Viral Buat Panik! Bocah Beraksi sebagai Spiderman Hingga Panjat ke Atap Rumah
Viral Buat Panik! Bocah Beraksi sebagai Spiderman Hingga Panjat ke Atap Rumah
Lingkaran.id - Seorang bocah laki-laki di Bandung menjadi viral di media sosial setelah terlihat berada di atap rumah, mengaku berimajinasi menjadi tokoh super hero Spiderman.Dalam video yang diunggah oleh akun TikTok @iz028, terlihat suasana kepanikan di rumah saat bocah tersebut ditemukan di atas atap rumah.Miris! Tiga Bocah Tertangkap Basah Mencuri di MinimarketKetika mengetahui anaknya berada di atas atap rumah,  orang tua sang bocah merasa panik dan khawatir lantaran dapat membahayakan keselamatan sang anak.Selanjutnya orang tua bocah tersebut berusaha tenang namun tetap bertindak cepat dan hati-hati untuk membawa anak kembali ke tempat yang aman dan turun dari atap.Memalukan! Viral Pejabat Kemenhub Ajak YouTuber Korea Main ke HotelPeristiwa ini mengingatkan pentingnya pengawasan ekstra terhadap anak-anak, terutama ketika mereka bermain dan berimajinasi dengan meniru aksi tokoh-tokoh pahlawan super.***
Read More
Update Terbaru Bencana Banjir Sumatera Barat Renggut Puluhan Korban Jiwa
Update Terbaru Bencana Banjir Sumatera Barat Renggut Puluhan Korban Jiwa
Lingkaran.id - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memperbarui data korban bencana terbaru, seperti disampaikan oleh Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari. Dalam telekonferensi pers pada Senin, 13 Mei 2024, Abdul mengumumkan bahwa jumlah korban meninggal kini mencapai 44 jiwa."Jumlah korban meninggal kini bertambah menjadi 44 jiwa," ungkap Abdul.Ia merinci jumlah korban berdasarkan wilayah, yaitu Kabupaten Agam dengan 19 orang, Kabupaten Tanah Datar 14 orang, Kabupaten Padang Pariaman 8 orang, dan Kabupaten Padang Panjang 2 orang. Selain itu, 15 orang masih dilaporkan hilang dan sedang dalam pencarian.Miris! Tiga Bocah Tertangkap Basah Mencuri di MinimarketWilayah yang paling terdampak meliputi Padang Panjang hingga Tanah Datar, karena daerah ini dekat dengan aliran sungai. "Padang Panjang, Agam, Padang Pariaman, dan Tanah Datar adalah wilayah yang berdekatan dan dialiri oleh sungai serta jalur banjir lahar hujan," jelas Abdul.Sebelum bencana pada Sabtu malam, 11 Mei 2024, BNPB telah menerima laporan terkait banjir lahar, namun tidak sebesar bencana kali ini."Dalam dua bulan terakhir, ada tiga laporan banjir lahar hujan dengan intensitas yang lebih rendah," tambah Abdul.Aktor Epy Kusnandar Diringkus Polisi: Kasus Penyalahgunaan NarkotikaBNPB juga memprediksi bahwa hujan dengan intensitas tinggi masih akan berlangsung di beberapa wilayah Sumatera Barat hingga 20 Mei 2024. Abdul mengimbau agar masyarakat tetap waspada."Prediksi hujan intens hingga tanggal 20 Mei mengharuskan kita semua untuk meningkatkan kewaspadaan," ujar Abdul dalam telekonferensi pers tersebut.*** 
Read More
Tragis! Empat Warga Tewas dalam Kebakaran Diduga Akibat Kebocoran Elpiji
Tragis! Empat Warga Tewas dalam Kebakaran Diduga Akibat Kebocoran Elpiji
Lingkaran.id - Empat warga Gang Al Barokah, Pasirkoja, Kota Bandung, meninggal dunia setelah kebakaran melanda rumah mereka pada Minggu, 12 Mei 2024. Sebelum meninggal, korban sempat dirawat di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung akibat luka bakar parah yang mereka alami.Kapolsek Bojongloa Kaler, Kompol Asep Wahidin, mengonfirmasi identitas para korban, yaitu Yunita (28), Ida Sumarni (55), Iyoh Mariyah (79), dan Dedi Sutardi (54).Viral Mobil Pickup Ditilang Usai Angkut Penumpang Gunakan Helm"Empat korban kebakaran meninggal di RSHS. Satu orang, bernama Dafa, masih dirawat," ujar Kompol Asep pada Senin (13/5/2024).Kebakaran tersebut terjadi di sebuah rumah kontrakan yang berada di kawasan padat penduduk sehingga kobaran api cepat menjalar dan membaser dengan mudah melahap bangunan rumah."Korban merupakan satu keluarga yang tinggal di pemukiman padat dan itu rumah kontrakan, bukan milik mereka sendiri," kata Kompol Asep.Kapolsek menjelaskan bahwa kebakaran ini murni musibah. Berdasarkan keterangan saksi, api diduga berasal dari kebocoran tabung elpiji 3 kilogram yang menyebabkan semburan api."Tidak ada dugaan lain. Ini murni kecelakaan kebakaran. Informasi dari tetangga, Pak Dedi (salah satu korban) sempat mengutak-atik gas. Mungkin klepnya bocor sehingga terjadi kebakaran," jelasnya.Aksi Cabul Penjaga Indekos Terekam CCTV Intip Kamar Anak KosKompol Asep juga menambahkan bahwa tidak ada saksi yang mendengar ledakan sebelum atau saat kebakaran terjadi sehingga masih menimbulkan keheran dalam peristiwa tragis tersebut."Tabung elpiji tidak meledak karena masih utuh, dan tidak ada suara ledakan yang terdengar. Tetangga melaporkan adanya semburan api," ungkapnya.Saat ini, pihak berwenang masih menyelidiki lebih lanjut penyebab pasti kebakaran tersebut, meskipun dugaan awal mengarah pada kebocoran elpiji sebagai penyebab utama.***
Read More
Kerugian Negara Rp30,2 Miliar, KPK Tahan Tiga Pejabat PTPN XI
Kerugian Negara Rp30,2 Miliar, KPK Tahan Tiga Pejabat PTPN XI
Lingkaran.id - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah resmi melakukan penahanan terhadap tiga tersangka dalam kasus dugaan korupsi terkait pengadaan lahan hak guna usaha (HGU) PT Perkebunan Nusantara (PTPN) XI.Penetapan dan penahanan ini dilakukan setelah KPK memastikan kecukupan alat bukti dalam penyidikan kasus tersebut. Tersangka yang ditahan adalah Direktur PTPN XI tahun 2016, Mochamad Cholidi (MC), Kepala Divisi Umum Hukum dan Aset PTPN XI tahun 2016, Mochamad Khoiri (MK), dan Komisaris Utama PT Kejayan Mas, Muhchin Karli (MHK).Rektor Unri Laporkan Mahasiswa ke Polda Riau, Konten Video Kritik Biaya KuliahWakil Ketua KPK, Alexander Marwata, menjelaskan bahwa ketiga tersangka akan ditahan selama 20 hari pertama untuk memudahkan proses penyidikan."MC dan MK ditahan mulai tanggal 13 Mei 2024 hingga 1 Juni 2024, sedangkan MHK ditahan mulai tanggal 8 Mei 2024 hingga 27 Mei 2024 di Rutan Cabang KPK," kata Alexander Marwata saat konferensi pers di Gedung Merah Putih KPK, Senin (13/5/2024).Partai Gerindra Bantah Susunan kabinet pemerintahan Prabowo-Gibran yang Beredar di Media SosialMenurut Alexander, dalam konstruksi perkara korupsi terkait pengadaan lahan hak guna usaha (HGU) PT Perkebunan Nusantara (PTPN) XI, negara mengalami kerugian setidaknya Rp30,2 miliar.Ketiga tersangka diduga melanggar Pasal 2 ayat (1) atau Pasal 3 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi yang telah diubah dengan Undang-Undang Republik Indonesia tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.***
Read More
Usai Pulang dari Taiwan, Pria ini Diduga Tega Habisi Nyawa Anak Balita
Usai Pulang dari Taiwan, Pria ini Diduga Tega Habisi Nyawa Anak Balita
Lingkaran.id - Seorang pria berinisial RAP, yang baru saja pulang dari Taiwan, diduga telah membunuh anaknya yang berusia tiga tahun, berinisial MAK, di Tulungagung. Dugaan sementara menyebutkan bahwa korban dicekik dan ditindih hingga meninggal dunia."Kejadiannya tadi malam (Minggu) sekitar pukul 20.30 WIB. Awalnya kami menerima informasi dari perangkat desa bahwa ada dugaan pembunuhan, akhirnya kami tindak lanjuti," kata Kapolsek Rejotangan, AKP Kasianto, pada Senin (13/5/2024).Sederet Fakta Kecelakaan Tragis Bus SMK Lingga Kencana Depok, Berubah Lokasi AcaraInsiden tersebut terjadi saat korban sedang diasuh oleh pelaku di dalam rumah, sementara ibu korban berada di luar. Pelaku kemudian tiba-tiba mencekik korban di atas sofa ruang keluarga."Korban juga ditindih oleh pelaku dengan posisi tengkurap. Ada yang menyampaikan bahwa korban sempat dibekap dengan bantal, namun hal ini masih kami dalami," ujarnya.2 Pria Ancam Bunuh Hingga Todongkan Pisau, Menolak Bayar Usai Makan di WarungMAK sempat dibawa ke puskesmas untuk mendapatkan pertolongan, tetapi sayangnya nyawa balita tersebut tidak dapat diselamatkan.Untuk keperluan penyelidikan lebih lanjut, jenazah korban dibawa ke RSUD dr Iskak Tulungagung. Rencananya, tim forensik akan melakukan autopsi untuk mengetahui penyebab pasti kematian. Hingga pukul 02.30 WIB, pelaku masih menjalani pemeriksaan oleh pihak kepolisian.***
Read More
Universitas Brawijaya Panggil Mahasiswa Penerima KIP Kuliah Usai Viral Bergaya Hidup Hedon
Universitas Brawijaya Panggil Mahasiswa Penerima KIP Kuliah Usai Viral Bergaya Hidup Hedon
Lingkaran.id - Universitas Brawijaya (UB) memberikan respons terhadap viralnya dugaan mahasiswa penerima Kartu Indonesia Pintar Kuliah (KIPK) yang disorot karena gaya hidupnya yang terkesan hedon. Pihak UB mengundang mahasiswa yang menjadi sorotan tersebut untuk memberikan klarifikasi.Ilhamuddin, Kepala Sub Direktorat Kesejahteraan dan Kewirausahaan Mahasiswa UB, menjelaskan bahwa undangan tersebut merupakan salah satu langkah yang diambil setelah supervisi dari Pusat Layanan Pembiayaan Pendidikan (PUSLPADIK) Kemdikbudristek.Rektor Unri Laporkan Mahasiswa ke Polda Riau, Konten Video Kritik Biaya Kuliah"Kami akan berkoordinasi dengan SPI, dalam rangka mencoba mengevaluasi kembali, terkait sistem pengelolaan secara internal di KIPK dan juga pengelolaan beasiswa secara umum," katanya.PUSLPADIK Kemdikbudristek juga turut melakukan supervisi langsung ke UB terkait kasus viral penerima KIP Kuliah yang bergaya hidup hedon. Muni Ika, Penanggung jawab program KIP Kuliah di pusat pelayanan bimbingan dan pendidikan Kemdikbudristek, menjelaskan bahwa meskipun data penerima KIP Kuliah dapat dilacak melalui sistem, tetapi pengawasan langsung dari pihak Kemendikbudristek masih diperlukan.Geger! Wanita Muda Ditemukan Tewas di Lemari Kamar KosPenerima KIP Kuliah sendiri seharusnya merupakan kelompok kategori miskin atau rentan miskin sesuai dengan kriteria yang ditetapkan dalam Peraturan Sekretaris Jenderal (Persesjen) Nomor 13 tahun 2023.Meskipun sistem sudah terintegrasi dengan database calon penerima KIP Kuliah, proses evaluasi tetap perlu dilakukan setiap semester untuk memastikan kelayakan penerima manfaat.Dengan berbagai langkah ini, UB berupaya memastikan bahwa program bantuan seperti KIP Kuliah disalurkan secara tepat sasaran sesuai dengan peraturan yang berlaku.*** 
Read More
Miris! Tiga Bocah Tertangkap Basah Mencuri di Minimarket
Miris! Tiga Bocah Tertangkap Basah Mencuri di Minimarket
Lingkaran.id - Tiga bocah yang masih di bawah umur terpergok tengah melancarkan aksi pencurian di sebuah minimarket di daerah Mijen, Semarang, Jawa Tengah, pada Minggu (12/05/2024).Video yang menampilkan momen ketika ketiganya tertangkap basah oleh petugas keamanan telah menjadi viral di media sosial. Keterangan dalam video menuliskan, "Detik-detik bocah kepergok diduga membobol minimarket di daerah Mijen, Semarang, Jawa Tengah."Memalukan! Viral Pejabat Kemenhub Ajak YouTuber Korea Main ke HotelDalam rekaman tersebut, terlihat ketiga bocah tengah berada di dalam minimarket dengan gerak-gerik yang mencurigakan. Mereka diduga sedang mencoba mencuri barang-barang dari rak-rak toko.Setelah ketahuan, ketiga bocah tersebut langsung diamankan oleh petugas keamanan minimarket. Meskipun demikian, hingga saat ini belum ada informasi lebih lanjut mengenai tindakan selanjutnya yang diambil terhadap ketiganya oleh pihak berwajib.Aktor Epy Kusnandar Diringkus Polisi: Kasus Penyalahgunaan NarkotikaKejadian ini telah menimbulkan perbincangan di media sosial, Banyak netizen yang mengecam tindakan mencuri tersebut, sambil juga mengkhawatirkan kondisi dan masa depan ketiga bocah tersebut yang sangat disayangkan telah melakukan tindakan pencurian di umur yang masih sangat muda.***
Read More
Viral Mobil Pickup Ditilang Usai Angkut Penumpang Gunakan Helm
Viral Mobil Pickup Ditilang Usai Angkut Penumpang Gunakan Helm
Lingkaran.id - Meskipun mobil pickup dirancang untuk angkutan barang, praktik mengangkut penumpang masih sering terjadi meski dilarang secara hukum. Berdasarkan pasal 303 dan UU No 22 Tahun 2009 tentang LLAJ, setiap orang yang mengemudikan mobil barang untuk mengangkut orang dapat dipidanakan atau didenda.Namun peraturan ini mengecualikan mobil barang untuk angkutan orang dalam kondisi tertentu, seperti ketika rasio kendaraan bermotor untuk angkutan orang belum memadai atau untuk kepentingan tertentu seperti pengerahan Tentara Nasional Indonesia dan Kepolisian Negara Republik Indonesia. Namun, masih banyak oknum yang mengabaikan aturan ini.Aksi Cabul Penjaga Indekos Terekam CCTV Intip Kamar Anak KosBaru-baru ini, sebuah video yang diunggah oleh laman Instagram Makassarvirals memperlihatkan mobil pickup yang mengangkut belasan orang di bak belakang. Penumpangnya, sebagian besar adalah emak-emak yang duduk dengan rapih dan menggunakan helm.Dalam rekaman video tersebut, terlihat seorang petugas kepolisian sedang berjaga di sekitar lampu lalu lintas. Ketika melihat mobil pickup itu, petugas langsung memberhentikannya. Sang sopir pun melakukan negosiasi agar tidak ditilang.Terbongkar Perselingkuhan Pria Beristri dengan DJ Viral di Media SosialMeski para penumpang menggunakan helm, hal ini tetap melanggar aturan karena helm hanya ditujukan bagi pengendara sepeda motor, bukan penumpang pickup. Selain itu, mobil pickup tidak diperkenankan untuk mengangkut orang.***
Read More
Viral Wanita Mengamuk Diduga Usai Diintip Petugas SPBU
Viral Wanita Mengamuk Diduga Usai Diintip Petugas SPBU
Lingkaran.id - Seorang petugas SPBU di Demak, Jawa Tengah, menjadi sorotan di media sosial setelah sebuah video menunjukkan seorang wanita marah-marah padanya karena diduga mengintip di toilet wanita.Video yang diunggah oleh akun @mygigsmedia menampilkan insiden tersebut, di mana wanita tersebut memarahi petugas SPBU dari area toilet wanita, menyebabkan adu mulut. Peristiwa yang viral itu terjadi di SPBU Katonsari Demak, yang kemudian dikonfirmasi oleh perwakilan SPBU tersebut, Khasan.Camat Ungkap Musyawarah Bukan Intimidasi: Klarifikasi Ahmad Saugi Usai Viralkan Seorang Anak KelaparanNamun, Khasan menegaskan bahwa tuduhan terhadap petugas SPBU yang mengintip di toilet wanita adalah tidak benar setelah melakukan pemeriksaan internal yang menyebutkan bahwa petugas tersebut hendak buang air besar lantaran sudah tidak tahan hingga masuk ke dalam toilet wanita tersebut."Kejadiannya benar di sini tetapi yang dituduhkan mbaknya itu tidak benar. Berdasarkan hasil investigasi internal kami bahwa karyawan kami dalam darurat mau buang air besar, mbaknya pengunjung itu merasa kaget, operator kami dituduh melakukan pengintipan," ujar Khasan pada Sabtu (11/5/2024).Miris! Ibu Tega Racuni Anak Tiri Dengan Racun Tikus Dalam Kopi Susu KemasanAkibat insiden tersebut, petugas SPBU yang terlibat diberikan sanksi tegas berupa skorsing tanpa waktu yang ditentukan karena masuk ke kamar mandi wanita. Selain itu, SPBU Katonsari juga menghadapi sanksi berupa pemberhentian kiriman BBM selama satu minggu.Pihak SPBU Katonsari Demak saat ini sedang berupaya memediasi dengan pihak yang merasa dirugikan untuk menyelesaikan masalah tersebut secara kekeluargaan hingga terselesaikan secara tuntas anatara kedua belah pihak.***
Read More
Sederet Fakta Kecelakaan Tragis Bus SMK Lingga Kencana Depok, Berubah Lokasi Acara
Sederet Fakta Kecelakaan Tragis Bus SMK Lingga Kencana Depok, Berubah Lokasi Acara
Lingkaran.id - Kecelakaan tragis yang menimpa para siswa SMK Lingga Kencana Kota Depok mengungkapkan fakta baru yang mengejutkan. Salah satu wali murid, Riris Fardia, mengungkapkan bahwa acara perpisahan yang seharusnya diadakan di Depok tiba-tiba diganti lokasi menjadi Ciater, Subang, Jawa Barat.Menurut Riris, perubahan lokasi tersebut dilakukan tanpa pemberitahuan sebelumnya, membuat banyak pihak heran dan terpaksa harus mengikitu instruksi tersebut yang tidak sesuai informasi atau pemberitahuan di awal.2 Pria Ancam Bunuh Hingga Todongkan Pisau, Menolak Bayar Usai Makan di Warung"Kenapa datang ke sana (Ciater) padahal infonya kan dilakukan di Depok, kok tiba-tiba dibawa ke sana. Oke kita nurut semuanya, kita nurut," ujarnya.Riris, yang juga seorang guru, menekankan pentingnya mematuhi prosedur yang benar terutama terkait transportasi para siswa yang sangat mempengaruhi keselamatan nyawa seseorang."Memang tergantung uang. Kalau saya waktu itu blue bird (di sekolahnya) jadi berbeda. Tenang aja Bu aman aman aja," tambahnya.Geger! Wanita Muda Ditemukan Tewas di Lemari Kamar KosLebih lanjut, Riris mengungkapkan bahwa siswa yang menjadi anak asuhnya di SMK Lingga Kencana bukanlah anak kandungnya, namun ia yang bertanggung jawab atas biaya pendidikannya dan sedih melihat orang tua siswa tersebut terus menangis atas kecelakaan tragis tersebut."Saya iba, kasian melihat ibunya sudah nangis-nangis, ayahnya sudah meninggal 2 tahun lalu. Saya yang biayai pendidikannya," ungkapnya pada Minggu (12/4/2024).***
Read More
2 Pria Ancam Bunuh Hingga Todongkan Pisau, Menolak Bayar Usai Makan di Warung
2 Pria Ancam Bunuh Hingga Todongkan Pisau, Menolak Bayar Usai Makan di Warung
Lingkaran.id - Aksi premanisme dilakukan oleh dua pria yang menolak membayar tagihan makanan di sebuah warung lesehan di Bandarlampung. Keduanya, yang diketahui berinisial JK (35 tahun) dan MA (23 tahun), ditangkap setelah kejadian pada Rabu (17/4/2024) dini hari di Jalan Pangeran Antasari, Kedamaian, Bandarlampung.Kapolsek Tanjung Karang Timur, Kompol Kurmen Rubiyanto, mengonfirmasi bahwa keduanya ditangkap dari dua tempat berbeda pada Rabu (8/5/2024) usai mendapat laporan aksi premanisme yang dilakukan keduanya.Geger! Wanita Muda Ditemukan Tewas di Lemari Kamar KosMenurut Kompol Kurmen Rubiyanto, kedua pelaku mengaku sebagai preman ketika diminta membayar oleh pemilik warung, sehingga menolak untuk membayar dan melakukan pengancaman kepada pemilik warung dengan senjata tajam."Saat diminta membayar, kedua pelaku malah marah dan mengancam akan membunuh sambil menodongkan pisau," kata Kurmen, Jumat (10/5/2024).Siswi SMP Dicekoki Miras Hingga DiperkosaKompol Kurmen Rubiyanto juga menambahkan bahwa kedua pelaku mengancam pengunjung lain di warung lesehan tersebut untuk tidak ikut campur.Selama penangkapan, polisi berhasil menyita dua bilah pisau sebagai barang bukti. Saat ini, kedua pelaku ditahan di Mapolsek Tanjung Karang Timur dan dijerat dengan Pasal 2 Ayat 1 Undang-Undang Darurat No. 12 Tahun 1951 dan/atau Pasal 335 KUHPidana Subsider 365 KUHPidana.***
Read More
Camat Ungkap Musyawarah Bukan Intimidasi: Klarifikasi Ahmad Saugi Usai Viralkan Seorang Anak Kelaparan
Camat Ungkap Musyawarah Bukan Intimidasi: Klarifikasi Ahmad Saugi Usai Viralkan Seorang Anak Kelaparan
Lingkaran.id - Camat Bojonggede, Tenny Ramdhani, menegaskan bahwa Pemerintah Desa Rawa Panjang tidak melakukan intimidasi atau ancaman terhadap konten kreator Ahmad Saugi terkait video viral yang menampilkan Gibran, seorang anak yang meronta sambil menangis meminta makan kepada ibunya. Menurutnya, yang dilakukan adalah musyawarah untuk menyelesaikan masalah terkait video yang mencoreng nama desa tersebut."Tidak benar bahwa pemerintah desa akan memenjarakan Ahmad Saugi. Musyawarah tersebut adalah inisiatif bersama pemerintah desa, tokoh masyarakat, dan warga Rawa Panjang yang merasa resah dan keberatan dengan video tersebut yang membuat desa mereka mendapat stigma negatif," ujar Camat Bojonggede, Tenny Ramdhani.Miris! Ibu Tega Racuni Anak Tiri Dengan Racun Tikus Dalam Kopi Susu KemasanTenny menjelaskan bahwa video klarifikasi yang dibuat oleh pemerintah desa dan Ahmad Saugi adalah hasil dari musyawarah yang melibatkan banyak tokoh masyarakat dan berlangsung cukup lama. Pembuatan naskah pernyataan tersebut didasarkan pada kesepakatan yang dicapai dalam musyawarah tersebut."Tidak ada intimidasi terhadap Ahmad Saugi oleh pemerintah desa terkait viralnya video. Pembuatan klarifikasi video adalah permintaan dari kepala desa, yang dibuat setelah berlangsungnya musyawarah yang melibatkan berbagai pihak, sehingga isi pernyataannya kaya akan narasi yang diputuskan dalam musyawarah," ungkapnya.Tenny menambahkan bahwa ekspresi wajah Ahmad Saugi yang terlihat tertekan dalam video klarifikasi tersebut semata-mata karena kelelahan. Ahmad Saugi telah sepenuhnya memahami dan menerima apa yang telah disepakati dalam musyawarah.Aksi Cabul Penjaga Indekos Terekam CCTV Intip Kamar Anak Kos"Masyarakat menuntut agar kejadian serupa tidak terulang. Tidak ada niatan untuk menjebloskan Ahmad Saugi ke penjara, ini hanyalah pembelajaran bagi semua pihak bahwa pembuatan konten harus dilakukan dengan bijak dan memperoleh izin dari pihak terkait," tambahnya.Tenny juga menjelaskan bahwa pemerintah desa dan kecamatan saat ini berkomunikasi dengan baik dengan Ahmad Saugi, dan Ahmad Saugi juga ikut serta dalam proses bantuan dari Kementerian Sosial, bahkan menyampaikan informasinya melalui kontennya.***
Read More
Aktor Epy Kusnandar Diringkus Polisi: Kasus Penyalahgunaan Narkotika
Aktor Epy Kusnandar Diringkus Polisi: Kasus Penyalahgunaan Narkotika
Lingkaran.id - Kabar kurang mengenakan datang dari Pemain Preman Pensiun, Epy Kusnandar usai ditangkap oleh pihak kepolisian, hal ini tentunya membuat banyak orang terkejut dengan aksi penangkapan tersebut.Penagkapan Epy Kusnandar atas dugaan penyalahgunaan narkoba. Kabar ini telah dikonfirmasi oleh Kapolres Jakarta Barat, Kombespol Syahduddi, yang mengonfirmasi bahwa Epy Kusnandar telah diamankan terkait kasus tersebut.Rektor Unri Laporkan Mahasiswa ke Polda Riau, Konten Video Kritik Biaya Kuliah"Iya benar, yang bersangkutan diamankan terkait penyalahgunaan narkoba," ujar Kombespol Syahduddi pada Jumat (10/5/2024).Meskipun konfirmasi tersebut telah diberikan, detail mengenai kapan dan di mana Epy Kusnandar ditangkap belum diungkapkan oleh pihak kepolisian.Waspada Modus Komisi 'Like' Aplikasi TikTok, Pria ini Alami Kerugian Puluhan JutaProses penyelidikan dalam kasus penangkapan Epy Kusnandar terkait dugaan penyalahgunaan narkoba dimulai setelah pihak kepolisian menerima informasi atau adanya bukti yang menunjukkan keterlibatan Epy Kusnandar dalam aktivitas penyalahgunaan narkoba.Diketahui saat ini pihak kepolisian tengah mengusut kasus penyalahgunaan narkoba yang dilakukan oleh  Epy Kusnandar untuk mengungkapkan asal narkoba dan keterlibatan pihak lain.***
Read More
Pesona Paripurna! Mahalini Tampil Memukau dengan Busana Adat dan Siger Sunda di Akad Nikah
Pesona Paripurna! Mahalini Tampil Memukau dengan Busana Adat dan Siger Sunda di Akad Nikah
Lingkaran.id - Kabar bahagia datang dari pasangan selebriti Mahalini dan Rizky Febian yang melabuhkan kisah cintanya dalam bahtera rumah tangga dalam acara pernikahan keduanya yang digelar secara tertutup di Hotel Raffles, Jakarta, pada Jumat (10/5/2024),Dalam acara akad nikah Mahalini tampil dengan kecantikan yang memukau dengan memakai siger Sunda  Dalam potret yang dibagikan, Mahalini terlihat mempesona dengan memakai siger Sunda, yang dipadukan dengan busana tradisional.Dico Ganinduto Siap Berlaga di Pilkada Jateng: Gandeng Raffi Ahmad?Mahalini mengenakan atasan kebaya putih yang dipenuhi payet berkilauan dan memadukannya dengan korset putih serta kain batik putih dengan motif coklat tua, senada dengan busana Rizky. Kebaya itu juga menampilkan detail mewah di bagian belakangnya, dengan tambahan payet fringe yang terlihat indah menjuntai di sepanjang punggungnya.Untuk menambah kemewahan dan kesakralan busananya, Mahalini memilih siger khas Sunda yang dirancang oleh desainer aksesoris ternama, Rinaldy Yunardi. Siger tersebut memiliki warna perak yang bersinar, serasi dengan busana pengantinnya. Rincian bunga melati yang melingkar di sekitar siger menambah pesona pada rambutnya yang terikat rapi.Viral Isi Surat Gugatan Cerai Ria Ricis Kepada Teuku Ryan Bocor ke Publik, ini Isinya!Rizky Febian sukses mengucapkan ijab kabul dengan satu tarikan napas, dan pernikahan mereka disahkan oleh saksi nikah, Dedi Mulyadi dan Ajik Krisna. Mahar yang diajukan Rizky untuk Mahalini terdiri dari uang tunai sebesar Rp10 juta dan logam mulia seberat 20 dan 24 gram.***  
Read More
Memalukan! Viral Pejabat Kemenhub Ajak YouTuber Korea Main ke Hotel
Memalukan! Viral Pejabat Kemenhub Ajak YouTuber Korea Main ke Hotel
Lingkaran.id - Video memalukan seorang pria yang belakangan ini menjadi viral di media sosial, yang memperlihatkan seorang wanita yang merupakan wisatawan asal Korea bertegur sapa dengan pengunjung di depannya, lalu berpindah tempat duduk ke pengunjung tersebut.Pengunjung tersebut merupakan seorang pria berkepala plontos bersama dengan satu pria lainnya. Ketiganya terlibat dalam obrolan ringan, di mana kemudian pria berkepala plontos mengajak YouTuber Korsel untuk pergi ke hotel, hal ini membuat malu dan menimbulkan banyak kecaman dari warganet.Geger! Wanita Muda Ditemukan Tewas di Lemari Kamar KosDiketahui pria yang mengajak YouTuber asal Korea Selatan tersebut main ke hotelnya merupakan salah satu pejabat Kementerian Perhubungan (Kemenhub) yang bernama Asri Damuna yang menjabat sebagai  Kepala Kantor Unit Penyelenggara Bandar Udara (UPBU) Sangia Nibandera Kolaka.Kementerian Perhubungan (Kemenhub) telah mengambil langkah tegas dengan mencopot jabatannya setelah viralnya video yang menampilkan Asri Damuna, mengajak seorang YouTuber asal Korea Selatan (Korsel) ke sebuah hotel."Kementerian Perhubungan sangat menyesalkan video viral yang melibatkan Asri Damuna, Kepala Kantor UPBU Sangia Nibandera Kolaka. Yang bersangkutan telah dibebastugaskan guna memudahkan penyelidikan dan tindakan lebih lanjut,"  ungkap zuru Bicara Kementerian Perhubungan, Adita Irawati.Siswi SMP Dicekoki Miras Hingga DiperkosaAdita juga menegaskan bahwa apabila terbukti benar, tindakan tersebut akan menunjukkan ketidakmampuan Asri dalam menjaga integritas sebagai Aparatur Sipil Negara, yang kemungkinan akan berujung pada sanksi internal.Saat ini, Asri sedang menjalani pemeriksaan internal oleh pejabat Kemenhub. Kemenhub juga menekankan pentingnya para ASN untuk menjaga etika dan marwah sebagai pegawai pemerintah, serta berharap agar kejadian serupa tidak terulang di masa mendatang.*** 
Read More
Rektor Unri Laporkan Mahasiswa ke Polda Riau, Konten Video Kritik Biaya Kuliah
Rektor Unri Laporkan Mahasiswa ke Polda Riau, Konten Video Kritik Biaya Kuliah
Lingkaran.id - Seorang mahasiswa dari Fakultas Pertanian Universitas Riau (Unri), Khariq Anhar, menjadi sorotan setelah dilaporkan ke Polda Riau atas dugaan pelanggaran UU ITE karena membuat konten video terkait biaya kuliah yang tinggi. Laporan tersebut ternyata diajukan langsung oleh Rektor Unri, Prof Sri Indarti.Kasubdit V Ditreskrimsus Kompol Fajri mengungkapkan bahwa laporan tersebut disampaikan oleh Rektor pada tanggal 15 Maret 2024. Khariq Anhar dipolisikan setelah mengkritik kebijakan kampus terkait Uang Kuliah Tunggal (UKT) dan Iuran Pembangunan Institusi (IPI) di Unri.Partai Gerindra Bantah Susunan kabinet pemerintahan Prabowo-Gibran yang Beredar di Media SosialDalam aksinya, Khariq Anhar, melalui Aliansi Mahasiswa Penggugat (AMP), mengundang rektor dan mahasiswa untuk berdiskusi, namun tidak ada yang hadir. Khariq Anhar juga membuat video konten yang mengkritik kebijakan kampus dengan menyebut Rektor sebagai "Broker Pendidikan Universitas Riau".Namun, Khariq Anhar mengaku kaget saat mendapat kabar bahwa dia dilaporkan ke polisi atas dugaan pelanggaran UU ITE. Dia menganggap bahwa kritiknya terhadap kebijakan kampus seharusnya diselesaikan secara akademik, bukan melalui jalur hukum.Waspada Modus Komisi 'Like' Aplikasi TikTok, Pria ini Alami Kerugian Puluhan JutaSementara itu, Wakil Rektor III telah bertemu dengan Khariq Anhar terkait laporan polisi tersebut. Khariq Anhar menyatakan keheranannya atas pelaporan tersebut, karena menurutnya seharusnya kritik terhadap kebijakan kampus dapat diselesaikan melalui jalur akademik.***
Read More
Geger! Wanita Muda Ditemukan Tewas di Lemari Kamar Kos
Geger! Wanita Muda Ditemukan Tewas di Lemari Kamar Kos
Lingkaran.id - Seorang wanita muda ditemukan tewas dalam keadaan mengenaskan di dalam lemari kamar kos di Desa Kedawung, Kecamatan Kedawung, Kabupaten Cirebon. Korban, bernama Anita (21), warga Desa Dadap, Kecamatan Juntinyuat, Kabupaten Indramayu.Kematian tragis tersebut diduga kuat menjadi korban pembunuhan, mengingat terdapat luka lebam di wajahnya. Jenazah Anita ditemukan di dalam lemari kamar nomor C-14 dalam kondisi setengah telanjang dengan luka memar dan berdarah di wajahnya.Siswi SMP Dicekoki Miras Hingga DiperkosaKasat Reskrim Polres Cirebon Kota, AKP Anggi Eko Prasetyo, mengonfirmasi bahwa pihaknya menerima laporan tentang penemuan mayat wanita muda di kamar kos Desa Kedawung pada Kamis petang.Menurutnya, teman korban pertama kali menemukan jasad Anita setelah mencari-cari keberadaannya. Saat tidak menemukan korban, dia menjadi curiga dan memutuskan untuk membuka lemari, di mana dia menemukan Anita dalam keadaan tak bernyawa.'Ratu Narkoba' Asal Aceh Dihukum Mati Bersama Terdakwa LainnyaSetelah dilakukan penyelidikan awal oleh Tim Inafis Polres Cirebon, ditemukan bahwa Anita mengalami luka lebam di wajahnya. Selain itu, barang berharga miliknya seperti telepon genggam juga hilang.Saat ini, pihak kepolisian sedang memburu terduga pelaku yang sudah dikantongi identitasnya, serta terus melakukan penyelidikan lebih lanjut terkait motif dan kronologi kejadian pembunuhan tersebut.***
Read More
Viral Tarif Parkir Mahal, Juru Parkir ini Bantah dan Berikan Klarifikasi
Viral Tarif Parkir Mahal, Juru Parkir ini Bantah dan Berikan Klarifikasi
Lingkaran.id - Usai video viral di media sosial memperlihatkan sejumlah juru parkir di kawasan Warpat, Puncak, Bogor, Jawa Barat (Jabar), diduga meminta tarif parkir sebesar Rp 100 ribu untuk dua mobil membuat pemilik mobil kesal. Namun, dalam klarifikasi, juru parkir tersebut membantah tudingan tersebut."Dengan tegas, saya Boni, bersama rekan saya Isna dan Dani, ingin mengklarifikasi kejadian yang viral mengenai tarif parkir Warpat sebesar Rp 100 ribu pada hari Selasa malam kemarin. Kami tidak menerima uang sepersen pun dari mereka," ungkap Boni dalam video yang diunggahnya pada Rabu (9/5/2024).Waspada Modus Komisi 'Like' Aplikasi TikTok, Pria ini Alami Kerugian Puluhan JutaBoni juga menyampaikan permohonan maaf jika ada yang merasa terganggu atas kejadian tersebut lantaran video yabg telah vial di media sosial yang menyatakan bahwa dirinya meminta tarif parkir yang sangat mahal .Kapolsek Cisarua, Kompol Eddy Santosa, menjelaskan bahwa peristiwa tersebut terjadi pada Selasa sekitar pukul 22.00 WIB. Menurutnya, petugas parkir telah memberikan penjelasan kepada dua pengunjung yang datang."Tarif parkir di rest area hanya Rp 10 ribu. Namun, jika ingin memarkir di lahan pinggir jalan, tarifnya adalah Rp 40 ribu untuk menitipkan kendaraan," jelas Kompol Eddy Santosa.Lokasi dalam video tersebut diketahui berada di wilayah Kecamatan Cipanas, Kabupaten Cianjur. Meskipun demikian, tidak ada indikasi pidana atau kekerasan terhadap pihak yang melaporkan.Dua Pengamen Tewas Usai Aksi Duel MautKompol Eddy Santosa menyatakan bahwa pihaknya telah berkoordinasi dengan Polres Cianjur terkait kejadian tersebut. Namun, hingga saat ini, pihak yang memvideokan dan menyebarkan video tersebut masih belum diketahui."Langkah-langkah kepolisian yang telah dilakukan adalah menerima laporan, mengecek informasi langsung di tempat kejadian, melakukan penyelidikan, mencari keterangan dari saksi-saksi, serta memberikan imbauan kepada petugas parkir," tambah Kompol Eddy Santosa.***
Read More
Timnas Indonesia U-23 Tersingkir dari Olimpiade Paris 2024
Timnas Indonesia U-23 Tersingkir dari Olimpiade Paris 2024
Lingkaran.id - Kesedihan mendalam menyelimuti ruang ganti Timnas Indonesia U-23 setelah mereka dipastikan gagal lolos ke Olimpiade Paris 2024 usai mengalami kekelahan dalam pertandingan penentu pada Kamis (10/5/2024) malam.Dalam pertandingan krusial melawan Timnas Guinea U-23 di INF Clairefontaine, Paris, Prancis, Kamis malam waktu Indonesia, Garuda Muda harus menelan kekalahan pahit dengan skor tipis 1-0.Jadwal Final Piala Asia U-23 2024: Jepang vs Uzbekistan, Pertarungan Sengit Gelar JuaraGol tunggal dari titik penalti oleh Ilaix Moriba pada menit ke-29 membuat Guinea merebut tiket terakhir untuk cabang sepakbola di Olimpiade mendatang, meninggalkan Indonesia dengan rasa kecewa yang mendalam.Kekalahan ini terasa lebih pedih mengingat performa Guinea yang tidak terlalu impresif, dan Timnas Indonesia U-23 berhasil memberikan perlawanan sengit sepanjang 90 menit pertandingan.Reaksi emosional para pemain begitu terasa setelah pertandingan usai, seperti yang tergambar dari unggahan akun Instagram @timnas.indonesia. Alfeandra Dewangga, Pratama Arhan, dan Rafael Struick tampak menangis tersedu-sedu, sementara yang lain hanya bisa meratap dengan harapan yang pupus.Hasil Piala Asia U-23 2024: Timnas U-23 Indonesia vs IrakEkspresi sedih juga terpancar dari wajah Rizky Ridho, Bagas Kaffa, dan Muhammad Fajar Fathur Rachman saat mereka meninggalkan stadion menuju bus tim. Mereka harus menerima kenyataan pahit bahwa mimpi mereka untuk berlaga di Olimpiade Paris 2024 telah sirna.Suasana muram semakin terasa di skuad Timnas Indonesia U-23 menyusul berakhirnya perjuangan panjang sejak Piala Asia U-23 2024. Meskipun telah menunjukkan kerja keras dan semangat yang tinggi, namun ternyata itu belum cukup untuk mewujudkan cita-cita mereka.Sekarang, para pemain akan kembali ke klub masing-masing dan mengambil waktu untuk berlibur setelah menjalani kompetisi Liga 1 2023-2024. Banyak dukungan dan harapan dari masyarakat Indonesia untuk Timnas Indonesia, dapat bangkit dari hasil yang mengecewakan ini dan kembali mempersembahkan yang terbaik di pertandingan selanjutnya.*** 
Read More
Miris! Ibu Tega Racuni Anak Tiri Dengan Racun Tikus Dalam Kopi Susu Kemasan
Miris! Ibu Tega Racuni Anak Tiri Dengan Racun Tikus Dalam Kopi Susu Kemasan
Lingkaran.id - Tindakan keji dilakukan oleh seorang ibu tiri bernama Riwanti telah setelah memberikan anak tirinya, Baihaki, minuman kopi susu kemasan yang dicampur dengan racun tikus.Insiden tragis itu terjadi di Jalan Dusun Siluang III, Tanjung Medan, Rokan Hilir, Riau, pada Minggu (5/5/2024), menyebabkan Baihaki mengalami serangan kejang yang mengancam nyawanya.Razia Kos-Kosan Diduga Jadi Tempat Open BO,18 Wanita DicidukKejadian tersebut terungkap setelah paman korban, Masmin, menerima telepon dari istrinya yang mengabarkan bahwa Baihaki sedang mengalami kejang-kejang. Masmin segera pulang ke rumah dan meminta penjelasan dari istrinya tentang penyebab kejang tersebut."Hari ini keluarga datang ke Polsek Pujud membawa pelaku. Setelah diinterogasi, pelaku mengakui telah memberikan minuman merk Golda Coffee yang dicampur dengan racun tikus jenis timex, sebanyak 2 bungkus, kepada Baihaki," ungkap Kapolres Rohil AKBP Andrian Pramudianto.Aksi Cabul Penjaga Indekos Terekam CCTV Intip Kamar Anak KosLebih lanjut, motif dari perbuatan kejam Riwanti tersebut adalah karena kesal terhadap suaminya yang menolak untuk pulang kampung saat lebaran sebelumnya."Motif dendam, jadi pelaku ini dendam dan kesal sama suaminya. Pelaku lebaran kemarin mengajak suaminya pulang kampung, tapi menolak," jelas AKBP Andrian Pramudianto.*** 
Read More
Berita Populer Bulan ini
Bina Husada
Berita Terbaru