
“Isi tasnya ada laptop, ada pakaian, ada juga goodie bag berupa tas karton. Sebelum ke rooftop, korban memang sempat belanja di Grand Indonesia (GI),” jelas Reonald.
Barang-barang lain yang ditemukan termasuk pakaian baru hasil belanja, sejumlah nota pembelian, alat-alat kerja kantor, serta beberapa obat-obatan.
“Pokoknya barang-barang yang baru dibeli dan beberapa obat yang dia bawa,” tambah Reonald.
Terkait obat-obatan yang ditemukan, Reonald enggan membeberkan detail jenisnya. Namun, ia membenarkan adanya surat rawat jalan milik korban yang dikeluarkan oleh salah satu rumah sakit umum di Jakarta pada Juni 2025.
“Riwayat penyakitnya tidak bisa kami ungkapkan karena itu masuk privasi korban,” tegasnya.
Sebelumnya, hasil olah TKP menemukan sejumlah barang bukti di kamar korban, di antaranya gulungan lakban, kantong plastik, dompet, bantal, sarung celana, serta beberapa pakaian milik ADP. Polisi juga menemukan obat sakit kepala dan obat lambung, walaupun belum dapat dipastikan keterkaitannya dengan penyebab kematian.
Polisi Tunggu Hasil Forensik untuk Pastikan Penyebab Kematian Diplomat Muda Arya Daru
Yang mengejutkan, sidik jari korban ditemukan pada lakban yang melilit kepalanya. Namun, penyidik belum dapat memastikan apakah lakban tersebut dipasang oleh korban sendiri atau ada keterlibatan pihak lain.
Hingga kini, kepolisian masih melakukan penyelidikan intensif guna mengungkap penyebab kematian ADP dan memastikan apakah ada unsur tindak pidana dalam kasus ini.***