Website Thinkedu

Polisi Tembakan Gas Air Mata Kadaluwarsa Dalam Insiden Kanjuruhan!

Polisi Tembakan Gas Air Mata Kadaluwarsa Dalam Insiden Kanjuruhan!
Foto : TikTok/@Jefferybastian
Lingkaran.id- Luka mendalam masih sangat dirasakan usai tragedi pertandingan sepak bola antara Arema dan Persebaya yang berlangsung pada tanggal 1 Oktober 2022 yang menimbulkan kerusuhan yang menewaskan lebih dari 130 korban jiwa.

Pengusutan tuntas yang dilakukan oleh Tim Gabungan menemukan sejumlah fakta baru salah satunya adanya penggunaan gas air mata yang telah kadaluwarsa dalam insiden kerusuhan Kanjuruhan yang digunakan petugas kepolisian kepada masa pada waktu itu.

Tim TGIPF Berhasil Kumpulkan Barang Bukti dan Keterangan Saksi Insiden Tragis Kanjuruhan

Penggunaan gas air mata yang telah melewati batas tanggal pemakaian atau kadaluwarsa tersebut tidak membahayakan atau meningkatkan efek yang ditumbulkan, hal ini disampaikan langsung oleh Kadiv Humas Polri, Irjen Dedi Prasetyo bahwa adanya penurunan kadar zat kimia yang terkandung di dalamnya.

“Jika kalau sudah expired justru kadarnya dia berkurang zat kimia, kemudian kemampuannya juga akan menurun,” ungkap Dedi pada Senin (10/10/2022).

Tewasnya korban dalam insiden Kanjuruhan bukan disebabkan karena semprotan gas air mata melainkan kurangnya asuapan oksigen hal ini juga disampaikan oleh Dedi berdasarkan pendapat para ahli.

“Berdasarkan pendapat dari Prof. Made Gegel yang merupakan guru besar Universitas Udayana, beliau adalah ahli di bidang toksiologi atau racun. Termasuk Prof Massayu Elita bahwa gas air mata dalam skala tinggi pun tidak mematikan," jelasnya.

Mahasiswa Inovator UBD dan Binaan DII Hadiri Kegiatan Indonesia Marketing Assosiation (IMA)

Hal ini tentunya sangat berbeda dengan hasil penelitian yang dilakukan oleh Amnesty Internasional yang menyebutkan bahwa adanya potensi kematian dalam penggunaan gas air mata dengan tidak tepat dengan faktor lainnya seperti usia dan kondisi kerentanan seseorang seperti anak di bawah umur, wanita hamil hingga lansian serta meninjau kembali spesifikasi produk yang digunakan.

Tidak hanya membahayakan, penggunaan gas air mata juga dapat memberikan efek patal hingga kematian berdasarkan hasil penelitian Barkeley, Rohin Haar dari Universitas California yang mengungkapkan bahwa gas air mata yang terhirup melalui hidung sehingga akan merusak membran dalam paru-paru.***
Berita Lainnya
Video Lingkaran
Berita Populer Bulan ini
Thinkedu Online Course
Berita Terbaru
Stikes Bina Husada