
Menurutnya, pengurangan satu hari operasional program dapat memberikan dampak signifikan terhadap efisiensi belanja negara, terutama di tengah kondisi ekonomi global yang masih berfluktuasi.
Purbaya menjelaskan bahwa usulan ini bukan berasal dari pemerintah pusat secara langsung, melainkan merupakan inisiatif internal dari Badan Gizi Nasional (BGN) sebagai pelaksana program MBG.
“Ini bukan pemangkasan dari kami. Justru pihak BGN yang melihat masih ada ruang untuk efisiensi dalam kondisi saat ini,” ujarnya.
Ia menambahkan, pengumuman resmi terkait kebijakan tersebut akan disampaikan langsung oleh Kepala BGN, Dadan Hindayana, dalam waktu dekat.
Langkah efisiensi ini disebut sebagai bentuk adaptasi terhadap dinamika ekonomi global, termasuk dampak dari konflik geopolitik yang berpengaruh terhadap stabilitas fiskal nasional.
Ancaman PHK Massal PPPK Menguat, Kebijakan Anggaran Jadi Sorotan
Meski demikian, Purbaya menegaskan bahwa rencana penghematan dari program MBG tersebut belum termasuk dalam total efisiensi anggaran nasional yang sebelumnya telah ditetapkan oleh Presiden Prabowo Subianto sebesar Rp81 triliun.
Pemerintah berharap langkah ini dapat menjaga keberlanjutan program MBG sekaligus memastikan penggunaan anggaran negara tetap efektif dan tepat sasaran di tengah tantangan ekonomi yang ada.***