ThinkEdu

Memahami Tentang Pembentukan Jati Diri

Memahami Tentang Pembentukan Jati Diri
Foto : Luisella Planeta Leoni LOVE PEACE 💛💙 dari Pixabay - tautan
Lingkaran-Masa remaja dikenal sebagai masa transisi, di mana tidak asing lagi kita melihat perubahan dari teman maupun diri sendiri, dari penampilan fisik, pergaulan, kegemaran, sampai prinsip hidup sekalipun.

Fenomena ini sangat wajar, karena di umur inilah kita sedang dalam pencarian menemukan jati diri dalam psikologi, ternyata proses penemuan jati diri ini sangat amat diteliti.

Mengenal Istilah Mythomania (Kebiasaan Berbohong)

Jati diri merupakan pandangan subjektif yang kita miliki terhadap diri sendiri. Jati diri adalah bagaimana kita mendefinisikan diri sendiri dalam aspek-aspek tertentu, seperti nilai-nilai yang kita anut, kepribadian kita, kepercayaan kita, dan aspek lainnya.

Identitas yang sudah terbentuk cenderung stabil dan unik, di mana tidak ada dua orang dengan identitas yang sama persis.

Identity vs Role Confusion

Anak psikologi pasti sudah tidak asing lagi dengan 8 Tahapan Psikososial Erikson yang menggambarkan tahapan perkembangan yang dilalui setiap orang selagi mereka bertumbuh sepanjang hidupnya.

Masing-masing tahapan mempunyai tantangannya tersendiri dan setiap individu harus berhasil melalui tantangan tersebut untuk bisa tumbuh secara optimal.

identity Vs Role confusion merupakan tahapan kelima yang biasanya dialami oleh remaja berumur 12-18 tahun.Pada tahap ini remaja sedang gencar-gencarnya bereksplorasi untuk menemukan jati diri mereka.Maka dari itu, tidak jarang perubahan-perubahan drastis dari remaja dapat ditemukan di fase ini.

Pada tahap ini remaja mempertanyakan hampir semua hal dalam dirinya, dari penampilan fisiknya, pilihan-pilihan terkait hubungan percintaan, pendidikan, pekerjaan, seksualitas, kepribadian, dan banyak hal lainnya.

Konflik atau tantangan yang harus mereka selesaikan adalah menemukan identitas diri dan merasa nyaman akan identitas tersebut.

Keberhasilan menyelesaikan tantangan ini akan berujung pada terbentuknya jati diri yang kuat dan cenderung stabil sepanjang hidupnya.

Waspada!!! Suspek Cacar Monyet Ada Di Jawa Tengah, Kenali Gejala Dan Cara Penularannya

Sementara, kegagalan dalam tahapan ini akan mengarah pada krisis identitas atau yang disebut role confusion. Remaja dengan krisis identitas seperti:
 
  • Memiliki jati diri yang lemah, sehingga mudah dipengaruhi oleh faktor-faktor eksternal
  • Kesulitan menjelaskan tentang dirinya kepada orang lain
  • Merasa tidak yakin terhadap dirinya sendiri
  • Merasa kecewa dan bingung akan posisinya di kehidupan ini
Krisis identitas dapat terjadi jika individu tidak dibiarkan mengeksplorasi dunianya sendiri sedari kecil.Dalam kata lain, orang tua atau lingkungan yang terlalu mengekang dan mengarahkan tanpa memberi ruang eksplorasi mandiri lebih rentan menghasilkan remaja-remaja dengan krisis identitas.

Jati diri terbentuk dari gabungan antara faktor internal (genetik, kepribadian) dan eksternal (sekolah, rumah, orang-orang di sekitar).

Identitas seorang remaja berkembang saat mereka mencoba berbagai macam peran di lingkungan yang berbeda-beda seperti sekolah, rumah, dan lingkungan sekitar.

Mindset Yang Buat Kita Jalan Ditempat

Hal ini memberi kesempatan untuk mengeksplorasi nilai-nilai, kepercayaan, etika, spiritualitas, dan seksualitas mereka sendiri.Menurut Erikson, eksperimentasi remaja dengan peran, aktivitas dan perilaku yang berbeda-beda sangat penting untuk dapat membentuk identitas yang kuat.***

 
Berita Lainnya
Video Lingkaran
Berita Populer Bulan ini
Bina Husada
Berita Terbaru