Wulan _

Wulan _

Penulis Terverifikasi
-
3,860
Total Post
3,861
Experience Points
2023
Tahun Bergabung
Diamond
Contributor Level
Progres Naik Ke Level Selanjutnya 🚀 (90.7%)
Dari Lereng Bulusaraung hingga Data Smartwatch, Fakta Terbaru Tragedi ATR 42
Dari Lereng Bulusaraung hingga Data Smartwatch, Fakta Terbaru Tragedi ATR 42
Lingkaran.id - Tragedi jatuhnya pesawat ATR 42-500 di kawasan Gunung Bulusaraung, Sulawesi Selatan, menyisakan berbagai kisah pilu dari proses pencarian dan evakuasi korban. Medan terjal, cuaca ekstrem, serta keterbatasan akses membuat tim penyelamat harus menghadapi situasi yang penuh risiko, bahkan terpaksa bermalam di gunung sambil menjaga jenazah korban.Tim SAR gabungan akhirnya berhasil mengevakuasi dua korban dari lokasi jatuhnya pesawat. Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Makassar selaku SAR Mission Coordinator (SMC), Muhammad Arif Anwar, menyampaikan bahwa korban kedua yang berhasil dievakuasi berjenis kelamin perempuan.Cemburu Komentar di Facebook, Pasutri Nekat Bakar Diri“Korban kedua perempuan telah berhasil dievakuasi,” ujar Arif Anwar, Selasa (20/1).Korban perempuan yang kuat diduga merupakan pramugari ditemukan sehari sebelumnya, Senin (19/1), di sebuah jurang dengan kedalaman sekitar 500 meter dari puncak gunung. Proses evakuasi korban ini berlangsung dramatis karena harus menggunakan metode vertical rescue dengan koordinasi ketat antarunsur.“Tim harus bergerak dari lembah menuju puncak dengan perlengkapan khusus karena medan sangat curam,” jelasnya.Salah satu anggota tim rescue Basarnas Makassar, Rusmandi, mengisahkan beratnya proses evakuasi korban pertama. Korban ditemukan dalam kondisi tersangkut di pepohonan, tidak jauh dari bibir jurang dengan kedalaman ratusan meter.Menurut Rusmandi, kondisi cuaca dan kontur medan membuat evakuasi tidak dapat langsung dilakukan. Hujan lebat, kabut tebal, dan suhu dingin memaksa tim bertahan di lereng tebing sepanjang malam.“Kami sudah berupaya turun dari punggungan dekat lokasi jatuhnya pesawat. Namun situasi tidak memungkinkan. Akhirnya kami bermalam di lereng tebing sambil menjaga jenazah korban,” ungkapnya.Korban pertama akhirnya berhasil dievakuasi pada Selasa (20/1) dari kedalaman sekitar 200 meter dan kemudian dibawa ke Desa Lampeso, Kecamatan Cenrana.Sementara itu, Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi memaparkan kronologi sebelum pesawat ATR 42-500 tersebut dinyatakan hilang kontak. Pesawat diketahui lepas landas dari Bandara Adisutjipto, Yogyakarta, pada Sabtu (17/1) pagi dengan tujuan Makassar, membawa total 10 orang yang terdiri dari tujuh awak dan tiga penumpang.Sekitar pukul 12.23 WITA, petugas Air Traffic Control (ATC) Bandara Sultan Hasanuddin Makassar mengarahkan pesawat untuk melakukan pendekatan ke landasan pacu 21. Namun, ATC mendeteksi posisi pesawat tidak berada di jalur pendekatan yang seharusnya.“ATC memberikan arahan koreksi posisi dan instruksi lanjutan agar pesawat kembali ke jalur pendaratan sesuai prosedur,” kata Dudy.Tak lama berselang, komunikasi antara pesawat dan ATC terputus. Kondisi tersebut membuat ATC segera menetapkan status darurat dan melakukan langkah-langkah sesuai prosedur penerbangan.AirNav Indonesia bersama Makassar Area Terminal Control Center (MATSC) kemudian berkoordinasi dengan Basarnas, TNI, Polri, pemerintah daerah, serta instansi terkait lainnya untuk membentuk pusat krisis di Bandara Sultan Hasanuddin Makassar.Dari sisi meteorologi, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) turut menjelaskan kondisi cuaca saat pesawat mengalami kecelakaan. Kepala BMKG, Teuku Faisal Fathani, menyampaikan bahwa cuaca di sekitar bandara terpantau relatif stabil.“Kecepatan angin sekitar 13 knot, jarak pandang 9 kilometer, suhu 31 derajat Celsius, dengan tekanan udara 1.007 mb,” jelasnya dalam rapat kerja bersama Komisi V DPR RI, Selasa (20/1).Namun demikian, BMKG mencatat adanya potensi awan tebal di jalur penerbangan. Di sekitar bandara terdeteksi awan cumulonimbus dengan intensitas 1–2 oktas pada ketinggian 1.700 kaki, serta awan lebih tebal 3–4 oktas di ketinggian sekitar 1.800 kaki, yang berpotensi menimbulkan turbulensi. Kondisi cuaca tersebut kini menjadi salah satu aspek yang diperhatikan dalam penyelidikan awal penyebab kecelakaan pesawat.Selain itu, Basarnas juga memberikan klarifikasi terkait isu pergerakan langkah kaki pada smartwatch milik kopilot pesawat, Farhan Gunawan, yang sempat memunculkan spekulasi publik. Kepala Basarnas Marsda Mohammad Syafii menegaskan bahwa data tersebut bukan berasal dari waktu kejadian kecelakaan.Perang Dunia Ketiga Sudah di Depan Mata, Banyak Orang Tak Sadar Akan Hal Itu“Setelah ditelusuri bersama Polda Sulsel, data langkah pada smartwatch itu ternyata rekaman beberapa bulan sebelumnya, saat korban masih berada di Yogyakarta,” jelas Syafii.Ia menambahkan bahwa penjelasan tersebut telah disampaikan kepada keluarga korban dan isu tersebut dinyatakan telah selesai. Tragedi ini menjadi pengingat beratnya tugas tim penyelamat dalam kondisi ekstrem, sekaligus membuka berbagai aspek teknis yang kini terus didalami oleh pihak berwenang.
Read More
Wardatina Mawa Buka Peluang Rujuk, Ajukan Dua Syarat ini untuk Insanul Fahmi
Wardatina Mawa Buka Peluang Rujuk, Ajukan Dua Syarat ini untuk Insanul Fahmi
Lingkaran.id - Wardatina Mawa menyatakan masih membuka ruang perdamaian dengan sang suami, Insanul Fahmi, setelah konflik rumah tangga mereka ramai menjadi sorotan publik. Meski demikian, Mawa menegaskan bahwa pintu maaf tidak akan terbuka tanpa adanya pemenuhan syarat tertentu sebagai wujud tanggung jawab dan kesungguhan dari pihak Insanul.Kuasa hukum Insanul Fahmi, Tommy Tri Yunanto, mengungkapkan bahwa dalam pertemuan tertutup yang berlangsung di kantor hukum keluarga Mawa di Jakarta, pihak Mawa menyampaikan dua permintaan utama yang harus dipenuhi sebelum proses islah atau perdamaian dapat dilanjutkan.Timothy Ronald Kembali Dilaporkan, Korban Klaim Rugi Rp 1 Miliar“Memang ada dua syarat yang disampaikan. Pertama, Insanul harus menyampaikan permintaan maaf secara terbuka kepada keluarga dan kepada Mawa, dan nantinya akan disampaikan juga kepada media,” kata Tommy.Permintaan maaf secara terbuka tersebut dinilai penting oleh pihak Mawa dan keluarganya, mengingat persoalan rumah tangga ini telah berkembang di ruang publik. Mawa menginginkan klarifikasi dan permohonan maaf disampaikan secara transparan sebagai bentuk penghormatan terhadap keluarga yang turut terdampak akibat konflik tersebut.Syarat kedua yang diajukan berkaitan dengan dugaan pernikahan siri antara Insanul Fahmi dan Inara Rusli. Mawa meminta agar Insanul dapat menunjukkan bukti sah terkait klaim pernikahan siri yang disebut terjadi pada 7 Agustus lalu.“Permintaan kedua adalah pembuktian pernikahan siri tersebut. Jika memang benar terjadi pada tanggal 7, maka diminta untuk dibuktikan,” lanjut Tommy.Menanggapi permintaan itu, Tommy menyampaikan bahwa pihak Insanul Fahmi siap menghadirkan bukti-bukti yang diperlukan, termasuk saksi serta pihak keagamaan yang disebut terlibat dalam prosesi pernikahan tersebut.Rencananya, pertemuan lanjutan akan digelar pada awal pekan depan untuk membahas dan mengklarifikasi kebenaran pernikahan siri tersebut. Dalam pertemuan itu, akan diungkap secara rinci waktu pelaksanaan, pihak yang menikahkan, serta saksi-saksi yang hadir.Cemburu Komentar di Facebook, Pasutri Nekat Bakar Diri“Kemungkinan hari Senin atau Selasa akan dilakukan pertemuan lanjutan untuk membuktikan apakah benar ada pernikahan siri, kapan tanggalnya, siapa ustaznya, dan siapa saksinya,” jelasnya.Tommy menegaskan bahwa kliennya siap memenuhi seluruh syarat yang diajukan oleh Wardatina Mawa. Ia juga memastikan bahwa pihaknya tengah mempersiapkan konferensi pers guna menyampaikan permintaan maaf secara terbuka, sebagaimana diminta oleh Mawa sebagai langkah awal menuju perdamaian.***
Read More
Geger! Kepala Gondrong Bergelantungan di Pohon, Tubuh Korban Tergeletak di Tanah
Geger! Kepala Gondrong Bergelantungan di Pohon, Tubuh Korban Tergeletak di Tanah
Lingkaran.id - Warga Desa Gendingan, Kecamatan Kedungwaru, Kabupaten Tulungagung, diguncang temuan mengerikan di kawasan tepi Sungai Ngrowo. Seorang pencari rumput mendapati pemandangan tak lazim berupa kepala manusia yang tergantung di sebuah pohon pada Selasa (20/1/2026).Kepala tersebut ditemukan tergantung pada batang pohon dengan ketinggian sekitar empat meter. Lokasi penemuan berada di area kebun sengon milik seorang warga bernama Rohib. Kejadian itu pertama kali diketahui oleh pencari rumput yang tengah beraktivitas di sekitar sungai.Wali Kota Madiun Maidi Jalani Pemeriksaan di KPK Setelah Terjaring OTT“Saat melihat, pencari rumput itu langsung melapor ke ketua RT, lalu diteruskan ke pihak kepolisian,” ujar Mispani, salah satu warga setempat.Menurut keterangan warga, kondisi kepala manusia tersebut sudah mengalami kerusakan parah sehingga sulit dikenali. Setelah ditelusuri lebih lanjut, warga mendapati bagian tubuh korban berada di tanah tepat di bawah pohon tempat kepala itu tergantung.Warga menduga, sebelumnya korban berada dalam posisi tergantung di pohon tersebut. Namun, karena kondisi tubuh yang sudah membusuk, bagian badan terlepas dan jatuh ke tanah.“Korban berjenis kelamin laki-laki. Masih mengenakan kaus lengan pendek dan celana jins. Sandalnya juga ditemukan tidak jauh dari lokasi,” ungkap Mispani.Keberadaan jasad itu sempat luput dari perhatian karena tertutup rimbunnya dedaunan di area kebun, sehingga tidak langsung terlihat oleh warga yang melintas.Sementara itu, Kasi Humas Polres Tulungagung, Iptu Nanang Murdiyanto, menjelaskan bahwa penemuan tersebut sebenarnya terjadi sehari sebelumnya. Kepala manusia itu pertama kali dilihat pada Senin (19/1/2026) pagi oleh seorang pencari rumput bernama Bagus.“Namun laporan resmi baru diterima pagi ini dari saksi Bagus dan Nurazizah kepada perangkat desa, kemudian diteruskan ke Polsek Kedungwaru,” jelas Nanang.Diduga Singkirkan Honorer Lama Demi Keluarga Lulus PPPK Paruh Waktu, Lurah Dipanggil InspektoratIa menambahkan, kondisi jenazah sudah rusak parah sehingga menyulitkan proses identifikasi. Hingga saat ini, polisi masih belum mengetahui identitas korban dan masih melakukan penyelidikan lebih lanjut.“Identitas korban belum diketahui. Kondisinya sudah sangat rusak dan sulit dikenali,” pungkasnya.***
Read More
Tersinggung Saat Bertatapan, Pria ini Dibunuh dan Dibuang ke Selokan
Tersinggung Saat Bertatapan, Pria ini Dibunuh dan Dibuang ke Selokan
Lingkaran.id - Kasus pembunuhan terhadap seorang pria yang ditemukan tewas tanpa mengenakan pakaian di Kampung Perum, Desa Margamekar, Kecamatan Pangalengan, Kabupaten Bandung, akhirnya menemui titik terang. Kepolisian memastikan motif di balik aksi keji tersebut dipicu oleh rasa tersinggung pelaku saat berpapasan dan saling memandang dengan korban.Korban diketahui berinisial VNA (20). Ia ditemukan dalam kondisi meninggal dunia di sebuah selokan area kebun pada Sabtu (17/1/2026). Saat ditemukan warga, posisi tubuh korban cukup mengenaskan, dengan kaki berada di bagian atas sementara kepala terendam di bagian bawah selokan.Ressa Rizky Rossano Gugat Denada, Kuasa Hukum Ungkap Alasan Baru Dibawa ke Ranah HukumSetelah melakukan serangkaian penyelidikan, aparat kepolisian berhasil mengidentifikasi dan menangkap terduga pelaku. Kapolresta Bandung, Kombes Pol Aldi Subartono, menyampaikan bahwa pelaku berinisial RS alias Beco (23).Menurut Aldi, insiden berdarah tersebut berawal pada Kamis (15/1/2026) dini hari. Saat itu, RS keluar dari rumah dengan tujuan membeli makanan. Di tengah perjalanan, ia berpapasan dengan korban. Pertemuan singkat itu memicu emosi pelaku karena merasa tersinggung akibat tatapan mata korban.“Berdasarkan keterangan sementara, pelaku merasa tidak terima karena saling bertatapan dengan korban. Dari situlah muncul rasa sakit hati,” ujar Aldi saat ditemui di Mapolresta Bandung, Selasa (20/1/2026).Didorong oleh emosi, RS kemudian mengambil sebilah pisau yang telah diselipkan di pinggangnya. Mengetahui korban hendak pergi menggunakan sepeda motor, pelaku meminta tumpangan dengan dalih ingin membeli rokok.Di tengah perjalanan, pelaku meminta korban menghentikan kendaraan. Begitu motor berhenti, RS langsung melancarkan serangan dengan mengiris leher korban menggunakan pisau. Korban sempat berusaha melawan, namun pelaku kembali menyerang dengan menusukkan pisau ke bagian perut korban sebanyak dua kali.Perlawanan yang terjadi membuat keduanya terlibat perkelahian hingga akhirnya terjatuh ke dalam selokan kebun. Dalam kondisi korban yang sudah lemah, pelaku meninggalkannya di area semak-semak yang kemudian menjadi lokasi kejadian perkara.“Setelah korban terjatuh ke semak-semak, pelaku panik dan berupaya menghilangkan jejak,” jelas Aldi.Upaya menghapus jejak dilakukan dengan cara melucuti seluruh pakaian korban. Pelaku kemudian membawa pakaian tersebut bersama sepeda motor dan telepon genggam milik korban ke rumahnya. Pakaian korban diketahui dibakar dengan tujuan menghilangkan barang bukti.Usai Viral Kasus Pramugari Palsu, Khairun Nisa Ditawari Pendidikan Awak Kabin GratisTak berhenti sampai di situ, RS bahkan kembali ke lokasi kejadian dengan membawa bensin. Ia sempat berencana membakar jasad korban dari bagian kaki hingga kepala agar jenazah tidak dapat dikenali. Namun rencana tersebut tidak sepenuhnya terlaksana. Polisi yang menerima laporan penemuan mayat langsung bergerak melakukan penyelidikan intensif. Hasilnya, pada Senin (19/1/2026), pelaku berhasil diamankan.Atas perbuatannya, RS dijerat dengan pasal pembunuhan berencana yang menyebabkan korban meninggal dunia. Ancaman hukuman yang dihadapi pelaku sangat berat.“Ancaman pidananya adalah hukuman mati atau pidana penjara seumur hidup, atau maksimal 20 tahun penjara,” tegas Kapolresta Bandung.***
Read More
Disiplinkan Murid Saat Razia Rambut, Guru SD Ditetapkan Tersangka
Disiplinkan Murid Saat Razia Rambut, Guru SD Ditetapkan Tersangka
Lingkaran.id - Nasib pahit harus dialami Tri Wulansari, seorang guru honorer yang mengabdi di SDN 21 Desa Pematang Raman, Kabupaten Muaro Jambi, Provinsi Jambi. Niatnya menegakkan disiplin di lingkungan sekolah justru berujung pada jeratan hukum yang menetapkannya sebagai tersangka.Peristiwa tersebut bermula ketika Wulansari menindak seorang siswa yang melontarkan kata-kata tidak pantas saat kegiatan sekolah berlangsung. Bentuk pendisiplinan yang dilakukannya, menurut pengakuan pribadi, berupa tamparan ringan di bagian mulut siswa sebagai respons spontan atas ucapan kasar yang dilontarkan anak tersebut.Wafatnya Rylan Henry Pribadi Saat Main Ski Soroti Kembali Sosok Konglomerat Henry PribadiKasus ini kemudian berkembang hingga Wulansari, didampingi kuasa hukumnya, mengadukan persoalan yang menimpanya ke Komisi III DPR RI dalam rapat yang digelar Selasa (20/1/2026). Dalam forum itu, ia membeberkan secara detail kronologi kejadian yang membuatnya berstatus tersangka.Wulansari menjelaskan bahwa insiden tersebut terjadi pada 8 Januari 2025 saat sekolah menggelar razia kerapian rambut siswa. Razia dilakukan terhadap siswa yang rambutnya dicat pirang atau berwarna mencolok, karena sebelumnya pihak sekolah telah mengingatkan agar seluruh siswa mengembalikan warna rambut menjadi hitam sebelum semester baru dimulai.Seluruh siswa dari kelas satu hingga kelas enam dikumpulkan di lapangan sekolah. Dari hasil pemeriksaan, ditemukan empat siswa yang rambutnya masih disemir pirang dan kemerahan. Sebagai tindak lanjut, Wulansari memutuskan untuk memotong rambut keempat siswa tersebut.Namun, salah satu siswa menolak dipotong rambutnya dan menunjukkan sikap perlawanan. Wulansari mengaku sempat membujuk dengan mengatakan bahwa rambut hanya akan dipotong sedikit. Situasi kemudian memanas ketika siswa tersebut memutar badan dan mengucapkan kata-kata kasar.Merespons ucapan tersebut, Wulansari secara refleks menampar bagian mulut siswa sambil menegur ucapannya. Setelah itu, ia memberikan nasihat agar siswa menghormati guru sebagai orang tua di lingkungan sekolah.Wulansari menegaskan bahwa tindakannya tidak menyebabkan cedera serius. Ia juga membantah menggunakan alat apa pun saat menampar siswa tersebut. Menurutnya, setelah kejadian itu, siswa tetap mengikuti kegiatan belajar hingga jam pulang sekolah.Masalah tidak berhenti di sekolah. Orang tua siswa yang bersangkutan mendatangi rumah Wulansari dengan emosi dan meluapkan kemarahannya. Upaya Wulansari untuk menenangkan situasi dengan mengajak berbicara secara baik-baik tidak mendapat respons positif.Bahkan, Wulansari mengaku menerima ancaman pembunuhan dari orang tua siswa tersebut. Ancaman itu membuatnya trauma dan ketakutan, hingga menangis saat menceritakan kejadian tersebut di hadapan anggota dewan.Pihak sekolah kemudian berinisiatif melakukan mediasi dengan memanggil orang tua siswa. Namun, demi alasan keamanan, kepala sekolah meminta Wulansari tidak hadir dalam pertemuan tersebut karena khawatir terjadi ancaman lanjutan. Di sisi lain, orang tua siswa juga menolak mediasi lantaran telah melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Kumpeh.Laporan tersebut berlanjut ke proses hukum. Kasus ini naik ke tahap penyidikan dan pada 26 Mei 2025, Polres Muaro Jambi resmi menetapkan Tri Wulansari sebagai tersangka.Meski telah berstatus tersangka, Wulansari tetap berupaya mencari jalan damai. Pada 9 Januari 2026, ia mendatangi rumah orang tua siswa untuk meminta maaf secara langsung. Bahkan, ia menyatakan kesediaannya berhenti mengajar demi mendapatkan maaf dan menyelesaikan persoalan secara kekeluargaan.Namun, hingga kini permintaan maaf tersebut tidak membuahkan hasil.Dalam kesimpulan rapat, Komisi III DPR RI meminta Polres Muaro Jambi dan Kejaksaan Negeri Muaro Jambi menghentikan perkara yang menjerat Wulansari. DPR juga meminta agar kewajiban wajib lapor yang selama ini dijalani Wulansari dihapuskan.Anggota Komisi III DPR RI, Widya Partiwi, menyatakan bahwa penghentian perkara perlu dilakukan dengan mempertimbangkan perlindungan terhadap profesi guru sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen serta peraturan turunannya.Polrestabes Medan Bongkar Sindikat Perdagangan Bayi, Sembilan Orang Ditetapkan sebagai TersangkaDesakan serupa disampaikan anggota Komisi III DPR dari Fraksi Partai Demokrat, Hinca Pandjaitan. Ia meminta Jaksa Agung ST Burhanuddin agar menginstruksikan jajarannya di Jambi untuk tidak menerima pelimpahan berkas perkara tersebut.Menurut Hinca, kasus ini tidak memenuhi unsur niat jahat (mens rea) sebagaimana diatur dalam KUHP baru. Ia juga menyoroti kewajiban wajib lapor yang memberatkan Wulansari, mengingat jarak rumahnya ke Polres Muaro Jambi mencapai sekitar 80 kilometer, sementara suaminya yang menjabat kepala desa juga tengah menghadapi persoalan hukum. Menanggapi hal itu, Jaksa Agung ST Burhanuddin menegaskan komitmennya untuk menghentikan perkara jika berkas kasus tersebut masuk ke kejaksaan. Pernyataan itu disambut tepuk tangan peserta rapat yang hadir.***
Read More
Disebut Menantu Idaman Ibu Virgoun, Begini Tanggapan Dewi Perssik
Disebut Menantu Idaman Ibu Virgoun, Begini Tanggapan Dewi Perssik
Lingkaran.id - Nama Dewi Perssik kembali menjadi perbincangan publik setelah dikaitkan dengan musisi Virgoun. Sorotan ini bermula dari pernyataan Eva Manurung, ibu Virgoun, yang menyebut pedangdut tersebut sebagai sosok menantu idaman. Ucapan itu sontak memicu berbagai spekulasi di kalangan warganet terkait kemungkinan hubungan lebih jauh antara keduanya.Menanggapi hal tersebut, Dewi Perssik tidak menampik bahwa dirinya memang memiliki kedekatan dengan Eva Manurung. Ia mengungkapkan bahwa komunikasi di antara mereka terjalin cukup intens dan hangat. Bahkan, menurut Dewi, Eva kerap menghubunginya berkali-kali dalam sehari sebagai bentuk perhatian.Cemburu Komentar di Facebook, Pasutri Nekat Bakar Diri“Mami itu bisa menelepon saya sampai belasan kali, sekitar 15 sampai 20 kali. Itu karena beliau memang perhatian,” ujar Dewi Perssik saat ditemui di kawasan Jakarta, Minggu (18/1/2026).Pernyataan Eva Manurung yang menyebut Dewi sebagai menantu idaman pun membuat banyak pihak penasaran dengan sikap sang pedangdut. Menjawab hal tersebut, Dewi memilih memberikan respons yang tenang dan penuh pertimbangan. Ia tidak secara gamblang membenarkan, namun juga tidak menutup kemungkinan apa pun.Menurut Dewi, hubungan baik tidak selalu harus diartikan sebagai ikatan pernikahan. Ia bahkan menyampaikan bahwa dirinya bisa saja mengambil peran lain dalam kehidupan keluarga Virgoun.“Tidak harus menjadi istri. Saya bisa saja menjadi sosok ibu untuk anak-anaknya Mas Virgoun,” tutur Dewi Perssik.Dewi menegaskan bahwa dirinya memang menyukai anak-anak dan sangat menghargai keluarga Virgoun. Ia menekankan bahwa sikap tersebut diambil tanpa ada niat untuk menimbulkan salah paham atau melukai perasaan siapa pun.Baginya, menjaga hubungan baik dan silaturahmi merupakan hal yang jauh lebih penting. Ia mengaku berusaha bersikap terbuka, namun tetap berhati-hati dalam menyikapi isu yang menyangkut kehidupan pribadi.“Saya sangat menghormati beliau dan tidak ingin menyakiti hati siapa pun,” kata Dewi.Meski demikian, Dewi Perssik menegaskan bahwa urusan pasangan bukanlah prioritas utama dalam hidupnya saat ini. Ia mengaku masih ingin fokus menikmati kehidupan dengan lebih tenang tanpa terburu-buru memikirkan soal hubungan asmara.Perang Dunia Ketiga Sudah di Depan Mata, Banyak Orang Tak Sadar Akan Hal ItuMenurutnya, perkenalan atau perjodohan tidak selalu harus berujung pada ikatan romantis. Pertemanan dan hubungan kekeluargaan, kata Dewi, juga memiliki nilai yang sama pentingnya.“Kalau dikenalkan sih tidak ada masalah, tapi untuk urusan pasangan, belum dulu,” ujarnya.Isu kedekatan ini kembali menambah perhatian publik terhadap kehidupan pribadi Dewi Perssik. Namun demikian, ia memilih menyikapinya dengan santai dan proporsional. Dengan sikap terbuka namun tegas, Dewi Perssik menunjukkan kedewasaan dalam menghadapi isu sensitif, sembari berharap hubungan baik dengan semua pihak tetap terjaga ke depannya.***
Read More
Wali Kota Madiun Maidi Jalani Pemeriksaan di KPK Setelah Terjaring OTT
Wali Kota Madiun Maidi Jalani Pemeriksaan di KPK Setelah Terjaring OTT
Lingkaran.id - Wali Kota Madiun, Maidi, yang terjaring operasi tangkap tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), tampak tiba di Gedung Merah Putih KPK, Kuningan Persada, Jakarta Selatan, pada Senin malam. Kedatangannya dilakukan untuk menjalani pemeriksaan lanjutan terkait perkara yang tengah ditangani lembaga antirasuah tersebut.Berdasarkan pantauan di lokasi, Maidi tiba sekitar pukul 22.30 WIB. Ia sebelumnya diberangkatkan dari Surabaya, Jawa Timur, menggunakan penerbangan komersial pada sekitar pukul 19.20 WIB sebelum akhirnya dibawa ke Jakarta.Diduga Singkirkan Honorer Lama Demi Keluarga Lulus PPPK Paruh Waktu, Lurah Dipanggil InspektoratSaat turun dari kendaraan dan memasuki area gedung KPK, Maidi terlihat mengenakan topi serta jaket berwarna biru dongker. Dengan raut wajah yang relatif tenang, ia sempat menyampaikan pernyataan singkat kepada awak media.“Saya tidak pernah lelah membangun Kota Madiun. Kalau memang ada kekurangan, mohon didoakan saja,” ujar Maidi sambil tersenyum, sebelum melangkah masuk ke dalam gedung KPK.Dalam kesempatan yang sama, KPK juga terlihat membawa Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Madiun, Thariq Megah, bersama satu orang lainnya melalui pintu depan gedung. Sementara itu, enam orang terduga lainnya tampak dibawa masuk melalui akses pintu belakang.Korban Penipuan Akademi Kripto Buka Suara, Ungkap Tekanan PsikologisHingga kini, KPK masih melakukan pemeriksaan intensif terhadap para pihak yang diamankan dalam OTT tersebut. Pihak KPK belum memberikan keterangan resmi terkait status hukum maupun konstruksi perkara yang menjerat Wali Kota Madiun dan sejumlah pejabat lainnya.***
Read More
Wafatnya Rylan Henry Pribadi Saat Main Ski Soroti Kembali Sosok Konglomerat Henry Pribadi
Wafatnya Rylan Henry Pribadi Saat Main Ski Soroti Kembali Sosok Konglomerat Henry Pribadi
Lingkaran.id - Kabar duka wafatnya Rylan Henry Pribadi mengundang perhatian luas masyarakat dan kembali menempatkan nama Henry Pribadi, salah satu pengusaha besar Indonesia, dalam sorotan publik. Rylan yang merupakan cucu Henry Pribadi, meninggal dunia pada usia 17 tahun akibat kecelakaan saat melakukan aktivitas ski di kawasan wisata Niseko, Hokkaido, Jepang, pada awal Januari 2026.Peristiwa tragis tersebut tidak hanya meninggalkan duka mendalam bagi keluarga, tetapi juga memicu gelombang belasungkawa dari berbagai tokoh nasional dan kalangan dunia usaha. Sejumlah figur publik menyampaikan simpati dan doa melalui media sosial sebagai bentuk empati kepada keluarga besar Pribadi.Polrestabes Medan Bongkar Sindikat Perdagangan Bayi, Sembilan Orang Ditetapkan sebagai TersangkaSeiring dengan kabar tersebut, perhatian publik kembali tertuju pada latar belakang keluarga Pribadi, khususnya sosok Henry Pribadi yang dikenal sebagai pengusaha berpengaruh di Indonesia. Nama Henry Pribadi pun kembali ramai diperbincangkan, baik di media massa maupun ruang publik digital.Rylan Henry Pribadi diketahui merupakan putra dari pengusaha Reza Pribadi dan cucu dari Henry Pribadi. Informasi meninggalnya Rylan turut disampaikan oleh sejumlah pejabat dan tokoh penting, di antaranya Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto serta Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia, Anindya Bakrie.Usai Viral Kasus Pramugari Palsu, Khairun Nisa Ditawari Pendidikan Awak Kabin GratisDalam unggahan di media sosial, Airlangga Hartarto menyampaikan rasa duka cita yang mendalam kepada keluarga yang ditinggalkan. Ia menyebut kepergian Rylan sebagai kehilangan besar dan menyampaikan simpati kepada Reza Pribadi beserta keluarga besar Pribadi.Ucapan belasungkawa yang mengalir dari berbagai pihak menjadi cerminan kedekatan dan penghormatan terhadap keluarga Pribadi, sekaligus menunjukkan besarnya perhatian publik terhadap sosok Henry Pribadi dan keluarganya di tengah kabar duka tersebut.***
Read More
Heboh! Gunung Setinggi 15 MDPL Tiba-Tiba Muncul di Tengah Sawah
Heboh! Gunung Setinggi 15 MDPL Tiba-Tiba Muncul di Tengah Sawah
Lingkaran.id - Warga Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, dibuat terkejut dengan kemunculan sebuah gundukan tanah berukuran besar yang menyerupai gunung di area persawahan. Gundukan tersebut tampak menjulang di tengah hamparan sawah dan memiliki ketinggian yang diperkirakan mencapai sekitar 15 meter dari permukaan lahan sekitar.Keberadaan gundukan raksasa itu terlihat sangat mencolok karena kontras dengan kondisi lahan pertanian yang biasanya datar. Sejumlah warga mengaku baru menyadari adanya perubahan bentang alam tersebut dalam waktu relatif singkat, sehingga memicu rasa heran sekaligus kekhawatiran.Viral Menu MBG Dinilai Tak Layak, Hanya Berisi Ubi dan PisangFenomena tak biasa ini dengan cepat menyebar di media sosial setelah sejumlah warga mengunggah foto dan video lokasi tersebut. Beragam spekulasi pun bermunculan, mulai dari dugaan faktor alam hingga aktivitas tertentu yang belum diketahui secara pasti.Namun hingga kini, belum ada penjelasan resmi dari pemerintah daerah maupun instansi terkait mengenai penyebab terbentuknya gundukan tersebut. Pihak berwenang masih belum memberikan keterangan apakah gundukan itu merupakan fenomena alam, dampak aktivitas manusia, atau faktor lainnya.Terungkap! Kamar Rumah Jadi Markas CS Judi Online Jaringan KambojaMenyikapi kondisi tersebut, masyarakat diminta untuk tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh informasi yang belum dapat dipastikan kebenarannya. Warga juga diimbau untuk tetap waspada serta menunggu penjelasan resmi dari pihak berkompeten guna menghindari kesimpangsiuran informasi.***
Read More
Timothy Ronald Kembali Dilaporkan, Korban Klaim Rugi Rp 1 Miliar
Timothy Ronald Kembali Dilaporkan, Korban Klaim Rugi Rp 1 Miliar
Lingkaran.id - Influencer keuangan Timothy Ronald kembali berurusan dengan hukum setelah dilaporkan ke Polda Metro Jaya atas dugaan penipuan investasi perdagangan aset kripto. Laporan terbaru diajukan oleh seorang perempuan bernama Agnes (25), yang mengaku mengalami kerugian hingga Rp 1 miliar.Agnes menyampaikan bahwa dirinya bergabung dengan komunitas Akademi Crypto sejak tahun 2023. Padahal, sebelum itu ia telah memiliki pengalaman sekitar lima tahun di dunia investasi kripto. Ketertarikannya bergabung muncul setelah berkenalan dengan Timothy Ronald dan tergiur janji pendalaman ilmu serta visi-misi investasi yang ditawarkan dalam komunitas tersebut.Cemburu Komentar di Facebook, Pasutri Nekat Bakar DiriNamun seiring berjalannya waktu, Agnes menilai praktik yang dijalankan tidak sesuai dengan apa yang dijanjikan di awal. Ia mengaku ketika menyampaikan keluhan, justru mendapat perlakuan tidak menyenangkan.“Faktanya tidak sesuai dengan visi dan misi yang disampaikan sejak awal. Bahkan ada beberapa kasus, termasuk kami yang menyampaikan komplain, justru dikeluarkan dari grup atau akses ruang obrolannya dimatikan,” ujar Agnes saat ditemui di Mapolda Metro Jaya, Senin.Kuasa hukum Agnes, Jajang, mengungkapkan bahwa kliennya bukan satu-satunya korban. Menurutnya, masih banyak pihak lain yang mengalami kerugian besar, namun memilih tidak melapor karena diliputi rasa takut dan berbagai pertimbangan.“Untuk hari ini satu orang korban dengan kerugian lebih dari Rp 1 miliar. Sebenarnya kalau semuanya berani maju, jumlahnya bisa banyak. Tapi ada ketakutan tersendiri dari para korban untuk melapor,” kata Jajang.Dalam laporan terbaru ini, pihak korban juga menambahkan sejumlah pasal, termasuk yang berkaitan dengan perlindungan konsumen. Jajang menegaskan, laporan tersebut dibuat dengan korban baru dan memuat pengembangan sangkaan hukum.“Hari ini kami buat laporan baru dengan penambahan pasal, salah satunya Undang-Undang Perlindungan Konsumen. Nantinya kami serahkan sepenuhnya kepada pihak kepolisian apakah laporan ini diproses terpisah atau digabung,” jelasnya.Laporan Agnes tercatat dengan nomor LP/B/483/1/2026/SPKT/POLDA METRO JAYA. Adapun pasal yang disangkakan antara lain Pasal 45A ayat (1) juncto Pasal 28 ayat (1) atau Pasal 80, 81, dan 82 UU Nomor 3 Tahun 2011 tentang Transfer Dana. Selain itu, turut dilaporkan Pasal 492 KUHP serta Pasal 607 ayat (1) huruf a, b, dan c terkait tindak pidana pencucian uang (TPPU).Berdasarkan ketentuan KUHP baru dalam UU Nomor 1 Tahun 2023, terlapor terancam hukuman pidana penjara hingga 15 tahun atau denda maksimal Rp 5 miliar.Perang Dunia Ketiga Sudah di Depan Mata, Banyak Orang Tak Sadar Akan Hal ItuSebelumnya, kasus serupa juga dilaporkan oleh korban lain bernama Younger. Ia mengaku merugi hingga Rp 3 miliar setelah mengikuti investasi kripto yang dipromosikan Timothy Ronald. Younger mengaku awalnya tertarik karena citra Timothy sebagai influencer finansial sukses yang kerap memamerkan hasil investasi dan gaya hidup mewah di media sosial.“Saya lihat dari Instagram, dari caranya flexing, katanya cepat kaya dari kripto, bisa beli mobil mewah di usia muda. Itu yang membuat saya tergiur,” ujar Younger saat memberikan keterangan di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Selasa (13/1/2026).***
Read More
Cemburu Komentar di Facebook, Pasutri Nekat Bakar Diri
Cemburu Komentar di Facebook, Pasutri Nekat Bakar Diri
Lingkaran.id - Peristiwa percobaan bunuh diri yang melibatkan pasangan suami istri terjadi di Kampung Wasai, Distrik Manokwari Selatan, Papua Barat, pada Minggu (18/1/2026). Insiden tersebut diduga dipicu konflik rumah tangga yang berawal dari rasa cemburu akibat aktivitas media sosial.Pasangan tersebut diketahui bernama Ano (52) dan Yeni (44). Keduanya nekat melakukan aksi berbahaya dengan menyiramkan minyak tanah di dalam kamar rumah mereka. Beruntung, peristiwa itu segera diketahui warga sekitar sehingga nyawa keduanya dapat diselamatkan.Perang Dunia Ketiga Sudah di Depan Mata, Banyak Orang Tak Sadar Akan Hal ItuKapolresta Manokwari Kombes Pol Ongky Isgunawan melalui Kapolsubsektor Manokwari, Iptu Muhammad Yusuf SH, membenarkan adanya laporan percobaan bunuh diri tersebut. Menurutnya, aparat kepolisian menerima informasi dari masyarakat terkait kejadian yang menimpa pasutri tersebut.Iptu Yusuf menjelaskan, rangkaian peristiwa bermula sejak Jumat (16/1/2026). Saat itu, Yeni dilaporkan merasa cemburu setelah melihat suaminya kerap memberikan komentar pada unggahan perempuan lain di aplikasi Facebook. Perasaan tersebut kemudian memicu pertengkaran di antara keduanya.Ketegangan berlanjut keesokan harinya. Pada Sabtu (17/1/2026), Yeni membuat unggahan bernada sindiran di media sosial yang ditujukan kepada suaminya. Unggahan itu memicu emosi Ano hingga terjadi cekcok hebat di dalam rumah. Setelah adu mulut, Ano mengurung diri di kamar.Situasi semakin memburuk ketika Yeni menyusul masuk ke dalam kamar sambil membawa minyak tanah. Beberapa saat kemudian, seorang saksi berinisial DN mendengar teriakan minta tolong serta jeritan kesakitan dari dalam kamar yang pintunya terkunci.Bansos 2026 Mulai Cair, Cek Nama Anda di cekbansos.kemensos.go.idDN bersama saksi lain berinisial PY berupaya mendobrak pintu kamar tersebut hingga akhirnya berhasil dibuka. Saat pintu terbuka, Ano terlihat berlari keluar kamar dalam kondisi tubuh terbakar menuju kamar mandi untuk menyiram dirinya dengan air. Sementara itu, Yeni ditemukan masih berada di dalam kamar dengan kondisi serupa.Kedua korban segera dievakuasi dan dilarikan ke Rumah Sakit Bhayangkara Polda Papua Barat guna mendapatkan penanganan medis intensif. Pihak kepolisian menyatakan masih melakukan pendalaman terkait peristiwa tersebut serta mengimbau masyarakat untuk menyelesaikan persoalan keluarga secara bijak dan tidak melibatkan tindakan yang membahayakan diri sendiri maupun orang lain.***
Read More
Prosesi Penyerahan SK Cagar Budaya Keraton Solo Ricuh, GKR Timoer Serobot Mimbar
Prosesi Penyerahan SK Cagar Budaya Keraton Solo Ricuh, GKR Timoer Serobot Mimbar
Lingkaran.id - Suasana sakral dalam prosesi penyerahan Surat Keputusan (SK) Menteri Kebudayaan Nomor 8 Tahun 2026 tentang Penunjukan Pelaksana Perlindungan, Pengembangan, dan Pemanfaatan Kawasan Cagar Budaya Keraton Surakarta Hadiningrat sebagai Cagar Budaya Peringkat Nasional mendadak berubah tegang. Insiden itu terjadi di lingkungan Keraton Solo, Minggu (18/1) siang.Ketegangan memuncak saat GKR Timoer Rumbai Kusuma Dewayani secara tiba-tiba maju ke atas mimbar dan mengambil alih mikrofon ketika acara inti tengah berlangsung di Sasana Parasdya. Aksi tersebut dilakukan sebagai bentuk protes atas pelaksanaan kegiatan besar di dalam kawasan keraton yang dinilai tidak melibatkan KGPH Purbaya, sosok yang oleh kubunya dianggap sebagai raja sah Keraton Surakarta.Perang Dunia Ketiga Sudah di Depan Mata, Banyak Orang Tak Sadar Akan Hal ItuDidampingi sejumlah kerabat serta istri almarhum PB XIII Hangabehi, GKR Pakubuwono, GKR Timoer menyuarakan keberatan terhadap legitimasi pengelolaan keraton yang tertuang dalam SK kementerian dan diberikan kepada Mahamenteri Keraton Surakarta, KGPA Tedjowulan. Aksi spontan itu langsung menuai reaksi keras dari ratusan abdi dalem yang hadir di lokasi.Demi menjaga kelangsungan acara, panitia segera mematikan sambungan suara dan meminta GKR Timoer beserta rombongannya untuk meninggalkan area prosesi. Langkah tersebut diambil untuk menghindari eskalasi yang lebih besar dan memastikan penyerahan SK tetap berjalan sesuai agenda.Sebenarnya, tanda-tanda ketegangan sudah terlihat sejak pagi hari. Di sekitar akses menuju Keputren atau Kori Wiwara Kenya, sempat terjadi aksi saling dorong antara kelompok pendukung Keraton Timur yang mendukung KGPH Purbaya—dengan rombongan Lembaga Dewan Adat (LDA) Keraton Surakarta serta pihak KGPA Tedjowulan.Situasi tersebut memicu luapan emosi dari GKR Timoer dan GKR Devy Lelyana Dewi. Keduanya melontarkan kekecewaan kepada para abdi dalem yang dianggap tidak lagi setia pada garis keturunan raja yang mereka yakini sah. Teriakan bernada protes dan kekecewaan pun terdengar di tengah kerumunan.Setelah diminta meninggalkan lokasi acara, kubu GKR Timoer menggelar konferensi pers. Dalam kesempatan itu, mereka menyatakan telah mengirimkan surat keberatan resmi kepada Kementerian Kebudayaan, dengan tembusan langsung kepada Presiden RI, Prabowo Subianto. Selain itu, mereka juga menyebarkan selebaran yang berisi pernyataan mosi tidak percaya terhadap penyelenggaraan acara penyerahan SK tersebut.GKR Timoer menegaskan pihaknya merasa diabaikan dalam proses pengambilan keputusan. Menurutnya, tidak ada pemberitahuan maupun undangan terkait agenda tersebut. Ia menilai keputusan Menteri Kebudayaan terkait pengelolaan keraton sarat ketidakadilan.Siap Siap Kamu Jadi Miliader Jika Kamu ke Negara ini Dengan Membawa Uang 1 Juta“Kami sama sekali tidak diundang dan tidak dilibatkan. Bahkan, kami tidak mengetahui adanya acara ini. Karena itu kami menyampaikan surat keberatan atas proses yang kami nilai tidak adil,” ujar GKR Timoer kepada awak media.Sebagai catatan, beberapa hari sebelumnya, tepatnya Jumat (16/1), Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka sempat bertemu dengan KGPH Mangkubumi dan KHPG Purbaya di sebuah warung sate legendaris di kawasan Pasar Klewer. Pertemuan tersebut turut dihadiri Wali Kota Solo Respati Ardi serta KGPA Tedjowulan dan berlangsung sekitar satu jam. Namun, hanya berselang dua hari setelah pertemuan itu, ketegangan antar dua kubu di internal Keraton Surakarta kembali mencuat ke permukaan.***
Read More
Viral Aksi Warga, Motor Pemuda Dibakar Usai Kepergok di Rumah Istri Orang
Viral Aksi Warga, Motor Pemuda Dibakar Usai Kepergok di Rumah Istri Orang
Lingkaran.id - Peristiwa pembakaran sepeda motor disertai aksi penyanderaan terjadi di Desa Gersempal, Kecamatan Omben, Kabupaten Sampang, Madura, pada dini hari. Insiden tersebut melibatkan seorang pemuda berinisial AR (19) yang sempat diamankan warga sebelum akhirnya diserahkan ke pihak kepolisian.Kasi Humas Polres Sampang, AKP Eko Puji Waluyo, membenarkan kejadian itu. Ia menjelaskan bahwa laporan masuk ke kepolisian sekitar pukul 03.00 WIB terkait pembakaran satu unit sepeda motor serta dugaan penyanderaan terhadap pemilik kendaraan tersebut.Diduga Singkirkan Honorer Lama Demi Keluarga Lulus PPPK Paruh Waktu, Lurah Dipanggil InspektoratMenurut keterangan polisi, awal mula kejadian bermula ketika warga merasa curiga dengan kondisi di salah satu rumah. Setelah dilakukan pengecekan, warga mendapati seorang pria tak dikenal bersembunyi di bagian plafon kamar rumah tersebut. Pria itu kemudian diamankan oleh warga setempat.Dari hasil pemeriksaan awal, pemuda tersebut mengakui bahwa dirinya datang ke rumah itu untuk menemui seorang perempuan berinisial SH, yang diketahui telah bersuami. Saat pertemuan terjadi, suami SH disebut tengah bekerja di luar kota.Perbuatan tersebut memicu kemarahan warga dan kerabat pemilik rumah yang mengetahui kejadian itu. Emosi warga pun memuncak hingga berujung pada tindakan pembakaran sepeda motor milik pemuda tersebut di lokasi kejadian.Miris! Guru SMK Diserang Hingga Dikeroyok SiswaAKP Eko menyebutkan, sepeda motor yang dibakar warga adalah Honda BeAT berwarna hitam dengan kombinasi pink. Kendaraan itu hangus dibakar sebagai bentuk pelampiasan amarah warga atas perbuatan yang dianggap meresahkan.Situasi baru mereda sekitar pukul 04.15 WIB. Setelah dilakukan musyawarah, warga akhirnya sepakat untuk menyerahkan pemuda tersebut beserta barang bukti ke Polres Sampang guna diproses sesuai hukum yang berlaku. Polisi kini masih melakukan pendalaman untuk memastikan kronologi lengkap serta langkah hukum selanjutnya.***
Read More
Viral Menu MBG Dinilai Tak Layak, Hanya Berisi Ubi dan Pisang
Viral Menu MBG Dinilai Tak Layak, Hanya Berisi Ubi dan Pisang
Lingkaran.id - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali menjadi perhatian publik setelah sebuah video yang diunggah oleh orang tua murid ramai diperbincangkan di media sosial. Unggahan tersebut memicu perdebatan karena menu makanan yang diterima anak sekolah dinilai jauh dari standar gizi yang diharapkan.Dalam video yang beredar luas, seorang ibu merekam paket makanan yang disebut sebagai jatah MBG untuk anaknya selama dua hari. Alih-alih menampilkan menu dengan kandungan gizi lengkap, paket tersebut terlihat hanya berisi sepotong ubi rebus dan satu buah pisang. Kondisi itu langsung memantik respons masyarakat yang mempertanyakan kualitas serta pengawasan pelaksanaan program di lapangan.Terungkap! Kamar Rumah Jadi Markas CS Judi Online Jaringan KambojaBanyak warganet menyayangkan apabila program dengan anggaran besar justru tidak diimbangi dengan distribusi menu yang layak dan sesuai tujuan awal. Minimnya asupan protein hewani, seperti telur, daging, maupun ikan, menjadi sorotan utama dalam kolom komentar. Sejumlah pihak menilai, tanpa kandungan protein yang memadai, manfaat program dikhawatirkan tidak optimal bagi tumbuh kembang anak.Seiring viralnya video tersebut, desakan agar dilakukan evaluasi menyeluruh pun menguat. Masyarakat meminta pihak sekolah, dinas pendidikan, hingga instansi terkait untuk lebih selektif dalam menunjuk dan mengawasi penyedia makanan. Transparansi serta kontrol kualitas dinilai penting agar tidak terjadi penyimpangan dalam pelaksanaan program.Usai Viral Kasus Pramugari Palsu, Khairun Nisa Ditawari Pendidikan Awak Kabin GratisPengawasan yang ketat dianggap menjadi kunci keberhasilan MBG, terutama dalam upaya menurunkan angka stunting serta meningkatkan kesehatan dan kecerdasan anak-anak. Tanpa pengawasan yang konsisten, tujuan mulia program dikhawatirkan melenceng dari sasaran.Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan lanjutan dari pengunggah video terkait lokasi sekolah atau daerah pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis yang dimaksud.***
Read More
Oknum Polisi Ditangkap Diduga Edarkan Sabu, Tiga Anggota Lain Positif Narkoba
Oknum Polisi Ditangkap Diduga Edarkan Sabu, Tiga Anggota Lain Positif Narkoba
Lingkaran.id - Satuan Reserse Narkoba Polres Madiun mengamankan seorang anggota kepolisian dari Polres Madiun Kota yang diduga terlibat dalam peredaran sekaligus penyalahgunaan narkotika. Penangkapan tersebut menjadi bagian dari pengembangan kasus narkoba yang terjadi di wilayah hukum Kabupaten Madiun.Oknum polisi berinisial H-D itu diduga berperan sebagai pengedar narkotika jenis sabu. Dari tangan tersangka, petugas berhasil menyita barang bukti sabu dengan berat sekitar delapan gram. Setelah dilakukan pemeriksaan awal, H-D resmi ditetapkan sebagai tersangka dan saat ini menjalani proses hukum pidana di Polres Madiun.Diduga Singkirkan Honorer Lama Demi Keluarga Lulus PPPK Paruh Waktu, Lurah Dipanggil InspektoratMeski proses pidana ditangani Polres Madiun, penanganan pelanggaran kode etik terhadap H-D tetap menjadi kewenangan Polres Madiun Kota. Aparat kepolisian menegaskan bahwa langkah hukum dan etik akan berjalan secara terpisah dan profesional sesuai ketentuan yang berlaku.Dalam pengembangan kasus tersebut, Satres Narkoba Polres Madiun juga masih memburu pihak lain yang diduga menjadi pemasok narkotika yang diedarkan oleh H-D. Upaya pengejaran terhadap jaringan di atasnya terus dilakukan guna mengungkap rantai peredaran narkoba secara menyeluruh.Miris! Guru SMK Diserang Hingga Dikeroyok SiswaSementara itu, Polres Madiun Kota turut melakukan tes urin terhadap sejumlah anggotanya sebagai bentuk pengawasan internal. Dari hasil pemeriksaan tersebut, diketahui tiga anggota polisi terindikasi positif narkoba. Namun, pihak kepolisian menegaskan bahwa ketiga anggota tersebut tidak memiliki keterkaitan langsung dengan kasus penangkapan H-D.Kasi Humas Polres Madiun Kota menyampaikan bahwa terhadap tiga anggota yang hasil tes urinnya positif, akan dilakukan penanganan sesuai prosedur etik dan disiplin internal kepolisian. Langkah ini, menurutnya, merupakan bagian dari komitmen institusi untuk bersikap tegas terhadap segala bentuk pelanggaran, termasuk yang melibatkan anggota sendiri.***
Read More
Polrestabes Medan Bongkar Sindikat Perdagangan Bayi, Sembilan Orang Ditetapkan sebagai Tersangka
Polrestabes Medan Bongkar Sindikat Perdagangan Bayi, Sembilan Orang Ditetapkan sebagai Tersangka
Lingkaran.id - Satuan Reserse Kriminal Polrestabes Medan berhasil mengungkap praktik perdagangan bayi yang melibatkan sebuah jaringan terorganisir. Dalam pengungkapan tersebut, polisi mengamankan sembilan orang yang kini telah ditetapkan sebagai tersangka. Penangkapan dilakukan pada Kamis (15/1/2026) di sejumlah lokasi di Kota Medan.Kapolrestabes Medan, Kombes Pol Dr. Jean Calvijn Simanjuntak, S.I.K., M.H., menjelaskan bahwa pengungkapan kasus ini berawal dari informasi dan laporan masyarakat yang mencurigai adanya aktivitas tindak pidana perdagangan orang (TPPO). Menindaklanjuti laporan tersebut, aparat kepolisian melakukan penyelidikan hingga akhirnya berhasil membongkar jaringan tersebut.Usai Viral Kasus Pramugari Palsu, Khairun Nisa Ditawari Pendidikan Awak Kabin Gratis“Kasus ini terungkap setelah adanya informasi dari masyarakat terkait dugaan perdagangan orang, khususnya bayi, di salah satu lokasi di Medan,” ungkap Kapolrestabes Medan dalam keterangannya.Dari hasil penyelidikan, diketahui bahwa para pelaku memiliki peran dan tugas masing-masing. Salah satu modus yang digunakan adalah memasarkan bayi melalui media sosial untuk menarik calon pembeli. Polisi juga mengamankan dua tersangka utama berinisial BS dan HD, serta seorang asisten rumah tangga (ART) yang bekerja untuk tersangka HD dan diduga turut terlibat dalam praktik tersebut.Penyelidikan lebih lanjut mengungkap bahwa aktivitas perdagangan bayi ini bukan kejadian pertama. Berdasarkan keterangan saksi dan para tersangka, setidaknya sudah dua kali transaksi serupa dilakukan di lokasi yang sama.Sementara itu, polisi memastikan bahwa hingga saat ini transaksi perdagangan bayi tersebut masih terjadi dalam lingkup wilayah lokal. Meski demikian, aparat tidak menutup kemungkinan adanya keterkaitan dengan jaringan yang lebih besar.Ressa Rizky Rossano Gugat Denada, Kuasa Hukum Ungkap Alasan Baru Dibawa ke Ranah Hukum“Kami masih terus mendalami apakah jaringan ini memiliki hubungan dengan pihak lain, termasuk kemungkinan keterlibatan jaringan lintas daerah maupun internasional,” pungkasnya.Saat ini, seluruh tersangka telah diamankan di Polrestabes Medan untuk menjalani pemeriksaan lanjutan. Polisi juga terus mengembangkan kasus ini guna mengungkap secara menyeluruh praktik perdagangan bayi yang melanggar hukum dan kemanusiaan tersebut.***
Read More
Diduga Singkirkan Honorer Lama Demi Keluarga Lulus PPPK Paruh Waktu, Lurah Dipanggil Inspektorat
Diduga Singkirkan Honorer Lama Demi Keluarga Lulus PPPK Paruh Waktu, Lurah Dipanggil Inspektorat
Lingkaran.id - Inspektorat Kabupaten Polewali Mandar (Polman) melakukan pemeriksaan terhadap Lurah Balanipa, Nurdin Jalaludin, menyusul adanya dugaan penyimpangan dalam proses pengusulan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Paruh Waktu (PW). Pemeriksaan ini berkaitan dengan laporan sejumlah tenaga honorer yang merasa dirugikan dalam proses seleksi.Pemeriksaan dilakukan setelah sepuluh orang honorer dari Kecamatan Balanipa melayangkan pengaduan resmi ke Inspektorat. Para pelapor mengaku tidak diikutsertakan dalam skema PPPK PW, meski telah mengabdi selama belasan hingga puluhan tahun di lingkungan pemerintahan setempat.Miris! Guru SMK Diserang Hingga Dikeroyok SiswaDalam pengaduannya, para honorer tersebut menduga adanya praktik penggantian tenaga honorer lama dengan honorer baru. Bahkan, muncul dugaan bahwa sejumlah honorer yang diakomodasi memiliki kedekatan personal atau hubungan keluarga dengan pejabat di wilayah tersebut, sehingga honorer yang telah mengabdi hingga 21 tahun justru tersisih.Lurah Balanipa, Nurdin Jalaludin, diketahui telah menjalani pemeriksaan intensif selama dua hari di kantor Inspektorat Polman. Fokus pemeriksaan diarahkan pada proses pengumpulan dan pengajuan berkas honorer baru yang diduga tidak sepenuhnya memenuhi kriteria serta terindikasi memiliki relasi kekerabatan dengan pejabat tertentu.“Lurah Balanipa sudah kami periksa. Indikasinya memang mengarah ke sana, namun hasil pemeriksaan belum final karena masih dalam proses pendalaman,” ujar anggota tim pemeriksa Inspektorat Polman, Junaedi, kepada wartawan.Selain memeriksa pihak kelurahan, Inspektorat Polman juga berencana memanggil Badan Kepegawaian, Pendidikan, dan Pelatihan (BKPP) Polman. Langkah ini dilakukan untuk memastikan seluruh tahapan dan mekanisme pengusulan PPPK Paruh Waktu telah berjalan sesuai ketentuan dan persyaratan yang berlaku.Korban Penipuan Akademi Kripto Buka Suara, Ungkap Tekanan PsikologisInspektorat menegaskan, hasil akhir pemeriksaan akan disampaikan kepada publik setelah seluruh pihak terkait dimintai keterangan. Pemeriksaan lanjutan ini diharapkan dapat mengungkap secara terang dugaan praktik favoritisme dalam proses seleksi PPPK PW di Kecamatan Balanipa.Sebelumnya, sepuluh tenaga honorer terdiri dari delapan pegawai Kelurahan Balanipa dan dua dari Kantor Kecamatan Balanipa mendatangi Inspektorat Polman pada Selasa (13/1/2026). Mereka melaporkan adanya ketidakadilan dalam seleksi PPPK PW, setelah honorer yang baru bekerja sekitar satu tahun justru lolos, sementara mereka yang telah puluhan tahun mengabdi tidak diakomodasi. Kondisi tersebut memicu penyelidikan Inspektorat guna memastikan tidak terjadi pelanggaran prosedur maupun penyalahgunaan kewenangan.***
Read More
Ngaku Galang Dana Yatim Piatu, Puluhan Orang Malah Gunakan Uang untuk Judi
Ngaku Galang Dana Yatim Piatu, Puluhan Orang Malah Gunakan Uang untuk Judi
Lingkaran.id - Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Ponorogo mengamankan sekelompok orang yang kedapatan meminta sumbangan dengan mengatasnamakan yayasan yatim piatu. Namun, aksi tersebut ternyata hanya kedok untuk mengumpulkan uang yang kemudian digunakan untuk aktivitas perjudian.Kasus ini terungkap setelah polisi menerima laporan dari masyarakat yang merasa curiga dengan aktivitas para pelaku. Menindaklanjuti laporan tersebut, petugas melakukan penelusuran dan mendapati para pelaku tidak tinggal di tempat sederhana, melainkan menginap di sebuah hotel di wilayah Ponorogo.Terungkap! Kamar Rumah Jadi Markas CS Judi Online Jaringan Kamboja“Kami lakukan penyisiran untuk mengetahui keberadaan mereka. Ternyata mereka menginap di hotel, bahkan di lokasi itu ditemukan aktivitas perjudian,” ungkap Kasatreskrim Polres Ponorogo, AKP Imam Mujali.Dari hasil pemeriksaan, polisi mengamankan total 23 orang yang selama ini berkeliling meminta sumbangan. Mereka mengaku menyewa delapan kamar hotel yang dibiayai dari uang hasil meminta-minta kepada masyarakat.AKP Imam Mujali menjelaskan, kelompok tersebut diketahui telah menetap di hotel tersebut selama kurang lebih satu minggu. Selain itu, seluruh anggota kelompok diketahui berasal dari Provinsi Lampung.Parkir di Depan Rumah Tetangga Bisa Dipidana, Ini Aturan dan Sanksinya“Pengakuan mereka, delapan kamar hotel dipesan dan sudah ditempati selama satu pekan. Seluruhnya berasal dari Lampung,” pungkasnya.Saat ini, pihak kepolisian masih melakukan pendalaman guna mengungkap peran masing-masing pelaku serta kemungkinan adanya pihak lain yang terlibat dalam praktik penipuan berkedok penggalangan dana tersebut.***
Read More
Terungkap! Kamar Rumah Jadi Markas CS Judi Online Jaringan Kamboja
Terungkap! Kamar Rumah Jadi Markas CS Judi Online Jaringan Kamboja
Lingkaran.id - Sebuah kamar sempit di salah satu rumah warga di Kampung Dungus Purna, Desa Galanggang, Kecamatan Batujajar, Kabupaten Bandung Barat (KBB), terungkap dijadikan pusat layanan pelanggan judi online. Aktivitas ilegal tersebut dijalankan oleh empat pemuda yang kini telah ditetapkan sebagai tersangka oleh kepolisian.Kamar yang digunakan sebagai markas operasional itu berukuran sekitar 3x3 meter dengan dinding bercat hijau. Di dalamnya, polisi menemukan sejumlah perangkat komputer dan layar monitor berteknologi canggih, termasuk monitor cembung, yang digunakan untuk mengoperasikan layanan judi online.Miris! Guru SMK Diserang Hingga Dikeroyok SiswaKasat Narkoba Polres Cimahi, Iptu Reyhan Kusuma, menjelaskan bahwa para pelaku berperan sebagai customer service (CS) judi online yang diduga terhubung dengan jaringan perusahaan di Kamboja.“Ruangan kecil itu dipenuhi PC dan layar. Mereka bekerja sebagai CS judi online yang diduga jaringan luar negeri, yakni Kamboja,” ujar Reyhan, Kamis (15/1/2026).Empat pemuda yang ditetapkan sebagai tersangka masing-masing berinisial Aditya Fajar, M Arman Priyatna Wijaya, Reza Maulana Fadli, dan Fajar Nurmansyah. Salah satu kamar yang dijadikan markas diketahui merupakan kamar pribadi milik Aditya Fajar yang tinggal bersama orang tuanya. Namun, pihak keluarga disebut tidak mengetahui aktivitas ilegal yang dijalankan tersangka.Pengungkapan kasus ini bermula dari pengembangan penyelidikan polisi terkait penyalahgunaan narkotika. Dalam proses tersebut, nama Aditya Fajar mencuat sehingga petugas mendatangi rumahnya untuk melakukan pemeriksaan dan penggeledahan. Dari hasil pemeriksaan, Aditya Fajar mengakui pernah membeli dan menggunakan narkotika jenis sabu.Saat penggeledahan berlangsung, polisi menemukan tiga pemuda lain di kamar berbeda yang sedang mengoperasikan sejumlah komputer. Setelah didalami, keempatnya diketahui tengah menjalankan tugas sebagai layanan pelanggan judi online sekaligus berkomunikasi dengan perusahaan penyedia situs judi yang berbasis di Kamboja.“Di rumah itu ada dua kamar yang kami periksa. Satu kamar milik AF, dan satu kamar lain berisi tiga orang yang sedang bekerja. Setelah pemeriksaan, diketahui AF dan tiga temannya berperan sebagai CS judi online,” jelas Reyhan.Sebelumnya, Kapolres Cimahi AKBP Niko N Adi Putra juga mengungkapkan bahwa penggerebekan markas customer service judi online tersebut merupakan hasil pengembangan kasus narkotika. Dari penyelidikan lebih lanjut, polisi menemukan praktik perjudian daring yang terorganisir.“Awalnya kasus narkotika, kemudian berkembang hingga ditemukan aktivitas judi online,” kata Niko dalam konferensi pers, Selasa (13/1/2026).Berdasarkan hasil penyidikan, keempat tersangka diketahui melayani pelanggan dari sedikitnya tujuh situs judi online. Tugas mereka meliputi memberikan informasi situs, menanggapi keluhan pengguna, hingga menangani masalah top up saldo. Aktivitas ilegal tersebut telah berlangsung sejak Oktober 2025. Para tersangka menerima gaji bulanan sekitar Rp5,2 juta sebagai imbalan atas pekerjaan mereka.Gelombang Demonstrasi Paling Mematikan Iran, Lebih dari 2.000 Orang Dilaporkan TewasUntuk sementara, para pelaku dijerat dengan Pasal 45 ayat (3) juncto Pasal 27 ayat (2) Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2024 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE), serta Pasal 426 ayat (1) huruf a Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP. Ancaman hukuman maksimal mencapai 10 tahun penjara dan denda hingga Rp10 miliar.Saat ini, kasus tersebut masih dalam tahap pengembangan dan ditangani oleh Satreskrim Polres Cimahi dengan dukungan Polda Jawa Barat guna menelusuri jaringan yang lebih luas.***
Read More
Lubang Longsor di Aceh Tengah Kian Meluas, Jalan dan Warga Terancam
Lubang Longsor di Aceh Tengah Kian Meluas, Jalan dan Warga Terancam
Lingkaran.id - Fenomena lubang besar akibat longsor di Kabupaten Aceh Tengah, Provinsi Aceh, terus menunjukkan perkembangan yang mengkhawatirkan. Pergerakan tanah di lokasi tersebut dilaporkan masih berlangsung aktif dan dinilai berpotensi menimbulkan ancaman serius terhadap keselamatan masyarakat maupun pengguna jalan yang melintas di sekitarnya.Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Tengah menyebutkan bahwa kejadian longsor di wilayah Kecamatan Ketol bukanlah peristiwa baru. Kepala BPBD Aceh Tengah, Andalika, menjelaskan bahwa gejala awal sudah terpantau sejak awal tahun 2000-an dalam bentuk lubang kecil yang perlahan mengalami pembesaran.BPOM Tiba-Tiba Setop Susu Formula Bayi Nestlé, Ada Apa?“Awalnya hanya cekungan kecil. Namun sejak sekitar 2004, pergerakan tanah terjadi secara bertahap dan sampai sekarang ukurannya terus meluas,” ujar Andalika, Kamis (15/1/2026).Kondisi ini kembali menjadi sorotan publik setelah beredarnya video di media sosial yang memperlihatkan lubang raksasa dari rekaman udara menggunakan drone. Dalam video tersebut terlihat jelas gerusan tanah yang membentuk cekungan besar, dengan jarak yang semakin mendekati badan jalan kabupaten.Dampak dari longsoran ini sejatinya telah dirasakan masyarakat sejak lama. Pada 2006 silam, akses jalan Blang Mancung–Simpang Balik yang menjadi penghubung utama antara Kabupaten Aceh Tengah dan Kabupaten Bener Meriah sempat terputus akibat longsor di lokasi tersebut.Ancaman berulang juga mendorong pemerintah untuk melakukan langkah mitigasi sosial. Pada periode 2013 hingga 2014, warga Kampung Bah Serempah direlokasi ke kawasan Kampung Serempah Baru melalui tiga tahapan rehabilitasi dan rekonstruksi demi menghindari risiko yang lebih besar.Hingga kini, belum ada kajian ilmiah yang benar-benar memastikan penyebab awal terbentuknya longsoran berbentuk lubang tersebut. Meski demikian, hasil pemantauan Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Aceh menunjukkan bahwa pergerakan tanah di kawasan itu mengalami peningkatan dari tahun ke tahun.Sejak 2011, ESDM Aceh secara rutin melakukan pengukuran luas area longsoran. Berdasarkan data terakhir tahun 2025, area terdampak tercatat telah melampaui 27.000 meter persegi dan terus bergerak mendekati jalur lalu lintas, sehingga meningkatkan potensi kecelakaan.Kajian geologi dan survei geofisika yang dilakukan ESDM Aceh bersama BPBD Aceh Tengah pada 2022 menyimpulkan bahwa longsor terjadi pada lapisan tanah permukaan yang jenuh air. Struktur tanah di wilayah tersebut didominasi material vulkanik yang memiliki tingkat permeabilitas tinggi sehingga mudah menyerap air dan bergerak.“Pergerakan tanah di lokasi ini tergolong sangat aktif dan berkelanjutan. Kawasan tersebut masuk dalam zona rawan tinggi, sehingga memerlukan penanganan baik secara struktural maupun non-struktural secara berkesinambungan,” jelas Andalika.Ia menegaskan bahwa peristiwa ini bukanlah sinkhole yang terbentuk secara tiba-tiba, melainkan jenis longsor lambat atau slow moving landslide yang berkembang perlahan dalam jangka waktu panjang.Sejumlah faktor dinilai turut memicu ketidakstabilan tanah, antara lain kondisi tanah vulkanik yang belum padat, curah hujan tinggi di kawasan pegunungan, serta kemiringan lereng yang sangat curam dengan sudut mendekati tegak lurus. Aktivitas lalu lintas di ruas jalan Blang Mancung–Simpang Balik, keberadaan tower Saluran Udara Tegangan Ekstra Tinggi (SUTET), serta aktivitas perkebunan warga di sekitar lokasi juga diduga memperparah kondisi tanah.Selain itu, faktor kegempaan, termasuk aktivitas tektonik dan vulkanik Gunung Burni Telong, disebut berpotensi memengaruhi pergerakan tanah, meski hingga kini belum ada kajian lanjutan yang secara spesifik memastikan keterkaitannya.Usai Viral Kasus Pramugari Palsu, Khairun Nisa Ditawari Pendidikan Awak Kabin GratisSaat ini, BPBD Aceh Tengah terus melakukan pemantauan rutin di lokasi longsoran. Sejumlah rambu peringatan, garis pembatas, serta pengaman telah dipasang guna meminimalkan risiko kecelakaan bagi masyarakat.“Permukiman warga berada sekitar satu kilometer dari titik longsoran. Untuk sementara belum ada rencana relokasi tambahan, masih menunggu hasil kajian terbaru,” kata Andalika.BPBD juga terus berkoordinasi dengan Dinas PUPR, Dinas ESDM, dan instansi terkait lainnya untuk merumuskan langkah penanganan lanjutan, termasuk opsi relokasi trase jalan serta pengendalian aktivitas masyarakat di sekitar kawasan rawan longsor tersebut.***
Read More
Berita Populer Bulan ini
Elearning Course Thinkedu
Berita Terbaru
Pilih yang terbaik