
Selain itu, atap bangunan juga disebut sering mengalami kebocoran saat hujan turun sehingga mengganggu proses belajar mengajar di dalam kelas. Kondisi tersebut membuat para siswa dan guru merasa kurang nyaman saat kegiatan pembelajaran berlangsung.
Tak hanya itu, lingkungan sekolah yang kurang terawat juga menimbulkan kekhawatiran. Beberapa warga menyebutkan adanya sarang hewan seperti ular dan biawak di sekitar area bangunan yang sudah lama tidak terurus dengan baik.
Permasalahan lain yang turut disoroti adalah kondisi fasilitas sanitasi di sekolah. Toilet yang tersedia dinilai sudah tidak layak digunakan karena selain kotor dan berbau, sebagian fasilitasnya juga tidak berfungsi dengan baik.
Menanggapi berbagai keluhan tersebut, Ratu Dewa memastikan bahwa pemerintah kota melalui Dinas Pendidikan Kota Palembang akan segera mengambil langkah perbaikan terhadap fasilitas sekolah yang mengalami kerusakan.
Ia menyampaikan bahwa pemerintah telah menginstruksikan dinas terkait untuk segera melakukan penanganan agar kondisi sarana pendidikan tersebut dapat kembali layak digunakan. Perbaikan tersebut direncanakan akan menggunakan dukungan anggaran dari Dana Alokasi Khusus (DAK) yang diharapkan dapat dimanfaatkan untuk memperbaiki berbagai kerusakan bangunan di sekolah tersebut.
"Melalui Dinas Pendidikan kito perintahke untuk segera lakuke perbaikan dengan Dana Alokasi Khusus supaya ditahun ini biso segera diperbaiki," ucapnya.
Gak Cuma Adu Jotos! Begini Strategi Pertina Sumsel Gaet Gen Z & Alfa Jadi Atlet Tinju Masa Depan
Dengan langkah tersebut, pemerintah kota berharap proses belajar mengajar di kedua sekolah dapat berlangsung lebih nyaman dan aman bagi para siswa maupun tenaga pendidik.
Pemerintah Kota Palembang juga menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan kualitas sarana pendidikan di daerah agar lingkungan belajar yang layak dapat dirasakan oleh seluruh peserta didik.***