
KPK Telusuri Dugaan Aliran Dana Kasus Rita Widyasari ke Organisasi Pemuda Pancasila
Kasus ini mencuat setelah pengurus gereja mengetahui adanya penurunan saldo secara signifikan pada rekening kas milik gereja dan lembaga keuangan komunitas tersebut. Penurunan saldo tersebut dinilai tidak wajar sehingga memunculkan dugaan adanya tindakan penggelapan dana.
Informasi yang beredar di lapangan menyebutkan bahwa dugaan kasus tersebut mengarah pada seorang oknum karyawan internal bank yang diduga terlibat dalam pengambilan dana secara tidak sah. Dalam aksi tersebut, perwakilan umat menyampaikan kekecewaan mereka karena selama ini memilih menyimpan dana di bank milik negara dengan harapan keamanan dana dapat terjamin.
“Kami mempercayakan uang kami kepada bank pemerintah karena yakin sistemnya aman. Namun kenyataannya dana dalam jumlah besar bisa hilang begitu saja,” ujar salah satu perwakilan umat saat menyampaikan orasi.
Berdasarkan data yang dihimpun dari para peserta aksi, total dana yang diduga hilang mencapai sekitar Rp28,5 miliar. Hingga saat ini, pihak bank disebut baru mengembalikan dana sekitar Rp7 miliar kepada pihak gereja.
Dengan demikian, masih terdapat sekitar Rp21,5 miliar dana yang belum diketahui keberadaannya dan belum dikembalikan kepada pemiliknya. Situasi tersebut memunculkan berbagai pertanyaan dari masyarakat terkait sistem pengawasan internal perbankan. Massa mempertanyakan bagaimana mekanisme kontrol internal di bank dapat ditembus sehingga memungkinkan terjadinya pengambilan dana dalam jumlah besar oleh satu pihak.
Dalam tuntutannya, para peserta aksi meminta pihak bank memberikan penjelasan secara transparan mengenai kronologi kejadian serta langkah yang akan diambil untuk mengembalikan sisa dana yang belum ditemukan.
GMKI Pertanyakan Anggaran Rp486,9 Juta untuk Meja Biliar Pimpinan DPRD Sumsel: Di Mana Kepekaan Wakil Rakyat?
Selain itu, mereka juga mendesak agar pihak bank mengambil tindakan hukum tegas terhadap oknum yang diduga terlibat dalam kasus tersebut. Peristiwa ini dinilai berpotensi mempengaruhi tingkat kepercayaan masyarakat terhadap sektor perbankan, khususnya di wilayah Rantau Prapat dan sekitarnya.
Para umat yang melakukan aksi menegaskan akan terus mengawal proses penyelesaian kasus ini hingga seluruh dana yang hilang dapat dikembalikan sepenuhnya serta pihak yang bertanggung jawab diproses sesuai hukum yang berlaku.***