
“Benar, pihak Inspektorat dan Dinas Pendidikan sudah memanggil Kepala Sekolah untuk dimintai klarifikasi terkait video viral tersebut,” ujar Julpikar pada Selasa (29/7/2025).
Menurut Julpikar, hingga saat ini pemeriksaan internal masih berlangsung. Hasil lengkap pemanggilan kepala sekolah tersebut belum dapat dipublikasikan.
“Kami ingin memastikan objektivitas informasi, termasuk kapan video tersebut diambil dan kebenaran isi dari video yang beredar. Setelah hasil pemeriksaan selesai, akan segera kami sampaikan,” tambahnya.
Bupati Padanglawas Utara, Resky Basyah Harahap, disebut telah menginstruksikan Inspektorat dan Dinas Pendidikan untuk melakukan investigasi menyeluruh.
“Dinas Pendidikan sudah berkoordinasi dengan Inspektorat Daerah untuk menindaklanjuti video viral ini,” jelas Julpikar.
Selain memeriksa kepala sekolah, pihak pemerintah daerah juga tengah menelusuri siapa pihak pertama yang mengunggah video tersebut dan memastikan keaslian situasi yang ditampilkan.
“Masih kita dalami siapa yang mengunggah dan kapan waktu pengambilan video, supaya terang benderang kondisi yang sebenarnya,” tegasnya.
Video berdurasi dua menit tujuh detik tersebut pertama kali diunggah akun TikTok @jerman timur dan kemudian menyebar ke berbagai platform, termasuk Instagram melalui akun @medankinian. Dalam video tersebut, seorang pria terdengar menarasikan kondisi sekolah yang disebut sudah sering mengalami ketiadaan guru selama jam belajar.
“Bahkan dari awal hingga akhir jam belajar, anak-anak dibiarkan tanpa guru yang mengajar,” ungkap pria dalam video tersebut.
Viral Malu Punya Suami Kuli, Istri yang Jadi PNS Usai Dibiayai Kuliah Pilih Bercerai
Ia juga mendesak Bupati dan Dinas Pendidikan Paluta untuk segera bertindak memanggil pihak sekolah agar persoalan tidak terulang. Dalam narasinya, pria tersebut bahkan mengusulkan penutupan sekolah jika kondisi tersebut terus terjadi.
“Minta tolong kepada Dinas Pendidikan, masalah ini sudah sering dilaporkan tapi tidak pernah ditindaklanjuti. Jika terus seperti ini, lebih baik sekolahnya ditutup saja,” keluhnya.
Mewakili keresahan orang tua siswa, pria itu berharap pemerintah daerah segera menyikapi serius persoalan ini.
“Kami minta kepada Bapak Bupati agar memanggil kepala sekolah dan melakukan pembenahan, supaya ke depan situasi belajar mengajar bisa lebih baik,” tegasnya.***