Skandal Video Asusila Guncang SMA di Bandar Lampung, Korban Alami Depresi
Wulan _ 2 tahun yang lalu
Lingkaran.id- Sebuah video yang mengejutkan beredar luas di media sosial, menunjukkan seorang siswi Sekolah Menengah Atas (SMA) di Bandar Lampung diduga dipaksa melakukan perbuatan asusila oleh teman laki-lakinya di sekolah.Dalam rekaman video yang diterima oleh Lampung Geh, terlihat seorang siswi mengenakan seragam sekolah dipaksa oleh seorang teman laki-lakinya umtuk membuka seragamnya lalu melakukan gerakan asusila yang kemudian merekam adegan tersebut. Video tersebut menyebar dengan cepat di berbagai platform media sosial.Siswa-siswi Berseragam Sekolah Diduga Gelar Pesta Miras Hingga Mabuk dan TerkaparKorban dalam video ini diketahui berinisial M, dan dampak dari peristiwa tersebut sangat mempengaruhi kondisi mentalnya. Menurut informasi yang diperoleh, M mengalami depresi setelah video tersebut menjadi viral dan mencapai perhatian publik.Pihak sekolah telah diinformasikan mengenai kejadian ini dan sedang melakukan investigasi terhadap insiden tersebut. Kepala Sekolah belum memberikan pernyataan resmi terkait perkembangan kasus ini.Kasus ini menimbulkan kecaman luas dari masyarakat, terutama dari kalangan orang tua dan aktivis hak asasi manusia. Banyak yang menuntut agar pelaku dalam video segera diidentifikasi dan diambil tindakan hukuman yang sesuai.Pihak kepolisian setempat juga dilibatkan dalam kasus ini, dengan tujuan untuk memastikan bahwa keamanan dan kesejahteraan siswa di sekolah tetap terjaga. Mereka berjanji akan menangani kasus ini dengan serius dan adil.Kesal! Emak-emak Tarik Paksa Pengungsi Rohingya Pindah ke Kantor Walikota SabangSementara itu, keluarga korban M sedang memberikan dukungan psikologis dan emosional kepada anak mereka yang mengalami dampak psikologis yang serius akibat kejadian tersebut. Pihak keluarga berharap agar pelaku segera ditangkap dan diadili sesuai dengan hukum yang berlaku.Kejadian ini juga mengingatkan pentingnya peran sekolah dalam menciptakan lingkungan yang aman dan mendukung bagi para siswa. Pendidikan tentang penghormatan, toleransi, dan perlindungan terhadap sesama harus ditingkatkan untuk mencegah insiden serupa di masa depan.***
Read More Siswa-siswi Berseragam Sekolah Diduga Gelar Pesta Miras Hingga Mabuk dan Terkapar
Wulan _ 2 tahun yang lalu
Lingkaran.id- Kejadian miris yang diduga dilakukan oleh sekelomok siswa-siswi Kota Kupang, diduga tengah menggelar pesta minuman keras (Miras) di lokasi yang belum diungkapkan.Terlihat dalam video disebuat tempat yang luas dan banyak rumput dan lebih mencengangkan lagi, mereka terlihat masih mengenakan seragam sekolah dan tergeletak mabuk di tanah hingga memperlihatkan kemesraan antara siswa-siswi yang saling berdekapan.Kesal! Emak-emak Tarik Paksa Pengungsi Rohingya Pindah ke Kantor Walikota SabangKejadian ini menjadi perhatian masyarakat setelah beredar foto-foto dan video di media sosial yang menampilkan sejumlah siswa-siswi dalam keadaan mabuk, beberapa di antaranya masih terlihat menggunakan seragam sekolah.Keberadaan miras dalam kegiatan tersebut pun menimbulkan keprihatinan akan tingkat kesadaran dan tanggung jawab para pelajar.Belum diketahui secara pasti di mana lokasi kejadian tersebut, namun hal ini menciptakan keprihatinan di kalangan orang tua dan pendidik di Kota Kupang.Pihak sekolah dan Dinas Pendidikan setempat diharapkan untuk segera mengambil tindakan preventif dan mendidik para siswa tentang bahaya miras serta pentingnya menjaga nama baik sekolah.Jembatan Gantung Putus Saat Diperbaiki, 2 Orang Meninggal dan 8 Luka-lukaMasyarakat berharap pihak kepolisian untuk menindaklanjuti kejadian tersebut dan melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk mengidentifikasi pelaku dan sumber miras yang digunakan. Kejadian ini mengingatkan kembali tentang pentingnya pembinaan karakter dan pengawasan terhadap perilaku siswa di luar lingkungan sekolah, guna mencegah terjadinya kejadian serupa di masa mendatang.***
Read More Kesal! Emak-emak Tarik Paksa Pengungsi Rohingya Pindah ke Kantor Walikota Sabang
Wulan _ 2 tahun yang lalu
Lingkaran.id- Kontroversi mewarnai kedatangan ratusan pengungsi Rohingya di Aceh, khususnya di Sabang, ketika sekelompok emak-emak di desa setempat memaksa para pengungsi untuk pindah ke kantor walikota setempat.Kejadian ini mencuat setelah video viral menunjukkan emak-emak tersebut menarik paksa para pengungsi yang enggan beranjak dari tempat mereka yang tengah duduk beramai-ramai di tanah lapang tanpa atap.Filipina Diguncang Gempa dengan 7,6 Skala RichterDalam video terlihat dua emak-emak berkerudung hitam dan putih terlihat meminta para pengungsi Rohingya untuk naik ke atas mobil. Meskipun sudah dipaksa, para pengungsi tetap bertahan di tempat duduk mereka, menunjukkan ketegangan antara warga setempat dan para pengungsi.Diketahui sebelumnya, ratusan pengungsi Rohingya dari Bangladesh dan Myanmar tiba di Aceh, dan jumlahnya mencapai 1.487 orang, berdasarkan pernyataan Menkopolhukam Mahfud MD.Gunung Marapi Sumbar Erupsi 11 Pendaki Ditemukan Tewas, 3 Selamat : Pencarian Korban Terus BerlanjutWarga Aceh sendiri telah menunjukkan ketidaksetujuan terhadap kedatangan para pengungsi, mengklaim bahwa mereka tidak berperilaku baik dan kerap mengeluh terkait bantuan yang diberikan.Pemerintah setempat diharapkan dapat menanggapi situasi ini dengan bijak, menjaga stabilitas sosial, dan menjamin kesejahteraan para pengungsi yang mencari perlindungan di Indonesia.***
Read More Gunung Marapi Sumbar Erupsi 11 Pendaki Ditemukan Tewas, 3 Selamat : Pencarian Korban Terus Berlanjut
Wulan _ 2 tahun yang lalu
Lingkaran.id- Duka mendalam pada tragedi besar melanda Gunung Marapi, Sumatera Barat, di mana sebanyak 11 pendaki ditemukan tewas di puncak gunung tersebut usai mengalami erupsi.Kepala Kantor SAR Padang, Abdul Malik, membenarkan kejadian ini pada Senin (4/12/2023), sementara 3 orang pendaki berhasil ditemukan selamat."Pada update data pukul 07.10 WIB, tim gabungan kembali menemukan 3 orang selamat dan 11 orang dalam keadaan meninggal dunia," ungkap Abdul Malik.Gunung Marapi Erupsi, Dentuman Terdengar Hingga BukittinggiNama-nama korban yang meninggal masih belum diketahui, dan tim SAR masih dalam perjalanan untuk melakukan evakuasi.Abdul Malik menjelaskan bahwa tim evakuasi saat ini sedang dalam perjalanan menuju bawah membawa 11 jenazah pendaki yang ditemukan meninggal dunia.Meskipun sebagian besar korban sudah dievakuasi, pencarian masih terus dilakukan untuk memastikan bahwa tidak ada korban lain yang tertinggal di puncak Gunung Marapi.Beredar Video Dugaan Pendaki Terjebak dalam Erupsi Gunung Marapi, Tubuh Penuh Abu Vulkanik"Diperkirakan saat ini jumlah korban yang masih belum ditemukan sebanyak 12 orang, dan tim gabungan masih dalam proses pencarian," tambahnya.Sebelumnya diketahui, ada 75 pendaki yang berada di Gunung Marapi saat terjadi erupsi, dan upaya evakuasi telah dilakukan sejak dini.Hingga pukul 06.00 WIB, sebanyak 49 orang telah dievakuasi. Tragedi ini menjadi pukulan berat bagi komunitas pendaki dan menyisakan duka mendalam di tengah upaya evakuasi dan pencarian yang masih berlanjut.***
Read More Jembatan Gantung Putus Saat Diperbaiki, 2 Orang Meninggal dan 8 Luka-luka
Wulan _ 2 tahun yang lalu
Lingkaran.id- Sebuah insiden nahas mengguncang Kabupaten Kolaka Timur (Koltim), Sulawesi Tenggara, ketika sebuah jembatan gantung tiba-tiba putus saat sedang diperbaiki oleh sekelompok warga setempat.Insiden tersebut menyebabkan 10 warga terjatuh dari ketinggian 15 meter, dengan hasil tragis dua orang meninggal dunia dan delapan lainnya mengalami luka-luka.Pengemudi Ojol Jadi Korban Penghipnotisan di Depan Kantor DPRD SumselKejadian tersebut terjadi ketika sejumlah warga Kolaka Timur berkumpul untuk memperbaiki jembatan gantung yang menghubungkan dua desa di wilayah tersebut.Proses perbaikan sedang berlangsung ketika secara tiba-tiba struktur jembatan tidak mampu menahan beban dan putus, menyebabkan warga yang berada di atasnya terjatuh ke sungai dibawahnya.warga setempat dan tim penyelamat segera dikerahkan untuk memberikan pertolongan kepada korban-korban yang terjatuh.Dua orang dinyatakan meninggal dunia di tempat, sementara delapan lainnya segera dilarikan ke rumah sakit setempat untuk mendapatkan perawatan medis lebih lanjut.Suami Mengamuk Usai Pulang Dari Sawah Tak Ada Makanan : Istri Asik Senam ZumbaKejadian ini merupakan musibah yang tidak terduga. Jembatan ini merupakan sarana utama penghubung dua desa. Masyarakat berharap kepada petugas dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) untuk segera melakukan evaluasi terkait standar keamanan infrastruktur di daerah tersebut.Pemulihan dan rehabilitasi jembatan yang rusak juga menjadi prioritas untuk memastikan keamanan transportasi warga setempat. Kejadian tragis ini memberikan peringatan serius tentang pentingnya pemeliharaan infrastruktur dan perlunya pemeriksaan keselamatan secara menyeluruh sebelum melakukan perbaikan atau pemeliharaan.***
Read More Pengemudi Ojol Jadi Korban Penghipnotisan di Depan Kantor DPRD Sumsel
Wulan _ 2 tahun yang lalu
Lingkaran.id- Sebuah kejadian yang mencengangkan terjadi di depan kantor DPRD Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) pada Senin (4/11/2023), ketika seorang pengemudi ojek online mengalami penghipnotisan dari seorang penumpang.Kejadian bermula ketika pengemudi ojek online menerima panggilan dari seorang penumpang untuk diantar ke kantor DPRD Provinsi Sumsel. Penumpang tersebut mengaku ingin menemui seorang pegawai di kantor tersebut. Tanpa curiga, Kang Maxim menyetujui permintaan penumpang dan berangkat menuju lokasi yang dituju.Suami Mengamuk Usai Pulang Dari Sawah Tak Ada Makanan : Istri Asik Senam ZumbaNamun, begitu tiba di depan kantor DPRD Provinsi Sumsel, penumpang tersebut memberikan alasan bahwa dia harus meminjam handphone pengemudi ojek online tersebut untuk menghubungi pegawai yang akan ditemuinya.Kemudian pengemudi ojek online tanpa rasa cuirga dan bermaksud ingin membantu penumpangnya dengan cepat memberikan handphonenya, sang penumpang kemudian berjalan masuk ke dalam kantor DPRD dan berpura-pura akan menelpon dan meninggalkanpengemudi ojek online di luar.Setelah menunggu lebih dari satu jam, pengemudi ojek online baru menyadari bahwa dia telah menjadi korban penghipnotisan hingga merasa kebingungan.Pengungsi Rohingya di Sabang Jadi Sorotan Usai Buang dan Pilih MakananIa segera melaporkan kejadian tersebut kepada petugas keamanan di kantor DPRD Provinsi Sumsel. Namun, setelah dilakukan pengecekan, ternyata tidak ada catatan atau janji pertemuan dengan pegawai di kantor tersebut.Pengemudi ojek online mengalami kerugian materi karena penumpang tidak membayar biaya ojek dan bahkan tidak mengembalikan handphone yang dipinjam. Petugas kepolisian setempat kini tengah menyelidiki kejadian ini dan meminta bantuan dari pengemudi ojek online untuk memberikan keterangan lebih lanjut.Kejadian ini menjadi peringatan bagi para pengemudi ojek online dan masyarakat agar lebih berhati-hati terhadap modus-modus serupa yang dapat merugikan dan mengancam keselamatan.***
Read More Suami Mengamuk Usai Pulang Dari Sawah Tak Ada Makanan : Istri Asik Senam Zumba
Wulan _ 2 tahun yang lalu
Lingkaran.id- Sebuah kejadian kontroversial terjadi di sebuah komplek perumahan, di mana seorang suami diduga mengamuk setelah pulang dari sawah dan tidak menemukan sebutir nasi pun yang tersedia untuk menghilangkan rasa laparnya lantaran sang istri asik menjalani sesi senam Zumba.Kejadian ini terjadi saat suami, pulang dengan perasaan lapar dan lelah usai seharian bekerja di sawah. Namun, harapannya untuk disambut dengan hidangan istri terasa pupus ketika melihat meja makan kosong tanpa sejumput nasi pun.Pengungsi Rohingya di Sabang Jadi Sorotan Usai Buang dan Pilih MakananTanpa dapat mengendalikan emosinya, sang suami keluar rumah dan langsung mengamuk. Video yang beredar di media sosial menunjukkan suami tersebut membanting-banting kompor gas berkali-kali, bahkan menyebabkan kompor tersebut penyok dan rusak parah.Sementara itu, istri dan sejumlah warga berusaha untuk menenangkannya saat sedang mengamuk dan mencoba untuk mengambil kompor yang tengah dipegangnya.Namun lantaran kesal dan emosi usaha tersebut tidak berhasil, sang suami terus mengamuk dan membanting kompor gas tersebut kejalan secara berulang-ulang kali. Anak Kecil Jadi Korban Tawuran Remaja Hingga Tertancap Busur PanahMelihat situsi yang semakin memanas dan emosional warga terus berupaya menenangkannya dan menjaga jarak lantaran takut terkena amukan yang dapat melukai orang lain.Kejadian ini telah menarik perhatian warga sekitar, dan beberapa di antaranya menilai bahwa tindakan suami yang mengamuk tersebut berlebihan.***
Read More Pengungsi Rohingya di Sabang Jadi Sorotan Usai Buang dan Pilih Makanan
Wulan _ 2 tahun yang lalu
Lingkaran.id- Situasi pengungsi Rohingya di Sabang menjadi sorotan setelah terlihat sejumlah tenda pengungsian yang ditempati oleh para pengungsi Rohingya. Di sekitar area pengungsian tersebut, terlihat makanan yang dibuang, termasuk nasi bungkus dengan telur.Puluhan tenda pengungsian telah didirikan untuk menampung pengungsi Rohingya yang melarikan diri dari konflik di negara asal mereka. Meskipun usaha bantuan dan solidaritas telah diberikan oleh pemerintah dan organisasi kemanusiaan, kondisi di lapangan masih menunjukkan berbagai tantangan.Alasan Warga Aceh Tolak Pengungsi RohingnyaSejumlah bantuan yag terus diberikan kepada pengungsi Rohingya, namun terdapat kendala dalam mendistribusikan makanan dengan efisien. Beberapa pengungsi terkadang tidak menerima makanan tertentu atau memilih untuk tidak mengonsumsi bagian tertentu dari bantuan.Pemandangan nasi bungkus dan telur yang dibuang di sekitar tenda pengungsian menjadi gambaran nyata dari beberapa kendala yang dihadapi dalam penanganan krisis pengungsi.Meskipun makanan disalurkan secara teratur, adanya keengganan atau preferensi makanan tertentu dari penerima bantuan membuat distribusi menjadi lebih rumit.Pemerintah setempat bersama dengan lembaga kemanusiaan berkomitmen untuk terus meningkatkan koordinasi dan memastikan bantuan yang diberikan dapat mencapai pengungsi dengan efektif. Selain itu, upaya penyuluhan dan edukasi mengenai pentingnya penerimaan bantuan makanan juga diperkuat untuk mengatasi isu ini.Conference on Indonesia Foreign Policy, Anies dan Ganjar Hadir, Prabowo BerhalanganSementara itu, masyarakat lokal dan sukarelawan terus berperan aktif dalam memberikan dukungan moral dan psikososial kepada para pengungsi. Upaya bersama ini diharapkan dapat mengurangi dampak psikologis dari konflik yang dialami oleh pengungsi Rohingya.Situasi ini menyoroti pentingnya kerjasama global dalam menanggapi krisis pengungsi dan memberikan dukungan jangka panjang bagi pemulihan dan reintegrasi para pengungsi dan mencari solusi atas terus bertambahnya pengungsi yang masuk ke Indonesia.***
Read More Anak Kecil Jadi Korban Tawuran Remaja Hingga Tertancap Busur Panah
Wulan _ 2 tahun yang lalu
Lingkaran.id- Kejadian tawuran di Buttadidi, Jalan Poros Malino, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan (Sulsel), kembali mengejutkan warga setempat.Kali ini, seorang anak kecil yang tak tahu apa-apa menjadi korban dari aksi brutal sekelompok remaja yang terlibat dalam tawuran di wilayah tersebut pada malam hari.Gunung Marapi Erupsi, Dentuman Terdengar Hingga BukittinggiPeristiwa tragis ini terjadi pada Sabtu, 2 Desember 2023, ketika sekelompok remaja terlibat bentrok di kawasan tersebut. Sayangnya, dalam kerumunan kekerasan tersebut, seorang anak kecil yang tidak terlibat dalam insiden tersebut malah menjadi korban.Informasi yang diperoleh menyebutkan bahwa anak tersebut tidak sengaja berada di lokasi saat tawuran berlangsung. Tanpa alasan yang jelas, sebagian remaja yang terlibat dalam tawuran ini menyerang anak kecil tersebut.Anak yang tak tahu apa-apa itu mengalami luka serius pada bagian wajah lantaran terkena busur panah yang menancap di pipi korban yang dilancarkan oleh sekelompok remaja tersebut.Warga sekitar yang mengetahui kejadian segera melaporkan peristiwa ini kepada pihak berwajib. Tim medis juga segera dikerahkan untuk memberikan pertolongan pertama dan merawat anak kecil tersebut. Beredar Video Dugaan Pendaki Terjebak dalam Erupsi Gunung Marapi, Tubuh Penuh Abu VulkanikPihak kepolisian telah melakukan penyelidikan dan mengidentifikasi sejumlah remaja yang terlibat dalam insiden tersebut. Upaya penangkapan terhadap pelaku sedang dilakukan untuk memastikan pertanggungjawaban hukum mereka atas perbuatan kekerasan yang telah merugikan seorang anak kecil yang tidak bersalah.Kejadian tawuran yang terjadi hampir setiap malam di Buttadidi semakin menjadi keprihatinan masyarakat setempat. Pihak berwenang dan aparat keamanan diminta untuk meningkatkan patroli dan langkah-langkah pencegahan guna mengatasi gejala ini serta menjaga keamanan warga di wilayah tersebut.***
Read More Gunung Marapi Erupsi, Dentuman Terdengar Hingga Bukittinggi
Wulan _ 2 tahun yang lalu
Lingkaran.id- Gunung Marapi, yang terletak di antara Kabupaten Agam dan Tanah Datar, Sumatera Barat (Sumbar), dilaporkan mengalami erupsi pada Minggu sore, 3 Desember 2023. Kejadian ini mengejutkan warga sekitar dan memicu kekhawatiran terkait potensi bahaya dari aktivitas vulkanik tersebut.Erupsi Gunung Marapi terjadi dengan suara dentuman yang cukup keras, yang bahkan terasa hingga ke Kota Bukittinggi, yang berjarak beberapa puluh kilometer dari lokasi gunung berapi. Warga sekitar melaporkan melihat awan abu vulkanik yang terangkat tinggi dari kawah gunung.Beredar Video Dugaan Pendaki Terjebak dalam Erupsi Gunung Marapi, Tubuh Penuh Abu VulkanikPihak berwenang setempat dan tim mitigasi bencana segera merespons kejadian ini dengan memberikan peringatan kepada masyarakat untuk tetap tenang namun tetap waspada. Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi Indonesia (PVMBG) telah meningkatkan status Gunung Marapi menjadi level waspada.Belum ada laporan resmi terkait korban atau kerusakan akibat erupsi ini. Tim pemantauan vulkanik sedang melakukan pemantauan intensif terhadap aktivitas Gunung Marapi untuk memastikan keamanan masyarakat di sekitar wilayah tersebut.Pusat kesehatan setempat dan posko penanganan bencana sudah dipersiapkan untuk memberikan bantuan dan pertolongan kepada warga yang mungkin terdampak. Evakuasi darurat juga menjadi perhatian utama untuk memastikan keselamatan penduduk yang tinggal di sekitar lereng gunung.Konvoi Pemotor Berseragam Sekolah Ambil Minyak Bensin Jualan Milik WargaWarga dihimbau untuk mengikuti petunjuk keselamatan yang diberikan oleh pihak berwenang dan tidak mendekati kawasan yang ditetapkan sebagai zona bahaya. Masyarakat diminta agar tetap tenang dan siap menghadapi potensi ancaman yang dapat timbul akibat aktivitas Gunung Marapi.Pemerintah setempat terus memantau perkembangan situasi dan akan memberikan informasi lebih lanjut kepada masyarakat seiring berjalannya waktu. Semua pihak diminta untuk tetap waspada dan mendukung langkah-langkah mitigasi yang diambil untuk menjaga keselamatan bersama.***
Read More BABINSA Dikeroyok saat Pengamanan Hajatan
Wulan _ 2 tahun yang lalu
Lingkaran.id- Kejadian mengejutkan terjadi di Purwodadi saat seorang Babinsa (Bintara Pembina Desa) diketahui menjadi korban penganiayaan yang brutal ketika sedang menjalankan tugas pengamanan pada sebuah hajatan. Kejadian ini mengundang kecaman dan keprihatinan dari berbagai pihak.Kejadian berawal ketika Babinsa sedang melaksanakan tugasnya untuk menjaga ketertiban dan keamanan di sebuah hajatan yang berlangsung di wilayah tersebut.Beredar Video Dugaan Pendaki Terjebak dalam Erupsi Gunung Marapi, Tubuh Penuh Abu VulkanikNamun, situasi menjadi tidak terkendali ketika sekelompok orang yang belum diidentifikasi dengan jelas mendekati dan mulai menyerang Babinsa.Dalam video yang beredar luas di media sosial, terlihat Babinsa yang diketahui mengenakan seragam dinas, dipukul hingga tersungkur ke tanah dan bahkan ditendang oleh beberapa orang yang terlibat dalam insiden tersebut.Rekaman video juga menunjukkan usaha beberapa warga dan petugas kepolisian yang berusaha menghentikan kekerasan tersebut dan membantu Babinsa.Pihak berwenang setempat segera merespons kejadian ini untuk mengamankan area tersebut. Babinsa yang menjadi korban dilarikan ke pusat pelayanan kesehatan setempat untuk mendapatkan perawatan.Pihak kepolisian sedang melakukan penyelidikan intensif untuk mengidentifikasi para pelaku serta memahami penyebab terjadinya insiden tersebut dan telah berhasil meringkus semua pelaku pengeroyokan terhadap Babinsa.Konvoi Pemotor Berseragam Sekolah Ambil Minyak Bensin Jualan Milik WargaPemerintah daerah setempat dan unsur TNI (Tentara Nasional Indonesia) mengutuk keras tindakan kekerasan tersebut dan menegaskan komitmen untuk menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.Pemerintah daerah juga memastikan bahwa tindakan hukum akan diambil terhadap pelaku yang terlibat dalam peristiwa tersebut. Kejadian ini menjadi sorotan memicu tuntutan agar tindakan tegas diambil terhadap para pelaku dan menjadikan insiden ini sebagai pengingat akan pentingnya menghormati dan mendukung aparat keamanan yang menjalankan tugasnya demi keamanan dan ketertiban bersama.***
Read More Beredar Video Dugaan Pendaki Terjebak dalam Erupsi Gunung Marapi, Tubuh Penuh Abu Vulkanik
Wulan _ 2 tahun yang lalu
Lingkaran.id- Sebuah video yang diduga menunjukkan seorang pendaki gunung yang terjebak dalam erupsi Gunung Marapi, Sumatera Barat, telah beredar luas di media sosial pada Minggu (3/12/2023).Dalam video tersebut, terlihat pendaki tersebut berdiri dengan tubuhnya yang sepenuhnya tertutup oleh abu vulkanik, sementara ia tampak meminta pertolongan.Konvoi Pemotor Berseragam Sekolah Ambil Minyak Bensin Jualan Milik WargaKeberadaan pendaki tersebut belum dapat dipastikan, namun video tersebut menjadi sorotan dan memicu kekhawatiran terkait keselamatan orang yang mungkin terjebak di kawasan tersebut saat erupsi terjadi.Pihak berwenang setempat telah dihubungi dan sedang melakukan upaya pencarian dan penyelamatan di sekitar Gunung Marapi. Erupsi Gunung Marapi terjadi pada Minggu pagi (3/12/2023) dan mengakibatkan pelepasan abu vulkanik yang cukup besar.Belum ada informasi resmi terkait korban atau dampak lainnya akibat erupsi ini. Tim penyelamat sedang berupaya mencari informasi lebih lanjut tentang kondisi di sekitar Gunung Marapi.Masyarakat yang berada di sekitar wilayah tersebut diimbau untuk tetap waspada dan mengikuti petunjuk keselamatan yang diberikan oleh pihak berwenang.Aksi Nekat Pelaku Pencurian Berakhir Dramatis: Lompat ke Kali Arus DerasEvakuasi darurat dan langkah-langkah keselamatan sedang diupayakan untuk melindungi penduduk setempat dari potensi bahaya yang dapat timbul akibat aktivitas vulkanik tersebut.Pihak berwenang juga memperingatkan masyarakat untuk tidak mendekati kawasan Gunung Marapi yang telah ditetapkan sebagai zona berbahaya. Informasi lebih lanjut terkait evakuasi, bantuan kemanusiaan, dan pemantauan situasi akan diupdate seiring berjalannya waktu.
Read More Presiden Filipina Kecam Pelaku Bom di Marawi
Wulan _ 2 tahun yang lalu
Lingkaran.id- Presiden Filipina Ferdinand "Bongbong" Marcos Jr mengutuk keras serangan bom yang terjadi saat misa Katolik di gimnasium Universitas Negeri Mindanao di Marawi, Filipina Selatan, pada Minggu pagi (3/12/2023). Dilansir dari Reuters, Marcos menyatakan bahwa pelaku pemboman tersebut adalah teroris asing."Saya mengutuk keras tindakan tidak masuk akal dan paling keji yang dilakukan oleh teroris asing. Ekstrimis yang melakukan kekerasan terhadap orang yang tidak bersalah akan selalu dianggap sebagai musuh bagi masyarakat kita," tegas Marcos dalam pernyataannya.Job Fair Palembang: Ribuan Lowongan Kerja Tersedia di PTC Mall, Catat Jadwalnya!Ledakan bom tersebut menewaskan empat orang dan melukai sekitar 50 orang. Marawi sendiri pernah dikepung oleh militan Islam selama lima bulan pada tahun 2017. Menteri Pertahanan Filipina, Gilberto Teodoro, menyatakan bahwa operasi penegakan hukum untuk mengadili para pelaku teroris akan terus berlanjut.Teodoro juga menyinggung adanya "indikasi kuat unsur pihak asing" dalam pemboman tersebut, namun ia menolak memberikan lebih banyak detail agar tidak mengganggu penyelidikan yang sedang berlangsung.Pihak berwenang menemukan pecahan mortir 16 mm di lokasi kejadian, dan Panglima Angkatan Bersenjata Filipina, Romeo Brawn, menyebut ledakan itu terjadi setelah operasi militer dilakukan terhadap kelompok lokal pro-ISIS di Filipina Selatan.Konvoi Pemotor Berseragam Sekolah Ambil Minyak Bensin Jualan Milik Warga"Ada kemungkinan bahwa apa yang terjadi pagi ini adalah serangan balasan," ucapnya.Kantor polisi di Mindanao dan wilayah ibu kota diberitahukan untuk siaga, sementara Universitas Negeri Mindanao menangguhkan perkuliahan sampai pemberitahuan lebih lanjut.Peristiwa ini menunjukkan ketegangan keamanan di wilayah tersebut, terutama setelah serangan militer terhadap kelompok yang terkait dengan ISIS di Filipina Selatan. Pemerintah Filipina berkomitmen untuk terus mengejar para pelaku dan menjaga keamanan di daerah tersebut.***
Read More Job Fair Palembang: Ribuan Lowongan Kerja Tersedia di PTC Mall, Catat Jadwalnya!
Wulan _ 2 tahun yang lalu
Lingkaran.id- Pemerintah Kota Palembang, melalui Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker), akan menggelar Job Fair selama dua hari pada 7-8 Desember 2023 di Palembang Trade Center (PTC) Mall. Job Fair ini diinisiasi sebagai langkah untuk mengurangi angka pengangguran di Kota Palembang dan melibatkan puluhan perusahaan yang membutuhkan Sumber Daya Manusia (SDM) baru."Digelarnya Job Fair ini untuk mengurangi angka pengangguran di Kota Palembang, dengan menggandeng puluhan perusahaan yang membutuhkan Sumber Daya Manusia (SDM) baru," ujar Kadisnaker Palembang, Rediyan Deddy.Konvoi Pemotor Berseragam Sekolah Ambil Minyak Bensin Jualan Milik WargaRediyan menjelaskan bahwa pelaksanaan Job Fair di PTC Mall akan berlangsung selama dua hari, dari tanggal 7 hingga 8 Desember 2023. Sebanyak 40 perusahaan telah mengonfirmasi partisipasinya dengan menyediakan ribuan lowongan kerja."40 perusahaan tersebut hingga saat ini sudah terkonfirmasi 1.700 lowongan kerja. Padahal target awal 1.500, tapi terakhir kemarin sudah 1.700, kami berharap bisa mencapai 2.000," ungkapnya.Menurut Rediyan, Job Fair merupakan agenda rutin yang diadakan Pemkot Palembang setiap tahun dan menjadi program prioritas untuk menekan angka pengangguran di Kota Palembang serta mendorong peningkatan pemberdayaan masyarakat."Job fair dibuka dua kali dalam setahun dengan bekerja sama dengan sejumlah perusahaan untuk menekan pengangguran dan memberikan kesempatan kerja bagi masyarakat, khususnya yang berada di wilayah Palembang," ungkapnya.Aksi Nekat Pelaku Pencurian Berakhir Dramatis: Lompat ke Kali Arus DerasSejumlah perusahaan dari berbagai sektor seperti properti, perbankan, hotel, restoran, dan lainnya telah mengonfirmasi keikutsertaannya dalam Job Fair ini. Job Fair juga terbuka untuk pelamar dari berbagai tingkat pendidikan, mulai dari tamat SMA hingga S1."Job fair ini gratis, tidak dipungut biaya. Jadi silahkan datang berpakaian rapi layaknya melamar bekerja. Siapkan berkas-berkas yang diperlukan," tambah Rediyan.Kegiatan ini menjadi kesempatan emas bagi para pencari kerja di Palembang untuk mendapatkan pekerjaan sesuai dengan kualifikasi mereka.***
Read More Konvoi Pemotor Berseragam Sekolah Ambil Minyak Bensin Jualan Milik Warga
Wulan _ 2 tahun yang lalu
Lingkaran.id- Sebuah momen yang mencemaskan terjadi saat sekelompok pemotor dengan seragam sekolah terlihat mengambil jualan minyak bensin milik warga yang berada di pinggir jalan.Insiden ini menyulut kekhawatiran dan keprihatinan di tengah masyarakat, karena pelaku bukan hanya mencuri, namun juga menggunakan seragam sekolah yang berstatus sebagai pelajar namun melakukan perrbuatan yang tidak pantas.https://lingkaran.id/nasional/aksi-nekat-pelaku-pencurian-berakhir-dramatis-lompat-ke-kali-arus-derasKejadian ini terjadi ketika sejumlah pemotor dengan seragam sekolah tengah melakukan konvoi melintasi jalan yang terdapat lokasi jualan minyak eceran oleh warga.Dalam momen yang terekam kamera, terlihat sejumlah pemotor tersebut berhenti, mengambil minyak bensin yang dipajang di tepi jalan, dan langsung kabur dengan membawa minyak dalam botol.Warga setempat yang melihat kejadian ini merasa geram dan khawatir dengan tindakan pemotor yang menggunakan seragam sekolah tersebut. Mereka mengecam perbuatan tersebut yang meresahkan dan menciptakan ketidakamanan di lingkungan mereka.Viral Perkelahian Tetangga Disuasana Duka, Netizen : Gak Ada Toleransi!Masyarakat berharap kepada pihak kepolisian setempat untuk segera melakukan penyelidikan untuk mengidentifikasi para pelaku dan memberikan fek jera. Tindakan tersebut tidak hanya merugikan warga, namun juga mencoreng nama baik sekolah yang mungkin terkait dengan seragam yang dikenakan oleh para pelaku.Masyarakat diimbau untuk tetap waspada dan melaporkan kegiatan mencurigakan ke pihak berwajib. Kejadian ini menjadi peringatan bahwa tindakan kriminal dapat dilakukan oleh siapa saja.***
Read More Aksi Nekat Pelaku Pencurian Berakhir Dramatis: Lompat ke Kali Arus Deras
Wulan _ 2 tahun yang lalu
Lingkaran.id- Kejadian mengejutkan terjadi ketika seorang pencuri mengambil langkah nekat untuk menghindari pengejaran, dengan memilih lompat ke kali yang berada di darah kebun jeruk di samping Kencana Tower.Insiden tersebut terjadi ketika seorang pencuri yang belum diketahui identitasnya melakukan aksi pencurian di daerah kebun jeruk yang berada di sebelah Kencana Tower. Dalam upaya kabur, pelaku memutuskan untuk melompat ke kali yang berada di sekitar area tersebut.Viral Perkelahian Tetangga Disuasana Duka, Netizen : Gak Ada Toleransi!Banyak netizen yang menyoroti aksi nekatnya tersebut dan mengungkapkan mending hanyut daripada naik digebugin oleh warga yang tengah menunggunya di area kali tersebut.Petugas keamanan dan warga sekitar sempat berusaha mengejar pelaku sebelum ia memutuskan untuk melompat ke kali. Pelaku sempat untuk mencoba bertahan di dalam arus kali yang deras dengan berpegangan pada sebuah ranting pohon.Namun tidak lama kemudian pelaku memutuskan untuk melepaskan pegangannya dan langsung terbawa oleh arus kali dengan cepat.Bocah SD Mengalami Trauma Berat Akibat Perundungan di Dalam KelasMeskipun insiden ini berakhir dengan pelarian pelaku, pihak keamanan setempat berjanji untuk meningkatkan langkah-langkah keamanan di area tersebut agar kejadian serupa tidak terulang di masa mendatang.Netizen merespons peristiwa ini dengan berbagai komentar, termasuk beberapa sindiran dan meme yang menggambarkan aksi nekat pelaku. Kejadian ini menjadi perbincangan hangat dan mengundang tawa sekaligus keprihatinan atas tindakan yang diambil oleh pencuri.***
Read More Viral Perkelahian Tetangga Disuasana Duka, Netizen : Gak Ada Toleransi!
Wulan _ 2 tahun yang lalu
Lingkaran.id- Sebuah peristiwa kontroversial terjadi di sebuah perumahan ketika dua ibu rumah tangga terlibat dalam pertengkaran yang disebabkan oleh masalah sepele, namun meninggalkan dampak besar di tengah situasi duka. Konflik ini menyoroti perlunya menanamkan nilai toleransi dan empati dalam kehidupan bertetangga.Awalnya, seorang ibu dengan baju putih merencanakan acara tahlilan dan memasang tenda depan rumahnya. Di seberangnya, seorang tetangga dengan baju kuning merasa tenda tersebut mencaplok tanahnya.Bocah SD Mengalami Trauma Berat Akibat Perundungan di Dalam KelasPersoalan dimulai ketika ibu baju kuning memutuskan untuk membuang sampah tepat di depan tenda, menimbulkan ketegangan antar mereka.Pertengkaran dimulai dengan cekcok adu mulut di halaman depan. Namun, situasi semakin memanas ketika seorang ibu dengan daster kuning tidak mau memindahkan sampahnya, insiden ini sangat memprihatinkanlantaran meletakkan sampah di lokasi acara tahlilan.Konflik ini tidak hanya melibatkan dua pihak, tetapi juga merembet ke tetangga lainnya yang terkejut melihat pertengkaran yang tak sesuai dengan situasi duka yang tengah berlangsung.Kejadian ini menjadi semakin tragis ketika ibu-ibu yang terlibat dalam pertengkaran terlihat tidak memperdulikan situasi berduka yang sedang dialami oleh salah satu pihak hingga terjadi saling dorong dan pemukulan.Tangisan Bocah Perempuan Korban Bullying : Temannya Tetap Tak PeduliBanyak netizen yang mengecam perbuatan tersebut lantaran perlunya toleransi hidup bertetangga menjadi, terutama di saat-saat sulit seperti ini.Masyarakat diharapkan dapat mengambil hikmah dari kejadian ini, untuk meningkatkan sikap toleransi, saling pengertian, dan empati dalam kehidupan kehidupan bertetangga. Situasi duka harusnya menjadi momentum untuk bersatu dan saling mendukung, bukan malah menciptakan konflik yang tidak perlu.***
Read More Ribuan Masa Padati Monas dalam Reuni 212 dan Aksi Bela Palestina
Wulan _ 2 tahun yang lalu
Lingkaran.id - Ribuan masa yang memadati kawasan Monas, Jakarta Pusat, pada Sabtu (2/12/2023) dalam aksi bela Palestina yang digelar dalam rangka Reuni PA 212. Ribuan orang berkumpul untuk menyampaikan solidaritas dan doa bersama.Kawasan Monas semakin dipenuhi oleh ribuan orang yang datang dari berbagai daerah di Jabodetabek dan luar daerah. Acara ini bukan hanya sekadar reuni, melainkan juga sebuah bentuk aksi nyata dalam rangka menyuarakan dukungan terhadap Palestina.Kiki Fatmala Meninggal Dunia Usai Idap Penyakit Kanker stadium akhirAcara dimulai sejak dini hari pada pukul 03.00 WIB dengan pelaksanaan salat tahajud, munajat, dan subuh berjamaah. Massa yang hadir terus bersholawat bersama sebagai bentuk ungkapan kecintaan dan doa untuk Palestina.Sebagai informasi, acara ini juga menampilkan tausiah dari pendakwah nasional yang akan berlangsung hingga pukul 09.00 WIB. Sejumlah tokoh dan ulama terkemuka di Indonesia turut ambil bagian dalam menyampaikan pesan-pesan kebangsaan dan kecintaan terhadap Palestina.Berikan Nasi Bungkus Ke Pengungsi Rohingya Minta Tambah: 2 Bungkus Nasi Baru PuasSebelumnya, Persaudaraan Alumni (PA) 212 menggelar acara doa bersama atau munajat kubro di kawasan Monas. Acara tersebut bertajuk "Munajat Kubro untuk Keselamatan NKRI dan Kemenangan Palestina."Partisipasi ribuan orang dalam reuni ini menunjukkan kesatuan dan kepedulian dalam menyuarakan isu kemanusiaan yang sedang terjadi di Palestina.***
Read More Drama Keadilan di Lomba Renang Sleman DIY : Usai Viral Panitia Lakukan Mediasi Dan Berikan Juara
Wulan _ 2 tahun yang lalu
Lingklaran.id- Sebuah kisah yang baru-baru ini menjadi viral dalam Lomba Renang Popkab Sleman DIY menemui titik terang setelah keluarga atlet Egi (Ghiyats) memprotes hasil yang tidak sesuai dengan dokumentasi foto.Meskipun awalnya mendapatkan kekecewaan mendalam, namun berkat mediasi yang dilakukan setelah kasus ini viral, Egi (Ghiyats) akhirnya mendapatkan pengakuan yang sepatutnya.Pada awalnya, prestasi cemerlang Egi dalam meraih posisi kedua dalam kategori 100M gaya bebas disertai dengan kekecewaan setelah pengumuman resmi menunjukkan bahwa Egi tidak mendapatkan medali apa pun.Bocah SD Mengalami Trauma Berat Akibat Perundungan di Dalam KelasKeluarga Egi berusaha keras untuk membuktikan ketidakadilan ini dengan menyajikan bukti video rekaman perlombaan kepada panitia. Namun, upaya mereka dihadapi dengan penolakan dan kebuntuan.Namun, setelah kasus ini menjadi viral dan mendapat perhatian publik yang besar, pihak penyelenggara akhirnya melakukan mediasi.Hasil mediasi tersebut membuktikan bahwa terdapat kesalahan dalam pengumuman pemenang versi panitia, dan Egi (Ghiyats) seharusnya mendapatkan medali sebagai pemenang kedua.Video Tangisan Bocah Perempuan Korban Bullying : Temannya Tetap Tak PeduliKeluarga Egi, yang awalnya terhempas emosional, merasa lega dan bersyukur bahwa keadilan akhirnya ditegakkan. Meskipun Egi telah mendapatkan medali perunggu dalam kategori 50M gaya bebas, tetapi mendapatkan pengakuan atas prestasinya yang seharusnya di kategori utama membawa kebahagiaan tersendiri.Kejadian ini mengingatkan pengda aquatik Sleman untuk melakukan introspeksi serius terkait tata kelola dan transparansi dalam penyelenggaraan lomba.Harapannya, setiap atlet dapat merasakan penghargaan yang setimpal atas usaha dan dedikasi mereka dalam dunia olahraga aquatik, dan situasi serupa tidak terulang di masa mendatang.***
Read More Bocah SD Mengalami Trauma Berat Akibat Perundungan di Dalam Kelas
Wulan _ 2 tahun yang lalu
Lingkaran.id- Sebuah tragedi bullying yang mengguncang hati terjadi di sebuah sekolah dasar di Pesawaran, Lampung. Seorang bocah perempuan SD menjadi korban perundungan yang kejam oleh teman-teman kelasnya, meninggalkan dampak psikologis yang sangat berat, dan terlihat dalam rekaman video yang mengejutkan.Dalam video yang tersebar luas di media sosial, bocah perempuan yang masih duduk di bangku SD tersebut terlihat mengalami perlakuan kejam.Sejumlah siswi yang tengah mengelilinginya di bangku kelas bocah perempuan tersebut tengah dicaci-maki, menghina dengan kata-kata kasar, bahkan merendahkan dengan menyebutnya hewan.Video Tangisan Bocah Perempuan Korban Bullying : Temannya Tetap Tak PeduliPuncak kekejaman terjadi ketika jilbab yang dikenakannya ditarik dan kepala bocah perempuan tersebut ditoyor dengan kejam, bahkan disertai pukulan menggunakan mistar.Bocah perempuan tersebut tampak ketakutan dan berusaha melindungi dirinya, sementara teman-teman sekelasnya hanya menyaksikan tanpa berusaha menghentikan aksi kejam tersebut.Kejadian ini berlangsung di lingkungan sekolah, tempat seharusnya menjadi tempat aman dan pembelajaran.Peristiwa ini telah menciptakan traumatis bagi korban, dan keluarganya sangat terpukul oleh kejadian ini. Pihak sekolah dan aparat setempat telah dihubungi untuk mengambil tindakan tegas terhadap para pelaku bullying dan memastikan keamanan di lingkungan sekolah.Oknum Buruh Tendang Anggota Satpol PP Hingga Tersungkur saat Aksi Unjuk RasaPihak berwenang diharapkan segera melakukan investigasi menyeluruh dan memberikan hukuman yang setimpal kepada pelaku bullying.Selain itu, perlu dilakukan upaya rehabilitasi dan pendampingan psikologis bagi korban agar dapat pulih dari trauma yang dialaminya.Kejadian ini juga memunculkan seruan masyarakat untuk lebih peduli terhadap masalah bullying di lingkungan sekolah. Pendidikan dan kesadaran terhadap pentingnya sikap empati dan kepedulian diharapkan dapat mencegah kejadian serupa terulang di masa mendatang.***
Read More 





















