Website Thinkedu

1 Muharram 1447 H Jatuh Hari Apa? Simak Amalan Sunnah dan Doa Awal Tahun Islam

1 Muharram 1447 H Jatuh Hari Apa? Simak Amalan Sunnah dan Doa Awal Tahun Islam
Photo by David Rodrigo on Unsplash - tautan
Lingkaran.id -Tahun Baru Islam 1447 Hijriah akan dimulai pada hari Jumat, 27 Juni 2025, yang bertepatan dengan 1 Muharram. Momen ini bukan sekadar pergantian kalender Hijriah, tapi juga menjadi waktu yang sangat dianjurkan untuk memperbanyak amalan ibadah dan memperbaiki diri.
 

Apa itu 1 Muharram dan kenapa penting?

1 Muharram merupakan hari pertama dalam kalender Hijriah dan termasuk dalam empat bulan haram (suci) dalam Islam, di mana umat dianjurkan untuk menjauhi dosa dan memperbanyak amalan. Dalam sejarah, bulan ini juga menjadi simbol hijrahnya Nabi Muhammad SAW dari Mekah ke Madinah, yang kemudian menjadi penanda awal perhitungan tahun Islam.

BREAKING: Ustadz Khalid Basalamah Diperiksa KPK Terkait Dugaan Skandal Kuota Haji 2024!

Amalan Sunnah yang Dianjurkan di 1 Muharram:

  • Puasa sunnah: Rasulullah SAW sangat menganjurkan puasa di bulan Muharram, terutama pada hari Asyura (10 Muharram) dan Tasu’a (9 Muharram). Namun, memulai dengan puasa di hari pertama bulan ini juga menjadi kebiasaan banyak ulama.

  • Doa awal tahun: Umat Islam dianjurkan membaca doa awal tahun Hijriah setelah salat Magrib pada malam 1 Muharram, sebagai bentuk harapan dan perlindungan dari hal buruk di tahun sebelumnya.

  • Salat sunnah dan memperbanyak zikir: Termasuk salat sunnah rawatib, tahajud, serta memperbanyak istighfar dan membaca Al-Qur’an.

  • Sedekah dan silaturahmi: Menyambung hubungan baik, memberi makan fakir miskin, dan menyantuni anak yatim termasuk amalan mulia di bulan ini.

  • Mandi sunnah dan menjaga penampilan: Berdasarkan sejumlah riwayat, ulama menganjurkan mandi dan memakai pakaian terbaik di awal tahun hijriah.

Chelsea Bungkam ES Tunis 2-0: Gol Tosin & Delap Antar The Blues ke 16 Besar Club World Cup 2025

Doa Awal Tahun Hijriah:

"Allahumma anta al-abadiyyu al-qadimu al-awwalu..."
Doa ini dibaca setelah salat Magrib pada malam 1 Muharram, sebagai bentuk permohonan agar dijauhkan dari gangguan setan dan keburukan sepanjang tahun.

Beberapa tokoh agama di Indonesia seperti KH. Miftah Maulana Habiburrahman (Gus Miftah) dan Ustaz Adi Hidayat juga mengajak umat Islam menjadikan momen ini sebagai waktu evaluasi dan pembenahan diri, serta menjauhkan diri dari perdebatan sia-sia di media sosial.

Berita Lainnya
Video Lingkaran
Berita Populer Bulan ini
Thinkedu Online Course
Berita Terbaru
Generasi Digtial Intelektual