
Tak Gunakan BPJS Setahun, Terancam Dicoret
Menurut Niko, dugaan sementara menyebut motif pembunuhan dipicu persoalan pribadi di antara korban dan pelaku. Korban disebut berencana mengakhiri hubungan pertemanan dengan salah satu pelaku. Hal itu diduga menimbulkan rasa sakit hati yang berujung pada aksi kekerasan fatal.
“Motifnya karena ketersinggungan dan konflik pertemanan. Korban ingin menjauh, lalu memicu emosi pelaku hingga terjadi tindak pidana,” ujar Niko saat memberikan keterangan.
Korban berinisial ZAAQ (14), diketahui merupakan siswa SMP Negeri 26 Bandung. Ia dilaporkan hilang sebelum akhirnya ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa di area eks Kampung Gajah Wonderland pada Jumat (13/2/2026) malam.
Penemuan jasad korban bermula dari seorang saksi yang tengah melakukan siaran langsung di media sosial di lokasi tersebut. Saat berada di area itu, saksi menemukan tubuh korban dan segera melaporkannya kepada pihak berwenang.
Hasil penyelidikan mengungkap bahwa peristiwa pembunuhan diduga terjadi pada Senin (9/2/2026). Setelah kejadian, kedua pelaku sempat melarikan diri. Tim Resmob Satreskrim Polres Cimahi kemudian melakukan pengejaran hingga ke luar kota.
Polisi menyebut para pelaku sempat berpindah lokasi ke Tasikmalaya sebelum akhirnya kembali ke Garut. Di wilayah Garut itulah keduanya berhasil ditangkap tanpa perlawanan di kediaman masing-masing.
Dinas Kominfo Kota Palembang Tambah 100 CCTV, Perkuat Pengawasan Keamanan hingga Sampah Liar
Saat ini, penyidik masih mendalami kronologi lengkap kejadian serta kemungkinan adanya faktor lain yang melatarbelakangi aksi tersebut. Polisi juga memastikan proses hukum akan berjalan sesuai ketentuan yang berlaku, mengingat para pelaku masih berstatus di bawah umur.
Kasus ini menjadi perhatian publik dan menambah daftar panjang kekerasan yang melibatkan remaja, sekaligus menjadi peringatan akan pentingnya pengawasan serta pendampingan terhadap pergaulan anak di usia sekolah.***