
Penganiayaan Sadis Suami Tega Tusuk Mata Istri Pakai Cutter
Kasi Humas Polres Bantul, Rita Hidayanto, menjelaskan bahwa penangkapan dilakukan setelah polisi mengumpulkan berbagai petunjuk penting dari lokasi kejadian, termasuk rekaman kamera pengawas serta keterangan sejumlah saksi.
“Melalui serangkaian penyelidikan, analisis CCTV, dan pemeriksaan terhadap saksi-saksi di sekitar lokasi, akhirnya identitas pelaku berhasil kami identifikasi dan mengerucut pada dua orang tersebut,” ujarnya, Kamis (5/3/2026).
Peristiwa tragis itu sendiri terjadi pada Rabu pagi, 25 Februari 2026 sekitar pukul 05.30 WIB di rumah korban yang berada di kawasan Sedayu, Bantul. Saat kejadian berlangsung, korban diketahui sedang tertidur di ruang tengah rumah bersama seorang saksi dan seorang anak kecil berusia lima tahun.
Berdasarkan keterangan saksi yang berada di lokasi, dua orang pelaku datang dari arah timur dengan menggunakan sepeda motor. Setelah tiba di depan rumah korban, salah satu pelaku tetap berada di luar untuk mengawasi keadaan sekitar, sementara rekannya masuk ke dalam rumah melalui pintu samping yang saat itu tidak terkunci.
Pelaku yang masuk ke dalam rumah mengenakan penutup wajah sehingga identitasnya tidak langsung dikenali. Tanpa banyak bicara, pelaku langsung melancarkan serangan menggunakan senjata tajam jenis parang kepada korban yang sedang terlelap.
Saksi yang berada di lokasi sempat berusaha menghalangi serangan tersebut. Namun upaya tersebut justru membuatnya mengalami luka serius pada tiga jari di tangannya. Meski sempat berusaha memberikan perlawanan, korban akhirnya tidak mampu bertahan akibat serangan berulang yang dilakukan pelaku.
Tim identifikasi dari kepolisian bersama tenaga medis dari puskesmas setempat menemukan sejumlah luka berat pada tubuh korban saat melakukan olah tempat kejadian perkara. Di antaranya terdapat luka sayatan sepanjang sekitar 10 sentimeter pada bagian wajah. Selain itu, ditemukan pula luka robek yang cukup dalam dengan panjang sekitar 20 sentimeter yang membentang dari area perut hingga paha. Luka lain juga terlihat pada bagian ibu jari korban dengan panjang sekitar 4 sentimeter.
Menurut hasil pemeriksaan awal, korban diduga meninggal dunia akibat pendarahan hebat di bagian perut. Polisi memperkirakan korban telah meninggal sekitar dua jam sebelum proses olah TKP dilakukan oleh petugas.
Meski dua pelaku telah berhasil diamankan, hingga saat ini aparat kepolisian masih mendalami motif di balik aksi keji tersebut. Dugaan perampokan untuk sementara tidak menjadi fokus utama penyelidikan karena tidak ada barang berharga milik korban yang dilaporkan hilang.
Identitas Peneror Petugas Damkar Terungkap, Polisi Bantah Keterlibatan Oknum Aparat
Berdasarkan keterangan saksi di lokasi, para pelaku langsung melarikan diri setelah melakukan penyerangan tanpa mengambil apa pun dari dalam rumah. Saat ini kedua tersangka telah diamankan di kantor polisi untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Penyidik juga masih terus mengumpulkan barang bukti tambahan guna memperkuat proses penyidikan.
Polisi berharap seluruh rangkaian penyelidikan dapat segera mengungkap secara jelas motif serta latar belakang pembunuhan yang sempat menggemparkan warga Bantul tersebut.***