ThinkEdu

3 Atlet Bulutangkis Indonesia Dapatkan Skorsing Selamanya Dari BWF

Padel M. Agam Senin, 12 September 2022 | 9:20
3 Atlet Bulutangkis Indonesia Dapatkan Skorsing Selamanya Dari BWF
Foto : TikTok/@Irobeno
Lingkaran.id- Badminton World Federation (BWF) telah menetapkan tiga pemain atau atlet bulutangkis Indonesia yang telah dihukum untuk tidak dapat bermain atau bertanding selamanya di semua ajang BWF sejak 2021.

BWF mengungkapkan bahwa ketiga pemain asal Indonesia yang tidak dapat mengikuti pertandingan ajang BWF untuk selamaya adalah Hendra Tandjaya, Ivandi Danang dan Androw Yunanto.

Pelanggaran ketiga pemain tersebut telah ditetapkan oleh BWF dimana ketiganya melakukan perbuatan yang melanggar peraturan berupa manipulasi hasil pertandingan dan berjudi di ajang kalender BWF.

Anthony Sinisuka Ginting Masuk Rangking Ke 6 Peringkat Dunia Pemain Bulutangkis

Diketahui terdapat lima pemain Indonesia juga dijatuhi sanksi berupa hukuman skorsing antara enam sampai 12 tahun dan diberikan  didenda sekitar Rp.42 juta rupiah hingga Rp.168 juta rupiah meliputi Sekartaji Putri, Fadilla Afni, Agripinna Prima Rahmanto Putra, Mia Mawarti, dan Aditiya Dwiantoro.

Pelanggaran yang dilakukan Hendra Tandjaya yakni memanipulasi atau memfasilitasi manipulasi kecurangan sebanyak 10 pertandingan (Match fixing), memfasilitasi manipulasi sebanyak empat pertandingan, mendapatkan keuntungan dari hasil manipulasi dan bertaruh pada laga badminton BWF.

Ivandi Danang juga terlibat dalam kecurangan sebagai orang yang membiayai manipulasi pertandingan yang dilakukan oleh Hendra Tandjaya, memfasilitasi manipulasi sebanyak dua pertandingan, bertaruh pada laga badminton BWF yang difasilitasi oleh Hendra Tandjaya serta tidak kooperatif pada saat investigasi BWF berlangsung.

Daftar Nama Wakil Indonesia Yang Akan Bermain Di Denmark Open 2022

Sementara Androw Yunanto mengakui keterlibatannya dalam manipulasi pertandingan sebanyak empat laga yang mendapat keuntungan pada hasil manipulasi yang bekerjasama dengan Hendra Tandjaya terkait manipulasi pertandingan  namun Kooperatif terhadap investigasi BWF.

BWF memperbolehkan dan tidak menutup hak kedelapan atlet Indonesia apabila ingin mengajukan banding kepada Badan Arbitrase Olahraga alias CAS (Court of Arbitration for Sport).***


 
Berita Lainnya
Video Lingkaran
Berita Populer Bulan ini
Generasi Digital Intelektual
Berita Terbaru