
Dalam khutbah Jumat, para khatib menekankan bahwa bulan Sya’ban memiliki keistimewaan tersendiri dalam Islam. Bulan ini disebut sebagai waktu diangkatnya amal perbuatan manusia kepada Allah SWT. Karena itu, umat Islam dianjurkan untuk meningkatkan kualitas ibadah dan memperbaiki hubungan dengan Allah maupun sesama manusia.
Sya’ban juga menjadi penghubung antara bulan Rajab dan Ramadhan, sehingga sering disebut sebagai bulan latihan spiritual, tempat umat Islam membiasakan diri dengan amalan-amalan yang kelak dilipatgandakan pahalanya di bulan Ramadhan.
Amalan yang Dianjurkan di Bulan Sya’banDalam khutbah Jumat hari ini, khatib umumnya mengajak jamaah untuk memperbanyak amalan, di antaranya:
Memperbanyak istighfar dan taubat, sebagai bentuk pembersihan hati
Puasa sunnah Sya’ban, mengikuti teladan Rasulullah SAW
Meningkatkan shalat sunnah dan doa
Memperbaiki akhlak dan hubungan sosial, seperti memaafkan dan bersedekah
Amalan-amalan tersebut dinilai sebagai bekal penting agar umat Islam dapat menjalani Ramadhan dengan hati yang bersih dan jiwa yang siap.
Pesan Moral dalam Khutbah JumatKhutbah Jumat 30 Januari 2026 juga menekankan pentingnya muhasabah diri. Jamaah diajak untuk merenungi perjalanan hidup, mengevaluasi ibadah selama setahun terakhir, serta menata kembali niat agar Ramadhan tidak berlalu tanpa makna.
Para khatib mengingatkan bahwa Ramadhan bukan sekadar rutinitas tahunan, melainkan kesempatan emas yang belum tentu dapat dijumpai kembali di tahun berikutnya.
Khutbah Jumat hari ini, 30 Januari 2026, menjadi pengingat penting bagi umat Islam untuk tidak menyia-nyiakan bulan Sya’ban. Dengan memperbanyak ibadah, memperbaiki diri, dan menata niat sejak sekarang, diharapkan Ramadhan dapat disambut dengan kesiapan lahir dan batin.****