Padel M. Agam

Padel M. Agam

Penulis Terverifikasi
-
861
Total Post
858
Experience Points
2021
Tahun Bergabung
Gold
Contributor Level
Progres Naik Ke Level Selanjutnya 🚀 (8.3%)
Ratu Dewa Respons Cepat Serangan Buaya, Warga Diminta Waspada
Ratu Dewa Respons Cepat Serangan Buaya, Warga Diminta Waspada
Lingkaran.id - Wali Kota Palembang, Ratu Dewa, mengunjungi kediaman Hasan (70), warga Kelurahan Suka Mulya, Kecamatan Sematang Borang, yang menjadi korban serangan buaya. Kunjungan tersebut dilakukan pada Selasa (10/2/2026) sebagai bentuk kepedulian dan dukungan moril dari pemerintah kota.Peristiwa yang dialami Hasan terjadi pada Rabu (5/2/2026) sekitar pukul 17.00 WIB. Saat itu, korban baru saja menyelesaikan aktivitas rutinnya sebagai peternak sapi. Menjelang sore, ia bermaksud membersihkan diri di sungai yang berada tak jauh dari rumahnya, setelah menggiring ternaknya kembali ke kandang.Wali Kota Palembang Ratu Dewa Tegaskan Komitmen Integritas dan Pelayanan Publik Tanpa KompromiNamun nahas, ketika berada di tepian sungai, seekor buaya tiba-tiba muncul dan langsung menggigit kakinya. Hasan mengaku sempat berteriak meminta pertolongan, tetapi tidak ada warga yang mendengar teriakannya saat itu.“Terjerit-jerit aku minta tolong, tapi katek yang nolong,” ujar Hasan, mengenang momen mencekam tersebut dengan wajah yang masih tampak trauma.Dalam kesempatan itu, Ratu Dewa mendengarkan langsung kronologi kejadian dari korban. Ia menyampaikan keprihatinannya atas insiden tersebut dan memastikan bahwa Pemerintah Kota Palembang telah berkoordinasi dengan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) untuk menindaklanjuti keberadaan satwa liar tersebut.Melalui unggahan di akun Instagram pribadinya, Ratu Dewa menyebut bahwa biasanya laporan warga yang ia terima berkaitan dengan infrastruktur seperti jalan rusak, pohon tumbang, atau lampu penerangan. Namun kali ini, laporan yang diterimanya berbeda karena menyangkut keselamatan warga akibat serangan hewan buas.Ia juga memastikan bahwa pihak terkait telah diinformasikan agar buaya tersebut dapat ditangkap dan dipindahkan ke penangkaran demi mencegah kejadian serupa terulang.Hasan sendiri mengungkapkan bahwa kemunculan buaya di sekitar sungai tersebut sebenarnya sudah beberapa kali diketahui warga. Namun, baru kali ini terjadi serangan yang menimbulkan korban luka.Ratu Dewa Tegas: Waspada Event Bodong yang Mencatut Nama Piala Wali Kota PalembangRatu Dewa mengimbau masyarakat, khususnya yang tinggal di bantaran sungai, untuk meningkatkan kewaspadaan. Warga diminta berhati-hati saat beraktivitas di sekitar sungai, baik untuk mandi, mencuci, maupun memancing.“Kita minta masyarakat tetap waspada. Keselamatan harus menjadi prioritas,” tegasnya.Pemerintah Kota Palembang berkomitmen untuk terus memantau situasi di lokasi kejadian serta berkoordinasi dengan instansi terkait guna memastikan keamanan warga di wilayah tersebut.***
Read More
Ziarah Kubro Ramai dan Khidmat, Ratu Dewa Jalin Silaturahmi dengan Habib Rizieq Shihab
Ziarah Kubro Ramai dan Khidmat, Ratu Dewa Jalin Silaturahmi dengan Habib Rizieq Shihab
Lingkaran.id - Wali Kota Palembang Ratu Dewa bersama Wakil Wali Kota Prima Salam menerima kunjungan tokoh agama Habib Rizieq Shihab di Rumah Dinas Wali Kota Palembang, Sabtu malam (7/2/2026). Pertemuan yang berlangsung dalam suasana hangat tersebut menjadi ajang silaturahmi sekaligus diskusi ringan mengenai arah pembangunan Kota Palembang.Kedua pimpinan daerah itu hadir bersama Sekretaris Daerah Kota Palembang dan sejumlah kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Meski berlangsung relatif singkat, pertemuan tersebut diisi dengan berbagai pesan dan pandangan yang dinilai penting bagi pembangunan kota.Generasi Digital Intelektual (GDI) Dorong SDM Unggul, Duta GDI Hadiri Seminar Nasional KewirausahaanRatu Dewa menyampaikan bahwa dalam dialog tersebut, Habib  Rizieq Shihab memberikan wejangan agar pembangunan Palembang tidak hanya terfokus pada aspek fisik seperti infrastruktur dan tata kota, tetapi juga memperhatikan pembangunan karakter, spiritualitas, serta kesejahteraan lahir dan batin masyarakat.Menurutnya, keseimbangan antara pembangunan jasmani dan rohani menjadi fondasi penting dalam mewujudkan kota yang maju sekaligus berakhlak. Ia berharap pesan tersebut dapat menjadi penguat semangat bagi jajaran Pemerintah Kota Palembang dalam menjalankan berbagai program yang berpihak pada kepentingan masyarakat luas.Audiensi GDI Bersama dr. Ratu Tenny Leriva Bahas Kolaborasi Menuju Digitalisasi untuk NegeriMomentum silaturahmi ini juga bertepatan dengan rangkaian kegiatan Ziarah Kubro yang berlangsung pada 6–8 Februari 2026 di Palembang. Kegiatan tersebut berjalan dengan khidmat dan mendapat sambutan antusias dari masyarakat. Ratu Dewa menilai kehadiran berbagai tokoh agama dalam agenda tersebut turut mempererat ukhuwah serta membawa suasana religius yang penuh keberkahan bagi Kota Palembang.Pemerintah Kota Palembang berharap semangat kebersamaan yang terjalin melalui silaturahmi dan kegiatan keagamaan tersebut dapat terus memperkuat persatuan serta mendukung pembangunan kota yang inklusif dan harmonis.***
Read More
Ratu Dewa dan Prima Salam Hadiri HUT ke-18 Partai Gerindra, 20 Ribu Paket Sembako Dibagikan
Ratu Dewa dan Prima Salam Hadiri HUT ke-18 Partai Gerindra, 20 Ribu Paket Sembako Dibagikan
Lingkaran.id - Wali Kota Palembang Ratu Dewa bersama Wakil Wali Kota Prima Salam menghadiri peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-18 Partai Gerindra yang digelar di Sekretariat DPD Gerindra Sumatera Selatan, Sabtu (7/2/2026). Kehadiran keduanya menjadi bentuk apresiasi terhadap kontribusi partai dalam kegiatan sosial kemasyarakatan di Kota Palembang.Perayaan HUT kali ini diisi dengan aksi berbagi 20.000 paket sembako kepada masyarakat. Bantuan tersebut disalurkan sebagai wujud rasa syukur sekaligus kepedulian terhadap warga yang membutuhkan, khususnya kelompok masyarakat berpenghasilan rendah.Wali Kota Palembang Ratu Dewa Tegaskan Komitmen Integritas dan Pelayanan Publik Tanpa KompromiDalam sambutannya, Ratu Dewa menyampaikan penghargaan atas konsistensi Gerindra dalam menjalankan program sosial yang dinilai langsung menyentuh kebutuhan masyarakat kecil. Ia menilai berbagai kegiatan sosial yang diinisiasi partai tersebut memberikan dampak nyata bagi warga Palembang.Ratu Dewa juga menyinggung sejumlah program nasional yang digagas Presiden Prabowo Subianto, yang menurutnya turut dirasakan manfaatnya oleh masyarakat di daerah. Ia berharap Gerindra terus berkontribusi positif dan bersinergi dengan pemerintah daerah dalam upaya meningkatkan kesejahteraan warga.Sementara itu, Ketua DPD Gerindra Sumsel, Kartika Sari Desi, memimpin langsung kegiatan bakti sosial tersebut. Ia didampingi Sekretaris DPD Gerindra Sumsel, Raden Gempita.Kartika menjelaskan bahwa puluhan ribu paket sembako tersebut didistribusikan ke 18 kecamatan di Kota Palembang melalui jaringan kader hingga tingkat ranting. Menurutnya, peringatan HUT menjadi momentum untuk memperkuat soliditas kader sekaligus menegaskan komitmen partai dalam mengawal kebijakan pemerintah pusat.Generasi Digital Intelektual (GDI) Dorong SDM Unggul, Duta GDI Hadiri Seminar Nasional KewirausahaanIa menekankan pentingnya kekompakan dan kehadiran kader di tengah masyarakat. Dengan tema kebersamaan dan pengabdian, Gerindra Sumsel berkomitmen melanjutkan program-program sosial secara berkelanjutan dan menjadi mitra strategis pemerintah daerah.Peringatan HUT ke-18 ini tidak hanya menjadi ajang konsolidasi internal partai, tetapi juga sarana mempertegas peran sosial politik Gerindra di Sumatera Selatan. Melalui aksi nyata di lapangan, partai berharap dapat terus memberikan manfaat langsung bagi masyarakat Palembang.***
Read More
Sirine Terjadwal Bukan Tanda Bahaya, Ini Penjelasan Damkar Palembang
Sirine Terjadwal Bukan Tanda Bahaya, Ini Penjelasan Damkar Palembang
Lingkaran.id - Pemerintah Kota Palembang melalui Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Palembang resmi mengoperasikan kembali sirine serta lampu skylight yang terpasang di Gedung Kantor Wali Kota Palembang atau yang dikenal sebagai Gedung Ledeng. Pengaktifan tersebut dijadwalkan mulai berjalan pada Senin, 16 Februari 2026.Langkah ini dilakukan sebagai upaya mengembalikan nilai historis gedung ikonik tersebut yang selama ini menjadi salah satu simbol pusat pemerintahan dan perhatian masyarakat di jantung kota. Selain memiliki makna sejarah, sirine dan skylight juga difungsikan sebagai penanda waktu bagi warga yang beraktivitas di kawasan pusat kota.Dinas Kominfo Kota Palembang Tambah 100 CCTV, Perkuat Pengawasan Keamanan hingga Sampah LiarKepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Palembang, Kemas Haikal, menjelaskan bahwa pengoperasian kembali fasilitas tersebut merupakan tindak lanjut arahan Wali Kota untuk menghidupkan kembali tradisi lama yang pernah melekat di tengah masyarakat.Menurutnya, keberadaan sirine bukan sekadar perangkat teknis, tetapi juga bagian dari identitas kota. Selain memperkuat karakter Gedung Ledeng sebagai bangunan bersejarah, bunyi sirine memiliki fungsi praktis sebagai pengingat waktu, khususnya bagi masyarakat yang beraktivitas di sekitar kawasan perkantoran dan pusat ekonomi.Berdasarkan keterangan resmi, sirine akan dibunyikan secara terjadwal setiap hari kerja. Untuk Senin hingga Kamis, sirine berbunyi pada pukul 12.00 WIB sebagai penanda waktu istirahat. Sementara pada hari Jumat, sirine dibunyikan lebih awal, yakni pukul 11.30 WIB.Khusus selama bulan Ramadan, mekanisme pengoperasian akan disesuaikan. Sirine akan difungsikan sebagai penanda waktu imsak, sedangkan lampu skylight akan dinyalakan saat waktu Magrib sebagai tanda berbuka puasa sekaligus penanda masuknya waktu salat Magrib.ASN Wajib Tahu! Ini Daftar Lengkap 8 Hari Cuti Bersama 2026Kemas Haikal mengimbau masyarakat agar tidak merasa khawatir ketika mendengar bunyi sirine pada jam-jam yang telah dijadwalkan tersebut. Ia menegaskan bahwa bunyi tersebut bersifat informatif dan bukan sinyal keadaan darurat.Namun demikian, ia mengingatkan bahwa sistem tersebut tetap berfungsi sebagai Early Warning System (EWS). Apabila sirine terdengar di luar jadwal resmi dan berbunyi terus-menerus, masyarakat diminta untuk meningkatkan kewaspadaan karena hal itu bisa menjadi indikasi adanya situasi darurat atau potensi bahaya.Dengan pengaktifan kembali sirine dan skylight ini, Pemkot Palembang berharap tradisi lama yang sarat makna sejarah dapat kembali hidup sekaligus memberikan manfaat nyata bagi warga kota.***
Read More
Di Bawah Komando Ratu Dewa, PLTSa Palembang Ditargetkan Pangkas Emisi dan Timbunan Sampah
Di Bawah Komando Ratu Dewa, PLTSa Palembang Ditargetkan Pangkas Emisi dan Timbunan Sampah
Lingkaran.id - Pemerintah Kota Palembang mempercepat realisasi proyek Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) sebagai solusi jangka panjang persoalan sampah perkotaan. Fasilitas ini diproyeksikan mampu memangkas timbunan sampah hingga 30 persen sekaligus mengubahnya menjadi energi listrik ramah lingkungan.Wali Kota Ratu Dewa menegaskan, PLTSa bukan sekadar proyek pelengkap, melainkan akan menjadi pusat sistem pengelolaan sampah kota. Hal itu disampaikannya saat menjadi narasumber dalam program Jurnal Nusantara Palembang di Kompas TV, Minggu (22/02/2026).Setahun Kepemimpinan RDPS, Ekonomi Palembang Tumbuh dan Angka Stunting Turun SignifikanMenurut Dewa, produksi sampah harian Palembang saat ini mencapai sekitar 1.200 ton. Dengan kapasitas pengolahan hingga 1.000 ton per hari, PLTSa diyakini mampu menekan volume sampah secara signifikan. Bahkan, dari total sampah yang masuk ke fasilitas, sekitar 80 persen volumenya dapat direduksi melalui proses pengolahan.“PLTSa ini akan menjadi tulang punggung sistem pengelolaan sampah kita,” ujarnya.Selain berfungsi mengurangi timbunan sampah, proyek ini juga dirancang untuk menekan emisi gas metana yang selama ini menjadi salah satu penyumbang gas rumah kaca. Sistem pengolahan akan dilengkapi teknologi penyaring berlapis dan pemantauan emisi secara terus-menerus untuk memastikan seluruh parameter, termasuk dioksin, berada dalam ambang batas baku mutu lingkungan.Dalam operasionalnya, PLTSa direncanakan beroperasi hampir penuh selama 20 hingga 24 jam setiap hari. Distribusi sampah ke fasilitas diperkirakan mencapai 40–50 ton per jam. Tantangan utama, menurut Dewa, adalah menjaga stabilitas pasokan sampah dari seluruh Tempat Penampungan Sementara (TPS) agar sesuai jadwal dan spesifikasi teknis.Saat ini, Kota Palembang memiliki sekitar 160 armada pengangkut sampah yang melayani 18 kecamatan. Namun, untuk mendukung operasional optimal PLTSa, dibutuhkan setidaknya 220 unit armada. Artinya, masih terdapat kekurangan sekitar 60 kendaraan.Dewa menekankan perlunya peremajaan armada lama serta pengadaan kendaraan baru agar distribusi sampah berjalan efektif. Ia juga mendorong pengelolaan berbasis data untuk memastikan sistem berjalan efisien dan terukur.Di sisi lain, Pemkot menilai partisipasi warga menjadi kunci keberhasilan program ini. Penerapan prinsip 3R (Reduce, Reuse, Recycle) dan pemilahan sampah dari sumbernya terus didorong.Program “Satu Kelurahan Satu Bank Sampah” menjadi salah satu strategi utama. Hingga kini, telah terbentuk 96 bank sampah dari total 107 kelurahan di Palembang. Setiap unit rata-rata mampu mengurangi 0,5 hingga 1 ton sampah per hari, atau secara keseluruhan sekitar 50–100 ton per hari.Kontribusi tersebut dinilai cukup signifikan karena setara 4–8 persen dari total produksi sampah harian, sekaligus membuka peluang penguatan ekonomi masyarakat melalui pengelolaan sampah berbasis komunitas.Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Palembang, Akhmad Mustain, menjelaskan bahwa sampah yang masuk ke fasilitas akan ditampung di bunker selama tujuh hari sebelum diproses melalui metode pembakaran (combustion). Insinerator menjadi komponen utama dalam sistem ini.Inovator GDI Gaungkan Inovasi Berdampak Lewat Sinergi Bersama AI di RRI Pro 4 PalembangSampah akan dibakar pada suhu tinggi untuk menghasilkan uap, yang kemudian digunakan memutar turbin dan menghasilkan listrik. Proyek PLTSa di kawasan Keramasan ini diproyeksikan mampu menghasilkan daya hingga 20 megawatt (MW), dengan sekitar 17,7 MW akan disalurkan ke jaringan listrik nasional.Pemerintah berharap tambahan pasokan energi tersebut dapat memperkuat sistem kelistrikan kota yang terus tumbuh seiring perkembangan ekonomi dan jumlah penduduk.Dengan produksi sampah harian yang berkisar antara 1.200 hingga 1.500 ton, keberadaan PLTSa diharapkan mampu mengurangi beban Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) secara signifikan, sekaligus menjadikan sampah sebagai sumber energi alternatif yang berkelanjutan.***
Read More
Ratu Dewa dan Prima Salam Santuni 500 Anak Yatim di Momen Setahun Kepemimpinan
Ratu Dewa dan Prima Salam Santuni 500 Anak Yatim di Momen Setahun Kepemimpinan
Lingkaran.id - Pemerintah Kota Palembang menggelar kegiatan santunan bagi 500 anak yatim dalam rangka memperingati satu tahun masa kepemimpinan Wali Kota Ratu Dewa bersama Wakil Wali Kota Prima Salam. Kegiatan tersebut bertepatan dengan bulan suci Ramadan 1447 Hijriah atau tahun 2026 Masehi.Acara yang dikemas dalam bentuk tasyakuran dan doa bersama itu berlangsung sederhana namun penuh khidmat. Dalam sambutannya, Ratu Dewa menegaskan bahwa capaian selama satu tahun terakhir bukanlah hasil kerja individu, melainkan buah kolaborasi seluruh jajaran pemerintah daerah.Inovator GDI Gaungkan Inovasi Berdampak Lewat Sinergi Bersama AI di RRI Pro 4 PalembangIa menyampaikan apresiasi kepada seluruh kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), camat, lurah, asisten, serta seluruh unsur pemerintahan yang telah bekerja bersama membangun Kota Palembang.“Keberhasilan ini adalah hasil kerja kolektif. Tanpa dukungan seluruh perangkat daerah dan jajaran pemerintahan, tentu kami tidak bisa menjalankan amanah ini dengan baik,” ujarnya, Sabtu.Momentum Ramadan dipilih sebagai waktu yang tepat untuk berbagi dan memanjatkan doa bersama. Ratu Dewa mengatakan, keterlibatan anak-anak yatim dalam kegiatan tersebut bukan sekadar simbolis, melainkan bentuk harapan agar doa yang dipanjatkan membawa keberkahan bagi kepemimpinan dan Kota Palembang.Ia berharap seluruh jajaran pemerintah diberikan kesehatan, kekuatan, dan keistiqamahan dalam menjalankan tugas pelayanan kepada masyarakat.“Kami percaya doa anak-anak yatim memiliki keutamaan. Semoga menjadi penguat langkah kami dalam mengemban tanggung jawab ini,” katanya.Sementara itu, Sekretaris Daerah Kota Palembang, Aprizal Hasyim, menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Ia menilai satu tahun kepemimpinan Ratu Dewa dan Prima Salam menunjukkan semangat kerja yang terus tumbuh, khususnya dalam peningkatan kualitas pelayanan publik.Sambut Piala Dunia 2026, Wali Kota Palembang Buka Friendly Match dan Siapkan Nobar di Tepi Sungai MusiAprizal berharap momentum tasyakuran ini semakin mempererat sinergi antarperangkat daerah dan membawa dampak positif bagi pembangunan kota.“Semoga kolaborasi yang sudah terbangun dapat terus diperkuat, sehingga memberikan keberkahan dan kemajuan bagi Palembang,” ujarnya.Kegiatan santunan dan doa bersama tersebut menjadi refleksi atas perjalanan satu tahun kepemimpinan, sekaligus pengingat akan pentingnya kebersamaan dan kepedulian sosial dalam membangun kota.***
Read More
Ratu Dewa Tetapkan Talang Kepuh Gandus sebagai Lokasi Mini Zoo, Target Mulai Dibangun Tahun Ini
Ratu Dewa Tetapkan Talang Kepuh Gandus sebagai Lokasi Mini Zoo, Target Mulai Dibangun Tahun Ini
Lingkaran.id -  Pemerintah Kota Palembang memastikan rencana pembangunan Mini Zoo akan direalisasikan pada 2026. Wali Kota Palembang, Ratu Dewa, telah menetapkan kawasan Talang Kepuh, Gandus sebagai lokasi proyek wisata edukatif tersebut.Dewa menegaskan, penentuan lokasi sudah final dan proses eksekusi ditargetkan berjalan tahun ini setelah tahapan administrasi dan teknis kerja sama rampung.Menkes Bantah Pemecatan dr Piprim karena Perbedaan Pendapat, Tegaskan Terkait Pelanggaran Disiplin“Lokasinya sudah ditetapkan di Talang Kepuh, Gandus. Kita ingin segera berjalan,” ujarnya, Sabtu (21/2/2026).Dalam pelaksanaannya, pembangunan Mini Zoo tidak sepenuhnya mengandalkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Pemerintah kota akan menggandeng pihak ketiga atau investor yang lebih dulu melakukan pembelian lahan.Sebagai bagian dari kesepakatan, Pemkot meminta agar sebagian area dialokasikan untuk pembangunan Kantor Camat Gandus yang akan berdampingan dengan kawasan Mini Zoo.Menurut Dewa, konsep pengembangan kawasan ini tidak hanya berfokus pada sektor wisata, tetapi juga diarahkan untuk mendukung pelayanan publik dan penataan wilayah Gandus sebagai kawasan baru yang lebih tertib dan terintegrasi.Rencana pembangunan Mini Zoo ini berawal dari kunjungan studi banding Ratu Dewa ke Jatim Park di Kota Batu, Jawa Timur. Ia menilai konsep kebun binatang mini yang dipadukan dengan wahana edukasi keluarga sangat relevan diterapkan di Palembang.Dewa melihat bagaimana destinasi tersebut mampu menjadi magnet wisata keluarga dengan menghadirkan edukasi satwa, rekreasi, serta ruang pembelajaran bagi anak-anak dalam satu kawasan terpadu.“Kita ingin menghadirkan konsep serupa di Palembang, sehingga anak-anak bisa belajar mengenal satwa dan lingkungan tanpa harus ke luar kota,” katanya.Keberadaan Mini Zoo diharapkan dapat menambah alternatif destinasi wisata di Palembang sekaligus menjadi sarana edukasi lingkungan bagi pelajar. Selain itu, proyek ini diyakini mampu menggerakkan perekonomian lokal, khususnya sektor UMKM dan jasa di wilayah Gandus.Dewa optimistis pengembangan kawasan tersebut akan memberi efek berganda terhadap pertumbuhan ekonomi setempat.Selain proyek Mini Zoo, Pemkot Palembang juga menyiapkan rencana penataan ulang kawasan Taman Wisata Alam Punti Kayu. Namun hingga kini, pengelolaan kawasan tersebut masih menunggu proses finalisasi dari pemerintah pusat.Dewa menjelaskan bahwa Punti Kayu masih berada di bawah kewenangan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan sehingga perlu penyelesaian administrasi sebelum dapat diserahkan ke pemerintah kota.Setahun Kepemimpinan RDPS, Ekonomi Palembang Tumbuh dan Angka Stunting Turun SignifikanSetelah proses tersebut selesai, Pemkot berencana melakukan revitalisasi dengan menggandeng pihak ketiga. Konsep penataan ulang akan mengusung wajah yang lebih modern tanpa menghilangkan fungsi utama kawasan sebagai hutan wisata.Ia berharap pembangunan Mini Zoo dan revitalisasi Punti Kayu dapat berjalan beriringan, sehingga memperkuat sektor pariwisata Palembang sekaligus memperluas ruang edukasi dan rekreasi bagi masyarakat.***
Read More
Ratu Dewa Uji Coba Sirine dan Skylight Watertoren, Ikon Bersejarah Palembang Bersinar Saat Ramadan
Ratu Dewa Uji Coba Sirine dan Skylight Watertoren, Ikon Bersejarah Palembang Bersinar Saat Ramadan
Lingkaran.id - Wali Kota Palembang, Drs. H. Ratu Dewa, M.Si, melakukan peninjauan langsung ke Kantor Wali Kota Palembang yang dikenal dengan sebutan Kantor Leideng atau Watertoren (Menara Air), untuk memastikan kesiapan operasional sirine dan lampu skylight yang akan difungsikan selama bulan suci Ramadan.Dalam uji coba tersebut, tak hanya suara sirine yang kembali menggema, namun cahaya dari lampu skylight yang dipancarkan dari puncak gedung bersejarah itu juga akan menghiasi langit Kota Palembang yang dikenal dengan julukan Kota BARI menjelang waktu Maghrib."Siang tadi kito uji coba sirine dan jugo skylight yang akan di operasike tiap hari dengan jam-jam tertentu yang sudah di jadwalke," ungkap Ratu Dewa.Kominfo Palembang Perkuat Infrastruktur Digital, Siap Wujudkan Pengawasan dan Layanan Publik Real-TimeRatu Dewa menyampaikan bahwa penyalaan sirine dan skylight ini akan dilakukan sesuai jadwal yang telah ditetapkan. Untuk sirine, bunyi akan dikumandangkan pukul 12.00 WIB pada Senin hingga Kamis, pukul 11.30 WIB setiap Jumat, serta pada waktu imsak selama bulan Ramadan. Sementara itu, lampu skylight akan dinyalakan sebagai penanda masuknya waktu Maghrib sepanjang Ramadan dan direncanakan berlanjut seterusnya.Gedung yang kini menjadi pusat aktivitas pemerintahan Kota Palembang tersebut memiliki nilai historis tinggi. Watertoren dibangun pada periode 1926–1929 oleh Pemerintah Hindia Belanda dengan perancang bernama S. Snuijf. Bangunan setinggi 35 meter itu dulunya berfungsi sebagai menara penampungan air bersih yang diolah dari air Sungai Musi, dengan kapasitas mencapai 1.200 meter kubik.Terletak di Jalan Merdeka, bangunan berwarna putih yang menjulang tersebut dilengkapi jaringan pipa besi besar sebagai bagian dari sistem distribusi air bersih pada masa itu. Pada era kolonial, pasokan air dari menara ini hanya dinikmati kalangan tertentu, terutama warga elite yang bermukim di kawasan Talang Semut yang sebagian besar dihuni pejabat dan masyarakat Belanda.Bagi warga Palembang generasi lama, sirine dari Kantor Leideng bukanlah hal asing. Seorang warga kelahiran 1960-an mengenang suara sirine yang rutin terdengar setiap pukul 07.00 WIB sebagai penanda dimulainya aktivitas kerja.“Waktu kecil dulu sering dengar suara nyaring sekali dari arah Sungai Musi. Kami kira itu bunyi kapal besar yang mau lewat Jembatan Ampera saat bagian tengahnya diangkat. Ternyata itu dari Kantor Leideng,” ujarnya, mengenang masa tinggalnya di kawasan belakang Pasar Cinde pada era Presiden Soeharto.Dinas Kominfo Kota Palembang Tambah 100 CCTV, Perkuat Pengawasan Keamanan hingga Sampah LiarKini, melalui pengaktifan kembali sirine dan penambahan pencahayaan skylight, Pemerintah Kota Palembang berupaya menghidupkan kembali simbol sejarah sekaligus menghadirkan nuansa religius di bulan Ramadan.Langkah tersebut diharapkan tidak hanya menjadi penanda waktu ibadah bagi masyarakat, tetapi juga memperkuat identitas Watertoren sebagai ikon kota yang menyatukan nilai sejarah dan spiritualitas dalam denyut kehidupan Palembang masa kini.***
Read More
Komitmen Wali Kota Palembang Bangun Pemerintahan Partisipatif Lewat Rumah Aspirasi
Komitmen Wali Kota Palembang Bangun Pemerintahan Partisipatif Lewat Rumah Aspirasi
Lingkaran.id -  Rumah Dinas Wali Kota Palembang, Ratu Dewa, yang selama ini dikenal sebagai kediaman resmi kepala daerah, kini bertransformasi menjadi ruang terbuka bagi masyarakat. Pemerintah Kota Palembang mengubah fungsi rumah jabatan tersebut menjadi “Rumah Aspirasi Warga”, sebagai wadah komunikasi langsung antara warga dan pemerintah.Wali Kota Palembang Ratu Dewa menegaskan, perubahan ini merupakan wujud komitmen pemerintah kota untuk mendekatkan pelayanan kepada masyarakat. Menurut dia, rumah dinas tidak lagi semata-mata menjadi simbol jabatan, melainkan difungsikan sebagai ruang interaksi dua arah yang aktif dan inklusif.Kominfo Palembang Perkuat Infrastruktur Digital, Siap Wujudkan Pengawasan dan Layanan Publik Real-Time“Rumah dinas ini kami jadikan jembatan komunikasi. Masyarakat bisa datang, menyampaikan masukan, berdialog, dan mencari solusi bersama,” ujar Ratu Dewa.Dalam penataannya, bagian belakang dan samping rumah dinas disiapkan secara khusus sebagai ruang penyampaian aspirasi. Area tersebut dirancang agar warga dapat menyampaikan keluhan maupun usulan dengan nyaman. Tak hanya itu, konsep rumah dinas juga diperluas menjadi kawasan edukatif dan ramah keluarga. Sejumlah fasilitas seperti mini museum, sudut swafoto, hingga area bermain anak turut dihadirkan guna menciptakan suasana yang lebih terbuka dan humanis.Akses terhadap Rumah Aspirasi Warga ini pun dibuat fleksibel. Warga dapat datang langsung ke lokasi di Jalan Tasik, atau memanfaatkan kanal pengaduan daring yang dikelola Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Palembang. Pemerintah juga mengatur jadwal layanan, termasuk membuka pelayanan pada akhir pekan, guna menyesuaikan dengan waktu luang masyarakat.Kepala Diskominfo Palembang, Adi Zahri, sebelumnya menyampaikan bahwa sejak diluncurkan pada 27 Mei 2025, respons masyarakat tergolong tinggi. Berdasarkan data periode Juni hingga Desember 2025, lebih dari 16 ribu warga telah memanfaatkan layanan secara langsung.Selain itu, tercatat ratusan laporan resmi masuk melalui sistem pengaduan dan seluruhnya diproses sesuai mekanisme yang berlaku. “Bagi kami, setiap laporan bukan sekadar angka, melainkan tanggung jawab yang harus ditindaklanjuti. Kami ingin memastikan setiap aspirasi mendapatkan solusi konkret,” katanya.Fondasi Teoritis Model Teknologi PembelajaranMemasuki 2026, Pemerintah Kota Palembang menargetkan penguatan fungsi Rumah Aspirasi dan layanan call center agar dapat menjadi percontohan nasional dalam pengelolaan aduan publik. Transformasi tersebut diusung dengan semangat menjadikan rumah dinas sebagai “Rumah Rakyat, Rumah Berjuta Manfaat”.Langkah ini sekaligus menegaskan komitmen Wali Kota Palembang dalam membangun pemerintahan yang partisipatif, transparan, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.***
Read More
Walikota Palembang Perkuat Infrastruktur Digital, Siap Wujudkan Pengawasan dan Layanan Publik Real-Time
Walikota Palembang Perkuat Infrastruktur Digital, Siap Wujudkan Pengawasan dan Layanan Publik Real-Time
Lingkaran.id - Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kota Palembang terus memantapkan perannya sebagai motor penggerak transformasi digital di lingkungan Pemerintah Kota Palembang. Komitmen tersebut ditegaskan dalam kunjungan kerja Wali Kota Palembang, Drs. H. Ratu Dewa, M.Si, ke kantor Kominfo Palembang.Kunjungan itu menitikberatkan pada kesiapan infrastruktur teknologi informasi, terutama dalam mendukung sistem pengawasan kinerja aparatur dan peningkatan kualitas pelayanan publik berbasis digital.Dinas Kominfo Kota Palembang Tambah 100 CCTV, Perkuat Pengawasan Keamanan hingga Sampah LiarWali Kota Ratu Dewa menyampaikan bahwa keterbatasan waktu membuatnya tidak memungkinkan untuk melakukan inspeksi langsung ke seluruh 107 kelurahan di Kota Palembang. Karena itu, optimalisasi sistem digital dinilai menjadi solusi strategis.“Digitalisasi harus kita maksimalkan. Kominfo menjadi garda terdepan dalam membangun dan mengintegrasikan sistem pengawasan secara online,” ujar Ratu Dewa.Dalam peninjauan tersebut, Kominfo memaparkan rencana integrasi kamera pengawas (CCTV) yang telah terpasang di sejumlah kecamatan dan kelurahan. Saat ini, sebagian perangkat masih berdiri sendiri dan belum terhubung secara terpusat.Ke depan, seluruh CCTV ditargetkan terkoneksi langsung ke server pusat yang dikelola Kominfo. Integrasi ini akan diperkuat melalui pengembangan Command Center sebagai pusat kendali dan monitoring aktivitas pelayanan publik secara real-time.Kepala Dinas Kominfo Kota Palembang menyatakan bahwa pihaknya telah menyiapkan skema penguatan server, peningkatan kapasitas jaringan, serta sistem keamanan data guna memastikan seluruh perangkat dapat terhubung dengan stabil dan aman.“Command Center akan menjadi pusat kontrol terpadu. Dari sini, aktivitas pelayanan di kecamatan dan kelurahan dapat dipantau secara langsung, cepat, dan akurat,” jelasnya.Sistem tersebut juga memungkinkan pimpinan daerah melakukan pemantauan melalui perangkat digital, termasuk dari ruang kerja, tanpa harus turun langsung ke lapangan. Kominfo menegaskan bahwa transformasi digital ini tidak hanya sebatas modernisasi perangkat, tetapi juga menjadi instrumen untuk memperkuat kedisiplinan aparatur sipil negara (ASN) maupun non-ASN.ASN Wajib Tahu! Ini Daftar Lengkap 8 Hari Cuti Bersama 2026Melalui sistem pengawasan terintegrasi, aktivitas pelayanan publik dapat tercatat dan terdokumentasi dengan baik. Hal ini diharapkan mampu mencegah praktik indisipliner, seperti meninggalkan tempat kerja sebelum waktu yang ditentukan atau mengabaikan masyarakat yang membutuhkan layanan. Pemanfaatan teknologi juga diarahkan untuk meningkatkan transparansi, akuntabilitas, serta respons cepat terhadap aduan warga.Dengan langkah ini, Kominfo Kota Palembang menegaskan posisinya sebagai pusat inovasi digital pemerintahan daerah. Transformasi yang sedang dibangun tidak hanya berorientasi pada efisiensi birokrasi, tetapi juga pada pelayanan publik yang lebih profesional, responsif, dan berbasis teknologi. Upaya percepatan digitalisasi tersebut menjadi bagian dari visi besar Pemerintah Kota Palembang dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang modern, adaptif, dan terintegrasi.***
Read More
Sekda Aprizal Dampingi Komisi V DPR RI Tinjau Proyek Pengendalian Banjir Sungai Bendung
Sekda Aprizal Dampingi Komisi V DPR RI Tinjau Proyek Pengendalian Banjir Sungai Bendung
Lingkaran.id - Pemerintah Kota Palembang terus memacu upaya penanggulangan banjir yang kerap melanda sejumlah kawasan permukiman. Komitmen tersebut terlihat saat Sekretaris Daerah Kota Palembang, Aprizal Hasyim, mendampingi kunjungan kerja spesifik Komisi V DPR RI ke Rumah Pompa Bendung dan kawasan Sungai Bendung, Kamis (12/2/2026).Rombongan legislatif yang dipimpin Ketua Komisi V DPR RI, Robert Rouw, meninjau secara langsung perkembangan pembangunan infrastruktur pengendalian banjir. Kunjungan ini bertujuan memastikan proyek yang mendapat dukungan Kementerian Pekerjaan Umum melalui Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) berjalan sesuai rencana dan tepat sasaran.Dinas Kominfo Kota Palembang Tambah 100 CCTV, Perkuat Pengawasan Keamanan hingga Sampah LiarAprizal menjelaskan, penanganan Sungai Bendung mencakup pembenahan sepanjang kurang lebih 17,5 kilometer alur sungai. Pekerjaan tersebut meliputi normalisasi sungai, penguatan tebing, peningkatan kapasitas pompa, hingga optimalisasi sistem drainase guna mempercepat aliran air saat curah hujan tinggi.Menurutnya, proyek ini ditargetkan rampung dalam waktu satu tahun. Saat ini proses lelang tengah berlangsung dan diharapkan tahap konstruksi dapat diselesaikan pada tahun berjalan.“Dukungan pemerintah pusat sangat penting, terutama untuk kawasan padat penduduk yang selama ini rentan terdampak genangan,” ujar Aprizal.Sebagai bagian dari sistem pengendalian terpadu, Pemkot Palembang juga merencanakan pembangunan kolam retensi di kawasan Simpang Polda, tepatnya di samping Kantor PTSP Provinsi Sumatera Selatan. Lahan untuk pembangunan tersebut telah dihibahkan oleh Gubernur Sumatera Selatan kepada pemerintah kota.Aprizal menyebutkan, kolam retensi itu akan difungsikan sebagai penampung sementara debit air berlebih ketika hujan deras, sehingga dapat mengurangi beban aliran Sungai Bendung dan meminimalkan limpasan ke permukiman warga.Ia menegaskan kesiapan pemerintah kota dalam mendukung proyek strategis tersebut, termasuk penyediaan lahan tambahan dan penanganan dampak sosial yang mungkin timbul. Menurutnya, keberhasilan program pengendalian banjir sangat ditentukan oleh sinergi antara pemerintah pusat, provinsi, dan kota.Sementara itu, Robert Rouw menilai persoalan banjir di Palembang harus menjadi perhatian serius mengingat dampaknya yang luas. Berdasarkan laporan yang diterima, sekitar 400 ribu kepala keluarga berpotensi terus terdampak genangan apabila proyek ini tidak dituntaskan secara menyeluruh.Ia menyampaikan bahwa Kementerian PU melalui BBWS telah menyiapkan perencanaan teknis serta dukungan prasarana. Namun, komitmen pemerintah daerah dalam penyediaan dan pembebasan lahan tetap menjadi faktor penentu kelancaran proyek.ASN Wajib Tahu! Ini Daftar Lengkap 8 Hari Cuti Bersama 2026Menurut Robert, percepatan penyediaan lahan akan sangat memengaruhi tahapan konstruksi serta efektivitas sistem pengendalian banjir secara keseluruhan.Dengan kolaborasi lintas pemerintahan dan dukungan teknis yang matang, Pemerintah Kota Palembang optimistis penanganan banjir dapat dilakukan secara bertahap dan berkelanjutan. Upaya ini diharapkan tidak hanya menyelesaikan persoalan genangan jangka pendek, tetapi juga memperkuat ketahanan infrastruktur kota dalam menghadapi tantangan lingkungan di masa mendatang.***
Read More
Diskominfo Palembang Perkuat Layanan Publik Lewat Bimbel Gratis Rumah Belajar Wong Kito
Diskominfo Palembang Perkuat Layanan Publik Lewat Bimbel Gratis Rumah Belajar Wong Kito
Lingkaran.id - Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Palembang mengambil peran strategis dalam penguatan layanan publik berbasis edukasi dengan meluncurkan Program Bimbingan Belajar Gratis Rumah Belajar Wong Kito. Peluncuran program tersebut dirangkaikan dengan penandatanganan kerja sama bersama Universitas PGRI Palembang dan digelar di Rumah Dinas Wali Kota Palembang, Selasa (10/2/2026).Sebagai perangkat daerah yang membidangi layanan informasi dan inovasi digital, Diskominfo Palembang tidak hanya berfokus pada urusan teknologi, tetapi juga aktif mendorong program pemberdayaan masyarakat. Salah satunya melalui bimbingan belajar gratis yang ditujukan bagi siswa kelas VI Sekolah Dasar di Kota Palembang.Dinas Kominfo Kota Palembang Tambah 100 CCTV, Perkuat Pengawasan Keamanan hingga Sampah LiarKepala Diskominfo Kota Palembang, Adi Zahri, menyampaikan bahwa program Rumah Belajar Wong Kito merupakan bentuk pengembangan layanan publik yang sebelumnya dikenal sebagai Rumah Aspirasi. Program tersebut awalnya difungsikan sebagai wadah penyampaian aspirasi dan pengaduan masyarakat, namun terus berkembang seiring tingginya partisipasi warga.“Diskominfo melihat antusiasme masyarakat sangat besar. Karena itu, layanan yang ada kami kembangkan tidak hanya pada pengaduan, tetapi juga pada pelayanan kependudukan, ruang bermain anak, hingga edukasi melalui bimbingan belajar gratis,” ujar Adi Zahri.Ia menjelaskan, saat ini Rumah Aspirasi telah bertransformasi menjadi ruang interaksi publik yang inklusif, ramah anak, dan berorientasi pada peningkatan kualitas sumber daya manusia. Selain bimbel gratis, Diskominfo juga menghadirkan taman bacaan anak yang dibuka secara rutin dua kali dalam sepekan.“Rumah ini adalah milik masyarakat Palembang. Diskominfo berperan memastikan ruang ini memberi manfaat nyata, khususnya bagi anak-anak, agar mendapatkan akses belajar yang baik dan berkelanjutan,” katanya.Inovator dan Duta GDI Tunjukkan Peran Aktif Generasi Muda di Konferensi Internasional ICIBA–SOSEIC 2025Untuk menjaga kualitas materi dan metode pembelajaran, Diskominfo Palembang menggandeng Universitas PGRI Palembang sebagai mitra akademik. Kolaborasi ini diharapkan mampu menghadirkan pendampingan belajar yang terstruktur, profesional, dan sesuai kebutuhan peserta didik.Melalui program ini, Diskominfo Kota Palembang menegaskan komitmennya dalam mendukung pembangunan pendidikan berbasis kerakyatan. Program Bimbel Gratis Rumah Belajar Wong Kito diharapkan dapat menjadi fondasi dalam mencetak generasi muda Palembang yang cerdas, adaptif, dan siap menghadapi tantangan di era digital.***
Read More
Ratu Dewa Siapkan Strategi Besar Wujudkan Palembang Lebih Maju 2026
Ratu Dewa Siapkan Strategi Besar Wujudkan Palembang Lebih Maju 2026
Lingkaran.id - Pemerintah Kota Palembang menggeber sejumlah program strategis untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dan mempercepat pembangunan infrastruktur pada tahun 2026. Wali Kota Palembang Ratu Dewa menegaskan bahwa kebijakan pembangunan tersebut melibatkan berbagai sektor secara terpadu, dengan fokus utama pada pemberdayaan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) serta percepatan pengerjaan infrastruktur kota.Dalam “peta besar” pembangunan yang disampaikan kepada publik, Ratu Dewa mengatakan bahwa UMKM akan terus menjadi salah satu motor utama perekonomian Palembang melalui berbagai dukungan langsung dari pemerintah daerah.Dinas Kominfo Kota Palembang Tambah 100 CCTV, Perkuat Pengawasan Keamanan hingga Sampah LiarUpaya tersebut sejalan dengan fakta bahwa pelaku UMKM terus menunjukkan dinamika positif dan berperan signifikan dalam meningkatkan aktivitas ekonomi lokal. Dukungan seperti pelatihan kapasitas, pendampingan usaha, serta akses modal dinilai menjadi faktor penting pertumbuhan sektor ini.Selain itu, Ratu Dewa menegaskan bahwa pengerjaan infrastruktur kota akan dipercepat di sejumlah titik strategis. Hal ini meliputi peningkatan fasilitas publik, perbaikan drainase, penataan ruang kota, serta berbagai pembangunan jalan dan fasilitas umum lainnya yang bertujuan memperlancar aktivitas warganya. Fokus ini juga ditujukan untuk memperkuat konektivitas kota dan menciptakan ruang-ruang publik yang lebih nyaman serta mendukung mobilitas.Program “peta besar” 2026 juga memasukkan sejumlah kegiatan yang ditujukan untuk memperkuat sektor ekonomi dan sosial lainnya, termasuk pelayanan publik serta penataan kawasan strategis di pusat kota.ASN Wajib Tahu! Ini Daftar Lengkap 8 Hari Cuti Bersama 2026Ratu Dewa menggarisbawahi pentingnya kolaborasi lintas sektor, baik dengan pemerintah provinsi, instansi terkait, maupun masyarakat luas, agar program-program tersebut dapat berjalan efektif dan berdampak besar bagi kesejahteraan warga Palembang.Pemkot Palembang optimistis bahwa pendekatan pembangunan yang lebih inklusif dan terencana ini akan memperkuat daya saing ekonomi daerah sekaligus menciptakan kota yang lebih modern dan berdaya bagi seluruh lapisan masyarakat.***
Read More
Sekda Aprizal Hasyim Tekankan Peran Camat sebagai Garda Terdepan Pelayanan Publik
Sekda Aprizal Hasyim Tekankan Peran Camat sebagai Garda Terdepan Pelayanan Publik
Lingkaran.id -  Sekretaris Daerah Kota Palembang, Aprizal Hasyim, menegaskan pentingnya peran camat sebagai ujung tombak pelayanan sekaligus representasi pemerintah di tengah masyarakat. Hal itu disampaikannya di Palembang, Sumatera Selatan, Selasa, saat memberikan arahan terkait penguatan kinerja aparatur kewilayahan.Menurut Aprizal, camat tidak hanya bertugas menjalankan administrasi pemerintahan, tetapi juga memastikan setiap program prioritas pemerintah kota benar-benar dirasakan manfaatnya oleh warga. Ia mengingatkan agar tidak ada lagi ego sektoral dalam pelaksanaan tugas.Generasi Digital Intelektual (GDI) Dorong SDM Unggul, Duta GDI Hadiri Seminar Nasional Kewirausahaan“Seluruh kegiatan harus dilakukan secara kolaboratif dengan membangun kerja tim yang solid. Camat harus memahami kondisi riil di wilayahnya masing-masing,” ujarnya.Ia menekankan bahwa camat merupakan garda terdepan sekaligus wajah pemerintah di mata masyarakat. Oleh sebab itu, pemahaman terhadap kebijakan wali kota menjadi hal mutlak agar setiap aspirasi warga dapat ditindaklanjuti dengan cepat dan tepat.Aprizal juga menyoroti sejumlah program strategis yang perlu mendapat perhatian serius. Di antaranya pelayanan administrasi kependudukan (adminduk) yang memerlukan percepatan koordinasi antara Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) dengan pihak kecamatan.Selain itu, ia meminta respons cepat terhadap persoalan infrastruktur, terutama kerusakan jalan di kawasan permukiman yang kerap dikeluhkan masyarakat. Penanganan yang sigap dinilai penting untuk menjaga kenyamanan dan keselamatan warga.Audiensi GDI Bersama dr. Ratu Tenny Leriva Bahas Kolaborasi Menuju Digitalisasi untuk NegeriTak hanya itu, program Palembang Sehat dan Palembang Cerdas juga harus dipastikan menjangkau lapisan masyarakat paling bawah. Ia berharap camat aktif melakukan pemantauan di lapangan sehingga pelaksanaan program benar-benar tepat sasaran.Dengan penguatan koordinasi dan sinergi antarperangkat daerah, Aprizal optimistis kualitas pelayanan publik di Kota Palembang akan semakin meningkat dan mampu menjawab kebutuhan masyarakat secara menyeluruh.***
Read More
Pengguna Instagram Diimbau Waspada Email Reset Kata Sandi, Diduga Terkait Kebocoran Data
Pengguna Instagram Diimbau Waspada Email Reset Kata Sandi, Diduga Terkait Kebocoran Data
Lingkaran.id -  Pengguna Instagram diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap maraknya email mencurigakan yang mengatasnamakan platform tersebut, khususnya pesan yang berisi permintaan pengaturan ulang kata sandi. Peringatan ini muncul seiring dugaan insiden kebocoran data yang hingga kini masih dalam proses penyelidikan.Sejumlah pengguna melaporkan menerima surat elektronik yang meminta perubahan kata sandi akun, meskipun mereka merasa tidak pernah mengajukan permintaan apa pun sebelumnya. Email tersebut terlihat seolah-olah dikirim dari alamat resmi Instagram, lengkap dengan notifikasi bahwa sistem telah menerima permohonan reset kata sandi.Viral Lolos Pemeriksaan, Pramugari Gadungan Terbang Rute Palembang–Jakarta Di dalam pesan tersebut, penerima diarahkan untuk memilih salah satu dari dua opsi, yakni melanjutkan perubahan kata sandi atau memberi tahu pihak pengirim bahwa permintaan tersebut tidak berasal dari pemilik akun. Skema ini dinilai cukup meyakinkan sehingga berpotensi menipu pengguna yang kurang teliti.Perusahaan keamanan siber Malwarebytes mengungkapkan bahwa sebagian besar email semacam ini diduga berkaitan dengan insiden pelanggaran keamanan digital. Bahkan, pesan-pesan tersebut berisiko menjadi sarana penyebaran malware maupun virus yang dapat membahayakan perangkat pengguna.Bansos 2026 Mulai Cair, Cek Nama Anda di cekbansos.kemensos.go.idBerdasarkan laporan terbaru, Instagram diperkirakan mengalami serangan siber pada awal tahun 2025. Insiden ini diduga membuka peluang bagi peretas untuk mengakses data profil jutaan akun pengguna. Informasi sensitif seperti nama pengguna, alamat email, nomor telepon, hingga detail identitas lainnya disebut-sebut berhasil dikumpulkan.Meski demikian, hingga saat ini Meta selaku perusahaan induk Instagram belum memberikan pernyataan resmi yang mengonfirmasi kebenaran dugaan kebocoran data tersebut. Pengguna pun diimbau untuk tidak sembarangan mengklik tautan dalam email mencurigakan serta segera mengamankan akun dengan fitur keamanan tambahan.Dari perspektif teknologi informasi, keamanan data merupakan aspek krusial dalam menjaga kerahasiaan, integritas, dan ketersediaan informasi pengguna. Dugaan kebocoran data pada platform digital seperti Instagram menunjukkan adanya kemungkinan kelemahan pada sistem pengelolaan data, baik pada lapisan autentikasi, penyimpanan basis data, maupun mekanisme proteksi akses.Daripada Tawuran, Remaja Diajak Adu Skill di Ring TinjuKebocoran data dapat terjadi akibat berbagai faktor, mulai dari eksploitasi celah keamanan, serangan peretas terorganisir, hingga kesalahan konfigurasi sistem. Jika data sensitif jatuh ke tangan pihak tidak bertanggung jawab, risiko lanjutan seperti pencurian identitas, pengambilalihan akun, penipuan digital, hingga penyalahgunaan data untuk kejahatan siber menjadi semakin besar.Pentingnya penerapan teknologi perlindungan berlapis, seperti enkripsi data, sistem deteksi intrusi, serta autentikasi multi-faktor. Di sisi pengguna, peningkatan kesadaran keamanan digital juga menjadi kunci utama untuk mencegah dampak kebocoran data, termasuk dengan tidak mengklik tautan mencurigakan, rutin mengganti kata sandi, dan memantau aktivitas akun secara berkala.***
Read More
Aplikasi Go Matel Diduga Jual Data 1,7 Juta Nasabah Leasing: Jadi Alarm Perlindungan Data Pribadi di Era Digital
Aplikasi Go Matel Diduga Jual Data 1,7 Juta Nasabah Leasing: Jadi Alarm Perlindungan Data Pribadi di Era Digital
Lingkaran.id - Maraknya aksi mata elang atau debt collector ilegal belakangan ini semakin meresahkan masyarakat. Sejumlah kasus penarikan kendaraan secara paksa terjadi di berbagai daerah, bahkan beberapa di antaranya berujung pada tindak kekerasan hingga menghilangkan nyawa. Fenomena ini tidak hanya menjadi persoalan hukum, tetapi juga menimbulkan kekhawatiran serius terkait penyalahgunaan teknologi dan data pribadi.Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Gresik mengungkap adanya praktik penyalahgunaan data pribadi yang dilakukan melalui sebuah aplikasi bernama Go Matel. Dalam pengungkapan kasus tersebut, polisi menangkap empat orang tersangka. Salah satu di antaranya diketahui sebagai pembuat aplikasi, sementara tersangka lainnya berperan sebagai pencari dan pengelola data debitur dengan bekerja sama dengan sejumlah perusahaan pembiayaan.Kronologi Pengeroyokan Mata Elang hingga Pembakaran Kios PKLHasil penyelidikan kepolisian mengungkap bahwa aplikasi Go Matel diduga memperjualbelikan data pribadi sekitar 1,7 juta nasabah leasing. Data tersebut kemudian dimanfaatkan oleh kelompok mata elang yang beroperasi secara ilegal untuk melacak, membuntuti, dan merampas kendaraan debitur di lapangan. Praktik ini dilakukan tanpa prosedur hukum yang sah dan kerap disertai intimidasi serta kekerasan.Kasus ini terungkap berawal dari laporan masyarakat yang resah akibat maraknya aksi mata elang ilegal di sejumlah wilayah. Penarikan kendaraan yang dilakukan secara sewenang-wenang mendorong aparat kepolisian untuk menelusuri sumber kebocoran data yang dimanfaatkan para pelaku. Dari hasil penelusuran itulah, keberadaan aplikasi Go Matel terungkap sebagai alat utama penyebaran data pribadi nasabah.Pengungkapan kasus ini membuka tabir gelap bagaimana teknologi digital dapat disalahgunakan apabila tidak dibarengi dengan etika dan tata kelola yang baik. Secara prinsip, teknologi informasi seharusnya digunakan untuk meningkatkan efisiensi, keamanan, dan kenyamanan masyarakat. Namun, dalam kasus Go Matel, teknologi justru dijadikan alat untuk melanggar privasi, mengeksploitasi data pribadi, dan memfasilitasi tindak kejahatan.Dalam perspektif etika teknologi, praktik ini melanggar prinsip dasar perlindungan data pribadi, yaitu persetujuan (consent), tujuan penggunaan (purpose limitation), dan keamanan data (data security). Data nasabah leasing seharusnya hanya digunakan untuk kepentingan administrasi dan penagihan yang sah, bukan diperjualbelikan atau disebarluaskan kepada pihak ketiga yang tidak memiliki kewenangan hukum.Selain itu, penyalahgunaan aplikasi Go Matel juga bertentangan dengan nilai keadilan dan tanggung jawab sosial dalam pengembangan teknologi. Pengembang aplikasi memiliki tanggung jawab moral dan profesional untuk memastikan produknya tidak menimbulkan dampak negatif bagi masyarakat. Ketika teknologi justru memicu kekerasan, intimidasi, dan ketakutan, maka jelas telah terjadi kegagalan etis dalam proses perancangan dan pemanfaatannya.Dari sudut pandang teknologi informasi, kasus ini juga menunjukkan lemahnya sistem pengamanan data dan pengawasan terhadap integrasi aplikasi dengan pihak-pihak tertentu. Kebocoran data dalam skala besar seperti 1,7 juta nasabah menandakan adanya celah serius dalam tata kelola data, baik di tingkat pengembang aplikasi maupun perusahaan pembiayaan yang seharusnya menjadi penjaga utama data konsumen.Inovator dan Duta GDI Tunjukkan Peran Aktif Generasi Muda di Konferensi Internasional ICIBA–SOSEIC 2025Kasus Go Matel menjadi peringatan penting bahwa transformasi digital harus berjalan seiring dengan penguatan regulasi, etika, dan literasi digital. Tanpa pengawasan ketat dan kesadaran etis, teknologi yang seharusnya menjadi solusi justru dapat berubah menjadi alat kejahatan yang membahayakan keselamatan dan hak dasar masyarakat.Aparat kepolisian menegaskan akan terus mendalami kasus ini untuk mengungkap jaringan yang lebih luas, termasuk pihak-pihak yang terlibat dalam distribusi dan pemanfaatan data pribadi secara ilegal. Sementara itu, masyarakat diimbau untuk lebih waspada terhadap penyalahgunaan data pribadi serta mendukung upaya penegakan hukum demi terciptanya ekosistem digital yang aman dan beretika.***
Read More
BPC GMKI Cabang Palembang Masa Bakti 2025–2027 Resmi Dilantik, Tegaskan Peran Kawal Isu Publik di Sumsel
BPC GMKI Cabang Palembang Masa Bakti 2025–2027 Resmi Dilantik, Tegaskan Peran Kawal Isu Publik di Sumsel
Lingkaran.id - Badan Pengurus Cabang (BPC) Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) Cabang Palembang masa bakti 2025–2027 resmi dilantik dalam sebuah rangkaian acara yang digelar pekan lalu di Kota Palembang. Pelantikan ini menandai awal periode kepemimpinan baru yang dipimpin oleh Christie Ayuning Manurung sebagai Ketua BPC GMKI Palembang.Dalam sambutannya, Christie menegaskan bahwa GMKI Palembang tidak hanya hadir untuk memperkuat kaderisasi internal, tetapi juga akan memainkan peran signifikan dalam mengawal isu-isu strategis di Sumatera Selatan.Bantuan PIP SMA 2025 Mulai Dicairkan September, Begini Cara Mudah Mengeceknya Lewat HP“BPC GMKI Palembang siap berdiri di garda depan mengawal persoalan besar yang dihadapi Sumsel, mulai dari kemiskinan, pengelolaan tambang, Toleransi antar umat beragama, hingga pendidikan dan lingkungan hidup. Kami ingin memastikan pembangunan benar-benar berpihak pada masyarakat luas, bukan hanya pada segelintir pihak,” ujarnya penuh penekanan.Christie menambahkan, GMKI Palembang sebagai organisasi kemahasiswaan yang berlandaskan nilai-nilai kekristenan akan senantiasa menempatkan diri sebagai gerakan moral. Artinya, selain mengedepankan sikap kritis terhadap kebijakan pemerintah maupun dunia usaha, GMKI juga siap bersinergi dengan berbagai pemangku kepentingan dalam memperjuangkan keadilan sosial.“Kolaborasi adalah kunci. Kami akan terus membuka ruang dialog dan kerja sama dengan pemerintah, lembaga pendidikan, organisasi masyarakat sipil, serta komunitas akar rumput. Tujuannya agar GMKI Palembang tidak hanya berbicara di lingkaran internal, tetapi benar-benar menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat Sumsel,” tambahnya.Kenaikan Gaji Asn Presiden Prabowo, Siapkan Anggaran Fantastis!Dengan mengusung semangat Ut Omnes Unum Sint (supaya mereka semua menjadi satu), BPC GMKI Palembang menegaskan kesiapannya untuk menjadi mitra yang membangun sekaligus suara bagi kelompok-kelompok yang terpinggirkan.Visi tersebut, menurut Christie, menjadi roh gerakan mahasiswa Kristen di tengah dinamika sosial, ekonomi, dan politik yang semakin kompleks di Sumatera Selatan.“Pelantikan ini bukan sekadar seremoni organisasi, tetapi momentum awal pelayanan kami. Kami ingin menjadikan periode 2025–2027 sebagai era penguatan peran mahasiswa Kristen di Palembang dan Sumatera Selatan, dengan orientasi yang jelas: menghadirkan Sumsel yang lebih adil, setara, dan sejahtera,” pungkas Christie Ayuning Manurung.***
Read More
OpenAI Digugat Orangtua Remaja 16 Tahun yang Bunuh Diri Usai Gunakan ChatGPT
OpenAI Digugat Orangtua Remaja 16 Tahun yang Bunuh Diri Usai Gunakan ChatGPT
Lingkaran.id - Perusahaan kecerdasan buatan OpenAI, pembuat chatbot populer ChatGPT, tengah menghadapi gugatan hukum pertama yang terkait langsung dengan kasus kematian seorang remaja.Gugatan itu diajukan oleh orangtua Adam Raine (16), remaja asal Amerika Serikat yang meninggal karena bunuh diri pada April 2025. Menurut mereka, ChatGPT turut berperan dalam kematian sang anak karena memberikan informasi yang justru mendorong tindakan nekat tersebut. Gugatan resmi dilayangkan di San Francisco, AS, pada Selasa (26/8/2025).Generasi Digital Intelektual (GDI) Rayakan HUT ke-80 RI, Gaungkan Perjuangan Baru di Era DigitalDalam dokumen pengadilan, orangtua Adam mengungkap bahwa awalnya putra mereka menggunakan ChatGPT hanya untuk membantu mengerjakan tugas sekolah. Namun, seiring waktu, percakapan beralih menjadi curahan hati tentang rasa kehilangan, tekanan batin, hingga rencana mengakhiri hidup.Adam diketahui sedang menghadapi masa sulit setelah ditinggal wafat nenek dan anjing kesayangannya, dikeluarkan dari tim basket sekolah, serta harus pindah ke sistem belajar daring akibat masalah kesehatan.Riwayat percakapan yang ditemukan di iPhone Adam menunjukkan adanya sesi bertajuk “Hanging Safety Concerns”. Dalam percakapan itu, ChatGPT kadang memberikan saran positif seperti menyarankan Adam menghubungi layanan darurat atau berbicara dengan orang dekat namun di saat lain diduga memberi detail teknis tentang metode gantung diri.Bahkan, menurut gugatan, ketika Adam mengirim foto tali dengan simpul gantung di kamar, chatbot diduga merespons dengan kalimat, “Ya, itu tidak buruk sama sekali.” Kedua orangtua Adam menilai AI tersebut gagal menjalankan fungsi dasarnya untuk menjaga keamanan pengguna.“ChatGPT membunuh anak saya,” ungkap sang ibu, Maria Raine, dalam dokumen gugatan. Sementara ayahnya, Matt Raine, menyebut desain chatbot yang terus mendorong percakapan justru memperburuk kondisi mental Adam.Kuasa hukum keluarga menyebut kasus ini sebagai gugatan kematian pertama yang ditujukan langsung kepada sebuah perusahaan AI. OpenAI dalam pernyataan resminya menyampaikan belasungkawa mendalam.“Kami sangat berduka atas meninggalnya Adam Raine, dan pikiran kami bersama keluarganya,” ujar juru bicara OpenAI, dikutip The New York Times.Perusahaan yang didirikan Sam Altman itu menjelaskan ChatGPT sebenarnya telah dilengkapi fitur keamanan, termasuk memberikan nomor layanan krisis serta mendorong pengguna mencari bantuan profesional. Namun, OpenAI mengakui sistem bisa melemah dalam percakapan panjang.“Kami belajar bahwa dalam interaksi jangka panjang, lapisan keamanan dapat berkurang. Karena itu, kami memperkuat perlindungan, mempermudah akses ke layanan darurat, serta membantu pengguna terutama remaja terhubung dengan orang yang mereka percaya,” lanjut pernyataan tersebut.OpenAI juga merilis postingan blog berjudul “Helping People When They Need It Most”, menegaskan bahwa ChatGPT tidak dimaksudkan sebagai pengganti tenaga profesional kesehatan mental, melainkan hanya sebagai alat pendukung informasi.Kasus Kematian Zara Qairina, Terungkap Unsur Perundungan, Penelantaran, dan Pelecehan SeksualKasus Adam Raine bukan satu-satunya. Sebelumnya, sebuah keluarga di Florida menggugat perusahaan Character.AI setelah anak mereka yang berusia 14 tahun bunuh diri. Chatbot perusahaan itu disebut memberi respons kasar dan manipulatif kepada sang remaja.Para pakar kesehatan mental memperingatkan, kasus Adam menunjukkan risiko besar jika remaja menjadikan AI sebagai tempat curhat utama tanpa pendampingan orangtua atau konselor profesional.Gugatan terhadap OpenAI kini diperkirakan akan menjadi ujian hukum penting terkait sejauh mana perusahaan AI bisa dimintai pertanggungjawaban atas dampak psikologis yang dialami pengguna.***
Read More
ALSA Local Chapter Universitas Sriwijaya Sukses Gelar ALOC 2025, Hadirkan Isu Strategis Hukum Bisnis dan Delegasi Mahasiswa Hukum se-Indonesia
ALSA Local Chapter Universitas Sriwijaya Sukses Gelar ALOC 2025, Hadirkan Isu Strategis Hukum Bisnis dan Delegasi Mahasiswa Hukum se-Indonesia
Lingkaran.id - ALSA Legal Opinion Competition (ALOC) 2025 yang diselenggarakan oleh ALSA Local Chapter Universitas Sriwijaya resmi berakhir dengan sukses. Kompetisi prestisius ini mengusung tema “Legal Liability in Syndicated Loan Risk Resolution”, fokus pada isu tanggung jawab hukum dalam penyelesaian risiko kredit sindikasi yang selama ini jarang diangkat namun memiliki relevansi tinggi di dunia keuangan dan perbankan modern.ALOC merupakan program unggulan yang digagas oleh Academic and Legal Development Division ALSA Local Chapter Universitas Sriwijaya sebagai bentuk implementasi dua pilar utama ALSA, yaitu academically committed dan legally skilled. Kompetisi tahun ini terbuka bagi seluruh mahasiswa hukum dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia, dengan rangkaian acara yang dilaksanakan secara daring melalui platform Zoom Cloud Meeting.Login Info GTK 2025 Sekarang, Ini Daftar Penerima Insentif Guru Honorer dan Tunjangan TPGRangkaian acara diawali dengan Opening Ceremony dan Seminar Nasional pada Sabtu (31/5/2025), menghadirkan empat pembicara lintas sektor:Reza Rhamadany, S.H., M.H., M.B.A. – Manager Strategy Marketing Bank Sumsel BabelProf. Tarsisius Murwadji, S.H., M.H. – Guru Besar Ilmu Hukum Ekonomi Fakultas Hukum Universitas PadjadjaranFabiola Hutagalung, S.H. – Partner of Hanafiah Ponggawa & Partners (Dentons HPRP)Febriyanti Nur Afriani – Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas SriwijayaSeminar ini dipandu oleh Faza Aliya Julianti, S.H., alumni ALSA Local Chapter Universitas Sriwijaya, yang bertindak sebagai moderator.Materi seminar menyoroti kompleksitas hukum bisnis dalam skema kredit sindikasi, di mana penggunaan dana berskala besar oleh suatu entitas memerlukan keterlibatan lebih dari satu kreditur. Topik ini dipilih untuk memberikan pemahaman mendalam kepada para peserta yang akan mengkaji dan menuangkannya ke dalam bentuk Legal Opinion sebagai bagian dari kompetisi.Kompetisi diikuti oleh 25 tim delegasi dari berbagai universitas di Indonesia. Seluruh tim mengikuti babak penyisihan dengan mengirimkan dokumen Legal Opinion terbaik mereka untuk dinilai oleh dewan juri. Dari proses ini, lima tim terbaik berhak melaju ke babak final yang diselenggarakan pada Sabtu (26/7/2025). Pada tahap final, kelima tim mempresentasikan analisis mereka serta menjawab pertanyaan dewan juri yang terdiri dari:Dr. Putu Samawati, S.H., M.H.Helena Primadianti Sulistyaningrum, S.H., M.H.Mujaddid Islam, S.H., M.H., C.L.A.Hasil akhir ALOC 2025 menetapkan:Juara 1: Universitas PadjadjaranJuara 2: Universitas Sebelas MaretJuara 3: Universitas Prasetiya MulyaAjang ini ditutup dengan pemberian penghargaan serta hadiah bagi para pemenang sebagai bentuk apresiasi atas kemampuan analisis dan dedikasi mereka dalam bidang hukum.Siapkan Generasi Melek Teknologi, Disdik Palembang Gelar Pelatihan Koding dan AI Bagi Guru SDClarisya Izza Maulidia, Ketua Pelaksana ALOC 2025, menyampaikan bahwa kompetisi ini bukan sekadar perlombaan, tetapi juga ruang diskusi bagi generasi muda hukum untuk mengasah kemampuan berpikir kritis, analisis mendalam, dan keberanian menyuarakan pendapat di ranah hukum yang kompleks.Dengan mengusung tagline “Unleash Your Legal Voice”, ALOC 2025 menjadi wadah bagi calon penegak hukum masa depan untuk berani berargumen, bersuara, dan menjunjung integritas hukum di tengah tantangan dunia hukum yang terus berkembang.***
Read More
Siapkan Generasi Melek Teknologi, Disdik Palembang Gelar Pelatihan Koding dan AI Bagi Guru SD
Siapkan Generasi Melek Teknologi, Disdik Palembang Gelar Pelatihan Koding dan AI Bagi Guru SD
Lingkaran.id - Lingkaran.id - Sebagai bagian dari upaya mempersiapkan dunia pendidikan yang mengarah pada pemanfaatan teknologi di masa depan, Dinas Pendidikan Kota Palembang menyelenggarakan Pelatihan Guru Koding dan Kecerdasan Buatan (Artificial Intelligence/AI) untuk jenjang Sekolah Dasar (SD) pada Sabtu (26/07/25).Kegiatan ini diikuti oleh 87 guru yang berasal dari sekolah dasar negeri maupun swasta se-Kota Palembang dan merupakan hasil kolaborasi dengan Lembaga Penyelenggara Diklat (LPD) PT Jully Tjindrawan Robotik.Pendaftaran GDI FEST 2025 Resmi Dibuka! Wujudkan Mimpi Digitalmu di Festival Teknologi Terbesar Tahun IniPelatihan menggunakan metode IN-ON-IN, di mana tahap IN-1 berlangsung selama lima hari dengan menghadirkan narasumber dari kalangan praktisi robotik dan kecerdasan buatan. Kepala Dinas Pendidikan Kota Palembang, Adrianus Amri, S.STP., M.Si., membuka acara secara resmi dan menyampaikan arahan penting bagi para peserta.Dalam sambutannya, Adrianus menegaskan bahwa pelatihan ini merupakan bagian dari pelaksanaan Kurikulum Kecerdasan Artifisial (KKA), sebagaimana tercantum dalam Permendikdasmen Nomor 13 Tahun 2025 yang merupakan perubahan dari Permendikbud Ristek Nomor 12 Tahun 2024 terkait kurikulum pada jenjang PAUD, pendidikan dasar, dan pendidikan menengah.“Guru harus mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi yang pesat. Melalui pelatihan ini, guru akan mendapatkan pengetahuan dasar dan keterampilan dalam bidang koding serta kecerdasan buatan. Diharapkan ilmu yang diperoleh dapat diterapkan kepada siswa, sehingga lahir generasi yang tidak hanya mampu memanfaatkan teknologi tetapi juga menciptakannya,” ujar Adrianus.Labirin Sriwijaya 2025 Sukses Digelar: PCMI Sumsel Dorong Ekosistem Wirausaha Muda SumselSelain itu, Kepala Balai Guru Penggerak (GTK) Sumatera Selatan, Dra. Hj. Ohorella Erma, M.I.Kom., juga menyampaikan dukungannya. Menurutnya, pelatihan ini memiliki nilai strategis dalam mencetak guru yang kompeten dalam bidang teknologi sehingga nantinya dapat berbagi ilmu dengan guru lain yang belum memperoleh kesempatan serupa.“Kami berharap ada efek domino dari pelatihan ini. Guru yang telah mengikuti pelatihan diharapkan dapat menyebarkan pengetahuan dan keterampilannya ke sekolah-sekolah lain,” jelas Erma.Sementara itu, Direktur LPD PT Jully Tjindrawan Robotik, Jully Tjindrawan, dalam laporannya menyampaikan bahwa pelatihan ini tidak berhenti pada satu kali pertemuan, melainkan akan dilakukan secara berkelanjutan melalui sesi video conference dan pertemuan tatap muka berkala selama dua setengah bulan ke depan.“Kami melihat semangat yang luar biasa dari para guru peserta pelatihan. Ini menjadi langkah awal penting dalam mempersiapkan tenaga pendidik agar mampu beradaptasi dengan kemajuan teknologi. Harapannya, keterampilan koding dan AI yang dipelajari dapat diterapkan di kelas sehingga siswa memiliki bekal menghadapi era digital,” ungkap Jully.***
Read More
Berita Populer Bulan ini
Elearning Course Thinkedu
Berita Terbaru
Pilih yang terbaik