
Peristiwa tersebut disebut-sebut terjadi saat Neng Kasmini berusaha meminta tanda tangan lurah sebagai syarat pengurusan program bedah rumah dari Baznas. Namun, tanda tangan yang dimintanya tak kunjung diberikan, hingga akhirnya ia mengalami kejadian yang menghebohkan itu.
Merespons viralnya video tersebut, Suhaimi memberikan klarifikasi dan menyampaikan permohonan maaf melalui sebuah video pernyataan. Dalam pernyataan itu, ia menegaskan bahwa kejadian tersebut merupakan kesalahpahaman semata.
"Kami sudah bersilaturahmi ke rumah kakak dari Neng Kasmini. Dalam hal ini, yang terjadi sebenarnya hanyalah miskomunikasi dan salah paham," ujar Suhaimi dalam video yang diterima awak media pada Senin (10/3/2025).
Lebih lanjut, ia menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat, khususnya kepada warga yang merasa terganggu dengan insiden tersebut. Ia juga menegaskan bahwa pihak kelurahan berkomitmen untuk memberikan pelayanan terbaik bagi warga.
Haji Alim Ditetapkan Tersangka Pemalsuan Dokumen: Langsung Ajukan Penangguhan Penahanan
"Kami atas nama Kelurahan Kemas Rindo memohon maaf apabila dalam proses pelayanan kami terdapat kekurangan atau kata-kata yang kurang berkenan," tambahnya.
Pernyataan Suhaimi ini diharapkan dapat meredakan polemik yang sempat muncul di tengah masyarakat akibat viralnya video tersebut. Namun, insiden ini juga menjadi pengingat penting bagi aparat pemerintahan untuk selalu mengedepankan komunikasi yang baik dalam melayani masyarakat.***