Sosok Haji Halim Ali: Dari Tokoh Pengusaha Sumsel hingga Perkara Hukum yang Berakhir Usai Wafat
Sulistiyo. A Darmawan 55 menit yang lalu
Lingkaran.id -Nama Haji Halim Ali dikenal luas sebagai salah satu tokoh pengusaha berpengaruh di Sumatera Selatan. Selama puluhan tahun, ia membangun reputasi sebagai figur ekonomi yang memiliki jaringan luas, sekaligus tokoh masyarakat yang aktif dalam kegiatan sosial dan keagamaan. Namun, di akhir perjalanan hidupnya, nama Haji Halim Ali kembali menjadi sorotan publik bukan hanya karena kiprahnya di dunia usaha, melainkan juga karena perkara hukum yang sempat menjeratnya dan menyedot perhatian masyarakat luas.Haji Halim Ali dikenal sebagai pengusaha senior yang terlibat dalam berbagai sektor usaha di Sumatera Selatan. Perannya di dunia ekonomi daerah menjadikannya figur yang disegani, baik oleh kalangan pengusaha maupun pejabat daerah.Kasus Guru Dikeroyok Murid Memanas, Gubernur Putuskan Mutasi dan Tes KejiwaanSelain aktivitas bisnis, Haji Halim juga dikenal aktif dalam kegiatan sosial. Ia kerap terlibat dalam kegiatan keagamaan, pembangunan fasilitas umum, serta bantuan kemasyarakatan, yang membuat namanya cukup dekat dengan masyarakat di berbagai wilayah Sumsel.Kedekatan tersebut menjadikan Haji Halim Ali sebagai sosok yang tidak hanya dipandang sebagai pengusaha, tetapi juga tokoh masyarakat dengan pengaruh sosial yang kuat.Di tengah perjalanan karier dan aktivitas sosialnya, Haji Halim Ali kemudian terseret dalam perkara hukum terkait dugaan pemalsuan dokumen Hak Guna Usaha (HGU) yang berkaitan dengan proyek strategis di Sumatera Selatan. Kasus ini menjadi perhatian publik karena menyangkut isu pengadaan lahan dan kepentingan negara.Proses hukum yang berjalan menempatkan Haji Halim Ali sebagai terdakwa dan memicu berbagai reaksi di tengah masyarakat. Perkara tersebut juga memunculkan perdebatan publik, mulai dari penegakan hukum hingga isu mafia tanah yang selama ini menjadi sorotan nasional.Selama proses persidangan, kondisi kesehatan Haji Halim Ali kerap menjadi perhatian, hingga akhirnya perkara tersebut tidak dapat diselesaikan sampai putusan pengadilan.Kejar Penjambret Demi Lindungi Istri, Justru Berstatus Tersangka Kecelakaan MautWafatnya Haji Halim Ali menjadi titik akhir dari proses hukum pidana yang tengah berjalan. Berdasarkan ketentuan hukum yang berlaku, perkara pidana yang menjeratnya dinyatakan tutup demi hukum seiring dengan meninggalnya terdakwa.Meski demikian, aparat penegak hukum menegaskan bahwa wafatnya Haji Halim Ali tidak serta-merta menghapus kewajiban negara untuk menelusuri aspek lain yang berkaitan dengan kepentingan publik, khususnya jika menyangkut potensi kerugian negara melalui jalur hukum yang berbeda.Kepergian Haji Halim Ali meninggalkan warisan yang kompleks. Di satu sisi, ia dikenang sebagai pengusaha sukses dan tokoh masyarakat yang memiliki kontribusi sosial. Di sisi lain, perkara hukum yang menutup perjalanan hidupnya turut membentuk persepsi publik yang beragam.Bagi sebagian masyarakat, sosok Haji Halim Ali tetap dipandang sebagai figur berjasa. Sementara bagi yang lain, kasus hukum yang menjeratnya menjadi pengingat pentingnya transparansi dan akuntabilitas, bahkan bagi tokoh besar sekalipun.Nama Haji Halim Ali pun kini tercatat dalam sejarah Sumatera Selatan sebagai figur yang memiliki pengaruh besar, dengan perjalanan hidup yang mencerminkan dinamika antara kekuasaan ekonomi, peran sosial, dan penegakan hukum.****
Read More Wardatina Mawa Buka Peluang Rujuk, Ajukan Dua Syarat ini untuk Insanul Fahmi
Wulan _ 2 hari yang lalu
Lingkaran.id - Wardatina Mawa menyatakan masih membuka ruang perdamaian dengan sang suami, Insanul Fahmi, setelah konflik rumah tangga mereka ramai menjadi sorotan publik. Meski demikian, Mawa menegaskan bahwa pintu maaf tidak akan terbuka tanpa adanya pemenuhan syarat tertentu sebagai wujud tanggung jawab dan kesungguhan dari pihak Insanul.Kuasa hukum Insanul Fahmi, Tommy Tri Yunanto, mengungkapkan bahwa dalam pertemuan tertutup yang berlangsung di kantor hukum keluarga Mawa di Jakarta, pihak Mawa menyampaikan dua permintaan utama yang harus dipenuhi sebelum proses islah atau perdamaian dapat dilanjutkan.Timothy Ronald Kembali Dilaporkan, Korban Klaim Rugi Rp 1 Miliar“Memang ada dua syarat yang disampaikan. Pertama, Insanul harus menyampaikan permintaan maaf secara terbuka kepada keluarga dan kepada Mawa, dan nantinya akan disampaikan juga kepada media,” kata Tommy.Permintaan maaf secara terbuka tersebut dinilai penting oleh pihak Mawa dan keluarganya, mengingat persoalan rumah tangga ini telah berkembang di ruang publik. Mawa menginginkan klarifikasi dan permohonan maaf disampaikan secara transparan sebagai bentuk penghormatan terhadap keluarga yang turut terdampak akibat konflik tersebut.Syarat kedua yang diajukan berkaitan dengan dugaan pernikahan siri antara Insanul Fahmi dan Inara Rusli. Mawa meminta agar Insanul dapat menunjukkan bukti sah terkait klaim pernikahan siri yang disebut terjadi pada 7 Agustus lalu.“Permintaan kedua adalah pembuktian pernikahan siri tersebut. Jika memang benar terjadi pada tanggal 7, maka diminta untuk dibuktikan,” lanjut Tommy.Menanggapi permintaan itu, Tommy menyampaikan bahwa pihak Insanul Fahmi siap menghadirkan bukti-bukti yang diperlukan, termasuk saksi serta pihak keagamaan yang disebut terlibat dalam prosesi pernikahan tersebut.Rencananya, pertemuan lanjutan akan digelar pada awal pekan depan untuk membahas dan mengklarifikasi kebenaran pernikahan siri tersebut. Dalam pertemuan itu, akan diungkap secara rinci waktu pelaksanaan, pihak yang menikahkan, serta saksi-saksi yang hadir.Cemburu Komentar di Facebook, Pasutri Nekat Bakar Diri“Kemungkinan hari Senin atau Selasa akan dilakukan pertemuan lanjutan untuk membuktikan apakah benar ada pernikahan siri, kapan tanggalnya, siapa ustaznya, dan siapa saksinya,” jelasnya.Tommy menegaskan bahwa kliennya siap memenuhi seluruh syarat yang diajukan oleh Wardatina Mawa. Ia juga memastikan bahwa pihaknya tengah mempersiapkan konferensi pers guna menyampaikan permintaan maaf secara terbuka, sebagaimana diminta oleh Mawa sebagai langkah awal menuju perdamaian.***
Read More HUT ke-53 PDI Perjuangan Banyuasin: Bergerak Dalam Satu Rampak Barisan Perkuat Soliditas Kader
Sulistiyo. A Darmawan 1 minggu yang lalu
Lingkaran.id -Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Kabupaten Banyuasin menggelar upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-53 PDI Perjuangan dengan penuh khidmat dan semangat kebersamaan. Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat soliditas kader serta meneguhkan komitmen perjuangan partai di Kabupaten Banyuasin. Upacara peringatan tersebut dipimpin oleh Yakub selaku Ketua Upacara, sementara Arbain Syahri, SH bertindak sebagai Pembina Upacara. Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung tertib dan diikuti oleh jajaran pengurus, kader, serta simpatisan PDI Perjuangan Banyuasin.Pandji Pragiwaksono Dilaporkan ke Polda Metro Jaya Terkait Materi Stand UpDalam amanatnya, Pembina Upacara Arbain Syahri, SH menekankan bahwa peringatan HUT ke-53 PDI Perjuangan bukan sekadar seremonial, melainkan ajang refleksi atas perjalanan panjang perjuangan partai dalam membela kepentingan rakyat. Ia mengajak seluruh kader untuk terus menjaga persatuan, disiplin organisasi, dan konsistensi dalam kerja-kerja kerakyatan.“Semangat Bergerak Dalam Satu Rampak Barisan harus terus kita jaga. Kader PDI Perjuangan di Banyuasin wajib solid, kompak, dan hadir nyata di tengah masyarakat,” tegas Arbain dalam amanatnya.MUI Kritik KUHP Baru: Nilai Pemidanaan Nikah Siri Bukan Solusi TepatMengusung tema “Bergerak Dalam Satu Rampak Barisan”, peringatan HUT ke-53 PDI Perjuangan Banyuasin menjadi simbol penguatan barisan perjuangan dari tingkat pimpinan hingga akar rumput. Tema ini mencerminkan tekad seluruh kader untuk terus bergerak bersama rakyat, menjaga nilai-nilai Pancasila, serta memperjuangkan keadilan sosial.Peringatan HUT ke-53 ini juga menjadi bagian dari konsolidasi internal PDI Perjuangan Banyuasin dalam menghadapi berbagai agenda organisasi dan politik ke depan. Di bawah kepemimpinan Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Banyuasin Dr. Sukardi, M.Si, bersama Sekretaris Arisa Lahari, SH, dan Bendahara M. Syarif Hidayatullah, SH, partai menegaskan komitmennya untuk memperkuat soliditas kader serta terus bekerja dan mengabdi demi kepentingan rakyat Kabupaten Banyuasin.*****
Read More Video Oknum ASN Muba Joget dan Sawer Uang Rp100 Ribuan Usai Pelantikan Pejabat Hebohkan Medsos
Sulistiyo. A Darmawan 2 minggu yang lalu
Lingkaran.id -Sebuah video yang memperlihatkan oknum Aparatur Sipil Negara (ASN) perempuan di lingkungan Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) berjoget sambil menyawer uang pecahan Rp100 ribu usai pelantikan pejabat, viral dan menuai sorotan luas di media sosial. Dalam video yang beredar, ASN tersebut tampak mengenakan pakaian formal dan diduga baru saja mengikuti prosesi pelantikan pejabat daerah. Ia terlihat berjoget bersama sejumlah orang sambil mengeluarkan uang dari amplop cokelat dan melemparkannya ke arah sekitar. Aksi tersebut langsung memicu beragam reaksi dari warganet.Perilaku tersebut menuai kritik karena dinilai tidak mencerminkan etika dan profesionalisme ASN, terlebih dilakukan setelah acara resmi pemerintahan. Banyak netizen menilai, pelantikan jabatan merupakan amanah negara yang seharusnya disikapi dengan sikap sederhana dan penuh tanggung jawab.Zainal Arifin Mochtar Mengaku Diteror, Penelepon Misterius Ngaku PolisiSejumlah komentar di media sosial menyebut tindakan tersebut dapat mencederai citra birokrasi dan kepercayaan publik terhadap aparatur pemerintah.Menanggapi viralnya video tersebut, Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Muba menyatakan akan memanggil ASN yang bersangkutan untuk klarifikasi. Proses ini dilakukan guna memastikan fakta kejadian serta menilai apakah terdapat pelanggaran terhadap aturan disiplin dan kode etik ASN.Selain BKPSDM, Inspektorat Daerah juga disebut akan melakukan penelaahan untuk menentukan langkah selanjutnya sesuai ketentuan yang berlaku.Peristiwa ini terjadi tak lama setelah pelantikan pejabat Pemkab Muba, sehingga semakin menarik perhatian publik. Warganet mempertanyakan sikap pejabat publik yang seharusnya menjadi teladan, terutama dalam menjaga etika dan moral sebagai pelayan masyarakat.Bansos 2026 Mulai Cair, Cek Nama Anda di cekbansos.kemensos.go.idPemerintah daerah mengingatkan seluruh ASN agar menjaga sikap, perilaku, dan citra aparatur negara, baik dalam kegiatan resmi maupun di ruang publik. Di era digital, setiap aktivitas berpotensi terekam dan berdampak luas terhadap kepercayaan masyarakat.Hingga saat ini, pihak Pemkab Muba masih menunggu hasil klarifikasi internal terkait video viral tersebut, termasuk kemungkinan sanksi administratif jika terbukti melanggar aturan disiplin ASN.****
Read More Bentuk Kolaborasi Nyata untuk Hak atas Kesehatan, Main Event ALSA CLCC LC Unsri 2025 Sukses Digelar
Sulistiyo. A Darmawan 4 minggu yang lalu
Lingkaran.id -Komitmen untuk menghadirkan ruang edukasi, advokasi, dan aksi nyata bagi masyarakat kembali diwujudkan melalui penyelenggaraan Main Event ALSA Care and Legal Coaching Clinic (CLCC) Local Chapter Universitas Sriwijaya 2025. Bertempat di Balai Pelatihan Kesehatan Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Selatan, kegiatan ini menjadi puncak rangkaian ALSA CLCC LC Unsri 2025 yang mengusung tema “Empowering Health Rights through a Healthy Environment and Care.”Program unggulan ini merupakan implementasi nyata dari dua pilar utama ALSA, yaitu Socially Responsible dan Legally Skilled, dengan mengintegrasikan pendekatan hukum dan kesehatan dalam satu rangkaian kegiatan yang komprehensif.Main Event ALSA CLCC LC Unsri 2025 menjadi wadah kolaboratif yang mempertemukan mahasiswa, tenaga kesehatan, akademisi, pemerintah daerah, serta masyarakat untuk bersamasama membahas isu strategis terkait hak atas kesehatan, lingkungan hidup yang sehat, serta pencegahan penyakit berbasis air. Isu ini sejalan dengan tema nasional yang ditetapkan oleh National Board ALSA Indonesia tahun ini, yaitu “Caring Through Law: Protecting the Right to Health,” sebagai refleksi atas kondisi masyarakat yang masih menghadapi keterbatasan akses terhadap air bersih dan lingkungan sehat, khususnya di wilayah bantaran Sungai Musi, Kota Palembang.Berapa Hari Lagi 2026? Ini Hitung Mundur Lengkap Menuju Tahun Baru 2026Lingkungan yang tidak layak, sanitasi yang buruk, serta pencemaran air sungai berdampak langsung pada kesehatan masyarakat. Berdasarkan data Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Selatan, penyakit berbasis air seperti diare dan penyakit kulit masih menjadi permasalahan serius dengan ribuan kasus tercatat setiap tahunnya. Kondisi ini menegaskan bahwa kesehatan masyarakat tidak dapat dipisahkan dari kualitas lingkungan tempat mereka hidup.Kegiatan ini turut dihadiri oleh sejumlah tokoh penting, di antaranya Kepala Biro Hukum dan HAM Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan, Dedi Harapan, S.H., S.E., M.Si., C.MSP, Dekan Fakultas Hukum Universitas Sriwijaya, Prof. Dr. H. Joni Emirzon, S.H., M.Hum, serta perwakilan National Board ALSA Indonesia, Chief Officer of Social Event ALSA Indonesia 2025/2026, Ellyshia Azzahra Nugroho. Kehadiran para pemangku kepentingan ini menegaskan bahwa pemenuhan hak atas kesehatan memerlukan kolaborasi lintas sektor.ALSA LC Universitas Sriwijaya Sukses Gelar Dua Seri ALSA Social Project 2025: Edukasi Hukum dan Literasi Keuangan untuk Masyarakat Desa PegayutAcara dibuka secara resmi melalui rangkaian sambutan yang menekankan peran strategis mahasiswa hukum dalam menjembatani isu kesehatan, sanitasi, dan kebijakan publik. Para pejabat yang hadir turut mengapresiasi konsistensi ALSA Indonesia, khususnya ALSA Local Chapter Universitas Sriwijaya, dalam menghadirkan CLCC sebagai ruang edukasi, advokasi, dan pengabdian masyarakat yang berbasis hukum serta kebutuhan nyata masyarakat.Secara normatif, tema ALSA CLCC 2025 berlandaskan pada jaminan konstitusional hak atas kesehatan dan lingkungan hidup yang baik dan sehat sebagaimana diatur dalam Pasal 28H ayat (1) Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945. Selain itu, Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan serta Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2019 tentang Sumber Daya Air menegaskan hak setiap orang atas air bersih dan lingkungan yang sehat sebagai bagian dari pemenuhan hak asasi manusia. Prinsip-prinsip ini juga sejalan dengan Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya tujuan ke-3 (Good Health and Well-Being) dan tujuan ke6 (Clean Water and Sanitation).==break here==Sebagai bentuk penguatan pendekatan berbasis hukum (legal-based approach), kegiatan ini turut menghadirkan Research Presentation oleh Legal Research Team serta penyerahan policy paper kepada perwakilan pemerintah. Hal ini menegaskan bahwa CLCC tidak hanya bersifat edukatif, tetapi juga mendorong lahirnya rekomendasi kebijakan berbasis riset dalam rangka pemenuhan hak atas kesehatan dan lingkungan hidup yang sehat.Rangkaian acara diisi dengan sesi seminar dan talkshow interaktif yang menghadirkan narasumber dari berbagai latar belakang keilmuan. Seminar pertama disampaikan oleh Dedi Irawan, S.K.M., M.K.M., Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Selatan, yang menyoroti peran kebijakan daerah dalam menjamin akses layanan kesehatan, pencegahan penyakit berbasis lingkungan, serta penguatan sistem kesehatan masyarakat. Selanjutnya, perspektif hukum kesehatan disampaikan oleh Dr. Serlika Aprita, S.H., M.H., Dosen Hukum Kesehatan Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Palembang, yang menekankan peran regulasi dalam melindungi dan menjamin pemenuhan hak kesehatan masyarakat.IS-SMART Resmi Diluncurkan, Prof. Dr. Edi Surya Negara, M.Kom Tegaskan Misi Besar Menuju Indonesia Emas 2045Aspek layanan kesehatan primer turut dibahas melalui pemaparan dr. Marlia Refianti, M.Kes., Kepala Puskesmas Makrayu, yang menekankan peran fasilitas kesehatan tingkat pertama dalam pencegahan penyakit berbasis lingkungan dan air. Sementara itu, sesi talkshow menghadirkan Iis Naini, S.K.M., M.Si., Kepala Instalasi Kesehatan Lingkungan & K3RS RSUP Dr. Rivai Abdullah, bersama Dr. Aries Syafrizal, S.T., M.Si., Sekretaris Dinas Lingkungan Hidup dan Pertanahan Provinsi Sumatera Selatan, yang menekankan pentingnya sinergi sektor kesehatan dan lingkungan dalam pengendalian pencemaran air serta pencegahan penyakit berbasis air.Talkshow berlangsung dinamis dengan dipandu oleh Andini Rahayu Putri, Manager of Human Resources Development ALSA Local Chapter Universitas Sriwijaya 2024/2025, yang mengajak peserta memandang isu kesehatan secara komprehensif dari perspektif medis, lingkungan, dan kebijakan publik.Selain sesi diskusi, Main Event ALSA CLCC LC Unsri 2025 juga menghadirkan Health Confession and Consultation Session sebagai ruang aman bagi peserta untuk menyampaikan keluhan kesehatan dan berkonsultasi langsung. Kegiatan ini dilengkapi dengan Free Medical Check Up yang dilaksanakan oleh tenaga kesehatan dari Puskesmas Sosial dan Puskesmas Basuki Rahmat Kota Palembang, sebagai bentuk kontribusi nyata dalam mendekatkan layanan kesehatan kepada masyarakat.ALSA LC Unsri Gelar ICT Laboratory 2025, Ruang Sinergi Bahas Masa Depan AI di IndonesiaMelalui penyelenggaraan Main Event ini, ALSA Care and Legal Coaching Clinic kembali menegaskan posisinya sebagai program unggulan ALSA Indonesia dan ALSA Local Chapter Universitas Sriwijaya yang tidak hanya berorientasi pada edukasi akademik, tetapi juga menghadirkan dampak nyata dan kebermanfaatan berkelanjutan melalui sinergi hukum, kesehatan, dan lingkungan.ALSA Care and Legal Coaching Clinic Local Chapter Universitas Sriwijaya 2025 diharapkan mampu meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya hak atas kesehatan, serta mendorong peran aktif masyarakat dalam mengawal kebijakan publik yang berkeadilan dan berkelanjutan, demi terwujudnya masyarakat yang sehat, berdaya, dan bermartabat.****
Read More OTT KPK di Kalsel: Enam Orang Diamankan, Identitas Belum Diungkap
Wulan _ 1 bulan yang lalu
Lingkaran.id - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali melakukan Operasi Tangkap Tangan (OTT) di wilayah Kalimantan Selatan pada Kamis (18/12/2025). Operasi senyap tersebut dibenarkan langsung oleh pihak KPK.Juru Bicara KPK Budi Prasetyo menyampaikan bahwa tim penindakan lembaga antirasuah memang tengah menjalankan kegiatan di Kalimantan Selatan sejak Kamis. Pernyataan itu disampaikan pada Kamis malam.Wali Kota Terbitkan Surat Edaran: Ayah Diimbau Ambil Rapor Anak ke Sekolah“Benar, hari ini tim KPK melakukan kegiatan di wilayah Kalimantan Selatan,” ujar Budi dalam keterangannya.Dalam operasi tersebut, penyidik KPK berhasil mengamankan enam orang. Namun hingga saat ini, KPK belum membeberkan identitas pihak-pihak yang ditangkap maupun detail perkara yang sedang ditangani.“Sampai dengan saat ini, enam orang telah diamankan. Tim masih berada di lapangan,” jelasnya.Setelah Drop Out dari Kampus kini GMNI Pecat ResbobBudi menambahkan, proses pendalaman masih terus dilakukan oleh penyidik untuk mengungkap konstruksi perkara secara utuh. Informasi lebih lanjut, termasuk status hukum para pihak yang diamankan, akan disampaikan KPK setelah seluruh rangkaian pemeriksaan awal selesai.OTT ini menambah daftar operasi penindakan KPK di daerah dan menegaskan komitmen lembaga tersebut dalam upaya pemberantasan tindak pidana korupsi di berbagai wilayah Indonesia.***
Read More GDI Gaungkan Solidaritas Kemanusiaan Lewat Podcast RRI Palembang, Ajak Masyarakat Pulih Bersama Sumatera
Wulan _ 1 bulan yang lalu
Lingkaran.id - Generasi Digital Intelektual (GDI) kembali menunjukkan komitmennya dalam gerakan kemanusiaan dengan mengangkat tema “GDI Bersama Sumatera, Mari Pulih Bersama”. Tema tersebut dibahas dalam sebuah ruang dialog inspiratif melalui Podcast RRI Palembang PRO 4 sebagai bentuk ajakan kepada masyarakat untuk memperkuat solidaritas dan empati terhadap saudara-saudara di Sumatera yang terdampak bencana.Dalam podcast tersebut, tiga Duta GDI, yakni Khalillah Adelia Luvy, Anita Cindhy Maulani, dan Amanda Marsa Aurellia, hadir sebagai narasumber. Mereka berbincang bersama Host Mita untuk mengulas peran GDI dalam mendorong gerakan kemanusiaan berbasis kolaborasi dan pemanfaatan ruang digital sebagai sarana penguatan solidaritas sosial.Generasi Digital Intelektual (GDI) Jalin Sinergi Bersama Polresta Palembang: Wujudkan Kolaborasi Digital PositifDialog ini menyoroti kondisi pascabencana di sejumlah wilayah Sumatera, di mana banyak masyarakat harus kehilangan tempat tinggal, anggota keluarga, serta rasa aman. Di tengah situasi sulit tersebut, GDI berupaya menghadirkan harapan dengan mengajak masyarakat luas untuk saling menguatkan dan berkontribusi, meski dari jarak jauh.Melalui diskusi tersebut, para Duta GDI menyampaikan bahwa pemulihan pascabencana tidak hanya membutuhkan bantuan fisik, tetapi juga dukungan moral, kepedulian kolektif, serta sinergi antarindividu dan komunitas. Peran ruang digital dinilai sangat penting dalam menyebarkan informasi, membangun empati, dan menggerakkan aksi nyata secara berkelanjutan.Generasi Digital Intelektual (GDI) Bertekad Membangun Pemuda Indonesia Yang Cerdas Dan Terampil Dalam TeknologiPodcast “GDI Bersama Sumatera, Mari Pulih Bersama” berlangsung sukses pada Kamis, 11 Desember 2025, pukul 09.00 hingga 10.00 WIB, bertempat di RRI PRO 4 Palembang. Kegiatan ini terbuka untuk publik dan diharapkan dapat menjadi medium refleksi sekaligus pemantik kepedulian sosial bagi masyarakat luas.Melalui kegiatan ini, GDI mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk turut ambil bagian dalam proses pemulihan Sumatera. Kehadiran, perhatian, dan dukungan sekecil apa pun diyakini mampu menjadi cahaya di tengah masa sulit, serta memperkuat semangat kebersamaan dalam menghadapi dampak bencana.***
Read More Dr. Sulaiman Helmi SE.,M.M.,C.M.A. Siap Bangun KKSS Sumsel Yang Inklusif Dan Adaptif, Minta Restu Ketua Umum Amran Sulaiman
Sulistiyo. A Darmawan 2 bulan yang lalu
Lingkaran.id -Menjelang pelaksanaan Musyawarah Wilayah (Muswil) Ke-X Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (KKSS) Provinsi Sumatera Selatan, Dr. Sulaiman Helmi, SE., M.M., C.M.A., resmi mendeklarasikan diri sebagai calon Ketua Badan Pengurus Wilayah (BPW) KKSS Sumsel periode 2025–2030. Dalam langkah awal pencalonannya, Sulaiman menjadi pendaftar pertama sekaligus membuka secara resmi proses penjaringan calon ketua. Tidak berhenti di situ, Sulaiman juga menjadi calon pertama yang menemui langsung Ketua Umum KKSS, Dr. Amran Sulaiman, untuk memohon restu dan menyampaikan visi besar kepemimpinannya. Pertemuan tersebut menjadi simbol keseriusan dan penghormatan terhadap mekanisme organisasi yang menjunjung nilai kekeluargaan dan etika Bugis-Makassar.Dalam kesempatan itu, Sulaiman Helmi menegaskan komitmennya untuk membawa KKSS Sumsel menjadi organisasi yang inklusif, adaptif, dan berorientasi pada kemajuan bersama. Ia menilai bahwa KKSS memiliki potensi besar untuk menjadi wadah strategis dalam memperkuat solidaritas dan kontribusi warga Sulawesi Selatan di tanah perantauan.Detik-Detik Jembatan Hongqi di Sichuan Ambruk: Rekaman Video Viral di Media Sosial“KKSS harus menjadi rumah besar yang memperkuat nilai siri’ na pacce, mempererat silaturahmi, serta menumbuhkan kemandirian dan kontribusi nyata warga Sulawesi Selatan di Sumatera Selatan,” ujar Sulaiman Helmi.Ia juga menekankan bahwa pencalonannya bukan semata soal jabatan, melainkan panggilan untuk memperkuat kebersamaan dan menggerakkan potensi yang dimiliki anggota KKSS di berbagai bidang.Viral! Jerami Bisa Jadi Bahan Bakar Kompor dan Kendaraan, Begini Cara Kerjanya“Ini adalah bentuk komitmen dan keseriusan saya dalam mencalonkan diri sebagai Ketua BPW KKSS Sumsel, dengan keyakinan dan semangat untuk membangun organisasi secara lebih baik, profesional, dan bermanfaat bagi masyarakat,” tambahnya.Musyawarah Wilayah Ke-X KKSS Sumsel dijadwalkan berlangsung pada November 2025. Agenda lima tahunan ini diharapkan menjadi momentum penting dalam melahirkan kepemimpinan baru yang visioner, berintegritas, dan mampu membawa semangat siri’ na pacce ke dalam langkah nyata membangun solidaritas warga Sulawesi Selatan di Sumatera Selatan.****
Read More Finalis 10 Besar Duta GDI Raynor Sagraha: Transformasi Diri, Menempa Mental Tangguh Generasi Muda
Wulan _ 2 bulan yang lalu
Lingkaran.id - Raynor Sagraha lahir di Kota Bengkulu pada 30 Maret 2004, sebagai anak sulung dari dua bersaudara. Sejak kecil, ia dikenal sebagai sosok yang penuh rasa ingin tahu dan memiliki semangat tinggi untuk terus berkembang. Pendidikan dasarnya ditempuh di SDN 66 Kota Bengkulu, kemudian dilanjutkan di SMP Negeri 8 dan SMA Negeri 3 Kota Bengkulu. Saat ini, Raynor sedang melanjutkan studi di Universitas Bina Darma Palembang, sambil mengasah bakatnya di bidang olahraga.Sebagai seorang atlet sekaligus pelatih Taekwondo, Raynor terbiasa hidup dalam disiplin dan kerja keras. Dunia olahraga telah membentuknya menjadi pribadi yang pantang menyerah dan fokus pada pencapaian tujuan. Baginya, olahraga tidak hanya melatih fisik, tetapi juga mengajarkan nilai-nilai ketekunan, sportivitas, serta keseimbangan antara tubuh dan pikiran.Selain menjadi atlet, Raynor juga berperan sebagai pelatih bagi para atlet muda. Dalam setiap sesi latihan, ia selalu berusaha memberikan yang terbaik untuk anak didiknya.10 Finalis Duta GDI 2025 Unjuk Kemampuan Terbaik dalam Talent Show GDI Fest 2025Baginya, tanggung jawab sebagai pelatih bukan hanya membentuk kemampuan fisik, tetapi juga menanamkan mental juang dan semangat pantang menyerah. Raynor percaya bahwa “mereka yang bersungguh-sungguh akan berhasil,” dan keyakinan itu menjadi prinsip utama dalam setiap langkahnya melatih dan membimbing generasi penerus.Prestasinya di dunia olahraga pun membanggakan. Raynor pernah meraih Juara 2 dalam ajang nasional Taekwondo MOKS Championship, sebuah pencapaian yang menjadi bukti nyata dari kerja keras dan dedikasinya selama bertahun-tahun berlatih. Selain itu, ia juga menorehkan prestasi di berbagai event kejuaraan lainnya, yang semakin memperkuat posisinya sebagai atlet muda berpotensi dan pelatih berpengaruh di lingkungannya.Raynor juga merupakan pribadi yang senang mencari tahu hal-hal baru. Ia selalu terdorong untuk memahami sesuatu secara lebih dalam dan memiliki keinginan kuat untuk terus berkembang. Sifat inilah yang membawanya aktif mengikuti berbagai kegiatan pengembangan diri di luar kampus. Salah satu pengalaman berharga yang memperluas wawasannya adalah ketika ia mengikuti program Generasi Digital Intelektual (GDI).Dalam kegiatan GDI tersebut, Raynor mendapatkan banyak wawasan baru, mulai dari materi yang diberikan hingga interaksi dengan peserta lain yang memiliki gaya dan kemampuan unik masing-masing. Ia merasa kagum dengan semangat dan keterampilan para peserta lain yang menginspirasi dirinya untuk terus berkembang. Pengalaman itu menjadi titik penting bagi Raynor untuk memahami bahwa setiap orang memiliki kelebihan yang bisa saling melengkapi dan menguatkan.Bagi Raynor, mengikuti GDI bukan sekadar pengalaman belajar, melainkan kesempatan untuk melihat potensi diri dari perspektif yang lebih luas. Ia kini semakin yakin bahwa untuk menjadi pemimpin dan pribadi yang bermanfaat, seseorang harus terus membuka diri terhadap pengetahuan baru dan belajar dari orang-orang di sekitarnya.Dengan semangat itu, Raynor memegang teguh motto hidupnya:“Jadilah seseorang yang tidak dapat diperintah oleh orang lain.”Serta kata-kata yang menjadi pedoman dalam setiap langkahnya:“Rawatlah kebunmu dengan indah, maka kupu-kupu akan datang dengan sendirinya.”Audiensi GDI Bersama dr. Ratu Tenny Leriva Bahas Kolaborasi Menuju Digitalisasi untuk NegeriBaginya, makna kalimat tersebut adalah bahwa jika seseorang terus memperbaiki diri dan menumbuhkan hal-hal baik dalam kehidupannya, maka kesuksesan dan kebahagiaan akan datang dengan sendirinya tanpa harus dikejar. Dengan nilai-nilai ini, Raynor bertekad untuk menjadi pribadi yang tidak hanya tangguh dan mandiri, tetapi juga mampu menginspirasi banyak orang melalui tindakan nyata dan ketulusan dalam berkembang.Di dalam dirinya, selalu ada satu keyakinan sederhana yang menjadi pengingat setiap kali ia melangkah:“Berkembang, berkembang, berkembang sampai akhir.”Kalimat itu bukan sekadar kata motivasi, tetapi prinsip hidup yang menuntunnya untuk terus bertumbuh, tidak berhenti belajar, dan terus berproses menjadi versi terbaik dari dirinya sendiri.***
Read More Annisa Rizky Utami TOP 10 Duta GDI "Menyalakan Semangat Percaya Diri Dari Zona Nyaman Menuju Dunia Digital"
Wulan _ 2 bulan yang lalu
Lingkaran.id - Di tengah semangat generasi muda Indonesia yang kian aktif beradaptasi dengan perkembangan teknologi, muncul sosok inspiratif bernama Annisa Rizky Utami. Gadis kelahiran Palembang, 9 September 2005 ini merupakan salah satu Finalis Duta Generasi Digital Intelektual (GDI) 2025, yang hadir membawa semangat baru bagi anak muda untuk terus tumbuh, belajar, dan berani keluar dari zona nyaman.Kini, di usianya yang baru menginjak 20 tahun, Annisa tengah menempuh pendidikan Strata-1 di Universitas Bina Darma Palembang, dengan memilih jurusan Manajemen. Pilihan jurusan ini bukan tanpa alasan baginya, manajemen bukan sekadar ilmu tentang mengatur sumber daya, tetapi juga tentang bagaimana seseorang dapat mengelola diri sendiri, waktu, dan potensi yang dimiliki agar menjadi pribadi yang lebih produktif dan berdampak.Generasi Digital Intelektual (GDI) Jalin Sinergi Bersama Polresta Palembang: Wujudkan Kolaborasi Digital PositifPerjalanan Annisa menuju titik ini bukanlah sesuatu yang datang dengan mudah. Ia tumbuh sebagai pribadi yang percaya bahwa keberhasilan tidak selalu diukur dari prestasi akademik semata. “Saya bukan tipe orang yang menonjol di bidang akademik,” ungkap Annisa dengan jujur. Namun, keterbatasan itu tidak membuatnya berhenti berjuang. Sejak duduk di bangku sekolah dasar, Annisa telah aktif berpartisipasi dalam berbagai kegiatan non-akademik, mulai dari lomba seni, kepemimpinan, hingga kegiatan organisasi yang menumbuhkan rasa tanggung jawab dan percaya diri.Dari sanalah semangatnya tumbuh. Ia belajar bahwa pengalaman adalah guru terbaik, dan setiap kesempatan yang datang merupakan ruang untuk berkembang. Keikut sertaannya dalam ajang Generasi Digital Intelektual (GDI) 2025 menjadi salah satu titik penting dalam perjalanan pengembangan dirinya. Annisa mengaku bahwa selama mengikuti kegiatan GDI, ia menemukan begitu banyak hal baru yang membuka cara pandangnya terhadap dunia digital dan peran generasi muda di dalamnya.“Bagi saya, GDI bukan hanya tentang kompetisi. Ini adalah wadah untuk belajar menjadi pribadi yang berani, berpikir kritis, dan mampu beradaptasi dengan perubahan. Melalui berbagai kegiatan dan pelatihan di GDI, saya memahami bahwa dunia digital tidak hanya membutuhkan kemampuan teknis, tetapi juga karakter yang kuat, komunikasi yang baik, dan empati terhadap sesama,” tutur Annisa dengan penuh semangat.Selama proses kegiatan GDI, Annisa juga mendapatkan banyak pengalaman berharga, mulai dari bertukar ide dengan peserta lain dari berbagai Instansi, belajar memahami perbedaan, hingga mengasah kemampuan berbicara di depan publik. Semua itu menjadi pengalaman berharga yang menumbuhkan kepercayaan dirinya untuk terus melangkah maju. Ia juga merasa bangga dapat menjadi bagian dari Anggota GDI yang inspiratif dan kolaboratif, di mana setiap individu didorong untuk tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga pencipta inovasi dan perubahan positif di masyarakat.Bagi Annisa, mengikuti GDI merupakan bentuk pembuktian kepada dirinya sendiri bahwa keberanian untuk mencoba hal baru bisa mengubah banyak hal. “Saya belajar untuk tidak takut gagal, karena setiap kegagalan adalah bagian dari proses menuju keberhasilan,” ujarnya. Ia juga menekankan pentingnya membangun mental tangguh dan rasa percaya diri, dua hal yang menurutnya sangat dibutuhkan di era digital yang serba cepat dan kompetitif.10 Finalis Duta GDI 2025 Unjuk Kemampuan Terbaik dalam Talent Show GDI Fest 2025Kini, Annisa terus melangkah dengan semangat yang sama, semangat untuk belajar dan memberi dampak. Ia ingin menjadi contoh bagi anak muda lainnya, terutama bagi mereka yang mungkin pernah merasa kurang percaya diri atau tidak cukup unggul di bidang akademik. Melalui kisahnya, Annisa ingin menyampaikan pesan bahwa setiap orang memiliki keistimewaan dan jalannya masing-masing untuk bersinar, selama mereka berani berusaha dan konsisten memperjuangkan apa yang mereka yakini.Dengan tekad dan keyakinan yang kuat, Annisa Rizky Utami membuktikan bahwa keluar dari zona nyaman bukanlah hal yang menakutkan, melainkan langkah awal untuk menemukan versi terbaik dari diri sendiri. Sosoknya menjadi cerminan generasi muda yang tidak hanya adaptif terhadap teknologi, tetapi juga berintegritas, kreatif, dan memiliki kepedulian sosial yang tinggi, nilai-nilai yang sejalan dengan semangat Generasi Digital Intelektual 2025.***
Read More 










