Website Thinkedu

Calon Jaksa Tewas Terseret Arus saat Kejar Kepala Desa yang Diduga Korupsi Dana Desa

Calon Jaksa Tewas Terseret Arus saat Kejar Kepala Desa yang Diduga Korupsi Dana Desa
Foto : Ist
Lingkaran.id - Duka menyelimuti Kejaksaan Negeri Simalungun. Seorang calon jaksa muda, Reynanda Primta Ginting (25), ditemukan meninggal dunia setelah terseret arus sungai saat menjalankan tugas penjemputan terhadap saksi kasus dugaan korupsi Dana Desa Banjar Hulu, Kecamatan Ujung Padang, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara.

Peristiwa memilukan ini terjadi pada Rabu sore, 2 Juli 2025, di tepi Sungai Silau, Kisaran. Reynanda yang baru lulus tahun 2025 dan bergabung sebagai calon jaksa di Kejari Simalungun, tergabung dalam tim Pidana Khusus (Pidsus) yang saat itu tengah melakukan upaya penjemputan paksa terhadap Pangulu (Kepala Desa) Banjar Hulu, Kardianto, dan bendaharanya, Bambang Surya Siregar. Keduanya tengah berada di sebuah kafe di pinggir sungai.


Viral Video Syur Diduga Selebgram Ambon, Chasandra Thenu Bersama Anggota Polisi

Namun, saat tim Pidsus hendak menjemput, Kardianto melakukan perlawanan dan melarikan diri dengan cara nekat melompat ke Sungai Silau. Melihat hal itu, Reynanda spontan mengejar ke tengah sungai dengan maksud menangkap sekaligus menyelamatkan Kardianto yang tampak mulai kesulitan melawan derasnya arus.

“Reynanda berhasil menarik Kardianto ke tepian sungai, namun justru ia sendiri terseret arus deras hingga akhirnya tenggelam,” ujar Kasi Intelijen Kejari Simalungun, Edison Sumitro Situmorang, pada Kamis (3/7/2025).

Melihat insiden tersebut, Fahri adik dari pemilik kafe tempat kejadian berlangsung berusaha menolong Reynanda dengan ikut terjun ke sungai. Naas, upaya penyelamatan itu berujung tragis. Baik Fahri maupun Reynanda ikut hanyut terbawa arus deras. Jenazah Reynanda ditemukan pada Kamis pagi (3/7/2025), sekitar tiga kilometer dari lokasi kejadian. Sementara Fahri hingga kini masih dalam proses pencarian oleh tim SAR gabungan.

Kejadian ini sontak mengguncang institusi kejaksaan, terlebih karena Reynanda dikenal sebagai sosok muda yang berintegritas dan berdedikasi dalam menjalankan tugas. Ia merupakan calon jaksa dari hasil seleksi CASN Kejaksaan Agung tahun 2024, kelahiran 20 Juni 1999, dan baru saja menyelesaikan pendidikan tahun ini.

Pihak Kejari mengungkapkan bahwa Kardianto sebelumnya telah dipanggil sebanyak tiga kali untuk diperiksa sebagai saksi dalam kasus dugaan korupsi Dana Desa Banjar Hulu tahun 2024 dengan nilai mencapai Rp400 juta. Namun, seluruh panggilan tersebut tak diindahkan olehnya.

Dugaan penggelapan dana desa oleh Kardianto ini telah lama menuai keresahan masyarakat. Bahkan warga Banjar Hulu sudah beberapa kali melakukan aksi unjuk rasa di Kantor Kejaksaan Negeri Simalungun, DPRD Simalungun, hingga ke Kantor Bupati. Mereka menuntut agar Kardianto segera diproses secara hukum dan dimintai pertanggungjawaban atas pengelolaan dana desa yang diduga diselewengkan.

Terungkap Pesinetron Pria Peras Pacar Sesama Jenis adalah Muhammad Rayyan Alkadrie

Saat ini, Kardianto dan bendaharanya, Bambang Surya Siregar, telah diamankan oleh Tim Pidsus Kejari Simalungun dan Kejari Asahan untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Sementara jenazah Reynanda masih menunggu kedatangan pihak keluarga untuk proses pemulangan dan pemakaman.

“Korban merupakan calon jaksa angkatan 2025 yang sangat berdedikasi. Kami sangat kehilangan,” pungkas Edison.

Pencarian terhadap korban kedua, Fahri, masih terus dilakukan dengan metode penyisiran menyeluruh di sepanjang aliran Sungai Silau.***

Berita Lainnya
Video Lingkaran
Berita Populer Bulan ini
Thinkedu Online Course
Berita Terbaru
Generasi Digtial Intelektual