ThinkEdu

Mengenal Teknik Manajemen Proyek Breakdown Structure

Mengenal Teknik Manajemen Proyek Breakdown Structure
Foto : Freepik/@pressfoto
Lingkaran.id- Dalam manajemen proyek kita sering mendengar istilah Breakdown Structure atau yang lebih dikenal sebagai struktur rincian yang merupakan sebuah teknik manajemen yang digunakan untuk memecah proyek besar menjadi tugas-tugas yang lebih kecil dan terkelompok yang lebih mudah dikelola dan dipantau.

Dengan memecah proyek menjadi bagian-bagian rinci kerja, membuat manajemen  proyek dapat mempermudah memonitoring progres dan kemajuan proyek sesuai dengan pelaksanaan tugas-tugas yang telah dibuat secara terperinci dan penanggung jawab atas masing-masing struktur rincian.

Fase Pada Manajemen Project 'Life Cycle Project'

Terdapat beberapa jenis struktur rincian yang sering digunakan dalam manajemen proyek, namun yang paling umum digunakan pada manajemen proyek yakni, sebagai berikut :

Work Breakdown Structure (WBS)
WBS adalah struktur rincian yang paling umum digunakan dalam manajemen proyek yang didasarkan pada perincian proyek menjadi tugas-tugas yang lebih kecil atau spesifik berdasarkan produk, layanan, atau fungsi. Dalam WBS, setiap tingkat pada struktur rincian memiliki tingkat kompleksitas yang berbeda, dari yang paling umum hingga yang paling detail.

Adapun contoh sebuah proyek yang menerapkan Work Breakdown Structure (WBS): Pada proyek sebuah developer perumahan membangun sebuah rumah, manajemen proyek WBS bisa terdiri dari tugas-tugas seperti membeli bahan bangunan, menggali pondasi, membangun dinding, menginstal pipa, menginstal listrik, dan sebagainya. Setiap tugas-tugas ini bisa dipecah lagi menjadi sub-tugas yang lebih detail dan lebih spesifik.

Mengenal Lebih Dekat Tentang Manajemen Proyek

Organizational Breakdown Structure (OBS)
OBS merupaka struktur rincian manajemen proyek yang merinci proyek menjadi bagian-bagian yang terkait dengan departemen atau tim di dalam sebuah organisasi atau perusahaan. Ini memungkinkan manajemen proyek dapat melacak dan memonitoring progres dan kemajuan proyek secara terpisah di setiap departemen atau tim sesuai denga tugas yang telah dibagi berdasarkan OBS.

Adapun contoh sebuah proyek yang menerapkan Organizational Breakdown Structure (OBS) : Pada proyek peracncangan sebuah aplikasi web, OBS bisa terdiri dari tim pengembangan, tim desain, dan tim pemasaran. Setiap tim bisa memiliki tanggung jawab masing-masing dalam proyek dan bisa dipecah lagi menjadi sub-tugas yang lebih detail.

Kedua jenis Breakdown Structure  atau struktur rincian ini sangat membantu dalam manajemen proyek karena memecah proyek menjadi tugas-tugas yang lebih kecil dan terkelompok, sehingga memudahkan manajemen proyek dan penjadwalan sehingga dapat dengan memudah memonitoring dan memastikan bahwa proyek selesai tepat waktu dan sesuai dengan target yang telah ditentukan.***
 
Berita Lainnya
Video Lingkaran
Berita Populer Bulan ini
Bina Husada
Berita Terbaru