ThinkEdu

Danantara Dimulai! Konsolidasi 7 BUMN dengan Aset Awal Rp 14.670 Triliun, Ini Struktur Pengelolanya

Danantara Dimulai! Konsolidasi 7 BUMN dengan Aset Awal Rp 14.670 Triliun, Ini Struktur Pengelolanya
Foto : instagram/Prabowo Subianto
Lingkaran.id - Presiden terpilih Prabowo Subianto mengumumkan bahwa Danantara, lembaga pengelola investasi strategis nasional, akan memulai operasionalnya dengan total aset awal yang mencapai 900 miliar dolar AS atau sekitar Rp 14.670 triliun. Aset ini berasal dari penggabungan berbagai perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang akan dikelola di bawah naungan Danantara.

Sumber awal pendanaan Danantara berasal dari penghematan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Prabowo menyebut bahwa dalam 100 hari pertama pemerintahannya, efisiensi anggaran yang dilakukan telah mengamankan lebih dari Rp 300 triliun (setara 20 miliar dolar AS). Dana ini sebelumnya tertahan akibat berbagai kendala seperti inefisiensi, praktik korupsi, dan belanja negara yang tidak tepat sasaran.


Eks Napi Koruptor Muncul di Struktur Kepemimpinan Danantara, Warganet: Reinkarnasi Korupsi?

"Kami telah berhasil mengamankan lebih dari Rp 300 triliun dari efisiensi anggaran, dan kini dana tersebut akan dikelola melalui Danantara untuk diinvestasikan dalam lebih dari 20 proyek nasional strategis," ujar Prabowo dalam sebuah pernyataan.

Sebagai bagian dari strategi industrialisasi dan hilirisasi nasional, Danantara akan fokus pada penguatan BUMN agar dapat lebih kompetitif di kancah global. Prabowo menargetkan bahwa lebih banyak perusahaan BUMN Indonesia bisa masuk dalam daftar Fortune 100 di masa depan.

Prabowo menegaskan bahwa Danantara akan beroperasi dengan prinsip transparansi dan akuntabilitas penuh, sejalan dengan komitmennya untuk memerangi korupsi tanpa pandang bulu.

"Saya ingin memastikan bahwa Danantara dikelola dengan baik, bersih, transparan, dan dapat diaudit kapan saja. Ini adalah aset negara yang harus kita jaga untuk kepentingan generasi mendatang," tegasnya. Untuk memastikan pengelolaan yang optimal, Prabowo telah menunjuk sejumlah tokoh untuk menduduki posisi penting dalam Danantara:

  • Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM Rosan P. Roeslani sebagai Kepala BPI Danantara.
  • Dony Oskaria sebagai Chief Operating Officer (COO) atau Kepala Holding Operasional.
  • Pandu Sjahrir sebagai Chief Investment Officer (CIO) atau Kepala Holding Investasi.
  • Menteri BUMN Erick Thohir dipercaya sebagai Ketua Dewan Pengawas Danantara, didampingi oleh Muliaman Hadad sebagai wakil ketua.

Viral! Vokalis Band Sukatani Novi Citra Indriyati Diberhentikan dari Sekolah, Ini Alasannya

Menariknya, mantan Perdana Menteri Inggris Tony Blair juga disebut sebagai salah satu pengawas Danantara. Namun, jajaran lengkap dewan pengawas belum sepenuhnya diungkapkan ke publik.

"Menurut saya, Danantara akan menjadi lembaga yang diawasi paling ketat, karena laporan keuangannya langsung disampaikan kepada Presiden," kata Rosan P. Roeslani.

Untuk memastikan kompetensi pengelolaan, Prabowo menugaskan tim independen nasional dan internasional untuk melakukan seleksi terhadap individu yang akan bergabung dalam Danantara.

"Presiden ingin memastikan bahwa hanya individu profesional dan kompeten yang akan mengelola Danantara, sehingga proses seleksi akan melibatkan tim independen," jelas Rosan. Saat ini, tujuh BUMN terbesar telah resmi bergabung dalam Danantara, Ketujuh perusahaan ini dipilih karena memiliki aset terbesar di antara 47 BUMN yang ada.yaitu:

  1. PT Bank Mandiri (Persero) Tbk
  2. PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI)
  3. PT PLN (Persero)
  4. PT Pertamina (Persero)
  5. PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI)
  6. PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk
  7. Mining Industry Indonesia (MIND ID)

Viral kades di kabupaten Bogor menghina bingkisan nasi pasca pelantikan Bupati dan Wakil Bupati

Selain itu, Lembaga Pengelola Investasi (LPI) atau Indonesia Investment Authority (INA)—sovereign wealth fund (SWF) Indonesia yang dibentuk pada era Jokowi—juga dikabarkan akan bergabung dalam Danantara di tahap selanjutnya. Rosan memastikan bahwa ke depannya seluruh BUMN bisa berpotensi bergabung, dengan tujuan mengonsolidasikan aset-aset negara untuk menciptakan nilai tambah yang lebih besar.

"Seluruh BUMN nantinya akan bergabung dalam Danantara. Ini adalah langkah besar untuk menciptakan ekosistem investasi nasional yang kuat," ungkapnya.

Dengan berbagai langkah strategis ini, Danantara diharapkan menjadi penggerak utama industrialisasi Indonesia, sekaligus memastikan bahwa aset negara dikelola dengan efektif, transparan, dan memberikan manfaat jangka panjang bagi rakyat Indonesia.***

Berita Lainnya
Video Lingkaran
Berita Populer Bulan ini
Bina Husada
Berita Terbaru
Pilih yang terbaik