa teknologi dan komunikasi harus mampu menciptakan ruang digital yang lebih ramah bagi semua kalangan. Komitmennya pada kepemimpinan juga terlihat jelas sebagai Penanggung Jawab Divisi Humas Korps Mahasiswa Ilmu Komunikasi (2023-2024) dan Wakil Ketua Divisi Syiar LDK Al-Qorib (2024-2025).Dengan gabungan prestasi akademik, keterampilan komunikasi, dan kepedulian sosial yang kuat diperkaya pula dengan skill non-akademik seperti Juara 2 Kejuaraan Karate (2018) dan keaktifan dalam kegiatan tilawah Elak Enggraini adalah representasi utuh dari generasi muda yang cerdas dan berintegritas. Sebagai finalis Duta GDI 2025, Elak siap menjadi inspirasi, mengangkat standar intelektual dan mencerdaskan generasi digital Indonesia.***
Read More TOP 10 Besar Duta GDI Petronella Awom Membangun Harapan dan Kesehatan dari Indonesia
Wulan _ 2 bulan yang lalu
Lingkaran.id - Petronela Awom lahir di Raja Ampat, Papua Barat Daya, pada 13 Juli 2003. Sejak kecil, ia dikenal sebagai sosok yang ramah, bersemangat, dan memiliki kepedulian tinggi terhadap sesama. Perjalanan pendidikannya membawanya merantau ke Palembang, Sumatera Selatan, setelah berhasil lolos melalui program Beasiswa Afirmasi Pendidikan Tinggi (ADik) pada tahun 2023.Ditengah arus perkembangan teknologi yang begitu cepat ,muncul sosok muda yang inspiratif yang membuktikan bahwa semangat belajar belajar dan kenginan untuk berkontribusi dapat membawa perubahan besar.Ia adalah (petronela awom ) ,finalis Duta Digital GDi 2025 ,yang hadir dengan tekat yang kuat untuk menjadi bagian dari generasi digital yang cerdas ,beretika ,dan berdampak bagi masyaratakat .10 Finalis Duta GDI 2025 Unjuk Kemampuan Terbaik dalam Talent Show GDI Fest 2025Sejak awal ,(petronela awom ) percaya bahwa dunia digital bukan hanya tentang media sosial atau teknologi canggih,tetapi tentang bagaimana kita bisa menggunakan teknologi untuk menebar manfaat.Dalam perjalanan memngikuti ajang Duta Digital (petronela awom) mendapatkan pengalamaan berharga .saya belajar tentang pentingnya literasi digital,etika bermedia sosial ,dan bagaimana menjadi pribadi yang kreatif dan bertanggung jawab di dunia maya.Tak hanya itu (petronela awom) juga menilai bahwa kegiatan ini membuka ruang untuk bertemu dengan banyak individu hebat dari berbagai daerah .Bagi (petronela awom ) ,menjadi Duta digital berati menjadi jembatan antra pengetahuan dan Tindakan .ia ingin terus mengispirasi anak muda agar bijak dalam penggunaaan teknologi ,berani berinovasi ,dan selalau menjaga identidas serta nilai-nilai positif bangsa di dunia digital.Audiensi GDI Bersama dr. Ratu Tenny Leriva Bahas Kolaborasi Menuju Digitalisasi untuk NegeriPERJALANAN AKDEMIK PETRONELA AWOMLahir di tanah yang Indah nan kaya budaya ,RAJA AMPAT ,PAPUA BARAT DAYA ,(petronela awom) tumbuh dengan semangat pantang menyerah dan tekad kuat untuk menggapai Pendidikan tinggi.sejak kecil ,ia percaya bahwa pendidikann adalah jalan untuk membawa perubahan bagi diri sendiri dan daerah asanya .Pada tahun 2023,(petronela ) berhasil lulus seleksi BEASISWA AFIRMASI PENDIDIKAN TINGGI (ADIK) ,sebuah program pemerintah yang memberikan kesempatan kepada putra -putri daerah 3T (terdepan ,terluar ,tertinggal ) untuk melanjutkan studi ke perguruan tinggi ternama di Indonesia melalui beasiswa tersebut ,ia di terima di UNIVERSITA SRIWIJAYA ,PALEMBANG ,SUMATRA SELATAN , dan kini tengah menempuh pendiidkan sebagai mahsiswa program studi S1 GIZI .***
Read More Finalis 10 Besar Duta GDI Anita Cindhy Maulani Menyalakan Semangat Inovasi di Era Digital
Wulan _ 2 bulan yang lalu
Lingkaran.id - Di tengah arus perkembangan teknologi yang semakin cepat, Anita Cindhy Maulani hadir sebagai salah satu sosok muda yang berkomitmen untuk menjadi bagian dari perubahan digital Indonesia Anita Cindhy Maulani Mahasiswa Kelahiran 03 Februari 2006 ini Berasal dari Palembang Yang Sedang Berkuliah di Sekolah tinggi ilmu kesehatan bina Husada Palembang Dengan jurusan S1 Kebidanan ia dikenal sebagai pribadi yang visioner, kreatif, dan memiliki semangat tinggi untuk terus belajar serta berbagi pengetahuan di dunia digital.Sejak awal, ketertarikan Anita Cindhy Maulani terhadap dunia teknologi dan inovasi digital tumbuh dari rasa ingin tahu tentang bagaimana teknologi bisa menyelesaikan berbagai tantangan di masyarakat. Dari situ, ia mulai aktif mengikuti berbagai pelatihan, kompetisi, dan proyek digital yang mengasah kemampuan berpikir kritis dan kolaboratifnya.10 Finalis Duta GDI 2025 Unjuk Kemampuan Terbaik dalam Talent Show GDI Fest 2025Menjadi bagian dari Generasi Digital Intelektual (GDI) 2025 menjadi salah satu pengalaman paling berkesan dalam perjalanan pengembangan dirinya. Selama mengikuti kegiatan GDI,Cindhy merasakan suasana yang penuh semangat kolaborasi, inspirasi, dan pembelajaran lintas bidang.“Saya belajar bahwa menjadi intelektual digital bukan hanya soal kemampuan teknologi, tapi juga tentang empati, nilai, dan keberanian untuk berbagi manfaat bagi sesama,” ungkapnya.Melalui berbagai sesi pelatihan dan tantangan yang diberikan, Cindhy semakin memahami pentingnya inovasi yang berlandaskan nilai kemanusiaan dan keberlanjutan. Ia berharap, melalui GDI, ia dapat menjadi bagian dari generasi muda yang tidak hanya melek digital, tetapi juga berdaya saing dan beretika dalam memanfaatkan teknologi.Dengan semangat “Digital for Humanity”, Cindhy terus melangkah menyalakan obor perubahan menjadi inspirasi bagi generasi muda lainnya untuk terus berinovasi, berkolaborasi, dan memberi dampak nyata bagi bangsa.Perjalanan Akademik dan Kepemimpinan Anita Cindhy MaulaniPerjalanan akademik Anita Cindhy Maulani menjadi bukti nyata bahwa kecerdasan dan kreativitas dapat berjalan beriringan. Mahasiswi Program Studi S1 Kebidanan Universitas STIK BINA HUSADA ini dikenal sebagai sosok yang aktif, disiplin, dan berprestasi tidak hanya di bidang akademik, tetapi juga di dunia seni dan organisasi kemahasiswaan.Sejak awal menempuh pendidikan tinggi, Cindhy menunjukkan kecintaannya terhadap dunia tari. Baginya, menari bukan sekadar gerak ritmis, melainkan media untuk mengekspresikan nilai, budaya, dan semangat muda. Melalui berbagai penampilan dan kegiatan seni, ia belajar tentang makna kerja keras, disiplin, serta kemampuan untuk menyalurkan emosi dan pesan positif kepada orang lain. Dunia tari mengajarkannya bahwa keindahan tidak lahir dari kesempurnaan, melainkan dari ketulusan dalam berkarya Pada ajang Unjuk bakat Duta Gdi 2025 ,Cindhy Menampilkan Sebuah Tarian Kipas Dengan Lagu Layar Batuta Dengan anggun dan memukau PerhatianKegiatan sehari hari nya pun menjadi content kreator di media sosial tiktok dan InstagramSelain aktif dalam seni, Cindhy juga menyalurkan potensinya melalui organisasi kampus. Ia dipercaya memegang jabatan penting sebagai Sekretaris Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM), di mana ia berperan dalam mengelola administrasi, menjaga koordinasi, serta memastikan setiap program berjalan dengan baik. Kemampuannya dalam berkomunikasi dan mengatur strategi menjadikannya sosok yang andal dalam tim.Tak berhenti di situ, Cindhy kemudian diamanahkan sebagai Menteri Luar Kampus, posisi yang memberinya kesempatan untuk menjalin relasi dan kerja sama dengan berbagai lembaga di luar kampus. Melalui peran ini, ia belajar arti diplomasi, jejaring, dan kepemimpinan yang berpihak pada kolaborasi. Ia percaya bahwa menjadi pemimpin bukan tentang posisi, tetapi tentang memberi dampak dan inspirasi bagi orang lain.Di luar dunia akademik dan organisasi, Cindhy juga aktif mengikuti berbagai kompetisi dan ajang bergengsi. Salah satu pencapaiannya yang membanggakan adalah terpilih sebagai "Putri Modeling Nusantara 2025 " Dengan Kategori Modesty end elegance Mendapatkan Juara Ke 2 sebuah penghargaan yang mencerminkan keanggunan, kecerdasan, serta kemampuan berbicara dan berpenampilan yang memancarkan nilai-nilai generasi muda Indonesia.Audiensi GDI Bersama dr. Ratu Tenny Leriva Bahas Kolaborasi Menuju Digitalisasi untuk NegeriBagi Anita Cindhy Maulani semua pengalaman tersebut bukan sekadar deretan aktivitas, tetapi perjalanan pembentukan karakter. Ia percaya bahwa menjadi mahasiswa di era digital menuntut keseimbangan antara akademik, kreativitas, dan kepemimpinan. Setiap langkah yang diambilnya adalah bentuk komitmen untuk terus belajar, berinovasi, dan membawa nilai positif bagi lingkungan sekitar.Dengan semangat itu, Anita Cindhy Maulani terus melangkah maju menari di atas panggung kehidupan, memimpin dengan hati, dan bersinar sebagai sosok inspiratif yang membuktikan bahwa intelektualitas dan keindahan bisa berjalan seiring dalam diri seorang generasi digital Indonesia.***
Read More 




















