
Lalu, bagaimana penjelasan fikihnya?
Hukum Gosok Gigi Saat Puasa Menurut FikihSecara umum, menggosok gigi saat puasa hukumnya boleh dan tidak membatalkan puasa, selama tidak ada air, pasta, atau sisa busa yang tertelan secara sengaja. Hal ini sejalan dengan pendapat mayoritas ulama dari berbagai mazhab.
Ulama menjelaskan bahwa menjaga kebersihan mulut termasuk perbuatan yang dianjurkan dalam Islam, terlebih untuk menjaga kesehatan selama menjalankan ibadah puasa.
Alex Noerdin: Jejak Prestasi Mantan Gubernur Yang Bawa Sumatera Selatan MenduniaMeski hukumnya boleh, ulama menganjurkan agar gosok gigi dilakukan pada waktu yang lebih aman, seperti:
Setelah sahur hingga sebelum imsak
Pagi hari setelah bangun tidur
Adapun menggosok gigi setelah waktu zuhur hingga menjelang magrib tetap diperbolehkan, namun dianjurkan lebih berhati-hati agar tidak tertelan air atau pasta gigi.
Penjelasan dan Imbauan UlamaMajelis Ulama Indonesia menegaskan bahwa aktivitas membersihkan mulut saat puasa diperbolehkan selama tidak berlebihan dan tidak menyebabkan sesuatu masuk ke dalam tenggorokan. Umat Islam diimbau untuk tetap menjaga adab berpuasa sekaligus memperhatikan kesehatan gigi dan mulut.
Ulama juga mengingatkan agar umat tidak meninggalkan kebersihan dengan alasan puasa, karena Islam sangat menekankan kebersihan sebagai bagian dari keimanan.
Hal yang Perlu Diperhatikan Agar Puasa Tetap SahAgar aman dan tidak menimbulkan keraguan, berikut beberapa tips saat gosok gigi di bulan puasa:
Gunakan pasta gigi secukupnya
Jangan berkumur terlalu kuat
Pastikan mulut benar-benar bersih dari sisa air
Bisa menggunakan siwak sebagai alternatif alami
Jika tanpa sengaja tertelan sedikit air saat berkumur dan tidak disengaja, maka puasa tetap sah menurut mayoritas ulama.
15 Menu Buka Puasa Favorit yang Selalu Laris Dicari, dari Takjil Tradisional hingga Kekinian
Gosok gigi saat puasa boleh dan tidak membatalkan puasa, asalkan dilakukan dengan hati-hati dan tidak ada yang tertelan. Umat Islam dianjurkan untuk tetap menjaga kebersihan mulut tanpa rasa was-was berlebihan, agar ibadah puasa tetap khusyuk dan kesehatan tetap terjaga.
Topik ini selalu menjadi perhatian masyarakat setiap Ramadan karena berkaitan langsung dengan aktivitas harian. Oleh sebab itu, penting bagi umat untuk memahami hukumnya berdasarkan penjelasan ulama agar tidak salah kaprah.****