Masturah menegaskan bahwa pelaporan ini bukan hanya sekadar bentuk keberatan dari pihak PGRI Kalbar, tetapi juga sebagai upaya menjaga marwah dan kehormatan guru di seluruh Indonesia. Ia berharap aparat penegak hukum dapat memberikan klarifikasi serta menindaklanjuti pernyataan Rizky yang telah menimbulkan kegaduhan di masyarakat.
"Keputusan kami untuk melaporkan siswa tersebut didasarkan pada upaya menjaga harkat dan martabat guru di Indonesia. Kami menginginkan adanya tindakan dari pihak berwenang agar persoalan ini bisa diklarifikasi dan tidak berlarut-larut," ujar Masturah.
Lebih lanjut, ia menduga bahwa pernyataan Rizky dalam video tersebut mungkin dipengaruhi oleh faktor lingkungan dan pengalaman pribadinya yang kurang menyenangkan.
"Jika kita melihat lebih dalam, bisa jadi ini adalah ungkapan kekecewaan seorang siswa yang merasa tidak diperlakukan sebagaimana mestinya. Mungkin ada faktor ekonomi atau pengalaman sosial yang membuatnya merasa berbeda dengan lingkungan sekitarnya. Dari akun Instagramnya, terlihat bahwa ia juga mendapat perlakuan yang kurang menyenangkan dari orang-orang di sekitarnya," jelasnya.
Viral kades di kabupaten Bogor menghina bingkisan nasi pasca pelantikan Bupati dan Wakil Bupati
Rizky Kabah menjadi perbincangan luas setelah mengunggah video yang menuding para guru sebagai koruptor. Dalam pernyataannya, ia menilai bahwa sekolah negeri seharusnya gratis tanpa pungutan biaya apapun. Namun, pada kenyataannya, masih ada kewajiban pembayaran yang dibebankan kepada siswa saat memasuki sekolah.
Video tersebut memicu beragam reaksi dari masyarakat, khususnya di kalangan tenaga pendidik yang merasa profesinya telah dilecehkan. Hingga saat ini, pihak kepolisian belum memberikan pernyataan resmi terkait langkah hukum yang akan diambil terhadap laporan yang diajukan PGRI Kalbar.***