Persebaya Surabaya melalui akun media sosial resminya turut mengumumkan kabar duka ini. "Persebaya kehilangan salah satu putra terbaiknya sore ini, Selasa, 25 Februari 2025. Mantan pemain sekaligus mantan pelatih Persebaya, Bejo Sugiantoro, berpulang," tulis Persebaya dalam pernyataan resminya.
"Sebagai pemain, Coach Bejo adalah sosok yang bertabur prestasi. Ia juga merupakan legenda Timnas Indonesia. Sebagai pelatih, ia turut mengawal Persebaya sejak 2018 hingga 2023. Tak ada kata yang dapat mewakili rasa terima kasih kami atas jasa-jasa Coach Bejo. Namanya akan abadi dalam perjalanan Persebaya," tambah pernyataan tersebut.
Bejo Sugiantoro, yang kini menjabat sebagai pelatih Deltras FC Sidoarjo, diduga mengalami serangan jantung mendadak. Kejadian ini mengingatkan pada beberapa insiden serupa di dunia sepak bola, seperti yang dialami oleh Christian Eriksen saat UEFA Euro 2020. Salah satu rekan Bejo, Nugroho Mardiyanto, yang tergabung dalam tim Rosita FC, menceritakan detik-detik kejadian tersebut.
"Saat itu, Rosita FC sedang menggelar latihan terakhir sebelum memasuki bulan puasa. Bejo ikut bermain bersama mantan pesepakbola lainnya, termasuk Anang Ma'ruf. Di babak pertama, beliau bermain penuh, tetapi baru satu menit memasuki babak kedua, beliau tiba-tiba jatuh sendiri di lapangan," ungkap Nugroho.
Rekan-rekan yang berada di lapangan segera memberikan pertolongan dengan memberikan oksigen dan melakukan upaya resusitasi. Sempat menunjukkan tanda-tanda kesadaran, Bejo kemudian dilarikan ke rumah sakit dengan ambulans. Namun, kondisinya semakin memburuk dan ia menghembuskan napas terakhir di rumah sakit.
Barcelona vs Atlético Madrid! Head-to-Head, Kabar Tim, dan Strategi Jelang Duel Sengit Copa del Rey
Sebagai bek tangguh, Bejo Sugiantoro memiliki perjalanan karier yang gemilang. Ia memperkuat Timnas Indonesia dalam berbagai ajang bergengsi, termasuk SEA Games 1997 dan 1999, serta Piala AFF 1998, 2000, dan 2002. Di level klub, sebagian besar kariernya dihabiskan bersama Persebaya Surabaya, selain juga pernah membela PSPS Pekanbaru, Mitra Kukar, Persidafon Dafonsoro, Deltras Sidoarjo, dan Perseba Bangkalan.
Kehilangan Bejo Sugiantoro menjadi pukulan berat bagi sepak bola Indonesia, terutama bagi Persebaya Surabaya dan para penggemarnya. Namanya akan tetap dikenang sebagai salah satu bek terbaik yang pernah dimiliki Indonesia, baik sebagai pemain maupun pelatih.***